Jump to ratings and reviews
Rate this book

Our Story

Rate this book
Masa SMA.
Masa yang selalu disebut sebagai masa paling indah,
tapi tidak bagi anak-anak SMA Budi Bangsa.

SMA Budi Bangsa adalah sebuah SMA di pinggiran ibukota yang terkenal dengan sebutan SMA pembuangan sampah, karena segala jenis sampah masyarakat ada di sana.

Preman. Pengacau. Pembangkang. Pembuli. Pelacur.

Masuk dan pulang sekolah sesuka hati.
Guru-guru honorer jarang masuk dan memilih mengajar di tempat lain.
Angka drop out jauh lebih besar daripada yang lulus.

Sekilas, tidak ada masa depan bagi anak-anak SMA Budi Bangsa,
bahkan jika mereka menginginkannya.

Masa SMA bagi mereka hanyalah sebuah masa suram yang harus segera dilewati.

Supaya mereka dapat keluar dari status 'remaja' dan menjadi 'dewasa'.
Supaya tak ada lagi orang dewasa yang bisa mengatur mereka.
Supaya mereka akhirnya bisa didengarkan.

Ini, adalah cerita mereka.

***

“Keluarga adalah pondasi, sekolah adalah atap, dan sahabat adalah dindingnya.
An unforgetable school story.”
(Nita Trismaya—pengajar, cerpenis, penulis novel Yelloveflies & Sweet Edelweiss)

"Satu kata, magnificent! Ceritanya benar-benar SMA jaman sekarang yang kurang peduli pada pendidikannya. The best!"
(Nisa Ayu Andani—pelajar SMA N 6 Bogor)

240 pages, Paperback

First published December 1, 2010

62 people are currently reading
1797 people want to read

About the author

Orizuka

33 books1,744 followers
Books written by Orizuka:

1. Me & My Prince Charming (Puspa Swara, 2005)
2. Summer Breeze (Puspa Swara, 2006)
3. Duhh... Susahnya Jatuh Cinta...! (Tanda Baca, 2006)
4. Miss-J (Tanda Baca, 2006)
5. High School Paradise (Puspa Swara, 2006)
6. Fight for Love! (Puspa Swara, 2007)
7. High School Paradise 2nd Half: Love United (Puspa Swara, 2008)
8. The Truth about Forever (Gagas Media, 2008)
9. 17 Years of Love Song (Puspa Swara, 2008)
10. The Shaman (Gagas Media, 2008)
11. FATE (Authorized Books, 2010)
12. Our Story (Authorized Books, 2010)
13. Infinitely Yours (Gagas Media, 2011)
14. Oppa & I (Penerbit Haru, 2011)
15. I FOR YOU (GagasMedia, 2012)
16. Best Friends Forever: High School Paradise Golden Goal (Puspa Populer, 2012)
17. With You (GagasMedia, 2012)
18. After School Club (Bentang Belia, 2012)
19. Oppa & I: Love Missions (Penerbit Haru, 2012)
20. The Chronicles of Audy: 4R (Penerbit Haru, 2013)
21. Oppa & I: Love Signs (Penerbit Haru, 2013)
22. The Chronicles of Audy: 21 (Penerbit Haru, 2014)
23. INTERTWINE (Penerbit Haru, 2015)
24. The Chronicles of Audy: 4/4 (Penerbit Haru, 2015)
25. Apa Pun selain Hujan (GagasMedia, 2016)
26. The Chronicles of Audy: O2 (Penerbit Haru, 2016)
27. Momiji (Penerbit Inari, 2017)

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
736 (40%)
4 stars
582 (32%)
3 stars
363 (19%)
2 stars
91 (5%)
1 star
46 (2%)
Displaying 1 - 30 of 173 reviews
Profile Image for Winna.
Author 18 books1,967 followers
August 17, 2012
Ini adalah buku pertama karya Orizuka yang saya baca. Dan begitu selesai dengan halaman terakhir, saya segera mengerti charm dari seorang Orizuka yang sangat digemari pembacanya. Wow. I'm now officially a fan of yours :)

Orizuka mampu mengolah konflik sederhana menjadi sesuatu yang rumit. Buku-bukunya selalu memiliki tema yang berbeda, karakter yang lovable, dan dialog yang mengalir natural. Tapi kerennya, dari setiap tema berbeda tersebut, selalu ada ciri khas yang menonjol, dan twist tersendiri.

Buku ini adalah salah satu buku dengan tema yang secara pribadi menarik perhatian saya. Cerita mengenai murid-murid di sekolah buangan, dengan kerumitan pribadi dan masalah masing-masing, diolah dengan sangat sempurna. Interaksinya pun menarik untuk diikuti, dengan pesan moral yang tidak terkesan menggurui. She brings us along in a journey, and shows us what we're taken to see.

Saya baru separuh membaca I For You, tapi saya sudah merasakan kesan yang sama.

Simply said, I love this book :)
Profile Image for Dina.
64 reviews6 followers
March 19, 2012
Suka banget sama buku ini!! gaboong. suer.
Pas awal-awal emang gue gak tertarik sama buku ini, soalnya sinopsisnya itu kayak bacaan yang berat, dan gue pikir gaada bumbu2 cinta dibuku ini. Tapi gue salah besar. Buku ini beda banget sama yang lain. Kalo biasanya buku2 teenlit lebih sering menyajikan bacaan yang difokuskan ke urusan cinta, tp dibuku ini kita lebih disajikan realita yang ada disini. Preman, Pembuli, Pelacur semua ada disekolah Budi Bangsa. Sekolah yang tercatat paling jelek, atau sering dikenal dengan sekolah buangan. Karena hanya disekolah ini, semua anak2 buangan diterima disini. Sekolah yang secara kasat mata udah gak layak, guru-guru yang males ngajar, murid-muridnya yang gak bener, dan kepala sekolahnya yang matre. Semua ada disini.

Buku ini bener-bener menceritakan tentang masa-masa SMA. Tapi yang pahit-pahit nya aja kalo gue rasa. Karena gue gak pernah nemuin sekolah yang separah Budi Bangsa. Gue salut banget sama mba Orizuka, bisa dapet ide buat buku seperti ini. Cerita masa SMA yang emang banyak gak memerdulikan pendidikan. Selain itu buku ini juga membahas persahabatan, dan ada juga bumbu percintaan. Favorite couple gue disini Yasmine-Nino pastinya. Hmm gimana ya, gue suka dari cara Nino yang cemburu kalo ngeliat Yasmine sama Ferris. Terus waktu dia ngasih buku tulis yang ada sketsanya Yasmine. Dan waktu Nino ngebelain Yasmine waktu Sisca mempermalukan Yasmine. Terus Nino maksain Yasmine buat makan, entah kenapa walaupun terkesan maksa tapi... itu unyu bgt :"

Secara keseluruhan, gue suka banget buku ini! Buku ini banyak ngasih pekajaran banget. Dan akhirnya gue menangis, apalagi waktu epilog. Gak nyangka banget kalo Nino harus mengalami itu. Tapi endingnya juga gak mengecewakan kok, suka banget malah! Kadang ending dari cerita emang gak mesti harus dijabarin lengkap sama penulis, biar kita bisa mengeksplorasikan sendiri. Kan kita yang buat ending^^

Jangan pikir lo bakal jadi apa, pikir lo mau jadi apa.

The future belongs to those who believe in the beauty of their dreams

Highly recomended!
Profile Image for Pradnya Paramitha.
Author 19 books462 followers
June 7, 2013
Ceritanya tentang Yasmin, anak pindahan dari Amerika yang, karena kesalahan supirny amendaftarkan sekolah, bukannya sekolah di sekolah unggulan, dia malah sekolah di sekolah yang nyaris ditutup karena reputasi begitu buru. Tawuran, siswinya banyak yang jadi pelacur, jarang ada yang lulus ujian. Disana Yasmine bertemu Nino, kepala 'preman' dan pimpinan tawuran sekolah itu. Namun kemudian baik Nino, Yasmine, dan semua anak disana belajar banyak hingga akhirnya menjadi lebih baik.



Ini buku Orizuka favorit gueeeee! Nino sangat 'tipe-cowok-bandel-brengsek-yang-keren-banget'! :D
Dan Yasmin juga lovable, lovable yang masih punya kekurangan karena ketakutannya terlihat jelek itu. Tokoh pendukung kayak Ferris, Mei, Siska, dll juga mendapat porsi yang cukup. Sehingga keseluruhan cerita ini terasa berisi dan berkualitas. Pelajaran yang bisa diambil, banyak! Dan terutama, novel ini sesuai realitas banget. Sampai gue miris juga pas baca. Well, terkadang dunia ini nggak adil, bahkan untuk anak-anak yang masih sangat muda.
Kekurangannya hanya satu, kehidupan Yasmine agak kurang terjelaskan. Seolah-olah hidup Yasmine hanya ada di sekolah. Gimana dia kesehariannya, gimana dia merawat Ibunya yang sedang sakit, belum terlihat.
Tapi secara keseluruhan, Gue suka buku ini! <3
Profile Image for Anisa.
84 reviews7 followers
January 13, 2015
Selesai dalam sekali duduk hehe gara terjebak hujan di alfa komik :'D

Ini novel Orizuka pertama yang ceritanya gak full romance alias 'percintaannya' bukan topik utama. Baca novel ini aku jadi teringat drama school 2013 dimana sekolah itu tempat anak - anak buangan, cuma bedanya kalau didrama yang berusaha untuk memperbaiki itu adalah guru, sedangkan disini adalah murid itu sendiri.

