Jump to ratings and reviews
Rate this book

Shin Suikoden

Shin Suikoden 1

Rate this book
copy-editor: Lulu Fitri Rahman & Poppy D. Chusfani

Shin Suikoden Buku I

Shi Shin, pemuda dengan rajah sembilan naga di tubuhnya, ahli tongkat yang meski mudah emosi, namun sangat menghargai pertalian antarlelaki sejati.

Ro Chi Shin si Pendeta Bunga, mantan polisi militer dengan tubuh dan sikap bagaikan raksasa kasar, namun berhati lembut laksana bunga musim semi yang dirajah indah menakjubkan di punggungnya.

Cendekiawan Go, guru kuil di desa yang tersohor ketajaman akal dan kepiawaiannya dalam membuat strategi .

Jalan hidup mereka beserta para pengemban tugas bintang lain, yang semua berjumlah 108, bersinggungan di masa penuh kegelapan Dinasti Sou. Meski harus menempuh jalur di luar hukum yang berlaku, para bandit budiman titisan 108 Bintang ini akan melakukan perubahan besar.

-----------------------------------------------------

Suikoden atau yang biasa kita kenal dengan Kisah Batas Air dan 108 Pendekar merupakan karya besar klasik Cina. Kisah ini sudah berkali-kali diadaptasi ulang ke dalam bentuk layar lebar, layar kaca, video games, maupun manga.

Shin Suikoden adalah salah satu karya besar Eiji Yoshikawa sang maestro cerita petualangan. Karya ini merupakan penulisan ulang yang menjanjikan intrik-intrik baru kisah Suikoden. Ditulis oleh penulis kawakan dan diterjemahkan langsung dari Bahasa Jepang oleh Jonjon Johana, Shin Suikoden Buku 1 ini akan membawa kita ke dalam jalinan cerita yang seru dan memikat, dalam perjalanan hidup para pendekar untuk meresapi pesan moral di baliknya.

488 pages, Paperback

First published June 2, 1989

32 people are currently reading
432 people want to read

About the author

Eiji Yoshikawa

536 books779 followers
Pen-name of Yoshikawa Hidetsugu. Yoshikawa is well-known for his work as a Japanese historical fiction novelist, and a number of re-makes have been spawned off his work.

In 1960, he received the Order of Cultural Merit.
Eiji Yoshikawa (吉川 英治, August 11, 1892 – September 7, 1962) was a Japanese historical novelist. Among his best-known novels, most are revisions of older classics. He was mainly influenced by classics such as The Tale of the Heike, Tale of Genji, Outlaws of the Marsh, and Romance of the Three Kingdoms, many of which he retold in his own style. As an example, the original manuscript of Taiko is 15 volumes; Yoshikawa took up to retell it in a more accessible tone, and reduced it to only two volumes. His other books also serve similar purposes and, although most of his novels are not original works, he created a huge amount of work and a renewed interest in the past. He was awarded the Cultural Order of Merit in 1960 (the highest award for a man of letters in Japan), the Order of the Sacred Treasure and the Mainichi Art Award just before his death from cancer in 1962. He is cited as one of the best historical novelists in Japan.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
103 (34%)
4 stars
89 (30%)
3 stars
75 (25%)
2 stars
22 (7%)
1 star
6 (2%)
Displaying 1 - 30 of 47 reviews
Profile Image for Thesunan.
54 reviews20 followers
January 16, 2011
secara keseluruhan gw suka novel ini, menurut gw novel ini lebih bagus daripada novel Eiji yg gw baca sebelumnya yaitu Heike Story.

cuman yg bikin gw rada sebel ternyata novel yg gw baca ini buku 1, berarti gw harus menunggu buku 2 yg entah kapan terbitnya.. menyebalkan bagi gw yg gak suka menunggu..

dan ada hal yg menurut gw sedikit mengganggu, yaitu judul di tiap bab/bagian yang IMO mirip2 dengan headline di Lampu Merah..

misal: Nasib Baik Tukang Main Bola: Naik ke Langit Kesembilan & Bertemu Ki Sou, Kaisar yang anggun.- hal. 42

Melihat Air Mata di Ryoku Rin, Shin Shin Kembali Membebaskan. hal.75

Tou Ka yang Pusarnya Berbulu Berangkat dari Kampung Istri, Bertemu si Naga Sembilan di Kuil Ko Rin Ga. hal. 163

Pesta Arak di Bawah Pohion Liu Si Penjaga Kebun & Sesama Jelata yang Dicintainya, Mengundang Tamu dari Kalangan Tentara Istana. hal. 180

coba bandingkan dengan :

# Pembantu gendong orok, kesandung, orok nyebur selokan, mati seketika

# Tukang somay digoda cewek, tukang somay nolak, si cewek jadi galak, somaynya diabisin ga pake bayar

# Anak cewek SMA jalan pake rok sexy ditengah hutan dipaksa melayani birahi tukang ojek. dia tak mau alhasil diperkosa secara asal-asalan


Profile Image for "Mhd Haikal".
41 reviews51 followers
December 25, 2010
Salah satu buku yang sudah di incer salama lebih dari 2 tahun... :D
Profile Image for Eve.
Author 27 books65 followers
January 16, 2011
Shin Suikoden is Yoshikawa's take on the classic Chinese novel Shuihu Zhuan (Water Margin). In the Indonesian edition, Shin Suikoden is divided into a few books and this review refers to the first book only.

