Oda Sekar Ayu
Goodreads Author
Born
in Jakarta, Indonesia
Website
Twitter
Genre
Influences
Member Since
August 2015
URL
https://www.goodreads.com/mongseptember
To ask
Oda Sekar Ayu
questions,
please sign up.
Popular Answered Questions
|
Petjah
—
published
2017
—
2 editions
|
|
|
Alfa & Omega
—
published
2018
|
|
|
Teka-Teki Jatuh Cinta
|
|
|
Dream Big Make An Impact
by |
|
|
Story of Us: Side B
by
—
published
2022
|
|
|
I See Heart in Earth
|
|
Oda Sekar Ayu hasn't written any blog posts yet.
Oda’s Recent Updates
|
Oda Ayu
wants to read
|
|
|
Oda Ayu
rated a book really liked it
|
|
|
"4.25
There were a few weird things but I truly enjoyed this. I think I need to read more of Christina Lauren’s books because I really had a good laugh from this one :)." |
|
|
Oda Ayu
rated a book liked it
|
|
|
Oda Ayu
wants to read
|
|
|
Oda Ayu
rated a book liked it
|
|
|
Oda Ayu
wants to read
|
|
|
Oda Ayu
wants to read
|
|
|
Oda Ayu
wants to read
|
|
“Hal terbaik dari jatuh cinta adalah segalanya menjadi pelajaran bahkan di bagian patah hatinya.”
― I See Heart in Earth
― I See Heart in Earth
“Semakin banyak yang kuketahui tentang dirinya, semakin ia tak menarik lagi.
Hubungan kita bisa panjang, karena aku tak tahu seluruhnya tentang dirimu.”
― Rahasia Selma: Kumpulan Cerita
Hubungan kita bisa panjang, karena aku tak tahu seluruhnya tentang dirimu.”
― Rahasia Selma: Kumpulan Cerita
“Sekarang masyarakat kita semakin konservatif. Orang tidak menganggap penderitaannya sebagai akibat dari regulasi pemerintah atau pengusaha, atau praktik hukum yang timpang. Orang menganggapnya itu takdir Tuhan.”
―
―
“Malam itu ia merasa seperti Isa memakai mahkota duri dengan Maria Magdalena bersimpuh di kaki.”
―
―
“Penjual nasi tim sudah mulai membuka pintunya. Dari dalam, keluar buar harum yang sedap. Orang-orang yang pulang dari Missa pertama seringkali singgah ke situ. Mengherankan, tidak ada seorangpun yang teringat untuk berkhotbah terhadap laki-laki setengah tua itu beserta isteri dan anak menantunya. Siapa tahu mereka akan tertarik dan ikut masuk gereja. Namun orang-orang mungkin akan cemas juga: kalau mereka berbondong-bondong menghadiri Missa boleh jadi tidak akan ada nasi tim kalau mereka pulang. Atau: nasi tim itu terlalu enak, membuat orang lupa melakukan sesuatu yang ingin dilakukannya.
Bagaimanapun, itulah mereka. Dari hari ke hari, sejak puluhan tahun, dengan setia membuka satu per satu papan-papan di muka rumah pada jam enam pagi. Sebuah meja dan sebuah tungku dikeluarkan. Di atasnya terdapat sebuah panci kaleng, setinggi setengah meter, tempat memasak nasi tim itu. Kemudian mangkuk-mangkuk dikeluarkan dan diletakkan di atas meja. Menantu perempuan memasang taplak-taplak meja seperti yang telah dilakukan sejak ia menikah. Anak laki-laki memeriksa apakah tungku itu cukup arangnya. Sedangkan laki-laki setengah tua itu mulai memotong-motongayam rebus dibantu isterinya yang turut memeriksa kalau-kalau ada bumbu-bumbu yang kurang.
Setiap pagi, dari bulan ke bulan, dari tahun ke tahun, itulah kerja mereka. Anak laki-laki setelah tamat sekolah, tidak mempunyai tujuan lain kecuali belajar mewarisi keahlian masak ayahnya untuk kemudian menggantikannya setelah dia mati. Orang-orang yang sederhana, yang tidak perlu jauh-jauh dalam mencari bahagia. Mereka sudah lama menemukannya: dalam hati mereka sendiri.
Monik melirik ke arah warung itu, Dilihatnya laki-laki setengah tua itu. Dilihatnya isterinya. Mereka betul. Mereka tidak perlu ke gereja. Tuhan sudah ada dalam hati mereka.”
―
Bagaimanapun, itulah mereka. Dari hari ke hari, sejak puluhan tahun, dengan setia membuka satu per satu papan-papan di muka rumah pada jam enam pagi. Sebuah meja dan sebuah tungku dikeluarkan. Di atasnya terdapat sebuah panci kaleng, setinggi setengah meter, tempat memasak nasi tim itu. Kemudian mangkuk-mangkuk dikeluarkan dan diletakkan di atas meja. Menantu perempuan memasang taplak-taplak meja seperti yang telah dilakukan sejak ia menikah. Anak laki-laki memeriksa apakah tungku itu cukup arangnya. Sedangkan laki-laki setengah tua itu mulai memotong-motongayam rebus dibantu isterinya yang turut memeriksa kalau-kalau ada bumbu-bumbu yang kurang.
Setiap pagi, dari bulan ke bulan, dari tahun ke tahun, itulah kerja mereka. Anak laki-laki setelah tamat sekolah, tidak mempunyai tujuan lain kecuali belajar mewarisi keahlian masak ayahnya untuk kemudian menggantikannya setelah dia mati. Orang-orang yang sederhana, yang tidak perlu jauh-jauh dalam mencari bahagia. Mereka sudah lama menemukannya: dalam hati mereka sendiri.
Monik melirik ke arah warung itu, Dilihatnya laki-laki setengah tua itu. Dilihatnya isterinya. Mereka betul. Mereka tidak perlu ke gereja. Tuhan sudah ada dalam hati mereka.”
―
“Sekarang gue sudah mengerti bahwa bentuk cinta yang gue mau berarti pengorbanan, bukan permintaan. Cinta itu harus diberi dengan rela dan terbuka.”
― Miss Pesimis
― Miss Pesimis
Goodreads Indonesia
— 27281 members
— last activity 23 hours, 14 min ago
Goodreads Indonesia dibentuk tanggal 7 Juni 2007 oleh Femmy Syahrani dan ditujukan untuk para pembaca buku berbahasa Indonesia yang ingin mendiskusika ...more



















