Seperti biasa Orizuka selalu bisa bikin pembacanya senyum-senyum sendiri saat membaca karyanya :D
Profile Image for Fadila setsuji hirazawa.
350 reviews4 followers
January 12, 2022
Sebuah kesalahpahaman membuat kehidupan Yasmin di tahun-tahun terakhir berubah. Bukan hanya menjadi siswi baru di sekolah swasta 'bobrok' rupanya SMA Budi Bangsa menjadi tempat berkumpulnya siswa yang dianggap sebagai sampah masyarakat, mulai dari preman,pembangkang,perisak,hingga (maaf) pelacur.

Sekilas, SMA Budi Bangsa menjadi tempat yang menghadirkan sisi suram dari kehidupan sekalipun diantara mereka di SMA Budi Bangsa yang mengharapkan masa depan lebih baik...

Barangkali mereka hanya sekumpulan remaja yang ingin segera menjadi 'dewasa' agar suara mereka dapat didengarkan.

Lewat buku ini,mari dengarkan kisah mereka...
.
.
.
❤ Our Story merupakan salah satu novel karya mba Orizuka yang menurut saya berkesan, alasannya karena pada masa membaca novel ini saya jarang mendapati bacaan fiksi remaja yang menempatkan karakter seperti Yasmin yang kehidupannya termasuk beruntung diantara kehidupan remaja yang 'bermasalah' walaupun belakangan tren remaja berseragam yang menjadi 'ketua geng' ataupun 'siswa bandel' makin marak dalam karakter novel remaja.

❤ Saya setuju dengan pendapat ce Winna Efendi sebagai salah satu pembaca buku ini,bahwa di novel ini penulis berhasil menciptakan karakter yang lovable. Mei dan Ferris menjadi karakter yang saya suka dari novel ini. Dan juga,karakter yang dihadirkan berhasil menghidupkan kisah dalam novel ini dalam porsi yang terasa pas.

❤ Konflik yang dihadirkan berhasil membuat napas saya tercekat beberapa kali, dan terutama pada saat Nino melakukan tindakan heroik. Tidak lupa,kenyataan tidak mengenakkan yang terjadi dalam kehidupan setiap tokoh,utamanya dalam novel ini adalah Mei, juga berhasil membuat saya menangis. Konflik dan penyelesaiannya pun dijelaskan dengan runut dan akhir yang realistis.

❤ Novel yang menurut saya berhasil menghadirkan sisi kehidupan yang seringkali membuat orang berpikir hidup ini 'tidak adil' tetapi di lain sisi membuat saya berpikir bahwa diantara hidup yg 'tidak adil' harapan selalu ada selama kita percaya dan tak hilang harapan tuk berusaha demi kehidupan lebih baik.
Profile Image for Annelice.
200 reviews8 followers
April 8, 2022
Bintang 4!!

Aduh sampai bingung mau reviewnya karena baru banget selesai baca. Fresh from the oven.

Dalam sehari saya sudah berhasil menamatkan 2 buku Orizuka yaitu 17 Years of Love Song dan Our Story ini.

Berbeda dengan 17 YLS yang membosankan, Our Story ini membuat saya benar-benar ketagihan membacanya. Page turner non stop yang akhirnya dapat saya selesaikan dalam waktu 3 jam-an.

Our Story, bercerita tentang Yasmine, gadis pindahan Amerika yang salah masuk sekolah karena kesalahan pendengaran supir teman ayahnya dalam mendaftarkannya. Dia yang seharusnya masuk SMA swasta standar internasional bernama Bukti Bangsa, justru didaftarkan pada SMA yang bernama mirip yaitu Budi Bangsa, SMA buangan yang hampir semua muridnya bermasalah dan tak pernah sedikitpun memikirkan tentang pendidikan.

Di sekolah yang bobrok itu, Yasmine yang polos dan tidak tahu menahu bertemu dengan Nino, pentolan sekolahnya yang terkenal suka berkelahi, memiliki banyak anak buah, suka memalak, tidak peduli pada pelajaran yang apesnya justru duduk satu bangku dengannya.

Disisi lain ada Ferris, ketua kelas sekaligus ketua OSIS di sekolah tersebut yang menurut Yasmine paling normal. Dia selalu memperhatikan pelajaran, penampilan serta pakaiannya selalu rapih. Dia juga sangat baik dan berjiwa pemimpin.

Latar belakang serta kelakuan anak-anak yang bersekolah disitulah yang membuat sekolah tersebut sering dicap sampah.

Ceritanya sangat seru, menarik dan sangat enak untuk diikuti. Apalagi ekspresi Yasmine yang polos yang tidak tahu sama sekali dengan latar sekolah tersebut. Dia sampai kaget saat tau kegiatan "sampingan" para siswi perempuanya wkwkw.

Yang membuat novel ini jadi nilai plus adalah latar belakang para tokohnya. Setiap tokoh memiliki masalah masing-masing dan luka masing-masing. Tapi dengan lincahnya, Orizuka membuat setiap karakter berkembang sehingga saya sebagai pembaca merasa bahwa para tokoh tersebut tidaklah sejelek dan senegatif itu.

Penyelesaian permasalahnnya sangat tuntas hingga membuat saya puas. Saya senang ketika akhirnya para murid bersatu untuk berubah menjalani hidup yang lebih baik. Terima kasih secara pribadi saya ucapkan untuk Ferris!!

Jujur dibanding Nino si tokoh utama, saya lebih suka Ferris sih haha. Dia cute, baik dan sweet bangettt.

Tapi kalau Ferris sudah dengan Nino saya jadi suka mereka berdua. Bromancenya lucu. Kaya love - hate relationship gitu kwkw.

Berharap cerita ini ada romacenya tapi ternyata tidak T.T

Tapi nggak masalah kok tetap ada sweet-sweetnya walaupun cuma sedikit!!

Ini aneh sih disatu sisi saya berharap Ferris bisa jadian dengan Mia dan Nino dengan Yasmine, tapi kalau lihat kelakuan Mia dan Nino. Saya jadi berharap kalau Yasmine dengan Ferris saja wkwkw.

Em.. terakhir mungkin tentang latar tempatnya sih. Kenapa concernya di sekolah terus ya? Saya kan juga ingin detail lain seperti kejelasan tentang bagaimana keadaan Ibu Yasmine, kok dia kaya tidak pernah merawat ibunya. Justru yang di ekspos ibunya Mia.

Terus bagaiman juga akhirnya Tama, si kepala sekolah bisa di penjara? Anoreksia Yasmine sudah sembuh kah? Tujuan Ferris menjual mobilnya apa? Untuk Mia kah? Dan banyak pertanyaan lain yang tidak terjawab di buku ini.
Profile Image for Ella Oktaverina.
291 reviews1 follower
September 28, 2021
Apa yang aku suka dari buku ini? Setting SMA-nya (lagi kangen baca buku yang mengingatkan sama masa sekolah biar nostalgia hehehe) dan persahabatan antar tokoh.

Apa yang aku tidak suka dari buku ini? Aku berekspektasi buku ini punya konflik yang nggak cuma gini aja, kemudian karakter tokoh-tokoh utamanya terlalu... berlebihan (kurasa), kisah cintanya si Yasmine sama Nino juga kaya cepet banget, kurang dikembangkan lebih menarik (malah Ferris/Mei yang lebih menarik menurutku, tapi tokoh seperti Ferris too good to be true, ga mungkin ada tokoh kaya gini di setting dunia nyata lol), and we didn't even see the headmaster at the end, he deserved to rot in hell for whatever he has done.
Profile Image for Siti Nurhidayati.
48 reviews2 followers
September 21, 2025
Our Story mengisahkan tentang perjalanan masa SMA para tokohnya. Yasmine, Ferris, Nino, Mei dan kawan-kawan sekelasnya di SMA Budi Bangsa. Sekolah yang terkenal dengan reputasi buruk, para siswanya gemar berkelahi sedangkan siswinya banyak yang melacurkan diri. Di sekolah itu, mereka datang dan pergi sesuka hati. Yasmine dan Ferris tampak seperti anomali, anak-anak normal yang berakhir di sekolah pembuangan itu karena punya alasan masing-masing.

Saya sebenarnya sudah pernah membaca novel ini ketika SMA, mungkin sekitar tahun 2010-2011. Teman sekelas saya meminjamkan novel ini untuk saya baca. Tadinya saya tidak terlalu tertarik karena saya bukan pecinta genre teenlit. Namun ketika bernostalgia lagi, saya masih merasa excited dengan tiap lembarnya. Sama halnya ketika saya pertama kali membacanya ketika masih duduk di bangku SMA. Sejak itu, saya suka meminjam novel-novel yang ditulis oleh Orizuka karena teman saya selalu membelinya.