As in the original, the story revolves around outlaws who defy corrupt officials and perform heroic deeds. In Shin Suikoden, each outlaw is given much more attention, and their stories are more thoroughly explored, compared to the original. Dialogue-wise, delightful bickerings abound, as well as honest and human outpourings of emotion. Female characters are more like footnotes and there are only two of them named. (No unfaithful wives as yet.)
Profile Image for Hayyu Alynda.
7 reviews2 followers
September 8, 2011
Kesan pesan: Mana lanjutan buku keduanya? Semoga gak nggantung deh.
Seru abis ini buku, setelah Taiko, aku langsung koleksi karya-karyanya Eiji Yoshikawa. Memang ngga ada yang mengecewakan!
Tokoh-tokohnya familiar banget karena sering dibikin film, manga, bahkan game juga ada. Lebih banyak lagi karya-karya yang terinspirasi kisah ini. Penasaran juga sama karya aslinya dari China, apakah sebagus ini penceritaannya?
Profile Image for htanzil.
379 reviews149 followers
April 8, 2011
Bagi pecinta buku-buku kisah kepahlawan Jepang nama Eiji Yoshikawa tentunya tidak asing lagi, namanya identik dengan novel Musashi, legenda seorang Samuari Jepang di abad pertengahan yang masih dibaca orang hingga kini. Selain itu ada dua buah karyanya yang juga sudah diterjemahkan yaitu Taiko dan Heike Story yang juga mendapat respon positif bagi pembacanya. Namun tahukah anda bahwa kisah-kisah tersebut sebetulnya bukan merupakan karya asli Eiji Yoshikawa?

Ya. Banyak di antara novel-novel terkenalnya merupakan penulisan ulang dari karya-karya klasik Jepang dan China misalnya Kisah Heike , Kisah Genji , Batas Air, Kisah Tiga Negara dan sebagainya. Kesemua cerita itu dikisahkan kembali olehnya dalam bahasa yang lebih populer sehingga mudah dicerna oleh siapa saja. Walaupun sebagian besar novelnya bukanlah cerita asli, ia menciptakan sangat banyak karya dan menumbuhkan minat baru terhadap sejarah sehingga pada tahun 1960 ia mendapat penghargaan budaya dari Pemerintah Jepang

Novel Shin Suikoden adalah sebuah pengisahan kembali karya klasik China terkenal “Batas Air, Kisah 108 Pendekar Liang Shan yang berasal dari Dinasti Ming (1368-1644). Kisah ini diceritakan kembali oleh Eiji Yoshikawa secara detail dengan bahasa yang lebih populer seperti umumnya karya-karya Yoshikawa lainnya. Jika mengikuti edisi aslinya yang berbahasa Jepangnya maka nantinya akan ada 4 jilid buku yang akan diterbitkan dalam bahasa Indonesia.

Di buku pertamanya yang diterjemahkan langsung dari bahasa Jepang ini kita baru akan diajak mengenal 8 tokoh yang kelak akan bertemu untuk satu tujuan tertentu. Mereka antara lain Shi Shin, pemuda dengan rajah sembilan naga di tubuhnya, ahli tongkat yang meski mudah emosi, namun sangat menghargai pertalian antarlelaki sejati. Ro Chi Shin si Pendeta Bunga, mantan polisi militer dengan tubuh dan sikap bagaikan raksasa kasar, namun berhati lembut laksana bunga musim semi yang dirajah indah menakjubkan di punggungnya. Cendekiawan Go, guru kuil di desa yang tersohor ketajaman akal dan kepiawaiannya dalam membuat strategi .

Novel ini diawali dengan kisah pendahuluan dimana Jenderal Kou mendapat tugas dari Kaisar Jin Sou (dinastiSou) untuk berkunjung ke kuil Jo Sei di pedalaman untuk meminta pendeta kuil tersebut memanjatkan doa penolak bala bagi rakyatnya yang saat itu sedang terkena wabah penyakit.

Sesampai di kuil Jo Sei karena sang pendeta sedang tidak ada di tempat maka Jenderal Kou berkeliling kuil dan melihat sebuah dinding batu yang diikat dengan rantai besi dan dipasangi gembok yang sangat besar. Itu adalah ruang rahasia yang tidak seorangpun diperbolehkan untuk membukanya. Namun karena rasa ingin tahunya yang besar Jenderal Kou memaksa untuk membuka ruangan tersebut.