Novel ini masih menarik, dengan mengambil social issues yang masih relevan sampai sekarang. Dulu memang sudah ada sekolah-sekolah yang kasarnya merupakan sekolah anak buangan. Sekolah yang murid-muridnya hanya sedikit dengan kualitas yang kurang bagus. Meskipun tidak seekstrem di novel ini, tapi sekolah-sekolah dengan predikat agak buruk memang ada. Entah kalau sekarang, dengan sistem zonasi seharusnya sekolah-sekolah sudah mulai berbenah. Jadi untuk dibaca saat ini pun, bagi saya masih cukup relevan dan tidak ketinggalan zaman.

Ada beberapa hal yang saya suka dari novel ini. Niat penulis yang ingin memotivasi para pembacanya yang kebanyakan masih remaja dan masih sekolah. Setiap karakter dalam novel ini tidak terlepas dari masalah, bahkan Yasmine dan Ferris yang tampak normal. Yasmine yang pernah menjadi korban pembullyan hingga menderita anoreksia, juga Ferris yang dihantui rasa bersalah karena pernah meninggalkan sahabatnya hanya karena ayah sahabatnya masuk penjara. Permasalahan seperti kemiskinan juga diangkat oleh Orizuka. Tulisan Orizuka juga cantik menurut saya. Penggunaan bahasa yang bagus dan kalimat yang mudah dipahami. Tidak bertele-tele dan tidak boros. Dengan plot yang runut—meskipun saya merasa di pertengahan agak terlalu ngebut. Ketika saya merasa kurang sreg dengan kebanyakan novel teenlit, Orizuka merupakan pengecualian.

Overall, saya merekomendasikan novel ini khususnya untuk para remaja. Di mana mereka sedang mencari jati diri. Ada banyak pesan moral yang bisa kita ambil. Jangan khawatir dengan kesan "geng-geng an" yang biasanya tidak rasional, novel ini cukup rasional meskipun bertema gengster. Endingnya pun tidak sepenuhnya "happy" karena realitas pun tidak semuanya berakhir bahagia.
Profile Image for Pauline Destinugrainy.
Author 1 book268 followers
November 18, 2015
Beli novel ini nitip sama teman, waktu ada sale. Lumayan bgt dengan harga 10rb dapat novel bertanda tangan Orizuka. Tapi yah...sama dengan novel-novel lainnya, sempat ketimbun juga sih.

Novel ini berkisah tentang Yasmine, yang harus pulang dari Amerika karena ibunya sakit keras. Seorang kenalan ayahnya membantunya untuk masuk ke salah satu SMA Internasional di Jakarta. Sayangnya, karena keteledoran orang suruhan teman ayahnya itu, bukannya masuk ke Sekolah Internasional dia malah masuk ke sekolah bobrok alias sekolah buangan. Sekolah itu benar-benar buangan. Isinya anak-anak buangan. Yang cowok kerjanya tawuran dan jadi preman, yang cewek jadi pelacur. Kaget juga ada sekolah kayak gini di Jakarta. Penggambarannya dapat banget, membuat saya benar-benar ngerasain "hancur"-nya sekolah itu.

Di sana dia bertemu Nino, ketua preman di sekolah itu yang kemana-mana suka bawa tongkat baseball. Ada juga Ferris, ketua kelas dan ketua OSIS, satu-satunya siswa yang normal. Ada Sisca, yang selalu sinis sama Yasmine. Ada Mei, gadis cantik yang punya tarif mahal yang mau menjadi teman Yasmine dan Ferris. Masing-masing punya konflik pribadi, yang membuat mereka yakin bahwa diri mereka adalah anak-anak buangan (kecuali Ferris dan Yasmine, tentunya). Ada juga guru-guru hingga kepala sekolah yang sangat cuek dengan anak didiknya.
Ferris sendiri punya misi, sebagai siswa kelas 12, dia ingin dia dan teman-temannya bisa lulus Ujian Nasional. Saat dia mengajukan misi itu ke Kepala Sekolah, yang ada dia malah mendapat tanggapan negatif. Belum lagi teman-temannya yang mencibirnya.

Di antara beberapa tokoh yang muncul, saya suka dengan Ferris yang punya pikiran positif dan niat mulia. Saya juga suka dengan Mei, yang akhirnya bisa memberanikan dirinya untuk kembali bermimpi. Mereka bukan tokoh utama, tapi tanpa keduanya novel ini malah terasa biasa saja.

Dialognya asyik, joke-nya juga dapat. Tidak berlebihan. Satu-satunya harapan saya adalah bahwa cerita ini hanya fiktif. Bahwa tidak ada sekolah yang benar-benar seperti itu.






Profile Image for Stefanie Sugia.
731 reviews178 followers
February 28, 2012
"Yas, yang masuk sekolah ini tuh bukan yang cuma nilainya nggak cukup," kata Ferris serius. "Tapi juga mereka yang nggak mampu, mereka yang tukang bikin onar, mereka yang punya gaya hidup berbeda, mereka yang dengan alasan-alasan yang sekolah lainnya nggak mau terima. Intinya, sekolah ini adalah sekolah yang menerima murid dengan latar belakang apapun. Worst of the worst. Last stop..... Yang cowok terkenal sebagai preman, yang cewek terkenal sebagai pelacur... Lo tau apa sebutan buat sekolah ini, Yas? .... TPS. Ya, benar. Tempat Pembuangan Sampah."

Yasmine, seorang gadis remaja yang pindah dari Amerika ke Indonesia untuk menemani Ibu-nya yang sakit. Kedua orangtuanya sudah bercerai dan Yasmine memutuskan untuk tinggal bersama Ayahnya di Amerika; dan ketika ia mendapat kabar tentang Ibu-nya yang sakit, tanpa ragu ia memutuskan untuk kembali ke Indonesia. Awalnya Yasmine tidak tertarik untuk bersekolah dan hanya ingin menemani Ibu-nya; akan tetapi Ibu-nya bersikeras agar Yasmine tetap sekolah. Dan oleh karena nasib dan kesalahpahaman, Yasmine akhirnya masuk ke sekolah Budi Bangsa.

Sekolah Budi Bangsa tidak seperti sekolah lain. Sekolah ini adalah satu-satunya tempat yang menerima murid-murid buangan yang menjalani hidup sebagai preman maupun pelacur. Dan ketika masuk sekolah pertama kali, Yasmine dipertemukan dengan Nino; seorang anak nakal yang bertingkah laku seperti preman dengan banyak pengikut yang menjadi bawahannya. Nino yang seringkali terlihat menindas orang lain, membuat Yasmine mau tidak mau ikut campur dan berusaha mencegah tindakan Nino. Hal tersebut tentu saja membuat lelaki itu kesal. Namun mau tidak mau, Yasmine jadi sering mengganggu pikirannya.....

Baca review selengkapnya:
http://thebookielooker.blogspot.com/2...
Profile Image for Rana.
5 reviews
April 7, 2012
pertama liat cover buku ini, aku langsung tertarik. dari covernya kisah dalam buku ini menceritakan kehidupan anak sma. aku pikir tentang percintaan seperti novel remaja umumnya. tapi aku salah. setelah baca sinopsis dibelakang buku ini, aku langsung merinding hehe nggak tau kenapa.
sempet galau mau beli buku ini atau nggak tapi akhrnya aku beli karena penasaran.
buku yang menceritakan kisah-kehidupan-anak-sma-banget. bukan hanya masalah percintaan tetapi persahabatan, perjuangan, kepercayaan, dan semangat.
aku terenyuh dengan perjuangannya ferris buat memperbaiki hubungan persahabatannya dengan nino. salut untuk kedewasaan mei dalam tiap mengambil sikap. salut dengan yasmine yang sabar walaupun dijahatin siska. dan untuk nino, he is very complicated! gak tau kenapa aku suka sama cara nino jadi kepala geng disekolahnya unik!
"our story" buku yang sebenarnya bagus dan sangat pantas untuk direkomendasikan untuk anak2 jaman sekarang. buku yang mengajarkan betapa pentingnya pendidikan agar tidak dinjak2 oleh org lain, kepercayaan seorang sahabat yang sangat penting, dan terlebih untuk guru-guru di indonesia bahwa janganlah mengajar hanya demi materi tapi mengajarlah dengan tulus sehingga ilmu yang ada dalam diri guru itu bisa mengalir dan menular ke anak didiknya. salut sama guru pkn dalam cerita ini!!!
tapi ada bagian yang masih ambigu. seperti orang tua nya ferris yang aku bingung sudah menyelesaikan masalahnya dengan nino atau belum. lalunkedua orangtuanya yasmine, apakah mereka tau bahwa anaknya itu masuk sekolah yang salah??