Bukan tanpa alasan mengapa ruangan tersebut dilarang untuk dibuka karena didalamnya tertawan 108 bintang iblis. Karenanya begitu ruangan itu terbuka maka 108 bintang iblis itu turun ke dunia dan pada akhirnya menjelma menjadi manusia dan membentuk benteng Ryou Zan Paku yang terpencil yang dikelilingi oleh air sehingga sulit ditembus siapapun. Dan di benteng itulah tempat berkumpulnya 108 pendekar yang hampir menghancurkan dinasti Sou.

Setting kisah lalu bergerak di masa pemerintahan Kaisar Ki Sou, kaisar kedelapan dinasti Sou. Dimasa ini sang kaisar terkenal sangat artistik gemar mengumpukan berbagai benda seni serta bintang langka dan membangun istana megah sehingga dia sama sekali tidak memperhatikan kesejahteraan rakyatnya. Saat itu pajak sangat tinggi, pegawai-pegawai pemerintah yang jahat dan korupsi merajalela sehingga menimbulkan keresahan dan ketidakpuasan terhadap pemerintahannya.

Di buku pertama ini awalnya memang seperti tak memiliki alur kisah yang jelas karena masing-masing bab menceritakan latar belakang dan sepak terjang tokoh-tokoh utamanya yang masing-masing memiliki kisahnya sendiri. Barulah di bagian-bagian akhir kisahnya akan semakin mengerucut ke kisah perampokan iring-iringan hadiah ulang tahun dari seorang pejabat yang hendak diberikan kepada rekannya.

Tokoh-tokoh pendekar yang sebelumnya diceritakan secara terpisah nantinya akan bertemu dan bersama-sama merencanakan strategi brilian untuk merampok iring-iringan hadiah tersebut. Mereka menganggap rencana mereka ini bukanlah sebuah kejahatan karena bagi mereka pejabat negara itu telah menyengsarakan rakyat dengan pajak yang tinggi dan uangnya dikorupsi untuk memperkaya diri. Bagi mereka hadiah-hadiah itu sebenarnya milik rakyat dan harus dikembalikan pada rakyat.

Karena banyaknya tokoh dan nama yang diceritakan di buku pertama ini saya kadang bingung sendiri. Mungkin karena saya tidak biasa membaca genre ini sehingga terkadang nama dan tokohnya sering tertukar-tukar atau sering lupa bahwa tokoh yang sedang diceritakan di bagian tertentu itu sama dengan yang dikisahkan di bagian sebelumnya :D

Pengisahan tokoh-tokohnya memang menarik namun di paruh pertama novel ini karena masih belum jelas mau kemana sebenarnya kisahnya akan bergulir hal ini membuat saya sedikit bosan. Untungnya di bagian-bagian akhir tokoh-tokohnya bertemu satu sama lain dan bekerjasama untuk melakukan sebuah tindakan mulia, hanya sayangnya ketika sedang seru-serunya kisahnya harus terhenti karena baru bisa dilanjutkan di jilid ke 2nya. Semoga saja jilid-jilid selanjutnya bisa diterbitkan dalam waktu yang tidak terlalu lama sebelum pembaca keburu lupa akan tokoh-tokoh dan kisahnya. :D

Sepertinya di jilid-jilid selanjutnya kisah Shin Suikoden ini akan semakin menarik karena selain kisahnya yang telah semakin mengerucut dan kemahiran penulisnya dalam merangkai cerita yang seru dan memikat, tentunya jalan hidup dari para pendekar dalam kisah ini akan memberikan pesan moral yang baik bagi pembacanya baik itu dalam hal kesetiakawanan, kepahlawanan, dan komitmen serta semangat juang mereka dalam memperbaiki kesejahteraan rakyat yang telah direngut oleh pemerintahan yang korup untuk memperkaya dirinya.

@htanzil
Profile Image for Airlangga Auvijan.
15 reviews2 followers
January 8, 2021
Saya belum pernah baca kisah asli Water Margins, sehingga belum tahu perbedaan antara Shin Suikoden dan Water Margins. Dan memang kesulitan jika kita membayangkan bahwa tokoh-tokohnya yang berasal dari Tiongkok tetapi namanya di bahasa Jepang-kan. Namun, buku ini tetap menarik, dan buat saya ini rekor tercepat ketika saya membaca novel karena selesai dalam waktu 1 minggu. Buku kedua sudah menanti.

Sekilas ringkasan, buku ini memiliki banyak tokoh. Dan cerita di dalamnya berpindah dari satu tokoh ke tokoh yang lain yang saling berelasi, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Profile Image for Ditta Arianti.
26 reviews
October 14, 2022
I'm not reading yet the original version of Water Margin (Shui Hu Zhuan) in Chinese literature classic novel - just because the difference is this book changed the characters into Japanese names.
I love the story of 108 stars of destiny (because it reminds me with a video game Suikoden that I've been played a long time ago), and that's how I'm in love with this book to buy it..
Different characters with their own story, and it developed into one incident (a coup d'etat against the government, and then become the heroes), this book that makes me cried a lot in the end of the story..

Can't wait for the next part 2 - 4..
Profile Image for Herdina Primasanti.
101 reviews1 follower
December 26, 2020
Beli buku ini gara-gara dulu sempet main game berjudul Suikoden (main yang pertama dan kedua). Agak kecewa karena tokoh yang diceritakan di novel pertama ini terlalu banyak, jadi detail ceritanya nggak bisa dieksplor lebih dalam dan bikin agak membingungkan (terlebih karena nama tokohnya itu nama-nama Cina dan mirip-mirip). Asik sih, bisa tau jalur cerita antartokoh, cuman lebih asik lagi kalo bisa lebih fokus ke satu-dua orang sebagai tokoh utama dominan
Profile Image for Hobby.
1,062 reviews2 followers
October 13, 2012
Judul Asli : SHIN SUIKODEN ( book I by Eiji Yoshikawa )
Copyright ©1990 Eimei Yoshikawa
Penerbit : Kansha Books ( a division of Mahda Books )
Alih Bahasa : Jonjon Johana
Editor : Mikihiro Moriyama & Tim Kansha
Desain Cover & Isi : Iksaka Banu & Husni Kamal

Prolog :
Suikoden – yang juga dikenal sebagai Kisah Batas Air dan 108 Pendekar, merupakan karya besar klasik Cina, yang telah disadur dan diadaptasi ulang dalam berbagai macam tulisan, puisi, diangkat ke layar lebar, televisi, bahkan dibuat sebagai games maupun dalam format komik manga. Sedangkan Shin Suikoden adalah salah satu karya Eiji Yoshikawa – sang maestro kisah petualang Jepang, yang melakukan adaptasi atas karya klasik dengan memadu unsur-unsur historis dan intrik-intrik, menjanjikan petualangan yang seru dan menantang melalui bahasa yang lugas serta dialog-dialog percakapan yang menggelitik, menggugah rasa penasaran setiap pembaca, sehingga meskipun bukan pecinta karya klasik historis – namun tak akan mampu menahan rasa penasaran dan tertarik saat mulai membaca kisah ini ...

Sinopsis :
Kisah dimulai pada era sekitar 900 tahun silam, saat Daratan Cina yang luas masih disebut sebagai Negara Dai Sou dengan ibukota Tou Kei, di provinsi Ka Nan, wilayah Kai Hou, dan tampuk pemerintahan dipegang oleh Kaisar Jin Sou – keturunan keempat dari Dinasti Sou. Saat itu negara sedang dalam kondisi kesusahan. Wabah penyakit menyerang, panenan gagal, rakyat tak mampu mencukupi kebutuhan sehari-hari, kejahatan akibat kekurangan serta kemiskinan mulai meningkat. Demi mengatasi ancaman bahaya yang lebih besar, Kaisar memerintahkan seluruh wihara dan kuil di negara tersebut untuk mengadakan doa khusus demi keselamatan negara dan rakyat.

Kuil Jou Sei yang terletak di wilayah Gunungan Ryu Kou – yang merupakan pusat kepercayaan agama Tao di seluruh negeri semenjak jaman dahulu kala, mendapat kunjungan khusus dari Jendral Kou Shin sebagai utusan resmi Kerajaan untuk menyampaikan pesan kepada Pendeta Kyo Sei – Ketua Kuil Suci. Melalui perjalanan jauh yang tidak mudah, Jenderal Kou Shin mendapati bahwa sang Pendeta justru telah berangkat menuju ibukota, maka sebagai pejabat pemerintah, beliau dipersilahkan beistirahat dahulu sebelum kembali ke ibukota.

Namun justru awal mula bencana timbul di sini, sang jenderal yang sedang santai, dijamu hingga mabuk, dan saat berkeliling wilayah kuil, ia menemui suatu ruangan dengan gerbang yang terkunci rapat. Tempat itu disebut Ruang Pengekangan Iblis atau disebut juga ‘gerbang yang tak pernah terbuka’ – merupakan tempat para iblis berbahaya dan jahat yang pernah ada, telah ditangkap dan disekap didalamnya agar tidak menimbulkan kekacauan di dunia. Dan Kou Shin dengan sombong membuka paksa gerbang tersebut, mengakibatkan terlepasnya “108 Bintang Iblis “ ke dunia manusia, menyebabkan berbagai masalah yang kelak melanda kehidupan masyarakat dunia.

more about this book, please check on my review at here :
http://my-classic-books.blogspot.com/...
Profile Image for Arkian Widi.
13 reviews6 followers
May 7, 2012
Kabarkan Dunia, Para Bandit Budiman Telah Kembali!