tapiii overall aku suka novel ini! like this! aku sampe bagadang baca novel ini hehe.
Profile Image for Fhily.
Author 1 book44 followers
November 10, 2011
waaaaooouuw can't speak... I love this novel so much...

bercerita tentang sebuah SMA budi bangsa yakni SMA buangan segala macam kriminalitas ada didalamnya, mereka juga anak-anak yang tak di terima di sekolah manapun.

selain berkisah tentang 4 penokohannya yakni Yasmine si polos yang salah masuk sekolah akibat kesalahan supirnya, Nino si maskot SMA budi bangsa yang bisa dengan sadis menghabisi lawannya hingga sekarat, Ferris si anak pejabat dan pengusaha yang bersekolah disana demi rasa persahabatannya dengan nino pernah kandas karena masalah ayah nino dan Mei si pelacur dengan bayaran 3juta semalam. Nino yang akhirnya 'beneran' suka sama Yasmine karna dia benar-benar polos dan Ferris juga Mei yang tidak sengaja dekat dan benih-beih cinta mulai tumbuh pada keduanya, namun menimbulkan rasa kecewa pada ferris ketika tahu bahwa rumor yang beredar tentang mei benar, namun setelah dijelaskan mei ferris akhirnya mengerti bahkan rela mengorbankan mobil sport terbarunya agar mei tidak jadi pelacur lagi. Tapi novel ini bercerita juga tentang semua anak SMA budi bangsa dan tentang harapan mereka yang selama sekian tahun meluap, mulai terbangun lagi semenjak kedatangan Yasmine. Dengan adanya Yasmine, dan Ketua OSIS 'sebenarnya', yaitu Ferris, SMA Budi Bangsa perlahan-lahan berusaha Bangkit dari keterpurukan. Jadi novel ini gak cuma bercerita tentang cinta yang mulai tumbuh namun juga, namun juga tentang rasa persahabatan, dan juga tentu saja perjuangan untuk bangkit dari keterpurukan.

<3 I really like it dah pokoknya ^_^
Profile Image for Zora Zolla.
188 reviews5 followers
February 8, 2024
Adalah Yasmine yg pindah sekolah dr Amerika ke Indonesia karena kondisi ibunya. Yasmine pindah ke SMA Budi Bangsa sesuai rekomendasi sahabat ayahnya. Namun sekolah itu ternyata bukan sekolah standar internasional, melainkan sekolah kumpulan anak-anak nakal.

Setelah Yasmine mengenal Nino, Sisca, Mei, dan Ferris, ia memutuskan untuk tetap sekolah di SMA itu. Meski gak mudah menjalaninya tiap hari, namun Yasmine bisa lebih memahami latar belakang Nino yg menjadi ketua geng preman sekolah karena keadaan keluarga yg berantakan.

Kemudian Yasmine dekat dg Ferris yg ketua kelas sekaligus ketua OSIS, yg juga satu-satunya anak normal di sekolah Budi Bangsa. Ferris pun mendekati Mei yg seorang cewek panggilan karena ia merasa harus menolong Mei dr jeratan om-om nakal & berhasil mengajak Mei berubah & fokus sekolah lagi.

Terakhir, Nino dan gengnya mau belajar bersama dg Ferris, Yasmine dan Mei, lalu disusul Sisca yg awalnya gak mau diajak belajar bersama oleh Yasmine...akhirnya luluh juga utk memilih fokus sekolah daripada berusaha mengejar uang dg cara instan.

Our Story ini menceritakan kisah dibalik sekolah SMA yg berisi kumpulan anak yg membentuk geng, cewek-cewek yg memilih menjadi pelacur demi mendapatkan uang utk biaya berobat orang tuanya yg sakit & memenuhi kebutuhan hidupnya yg susah, juga anak sekolah yg terjerat narkoba.

Banyak sekali pengalaman pahit remaja yg terbatas oleh biaya & kondisi keluarga tak harmonis di novel ini. Salut dg penulis 😢👍🏻
Profile Image for Vie Olyvia.
43 reviews4 followers
June 12, 2012
our story
novel yang bener-bener membuka pikiran saya.

kata yang paling aku suka
-Balas dendam itu gk akan menyelesaikan masalah namun akan menimbulkan dendam baru yang gk akan ada habisnya
-The future is belongs to those who believe in the beauty of their dreams

anak anak yang terlihat berandalan tetap akan kembali ke sekolah.
Cuma sekolah yang membuat mereka ingat bahwa mereka masih remaja berumur 17 tahun yang pantas menikmati masa remajanya.
Mereka masih dateng ke sekolah karena masih berharap pada sekolah, masih berharap ada tangan malaikat yang menyelamatkan mereka.

Tuhan memberikan mereka dua malaikat Ferris dan Nino
Dua malaikat yang melindungi sekolah itu luar dan dalam, namun kedua malaikat itu saling bertentangan.
Profile Image for arai.
54 reviews
April 15, 2013
Suka sama buku ini....
saya suka sama karakter-karakternya meski agak klise, karena sudah agak umum, tapi jalan ceritanya yang remaja banget, tapi lain dari cerita remaja lainnya, karena ini justru agak mengupas sisi kelam dunia remajanya, gank preman, narkoba dan prostitusi....
saya suka bagaimana Faris dan Mei berinteraksi di bandingkan Yasmin dan Nino.... meski karakter Nino buat saya kayanya keren... hehehe.
novel ini bagus di baca buat para remaja dan orang tua,
banyak banget pesen dari novel ini.... ga peduli di mana kamu sekolah, siapa kita, yang menentukan masa depan kita itu kita sendiri...
Profile Image for Aoi Matsuzaki.
60 reviews
September 27, 2016
suka banget sama ide yang diusung. dan gara gara buku ini, kayaknya aku bakalan prefer ke kak orizuka daripada winna effendi.

karakternya kuat, dan bisa dibilang unik sih. cuma aku nggak terlalu suka sama nino (eh namanya bener gak ya. lupa wkwk). iya tau dia bapaknya begitu. tapi gak perlu ngambil harta perempuan satu sekolah juga kali. yah gak sukanya sama itu sih.

alurnya ... duh plis bagus. aku suka alasan kenapa nino harus ngejauhin ferris (i love ferris btw), gimana usaha yasmin sama ferris buat ngubah sekolah ... permainan plotnya cantik aja.

endingnya cute (walopun rada miris karena settingnya di penjara :"")
Profile Image for Klub buku Mirror.
45 reviews45 followers
May 11, 2014
Judul : Our Story
Penulis : Orizuka
Penyunting : Agatha Tristanti
Penata letak : Tedy Hanggara
Desain sampul : Tedy Hanggara
Foto : Chusnul Khairuddin
Penerbit : Authorized Books
Terbit : 2010
Tebal : 240 hlm
ISBN : 978-602-968-94-1-9


Synopsis :

Masa SMA.

Masa yang selalu disebut sebagai masa paling indah,
Tapi tidak bagi anak-anak SMA Budi Bangsa.

SMA Budi Bangsa adalah sebuah SMA di pinggiran ibukota,
yang terkenal dengan sebutan SMA pembuangan sampah
karena segala jenis sampah masyarakat ada di sana.

Preman. Pengacau. Pembangkang. Pembuli. Pelacur.
Masuk dan pulang sekolah sesuka hati.
Guru-guru honorer jarang masuk dan memilih mengejar di tempat lain.
Angka drop out jauh lebih besar daripada yang lulus.

Sekilas, tidak ada masa depan bagi anak-anak SMA Budi Bangsa,
bahkan jika mereka menginginkannya.

Masa SMA bagi mereka hanyalah sebuah masa suram
yang harus segera dilewati.

Supaya mereka dapat keluar dari status ‘remaja’ dan menjadi ‘dewasa’.
Supaya tak ada lagi orang dewasa yang bisa mengatur mereka.
Supaya mereka akhirnya bisa didengarkan.


Ini, adalah cerita mereka.

***

Yasmine. Siswi pindahan dari Amerika yang salah masuk sekolah. Ia harusnya sekolah di sekolah unggulan Bukti Bangsa. Tapi, ia justru di daftarkan di SMA Budi Bangsa yang terkenal sebagai TPS.

Ferris. Ketua OSIS sekaligus satu-satunya orang normal yang ditemui Yasmine di SMA Budi Bangsa. Ia adalah anak seorang konglomerat. Tapi datang ke SMA Budi Bangsa untuk satu misi.

Sisca. Siswi sekaligus cewek yang dijuluki pecun kelas teri. Memiliki masalah dengan keuangan dan sindrome yang melulu tentang Nino.

Mei. Siswi sekaligus pecun kelas satu di kelas Yasmine. Memiliki alasan sendiri terhadap jalan hidup yang dipilihnya.

Nino. Cowok nomor satu di SMA Budi Bangsa. Ketua geng sekaligus orang yang ditakuti siswa dan guru. Paling anti sama yang namanya ‘Narkoba’.

***

Cerita ini berawal dari sosok Yasmine yang sebelumya tinggal di Amerika mengikuti ayahnya setelah orangtuanya bercerai kemudian memutuskan kembali ke Indonesia karena ibunya yang sedang sakit. Ia tidak bisa berpikir jernih setelah mendengar kabar itu. Ia pun memutuskan untuk menemani ibunya. Salah satu alasannya meninggalkan Amerika juga karena di sana, ia memiliki kenangan buruk. Bahkan di sekolahnya dulu, yaitu di salah satu sekolah elit di Manhattan, ia merasa terasingkan.

Tapi sekarang, saat ayahnya mengatakan ia bersekolah di sekolah terbaik, ia justru terjebak di salah satu sekolah yang antah berantah. Saat diantar supir teman ayahnya, ia tidak tahu ia akan dibawa ke mana. Supir yang mengantarnya juga tida habis pikir kalau Yasmine akan bersekolah di sekolah seperti ini. Budi Bangsa? Bukannya ayahnya mengatakan bahwa ia akan bersekolah di Bukti Bangsa? Berarti, supir yang bernama Haryo itu salah mendaftarkannya masuk ke sekolah ini.

Yasmin mendapati sekolah itu seperti bukan sekolah. Pintu masuknya hanya sebuah ceruk sempit. Papan nama sekolah yang tergantung juga sudah karatan. Dan, ya ampunnn,,, itu hanya bangunan berlantai satu yang tidak terawat. Di lapangan sekolah yang gersang, ia bertemu dengan sekumpulan anak laki-laki berseragam sekolah yang terlihat lebih seperti preman. Salah satu anak lelaki membawa tongkat baseball yang mungkin adalah ketua anak-anak itu. Ia mendekati Yasmine dan bertanya sesuatu yang disambut Yasmine dengan tatapan takut sekaligus nyeri. Dan saat itu Yasmine tahu, bahwa ia benar-benar akan melalui hari-hari yang berbeda di sekolah ini.

Dan seperti yang dikatakan pria yang ditemuinya dilapangan tadi, ia berada sekelas dengan kumpulan tadi. Dan buruknya, ia ternyata harus duduk bersama dengan ketua geng tadi yang bernama Nino. Kelas itu lebih seperti tempat santai dibanding tempat untuk belajar. Bagaimana tidak, dari sekian banyak orang, Yasmine hanya melihat satu orang saja yang terlihat normal. Ferris. Laki-laki itu kemudian memberikan jadwal pelajaran pada Yasmine yang melongon saat melihat anak-anak lain mulai keluar ruangan. Ferris menjelaskan bahwa mereka memang jarang belajar karena guru-guru terkadang datang sesuka hati mereka. Lain lagi suasana kelas yang super sibuk sendiri. Ada yang menatap Yasmine sinis yang tidak lain kumpulan perempuan yang diketuai anak bernama Sisca.

Yasmine sebenarnya ingin mengatakan yang sebenarnya pada kepala sekolah bahwa ia salah di daftarkan di sekolah itu. Tapi mendadak setelah melihat semua biaya masuknya ke sekolah itu sudah dibelanjakan, ia harus menelan ludahnya karena ia tidak mungkin kembali meminta uang kepada ayahnya untuk pindah sekolah. Jadi di sinilah ia sekarang di tengah anak-anak yang di sebut sampah masyarakat oleh kebanyakan orang. Ada pelacur, preman, pembuli, pembangkang dan pengacau. Kebanyakan yang bersekolah di sekolah itu adalah anak-anak yang tidak diterima di sekolah lain.

Sisca adalah salah satu orang yang jelas-jelas menebarkan aura permusuhan pada Yasmine. Dan secara terbuka juga, ia mengatakan bahwa ia tidak suka Yasmine berada di dkat Nino. Karena Nino hanya pantas untuknya. Tentu saja Yasmine ngeri melihatnya. Apalagi saat Sisca dan teman-temannya hendak memangkas semua rambutnya yang membuat gadis itu tidak bisa berbuat apa-apa. Tapi Mei, salah satu teman kelasnya dan merupakan satu-satunya orang yang bisa membuat Sisca berhenti, datang untuk membantunya. Barulah setelah Sisca dan teman-temannya pergi, Yasmine mulai terisak dan muntah-muntah. Itu semua dikarenakan Yasmine menderita anoreksia. Gangguan makan yang berupa pengurangan porsi makan secara sengaja.

Ferris dan Mei yang tahu akan hal itu akhirnya mengerti setelah Sisca memamerkan foto masa lalu Yasmine yang memiliki tubuh yang besar. Yasmine selama ini memang sengaja mengurangi porsi makannya supaya bisa tetap kurus. Ia tidak ingin orang-orang kembali mengejeknya dan mengatainya buruk. Pengalaman buruk itu cukup terjadi di masa lalu saja. Ia tidak ingin semuanya kembali terjadi.

Lain lagi dengan Mei yang selama ini melakukan pekerjaan kotor hanya untuk sesuatu yang sangat penting untuknya. Sesuatu yang tidak akan pernah digantikan dengan apapun di dunia ini. Ia tidak marah saat teman-temannya memanggilnya pecun, karena memang itu adalah kenyatannya. Ia hanya menanggapinya santai. Tapi ketika sebuah tawaran dari orang yang bisa membuat jantungnya berdebar, ia bingung dengan keputusan yang harus diambilnya. Apakah ia harus menerika tawaran orang itu, atau tetap hidup seperti biasa dengan harapan menjaga satu-satunya miliknya yang paling berharga?

Sisca. Pecun kelas teri yang setidaknya masih memiliki kasih sayang di hatinya. Dan kasih sayangnya itu hanya ditujukan untuk seorang Nino. Gadis itu seakan tidak rela jika Yasmine yang seorang anak baru bisa menarik perhatian Nino. Pribadi Sisca yang selalu ingin mendapatkan apa yang ia mau membuatnya harus memilih pekerjaan kotor itu. Bahkan ia tidak mengindahkan usaha ayahnya untuk memberinya uang dari kerja kerasnya untuk membayar uang sekolahnya. Ayahnya terus saja mendapat penolakan karena Sisca memandang rendah uang yang diberikan ayahnya.

Ferris. Lak-laki super sempurna yang ada di SMA Budi Bangsa. Seorang anak konglomerat yang dengan alasannya sendiri sehingga memilih sekolah yang dijuluki TPS itu. Di sana, ia bertemu dengan Yasmine yang selalu berusaha ceria dan terlihat bersemangat. Ia juga satu-satunya gadis yang berani mengentikan Nino saat ingin memberi hukuman pada anggota gengnya. Ferris selalu peduli dengan sesuatu yang berhubungan dengan Nino. Dan sebaliknya, Nino, seakan tidak bisa berbuat apa-apa di hadapan Ferris. Sebongkah kenyataannya nyatanya memutuskan jembatan penghubung dunia mereka.

Nino. Setiap bulannya ia selalu menerima amplop uang dari orang di masa lalunya. Nino ingin menghentikan semuanya karena rasa bersalah yang kemudian menderanya. Terlebih ketika ayahnya yang harusnya dihukum lima tahun penjara karena narkoba tiba-tiba muncul di rumahnya dua tahun lebih awal. Ia dibebaskan bersyarat karena kelakuan baiknya. Tapi Nino tahu laki-laki itu tidak akan berubah. Nino memutuskan untuk pergi dari rumahnya semnatar waktu. Dan kenyataan kembali terulang saat mendapati ayhnya tengah pesta narkoba di rumahnya. Nino pun harus mengambil keputusan untuk hal ini. Membiarkannya..., atau mulai bertindak.

Ini adalah kisah mereka. Kisah anak-anak SMA Budi Bangsa dengan segala kenyataan hidup yang harus mereka lalui. Kisah tentang perjuangan melawan ketakutan terhadap diri sendiri, kisah tentang pengorbanan yang dilakukan untuk sesuatu yang lebih berharga, kisah tentang persahabatan yang tidak pernah menemukan titik terangnya, kisah tentang manisnya kerja keras, kisah tentang beratnya untuk mengambil keputusan yang benar-benar benar. Kisah tentang perjuangan untuk menapaki masa depan yang lebih cerah yang dibalut dengan kenyataan dan kepahitan hidup.

***

Di mulai dari cover yang dengan paduan warna yang beragam. Warna-warna gelap yang dipilih juga sangat cocok dengan konsep cerita yang disampaikan penulis. Juga dengan ilustrasi baju sekolah, alat make up, tongkat baseball, cat semprot, alat tulis dan papan tulis sudah sesuai dengan cerita dari tokoh-tokoh cerita masing-masing.

Untuk settingnya sendiri dibangun begitu kuat hingga pembaca seakan bisa benar-benar menyaksikan setiap kejadian dan peristiwa dalam cerita. Penulis begitu detail dalam mendeskripsikan setiap bagian cerita sehingga memberikan pembaca kenyamanan.