Ketiga kepala perampok terkejut.
“Mengapa kau membakar rumah ini? Apa karena akan melindungi kami?"
“Bukan. Aku hanya ingin menunjukkan bahwa aku tidak terlibat dengan semua ini. Kejadian malam ini membuatku seolah telah menjebloskan kalian ke dalam perangkap.”
“Jangan bercanda. Apa yang terjadi, kami tidak akan berpikir bahwa saudara Naga Sembilan-lah yang telah memasang perangkap untuk kami. Tunggu. Jangan dibakar.”
Sambil berteriak, mereka meletakkan tangan di belakang punggung untuk menunjukkan bahwa mereka sudah pasrah.
“Kami sudah menyusahkanmu yang telah berbuat baik dan mau berteman dengan kami kaum perampok. Sekarang waktunya bagi kami untuk menyerah. Silakan ikat kami dan serahkan kami kepada petugas kabupaten.”

***


Saat Pemerintahan Dinasti Sou, di bawah Kaisar Ki Sou yang sewenang-wenang, kekacauan dan kebusukan merambah keseluruh penjuru negeri. Orang-orang mulai merasa bodoh apabila melakukan pekerjaan yang benar dan wajar, yang pada gilirannya membuat mereka berkeinginan menghirup udara dunia liar semau mereka. Terbentuknya sarang-sarang perampok di atas gunung tentunya juga akibat kebusukan Pemerintahan Kaisar Sou tersebut.

Namun dalam kelamnya dunia kejahatan ternyata masih berpendar setitik cahaya (atau lebih tepatnya: 108 titik cahaya). Sebagian bandit punya prinsip tidak merampok kecuali kepada pejabat dan orang kaya saja. Bahkan demi tegaknya keadilan, seseorang rela berkorban untuk orang lain. Sehingga Shu Bu, Chin Tatsu dan You Shun tidak habis pikir dengan Shi Shin yang rela membakar warisan leluhurnya selama ratusan tahun demi melindungi mereka; tiga berandalan dari gunung yang baru dikenalnya. Tiga pemimpin perampok yang pernah hendak merampok rumahnya.

Semua memang sudah suratan dari langit. Keputusan Shi Shin keluar dari zona nyaman, justru membuka jalan untuk menempuh petualangan-petualangan seru dan menegangkan. Satu persatu bertemu bagaikan jodoh, saling menguatkan satu sama lain untuk menjalani takdirnya.

Meski buku ini tak banyak menyajikan aksi laga yang deskriptif, kehadiran karakter- karakter jagoan yang anti-hero sempat menimbulkan ‘sympathy for the devil’. Bahwa mereka merampok bukan tanpa alasan. Demi bertahan hidup di antara kepungan pimpinan lalim dan para abdi istana yang korup. Mereka pun harus tetap waras di tengah ketidakwarasan. Bahwa keadilan sejati adalah mengubah jeritan menjadi senyum kebahagiaan.

Shin Suikoden merupakan upaya penuturan ulang Eiji Yoshikawa akan kisah klasik Cina, Suikoden (Batas Air). Buku yang diterjemahkan langsung dari bahasa Jepang ini, merupakan pengobat rindu para penggemar penulis magnus opus Mushashi. Ini adalah kisah Shi Shin dan para bandit budiman titisan 108 bintang yang akan melakukan perubahan besar, meski harus menempuh jalur di luar hukum yang berlaku. Jadi, kabarkan kepada dunia. Para bandit budiman telah kembali!

AW.
Profile Image for Andry Chang.
Author 56 books37 followers
February 21, 2011
Karena saya sudah punya banyak novel karya Eiji Yoshikawa yaitu "Taiko" dan "Musashi", why not buy & read it?
Mengingat saya baca "Batas Air" / "Shui Hu Zhuan" dan nonton filmnya pula, buku ini bagaikan "do or die", wajib dibaca apalagi saya yang notabene penggemar berat Historical Epic.

Setelah selesai dibaca sekaligus dibandingkan dengan graphic novel "Tepi Air" terbitan Elex Media Komputindo, kesimpulan saya adalah cerita novel yang klasik - salah satu roman klasik terbesar di dunia ini oleh Eiji Yoshikawa berhasil dibuat lebih dramatis untuk ukuran novel dan cukup akurat dibanding versi komiknya, ditambah prolog dan beberapa detail yang menambah nilai keseruan cerita. Bagi saya yang sudah terbiasa "menggambarkan" cerita dalam benak sendiri dari kata-kata, gaya bercerita Eiji ini amat-sangat membantu, sekaligus meninggalkan kesan mendalam pada tokoh2 108 Bandit Liang Shan Bo (Ryou Zan Paku) seperti halnya Toyotomi Hideyoshi di Taiko dan Miyamoto Musashi. Eiji does it again!

Satu catatan, mengenai naming sudah jadi pakem pengarang Jepang untuk melafalkan aksara Tionghoa menurut lafal mereka sendiri. Contohnya:
Shi Jin => Shi Shin
Lu Zhi Shen => Ro Chi Shin
Yang Zhi => You Shi
Liu Tang => Ryu Tou
Lin Chong => Rin Chu
Chao Gai => Chou Gai
Tentu saja ini bukanlah masalah dan sangat dimaklumi dan sering ditemui pada karya pengarang2 Jepang yang mengambil setting Tionghoa, seperti Sam Kok (Roman Tiga Negara), Komik Kung Fu Boy dll.

Dan di versi terjemahan ini, saya ingin memberi catatan untuk Jonjon Johana yang sedikit memasukkan istilah-istilah Jawa seperti "tembong" (tanda lahir, bercak, belang) yang memang istilah Bahasa Indonesia bakunya agak kurang "deskriptif". Sedikit membuka-buka kamus cukup membantu, apalagi kalau kamusnya bisa "diandalkan". Good job!

Senang sekali, saya mendapatkan harta yang berkali-kali lipat lebih berharga daripada uang yang telah saya keluarkan untuk membeli buku ini. Terima kasih, Eiji, dan saya tunggu Shin Suikoden Buku II yang pasti akan lebih seru lagi (dengan kemunculan Wu Song si Pembunuh Harimau dan sang pemimpin, Song Jiang, tentunya).

Polling: Siapakah jagoan favoritmu dari 108 Pendekar Bintang Pengacau?
(Berdasarkan Buku 1 Shin Suikoden)
a. Ro Chi Shin si Pendeta Bunga
b. Shi Shin si Sembilan Naga
c. You Shi si Iblis Berwajah Biru
d. Rin Chu si Kepala Macan Kumbang
e. Cendekiawan Go (Wu Yong)
f. Lainnya (Chou Gai, Kou Son Shou, Gen Bersaudara, Ryu Tou)
Profile Image for Ronald Otong.
112 reviews4 followers
August 13, 2014
Akhirnya selesai juga baca buku ini, setelah menunggu 3 tahun hahahahahaiii...

Bagi penggemar game RPG bakalan g asing sm judulnya, yups mirip dengan judulnya ada 1 game yg memang berlatar belakang cerita ini yaitu Suikoden. Sebenarnya Shin Suikoden ini mengambil kisah klasik China yaitu Water Margin/Kisah Batas Air. Pengarangnya memang mengangkat dari kisah klasik tersebut dengan beberapa tambahan tentunya. Saya tertarik untuk membacanya awalnya tentu karena game yang sangat sangat sangat saya sukai yaitu Gensho Suikoden. Memang gamesnya tidak mengambil secara langsung isi dari novel ini, tetapi ada garis besar yang diambil kedalam gamenya yaitu kisah perekrutan 108 pendekar. Tapi alangkah baiknya saya tidak usah membahas secara dalam gamenya, nanti g kan habis2 hehehehe...baiklah kita kembali ke Shin Suikoden.

Untuk sinopsisnya di buku pertama ini, menceritakan tentang beberapa tokoh2 awal yang akan bergabung di suatu tempat bernama Ryou Zan Paku. Tokoh-tokoh ini sendiri nantinya akan berjumlah 108 orang sesuai dengan yang ditakdirkan diawal bukunya. Beberapa tokoh yang muncul di buku ini diantaranya Chou Gai, Ro Chi Shin dan Shi Shin. Selebihnya saya tidak begitu ingat karena begitu banyak. Memang yang jadi kendala utama adalah untuk mengenali semua tokoh yang ada di buku ini, krna nama2nya pake bahasa yg cukup asing bagi saya sendiri. Latar belakang mereka menuju tempat ini bermacam-macam tiap tokohnya. Ada yang memang ingin menguji nasibnya, ada yang lari dari kejaran musuhnya dsbnya. Ryou Zan Paku sendiri adalah sebuah "benteng" yang ada di tengah danau yang sangat terpecil dan cukup sulit untuk mencapainya. Tempat seperti ini cocok untuk mereka yang para penjahat tentunya untuk bersembunyi. Walau memang dibuku ini belum dijelaskan lebih lengkap seperti apa Ryou Zan Paku ini, mungkin dijilid selanjutnya akan dijelaskan lebih detail.

Selebihnya mngkin akan saya jelaskan lebih detail di review jilid keduanya.
3 bintang dari kemungkinan 5 bintang :D
Profile Image for Hadi Wijaya.
255 reviews13 followers
July 28, 2011
I always enjoy reading epic historical story. And I find this Suikoden series is one of them. The story about outlaws who fight the corrupt emperor, the 108 stars who stay in Ren Zan Paku castle (Water Margin castle), is very fascinating and truly legend.

The positive point when I read this story is I learn about how heroes walk their path, maintain their kind and humble attitude. And the legendaries power or wisdom is something I amaze about.