Pembagian karakternya sendiri mungkin cukup baik. Dimulai dari cerita Yasmine, Ferris, Mei, Sisca, Nino sampai pada sosok Bowo, Yudhis, Anwar dan Rendi serta Andre. Mereka punya bagian sendiri dalam cerita. Untuk karakter tokoh sendiri dibangun begitu kuat. Di setiap permasalah para tokoh, sikap dan watak tokohny hingga rahasia yang ada dibalik seua itu juga cocok dengan konsep ceritanya.

Aku juga suka tata letak ini dalam buku ini yang simple dan nggak bikin pusing. Untuk typo sendiri, saya mungkin karena keasyikan baca sehingga tidak menyadari kehadiran yang satu itu. Tapi mungkin juga nggak ada.

Mungkin di sini penulis bisa menjelaskan sedikit detail tentang pertemuan Nino dan orang tua Ferris dan adegan masalah yang harus mereka selesaikan juga mungkin perlu di ekspos sedikit. Jadinya kan mungkin akan lebih baik. Walaupun sosok Nino sudah mengambil laih cerita kejadian itu, kita tidak tahu bagaimana pandangannya dari pihak orangtua Ferris.

I give 4,2 star for this book.
Profile Image for Syadzwina.
46 reviews25 followers
September 13, 2022
[Review bisa dibaca juga di sini]

Ngebaca blurb di kover belakang buku ini nyeret embel-embel “sekolah buangan”, saya udah suuzon kalo ceritanya bakal ke-Gokusen-Gokusen-an. Atau apalah, tipikal dorama-dorama sekolahan Japonais yang satu sekolah isinya preman semua.

Suuzon saya gak sia-sia.

Yasmine adalah siswa pindahan dari Amerika Serikat, pindah karena ibunya di Jakarta sedang sakit keras (sekarat, bahkan) sementara ayahnya tidak bisa ikut karena alasan kerjaan dan semacamnya. Pindahnya ke SMA Budi Bangsa, SMA buangan, karena orang suruhan teman ayahnya salah dengar Bukti Bangsa (sekolah internasional) menjadi Budi Bangsa. Jadilah Yasmine terdampar di sekolah yang isinya anak-anak tak punya masa depan. (Komentar saya: Betapa orisinil.)

Yasmine kemudian bertemu dengan Nico di hari pertamanya. Nico adalah ketua geng sekolah, siswa berandalan namun tampan (kalau saya tidak salah ingat), dan karena suatu alasan misterius mengancam anggota gengnya bahwa Yasmine adalah miliknya setelah mereka bertemu untuk pertama kali. Sebenernya ya, Nico akan terlihat impresif di mata saya kalau saja Orizuka:

1) Nggak pake deskrip kalo Nico doyan nenteng-nenteng tongkat baseball dengan gerakan mengancam. (Tongkat baseball? Di Indonesia? B-a-s-e-b-a-l-l? Di sekolah yang katanya buangan? *tertawa sopan* *tertawa sederhana* *tertawa indah* *tertawa permai*)

Dan, 2) nggak bikin catchphrasenya Nico itu, “Pengkhianat harus menerima akibatnya.” (*cek kover* Ini beneran bukan naskah dorama yang gagal tayang?)

Kemudian kita bertemu dengan Ferris, heroic cool guy kita. Ferris adalah satu-satunya karakter yang namanya aneh menurut saya. Anak uorang kuaya, tentu saja tampan, yang pindah ke SMA Budi Bangsa karena ingin memperbaiki hubungan dengan sohib lama (spoiler: psst, Nico, psst) yang rusak karena kesalahannya di masa lalu. Hashtag favoritnya adalah: #akuterlaluseringdikecewakanorangdewasa #akutidakakanpernahpercayaorangdewasalagi #selamanya.

Ada lagi Sisca, pecun kelas teri kita, dan Mei, pecun kita yang lebih beneran. Dan karakter-karakter yang tidak punya masa depan lainnya, seperti Harris. Bukan, bukan Harris Risjad. Ini Harris bawahannya Nico.

Novel ini, singkatnya, bercerita tentang bagaimana murid-murid ini menjadi berani untuk kembali bermimpi.

Ea.

Sebenernya, ya, Our Story ini lumayan dari segi penceritaannya, nyusunnya ya lumayan rapi lah. Saya terkesan, kok. Meski predictable abis buat saya yang doyan nonton dorama, unfolding of events-nya bisa saya kasih anggukan setuju lambat-lambat. Orizuka, tidak seperti penulis tertentu, juga masih berusaha agar karakternya nggak dangkal-dangkal amat. Misalnya pas bagian ujug-ujug si Yasmine ngaku anorexic. Atau pas bagian mengungkap fakta bahwa ibunya Mei harus operasi makanya dia jadi pelacur. Atau Sisca yang kurang duit buat bayar sekolah makanya melacur. Atau Nico yang bapaknya, ups, tukang madat, abusive, dan sekarang napi. Cukup kompleks ya, saya akui saya lumayan terkesan sama usaha memperdalam karakter ini meski usaha dalam mengemas segala kompleksitas karakternya hanya bisa saya beri bola mata yang berputar. Standar saya setinggi JK Rowling, adil banget emang.

Tapi tetep, bukan saya namanya kalo nggak bisa nemu sesuatu buat diomel-omelin dari suatu buku. Teenlit pula. *mendengus angkuh*

1) Karakter Yasmine ini nggak masuk akal. Saya nggak percaya aja ada orang emaknya koma sekarat trus… biasa aja gitu. Maksudnya, abis emaknya udah bangun ya udah aja gitu ga ngomong-ngomongin emaknya lagi sampe novelnya kelar. Apa sih ini nama kerennya? Plot device? Ya pokoknya itu, biar alasan Yasmine pulang dari Amrik ke Indonesia terkesan valid aja so this story could happen. Lah emangnya kelar koma nggak ada anuan yang perlu dikhawatirkan lagi gitu soal nyokapnya? Lagian koma karena kecelakaan apa sih? Kenapa emaknya abis koma malah sempet-sempetnya nyuruh Yasmine sekolah?? Misteri abis. Dan nggak cuman itu, cara Orizuka ngebawain si Yasmine ini juga nyebelin. Ya aku ngerti kamu sebenernya nggak mau sekolah tapi ngga mau emakmu khawatir okelah tapi apakah perlu ngemention itu untuk ngebuka sekian chapter berturut-turut. Si Yasmine-nya sendiri juga nyebelin, taulah tipikal karakter dengan kompas moral setegak Ka’bah, hobi ikut campur, sok pahlawan, senang membela kebenaran, dsb. Karakter-karakter yang tinggal sejengkal dari trope holier than thou—

2) —yang juga menjadi alasan saya nggak suka sama Ferris. Ferris ini Yasmine versi cowok, percayalah. Cuma lebih doyan ceramahin orang dikit, yang makanya saya nggak suka. Nih ya, si Ferris ini ampe jualin mobilnya biar bisa bayarin Mei 7 juta sebulan, biar Mei nggak usah terima orderan lagi. Masuk akal nggak?? Our Story ini memberi ide yang salah tentang bagaimana dunia ini bekerja, cih. Daripada ngurusin biar temen yang pelacur nggak usah ngelacur lagi pake duit sendiri, mending u mastiin dia rajin check up dan mastiin dia selalu pake kontrasepsi. Itu kan pesan yang lebih berguna buat generasi muda. Jauh lebih berguna ketimbang membuat si Ferris concerned sama bagaimana “rok Mei yang pendek itu membuatnya risih” dan bagaimana Mei “kayaknya lebih cakep nggak usah dandan, deh.” Saya yang nggak dandan aja sebel denger komentar kayak gitu. Apa jangan-jangan emang sengaja karakter si Ferris dibikin kayak gitu, ya, biar mencerminkan kehidupan yang sebenarnya... Hm.

3) Untuk ukuran setting sekolah yang katanya buangan bobrok dan lain sebagainya, ada beberapa hal yang menurut saya kurang meyakinkan (selain perihal tongkat baseball Nino):

a) satu kelas 12 di sekolah bobrok isinya 30 orang? Nggak kebanyakan? Di benak saya ya kalo ada yang bilang sekolah buangan bobrok, yang kebayang di saya itu yang macam Laskar Pelangi yang sekelas cuman 10 orang;

b) ketika Harris bilang “Laen kali coba lo beli di Way Kambas”, yang terpikir oleh saya adalah ini: “Mz kamu terdengar terlalu intelek dengan namedrop Way Kambas yang saya yakin seseorang cuma bakalan inget kalau dia pernah baca RPUL cover to cover. You’re a preman in sekolah buangan bobrok, remember? You’re supposed to be stupid.”;

dan c) ketika Mei bilang kalau dia curiga si Yasmine anoreksia. Saya langsung skeptis dong, “Kok kamu bisa tahu tentang anoreksia?? Kamu kan tipikal pelacur bego yang lebih seneng baca buku yang ada gambarnya cuma biar nggak ngantuk? Kok kamu yakin itu anoreksia dan bukan eating disorder lainnya?” Tapi kemudian si Mei bilang kalau ada kenalannya atau apanya kliennya gitu yang pernah cerita soal anoreksia. Hmph, tentu saja saya masih tidak bisa teryakinkan. “Kok kamu bisa inget informasi setrivial itu? Kamu kan Bego (dengan B besar)??! Kok bisa-bisanya hal kayak ‘anoreksia’ nempel di otak kamu dan sampai bisa kamu recall padahal itu kan jargon medis?? Kok???!”