On the other hand, the hard part when I read this book is to memorize the heroes. Surely we have 108 heroes as the title said and it’s hard to remember them all. In this first book I think only 11 of them appear and I don’t remember their name correctly. The easy way for me to remember it is by memorizing their nick name. And here they are:

1. Ninth Dragon – Shi Shin
2. Flower Monk – Ro Chi Shin
3. Panther Head – Rin Chu
4. Blue Face Demon – You Shi
5. Red Horse - Ryu Thou
6. Headman - Chou Gai
7. Scholar Go - Go You
8. Three Brothers - Gen Shou Ji
9. Three Brothers - Gen Shou Go
10. Three Brothers - Gen Shou Sichi
11. Issei Monk - Kou Son Shou

I am not quite sure if there is other minor characters that I miss, but it mean that the story hasn’t finished yet. The stars will appear soon, in the next book of Suikoden.
Profile Image for Indah Threez Lestari.
13.5k reviews270 followers
January 23, 2011
73rd - 2011

Duluuuu sekali kayaknya pernah baca terjemahan indonesia yang judulnya Batas Air (terbitan grafitipers atau apa ya? lupa). Terus terang nama-nama versi Jepang yang tidak familiar dalam buku ini malah bikin lieur.

Gao Qiu = Kao Kyu
Shi Jin = Shi Shin
Lu Zhishen = Ro Tatsu/Ro Chi Shin

dst... dst... mirip-mirip sih, tapi teteup weh...

Tapi jangankan perbedaan dengan versi Jepang. Nama dengan dialek Cina yang berbeda juga bikin puyeng. Thio Bu Ki vs Chang Mo Gei. Thio Sam Hong vs Chang San Feng. Tio Beng vs Chao Ming.

Baca buku ini jadi teringat Sia Tiauw Eng Hiong, yang konon tokoh utamanya Kwee Ceng (atau Guo Jing?) masih keturunan salah satu dari 108 pendekar legenda dari kisah Batas Air ini.

Waduh... malah jadi kepingin baca ulang Sia Tiauw Eng Hiong dan To Liong To...
(entah kenapa aku tidak pernah suka Sin Tiauw Hiap Lu, mungkin karena memang tidak suka sama tokoh utamanya Yo Ko dan Bibi Liong, atau mungkin juga gara-gara tidak suka Andy Lau... *keliatan jadulersnya* ^^;)

By the way novel ini sampai cerita aslinya selesai atau tidak ya? Mudah-mudahan tidak menggantung kayak Heike Monogatari...
Profile Image for Annisa M Zahro.
130 reviews25 followers
September 27, 2013
Read more: here

Ini adalah buku karya Eiji Yoshikawa yang pertama kubaca. Mengingat sebelum-sebelumnya saya selalu menghindari buku-buku bergenre Asia yang memakai embel-embel "dinasti" dan segala pernak-perniknya, saya agak ragu mau baca buku ini. Takut menyesal karena gak bisa enjoy bacanya, terutama karena nama-nama tak familiar yang pastinya akan banyak muncul di sini. Dan, saya SALAH! Saya benar-benar menikmati membaca kisah klasik untuk masa depan ini.

Novel setebal ini cukup banyak "dihiasi" dialog antartokohnya. Bahkan jika dibandingkan dengan narasi orang ketiga, masih lebih banyak dialognya. Dengan demikian, pembaca dapat dengan mudah memahami isi novel. Sayangnya, beberapa dialog agak membingungkan karena melibatkan banyak orang dan tidak ada keterangan siapa yang sedang berbicara. Sedangkan narasinya, dibawakan seolah penulis sedang bercerita kepada pembaca secara langsung, saya suka itu, komunikatif. Seperti tidak ada jarak antara pembaca dan penulis, seolah mereka sedang berada dalam satu ruangan maya. Hal ini dapat dirasakan tentu tidak lepas dari kualitas terjemahan yang baik.
Profile Image for Hikachi.
441 reviews6 followers
September 14, 2011
I used to enjoy all of Eiji Yoshikawa's books. I mean, I really love Musashi. And both Taiko and Heike story were awesome enough that I didn't care it was thick enough to smack someone, but I read and re-read and re-re-read it anyway.

My Musashi copy was in English, as for Taiko and Heiko Story were in Bahasa Indonesia. I wasn't sure what's wrong with this one, maybe it's because of the names, maybe it's because I haven't read anything in Bahasa Indonesia for quite a while that I couldn't really appreciate it. The subtle beauty was kind of lost, or I just missed it. Yeah, big chance I just missed it.

Anyhow, the story follows the old legend of Suikoden. I've played the game before, maybe that's another reason why I get properly confused like this. I kept comparing the game and the legend! Bad me, I know.

Overall, this is a good adventure story, pretty engaging at some point, and the details were all laid out. Pretty much as expected from someone as famous as Eiji Yoshikawa.
Profile Image for Teguh.
Author 10 books333 followers
May 10, 2014
Saya memang bukan penggemar cerita silat (lebih suka menonton filmnya), tetapi buku ini yang merupakan bagian pemula dari trilogi Shin Suikoden adalah buku yang menarik. Detailnya yang penjelasan pemandangan adalah bagian yang paling kusuka. Sangat mudah digambarkan.

Karena buku ini adalah buku pertama dari trilogi maka sangat terkesan adalah premis awal untuk menentukan kisah Ro Shin selanjutnya...

Saya sangat mengagumi sastra klasik Cina atau Jepang adalah kelancaran bercerita. Terus-terusan kayak nggak bisa berhenti. Bangga kepada penerjemahnya yang tidak memusingkan tetapi tidak mengurangi nuansa aslinya....
Profile Image for Inayatul Romdon.
8 reviews1 follower
May 27, 2011
Shin Suikoden Buku I
di buku I ini, masih menceritakan latar belakang kehidupan para tokoh utama dan pertemuan-pertemuan diantara mereka, ada 9 tokoh utama yang nantinya akan berkumpul di benteng Ryou Zan Paku yaitu tempat berkumpulnya orang - orang yang dikucilkan di kehidupan sosial masyarakatnya serta pelarian bagi orang-orang yang merasa tidak diperlakukan secara adil di masa dinasti Sou. mereka membangun benteng dan terang-terangan menentang pemerintah.
tetapi untuk mengetahui kelanjutan ceritanya harus tetap update ke buku selanjutnya...
Profile Image for Nenangs.
498 reviews
February 21, 2012
awalnya rada aneh, bahasanya berasa kaku gitu deh. mungkin eiji-nya emang belum "klik" sama ceritanya (ini bukan asli karya eiji yoshikawa, tapi "retelling" dari kisah batas air dari cina) atau translatornya yg belum "klik" sama terjemahannya. dunno. :p

tapi setelah beberapa saat cukup bisa dinikmati juga. gaya bertutur yang dipakai eiji bikin berasa didongengin sama tukang cerita keliling (bard). at least gitulah bayangan gue tentang tukang cerita keliling. :D

3.4*
Profile Image for Runi Nisa.
4 reviews
February 28, 2011
oke sih... tapi ada beberapa kalimat yang agak aneh.
Dan yang paling bikin bosen adalah kebanyakan tokoh. Sampe buku 1 dibaca abis, belum bisa ketahuan tujuan ceritanya. Biasanya saya bisa baca buku seharian ini butuh seminggu lebih untuk dibaca, tapi karena ini buku terkenal ya mau gak mau harus dibaca deh, hehehe
Profile Image for Febi Ari Pribadi.
13 reviews
June 22, 2011
Awalnya sempet bingung karena seperti gak nyambung, dan jujur alih bahasanya agak kurang lugas..tapi setelah terus dihajar, ternyata ni buku seru, walau begitu bnyk kebetulan2 yg terjadi, tapi dgn kata lain itulah alur kehidupan yg sdh digariskan bg 108 bintang. Tinggal nunggu yg ke 2, 3, 4, gw tunggu dah!
Profile Image for Taufiq P.
13 reviews
April 26, 2011
akhirny selesai baca novel ini.
ceritany keren banget, sangat menonjolkan ikatan yg kuat antar lelaki sejati.
jd pengen cepet2 baca jilid2 slanjutny, trus 108 bintangny bener2 dah kumpul smua pasti keren banget.
stiap tokohny punya karekter yg kuat...
Profile Image for Iksandi Lojaya.
32 reviews12 followers
September 5, 2014
Ceritanya sedap, tentang kumpulan orang2 baik yang dijahatin sama pemerintahan gitu, terus mereka berkumpul membentuk kelompok pemberontak "yang baik".
Gaya ceritanya juga asik, berpindah dari satu karakter ke karakter lainnya, pokoknya seru dah!
Profile Image for Palma Jebugan.
3 reviews
March 5, 2015
Meski sedikit terlalu berbelit-belit, namun kisahnya menangkap imajinasi dan tak mau lepas dari kepala.
Karakter dibangun dengan pelan dan tanpa disadari menguat dan mengakar... sayang belum bisa dapat seri II-nya :(
Profile Image for Ian.
241 reviews15 followers
April 11, 2011
wadooh namanya d ganti2 jepang, banyak bhs indo yg jarang d pake hahahaha mayan kamus indo gw jadi kepake, bersambung nya nanggung bgt pula huhuhuhuhu
Profile Image for Sweetdhee.
514 reviews115 followers
Want to read
March 13, 2013
baca bareng peri kecil, speakercoret dan bu dokter
Profile Image for Truly.
2,764 reviews13 followers
February 1, 2011
Lupa udah baca
malah berhutang bikin repiu
bareng buku2 J-novel lainnya deh
Ceritanya lumayan lah
cuman aku rada enggak bersabar sama bahasanya
Displaying 1 - 30 of 47 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.