Di mata saya, karakter bego harus tetap bego sepanjang buku, kecuali kalau itu menyangkut hobi/skill spesial dia yang nggak guna/dsb. #akumemangjudgmentalluarbiasa

Oh, sama ini deh, terakhir,

4) Adegan unyu/romantis antara Yasmine dan Nino lebih sering bikin saya nggak nyaman dan pengen lempar bukunya ketimbang merasa doki-doki. Snippet:

"Gue tau lo pasti masih ada di sini," kata Yasmine sambil tersenyum. "Makanya gue dateng pagi-pagi. Ini, sarapan dulu."

Nino menatap Yasmine yang masih tersenyum, lalu kembali menatap kotak bekal bergambar Hello Kitty itu dan menerimanya. Yasmine segera duduk di depannya.

"Punya lo...?"

"Oh, gue? Udah makan," jawab Yasmine cepat, membuat Nino mengangguk-angguk. Nino lantas membuka tutup kotak bekal itu, membuat Yasmine segera meringis. "Gue nggak bisa masak, sori ya."

Nino menatap nasi putih beserta beberapa sosis goereng dibentuk gurita dan telur orak-arik yang ada di dalam kotak bekal itu, tapi tak lantas melahapnya. Ia menatap Yasmine lekat-lekat, lalu dengan sekali gerakan cepat, ia meraih kepala Yasmine dan mengecup dahinya.

Yasmine melongo parah sementara Nino segera asyik mengunyah sosis.

Alih-alih merasa doki-doki, saya malah dapet secondhand embarrassment pas bacanya. Satu-satunya adegan Nino/Yasmine yang membuat saya sampe aww, dan bahkan mungkin salah satu highlight dari buku ini, itu cuma pas Nino bilang gini: “Kenapa lo nggak pindah ke sini tiga tahun lalu?”

Trus udah. Gitu aja.

Mengecewakan, Our Story ini. Ya emang nggak separah itu sih, tapi nggak fantastis juga. 1,5 bintang lah, dengan pembulatan ke atas. Gapapalah jadi 2 bintang aja saya lumayan rela kok.
Profile Image for michella .
68 reviews3 followers
February 25, 2023
4.5⭐

Awalnya hanya sebatas iseng aja karena lagi kepengen baca teenlit dan dalam rangka edisi kangen sama kaeya-karyanya Kak Orizuka. Buku ini bercerita tentang Yasmine, murid pindahan dari Amrik dan harus balik ke Jakarta karena ibunya yang sedang sakit. Karena ayahnya sibuk ngejagain ibunya di RS, jadi teman ayahnya disuruh buat daftarin sekolahnya Yasmine. Cuma temen ayahnya salah denger nama sekolahnya, jadinya kedaftar di salah satu SMA yang bisa dibilang SMA buangan. Semua jenis sampah masyarakat ada di sekolah itu. Preman, pembuli, pelacur. Pokoknya SMA Budi Bangsa ini begitu bobrok dan suram banget. Muridnya dateng ke sekolah semaunya aja dan guru-gurunya juga lebih milih buat ngajar di tempat lain. Singkatnya, gak ada harapan buat SMA ini. Bagi mereka, belajar juga buat apa? Emang ada gunanya?

Yang masih gak habis pikir kenapa juga Yasmine gak langsung pindah aja ya dari SMA ini, nginjek kaki di depan gerbangnya aja ogah sih kalo aku. Kalo masih ada kesempatan untuk puter balik langsung gak pake mikir dua kali.

Buku ini ngingetin aku sama buku Orizuka yang lainnya kayak "Apa Pun Selain Hujan" dan "The Truth About Forever" yang premisnya hampir mirip. Dua sahabat cowok yang salah satunya menaruh dendam dan merasa dikhianati oleh orang terdekatnya. Tapi dari alurnya jelas berbeda. Walau ini termasuk teenlit yang mana semuanya serba klise, tapi inilah yang membedakan teenlit lainnya dengan charming seorang Orizuka. Beliau seperti mampu menyihir pembacanya dengan alur yang ringan, tapi dapet banget maknanya.

Di SMA ini adalah 2 malaikat, bedanya yang satu jaga dari dalam (akademis) dan yang satunya lagi jaga dari luar sekolah. Nino, si ketua geng dan paling anti sama yang namanya narkoba dan gak akan mentolerir siapapun di sekolah yang berani nyicip obat terlarang itu. Karena gara-gara narkoba, ayahnya dipenjara dan Nino dijauhin temen-temennya karena sejak itu ia jadi anak napi dan orang-orang takut Nino bakal nurunin sifat ayahnya. Orang-orang mulai ngejauhin dia. Termasuk sahabatnya, si Ferris.

Ferris yang sosoknya seperti malaikat, he's too good to be true. Agak bikin salting juga ya ini cowok. Udah ganteng, pinter, kaya, hatinya bener-bener kayak malaikat. Tapi agak lain juga ini cowok, dia punya segalanya tapi lebih milih untuk masuk ke SMA bobrok ini dan berharap mengubah sekolah ini menjadi lebih baik, yang mana itu sangat teramat sulit. Ferris, kekurangannya cuma satu sih, dia cuma cowok fiksi. Sedih.

Sampai di satu titik, gara-gara ada suatu insiden yang buat Nino and the geng tobat dan berniat untuk belajar dan lulus. Sontak semua murid di sekolah itu, jadi ikut-ikutan belajar dan pengen lulus bareng. Yasmine dan Ferris sampai terharu, bahkan guru-gurunya.

Sangat disayangkan kenapa buku ini sangat underrated dan susah banget ditemuin karena udah gak cetul. Banyak banget moralnya dan kita jadi sadar kalau ga semua orang punya privilege buat mengenyam pendidikan yang proper. Dan betapa mirisnya, potensi-potensi yang harus disia-siakan karena tidak ada wadah yang mumpuni untuk mengasahnya.
Profile Image for ama ૮ • ﻌ - ა.
128 reviews14 followers
May 29, 2022
baca buku ini beneran buat aku sadar kalo gak semua org punya privilese buat mengenyam pendidikan yg proper.. buku ini nyeritain sudut pandang anak2 yg sekolah di sekolah buangan, dgn berbagai kondisi dan alasan yg berbeda. ada yg tukang tawuran, make narkoba, psk, dan org2 yg dianggap sbg "sampah masyarakat". bahkan katanya sekolah ini TPS, bukan melahirkan murid berprestasi tapi sampah masyarakat. sedih banget pdhl they have dreams, tp kondisi mereka gak memungkinkan buat ngejar cita2 mereka.

but at the end of the day, they are only teenagers with tons of dreams. and with ferris, they finally find their right ways... jujur terharu sama perjuangan ferris (yasmine dikit sih) buat bikin mereka mau belajar lagi.

this book also talks abt underpaid teacher! aku ga membenarkan guru yg ngajar asal2an, but this is the reality. u cant say that teacher is a noble profession they only seek for pahala etc2. NO bc u cant deny that their main reason is looking for money, they work for their family!!

bottom line, bukunya cukup seru!
Profile Image for Fumyrain.
64 reviews6 followers
December 25, 2020
Ini pertama kalinya aku membaca karya kak Orizuka selain yang bergenre comedy-romance. Novel ini pertama kali dicetak tahun 2010, dan sekarang sudah sulit untuk mencarinya.

OurStory bercerita tentang anak-anak dari sekolah buangan, yang masing-masing memiliki latar dan kehidupan yang berbeda. Dan ini adalah kisah mereka.

Aku suka bagaimana kak Orizuka mengajak para pembaca untuk melihat dari sisi mereka yang takdirnya kurang beruntung. Juga melihat sisi bagaimana bahwa anak-anak berandalan juga memiliki kehidupan.

Konfliknya benar-benar sesuai kondisi jaman sekarang yang kurang peduli pada pendidikan.

Mereka yang semula tidak percaya akan adanya masa depan, perlahan-lahan bangkit dan berjuang bersama mengejar cita-cita.

Untuk endingnya, aku sendiri bingung kenapa Nino bisa berakhir 'disana'. Tapi endingnya benar-benar bikin aku terharu. Dan aku berharap buku-buku dengan tema seperti ini bisa bikin kita yang beruntung untuk sadar, dari segalanya.
Profile Image for Radita Peketo.
14 reviews
March 7, 2018
Dream high, never give up. We are the future.

Kalimat itu dituliskan Orizuka di halaman pertama novel ini dan sangat menginspirasi saya, hingga saya menggunakan kalimat itu di mana-mana--di buku harian hingga di video angkatan.

Novel Our Story adalah karya Orizuka yang pertama saya baca, dan sejak saat itulah saya resmu menjadi seorang Readerizuka.

Dibanding novel bertema bad boy lainnya yang menggambarkan meskipun nakal tapi masih dipuja-puja baik oleh siswa atau guru karena dia pintar, Nino justru menghidupkan karakter bad boy yang sebenarnya. Berandal, suka main perempuan, dan tidak doyan belajar. Novel Our Story menggambarkan realita pendidikan di Indonesia, di mana masih ada beberapa sekolah di Indonesia yang kondisinya seperti sekolah Yasmine. Dan di sekolah seperti itu selalu ada sosok seperti Ferris, orang paling pintar dan rajin diantara teman-temannya yang bobrok.

Orizuka ingin menunjukkan bahwa seburuk apapun, ia masih bisa berubah. Bahwa masa depan bukan hanya milik mereka yang selalu berada di depan, tapi juga milik mereka yang ada di belakang.
Profile Image for lei ♡.
11 reviews
July 12, 2024
Masih inget betapa “telanjangnya” novel ini, tapi sayang udah lupa sama nama-nama karakternya. Karena lagi-lagi novel ini dibaca 11 tahun lalu. BUTTT remember this, semua karakter di novel ini sangat relatetable dan gue beruntung banget bisa nemu lagi rekomendasinya di goodreads. Novel ini juga salah satu novel favorite, karena isu yang disampaikan sangat relate dan gak ada yang ditutup-tutupin. Feels real and honest. Semoga niat re-read novel ini bisa terwujud, supaya bisa kasih full reviewnya.
Profile Image for Ririn.
180 reviews3 followers
July 11, 2019
Khas orizuka.. Tapi memang kalo baca ini setelah baca karya orizuka terbaru ya masih banyak kekurangan banget.. Gaya nulisnya asik.. Tentang remaja tetapi banyak pelajaran yg bisa di petik.. Ada celoteh dan candanya dan diujung ada tangis.. Khas orizuka..

Walau banyak yg ga masuk di akal.. Fokus sama inti cerita aja.. Tapi tetap enjoy dibacanya
Profile Image for Azzahra.
12 reviews
May 3, 2024
I remember reading this when I was in high school. I reread it this week because I simply missed Ferris and Nino. I love their dynamics and I also enjoy Sisca and Mei's character progressions. Nobody writes high school romance as enjoyable as Orizuka. I'm not into high school romance anymore these days, but Our Story has its charm, at least for me.
Profile Image for Sulis Peri Hutan.
1,056 reviews297 followers
May 6, 2011
Pernah nggak kalian menemui sekolah yang isinya preman, pengacau, pembangkang, pembuli, pelacur, guru yang ngrokok dan tidur di kelas? Aku pernah, di sekolah Budi Bangsa.
Sungguh sial bagi Yasmine, anak SMA pindahan dari Amerika harus terdampar di sekolah yang bobrok, sekolah yang gerbangnya saja hanya ceruk sempit, lapangan yang gersang, tembok yang sekujur tubuhnya penuh coretan, papan nama sekolah yang terpasang miring dan termakan karat. Dia seharusnya bersekolah yang berstandar internasional, yang seharusnya nama sekolahnya adalah Bukti Bangsa, bukan Budi Bagsa. Ini bukan sekolahan, dia ingin membatalkan pendaftarannya tapi gagal karena ayahnya sudah terlanjur membayar 30 juta untuk uang masuk. Sewaktu diperkenalkan kepada teman barunya dia kaget, di kelas itu terdapat gerombolan anak laki-laki yang mencegat dia sewaktu datang tadi, beberapa anak perempuan yang menatapnya dengan sinis dan seorang laki-laki yang terlihat “normal” dengan pensil ditangan dan buku di meja,dia juga melihat meja yang penuh dengan peralatan make-up, kaleng cat semprot, atau tongkat baseball, dia ingin pindah kelas, tapi kepala sekolah bilang kalau kelas ini adalah satu-satunya kelas XII. Sekolah macam apa ini???? Karena sudah terlanjur membayar dan tidak ingin mengecewakan ibunya yang sedang sakit dan selalu bertannya tentang sekolahnya, yasmine pun dengan tegar menuntut ilmu di sekolah bobrok itu, sewaktu dia berangkat dengan taksi, dia malah ditawar oleh si sopir, Yasmine binggung maksudnya apa, setelah jelas kalau dia dikira pelacur, dia pun pergi dari taksi itu lalu tidak sengaja bertemu dengan Ferris, dia pun menjelaskan kalau tidak hanya dia saja yang dianggap lacur tapi perempuan yang bersekolah di situ. Itu dikarenakan kalau sekolah Budi Bangsa adalah sekolah buangan, sekolah sampah. Makin lama keadaan sekolahnya terlihat jelas, Ferris yang sebenarnya juara dan anak anggota DPRD, Nino yang sering ongkang-ongkang diluar kelas yang suka menghukum adik kelasnya dengan lari mengelilingi lapangan sebanyak 100x tapi pandai membuat sketsa wajah Yasmine, Mei yang terpaksa melacur demi mengobati ibunya yang sakit tumor, Sisca yang membenci Yasmine karena telah merebut Nino yang juga mengungkap kalau sewaktu di Amereki dulu Yasmine sering dibuli dan menderita anoreksia, Ferris dan Nino yang ternyata dulu teman SMP tapi sekarang bagaikan musuh, guru yang jarang masuk karena digaji rendah. Tapi Ferris punya mimpi, dia ingin lulus bersama teman sekelasnya, ingin membayar kesalahannya kepada Nino.
Suka banget sama cerita ini, ditambah lagi dikasih langsung sama penulisanya dan ada hadiah tambahan yang bagus banget. Sudah lama ingin membacanya, ikut kuisnya gak pernah menang eh gak nyangka saya menjadi pemenangnya di kuis yang diadakannya karena Our Story telah cetak ulang. Ketika saya mendapat kirimannya saya langsung membacanya dan HARUS menyelesaikan pada hari itu juga. Waktu baca prolognya agak takut soalnya si penulis ini gemar sekali membuat ending yang tidak saya sukai, kalau pernah baca Summer Brezze, aku benci sekali dimana Ares harus mati, kalian akan mengerti, aku penyuka happy ending. Suka sekali tokoh Nino, ini juga khasnya Orizuka, ada bad boy sebagai tokoh utama, menginggatkanku akan Ares hehehe. Walaupun dia preman, suka berantem dan gak tanggung-tanggung kalau menghukum anak buahnya yang berkhianat, dia sangat membenci Narkoba, kalian boleh melakukan apa saja tapi jangan pernah menyentuh barang haram itu kalau tidak ingin disebut sebagai penghianat, begitulah. Ahhh tentu saja saya suka adegan romantic di buku ini, walaupun kayaknya sepele tapi buat saya berarti sekali, kayak di hal. 92 waktu Nino bilang kalau bokapnya napi karena kasus narkoba, kalau anak napi itu pasti mewarisi kejahatan orangtuanya, normalnya gak mau deket-deket sama anak napi, dia minta Yasmine ngomong soal itu dan menjawab,” Hah? Kenapa harus gitu? Lo anak napi bukan berarti lo juga napi, kan?” trus adegan waktu Nino gak pulang dan harus nginep di sekolah karena bokapnya udah bebas, ketemu Yasmine dan paginya dia buatin sarapan buat Nino, dan ketika Yasmine ketauan kalau dia menderita anoreksia lalu Nino memaksa memakan roti yang dibelikannya dan dia harus liat Yasmine makan, “Lo….mau liat gue gendut?” lalu Nino menjawab, “Asal lo hidup.” Klepek-klepek deh ;p. Selain itu ada kata Ferris yang saya suka di hal. 121, “Jangan pikir lo bakal jadi apa, pikir lo mau jadi apa,” dan adegan lucu waktu Ferris disuruh membuat kunci jawaban untuk teman sekelas tapi teman-temannya malah bilang kalo Ferris ngremehin lah, mengganggap dirinya sendiri dewa malah yang paling ngakak itu waktu ada yang bilang, “ kita semua harus nyerahin nasip kelulusan kita sama lo, gitu? Kalo lo mendadak sakit atau hilang ingatan, terus kita semua harus nggak lulus, gitu?” dan waktu Harris bilang, “ buat apa gue capek-capek belajar kalau pada akhirnya cuma nunggu jawaban dari lo? Mending kalau lo jujur, kalau lo mau nyesatin gimana? Anak pinter kan suka gitu!” LOL, ada benernya juga, anak pinter biasanya pelit hehehehe. Tentu ada adegan mengharukan juga, pas bagian akhir, lebih baik baca sendiri deh, dijamin puas sama buku ini.
Harus mengumpulkan receh ni karena pengen banget baca Fate, karya Orizuka sebelum ini :D

5 sayap dong untuk cerita mereka :)
Profile Image for Syamsiarr NurElias.
3 reviews
July 7, 2017
Amazing. badboy nya nggak bikin ilfeel. gaya Nino keren. walaupun gue rada nggak suka ama karakter Yasmin. polos banget. Mei! gue suka gaya lo.
Displaying 1 - 30 of 173 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.