This is one of the coolest book I ever read. I kind of bit disappointed when I find out that it's not Tom Clancy who write this book, but some fellow writer named Raymond Benson a.k.a David Michaels. Reading the book, I immediately hooked by the easy-flow narration and perhaps also because I love martial arts (especially Krav Maga, yea, that's why it's easy for me to enjoy the story), I like action with terrorism, politic and spy actions. It's like a perfect book for me.
Setelah selesai baca buku ini, gua yakin sekali kalau si penulis ini bukan asal penulis. So I do some research and--suprise, surprise--it appears that Raymond Benson is an official author for James Bond series from 1997-2002. Tapi hebatnya, karakter James Bond dan Sam Fisher tidak mirip (seperti penyakit kebanyakan penulis yang sulit terlepas dari trope "hero has 1000 faces"). Sam bukanlah seorang playboy flamboyan yang dikelilingi cewek-cewek, dia hanya seorang ayah yang punya pekerjaan berbahaya dan anaknya perempuan, masih muda dan lugu. Mangsa empuk buat siapapun yang punya dendam kesumat bagi Fisher atau Echelon.
Secara keseluruhan gua suka sekali dengan apa yang dimasukkan ke dalam narasinya, tidak sekadar pamer pengetahuan mengenai alat-alat spy-kit yang super canggih--Ketimbang merasa sedang dipamerin kalau si penulis tahu ada ini atau itu, gua malah kepengen jadi agen NSA sekalipun hanya dalam mimpi!
Cara berantemnya juga oke, aksi namun santai. Gua belum main gamenya, dan bisa enjoy baca ceritanya. Maka gua yakin siapapun yang belum main gamenya dan suka isu politik, terorisme, spy dan matrial art, bakal enjoy buku ini juga.
Tentang plot dan cerita, konfliknya mengenai isu di timur tengah, tentang terorisme berbasis agama, hostility terhadap westernisasi, dan ada beberapa tokoh yahudi di dalam novel ini yang involved dalam kehidupan Fisher. Tapi buat gua ini worth banget untuk dibaca, karena endingnya tidak mengecewakan dan yang terpenting, terlepas dari temanya, konten di dalamnya tidak menghasut atau bias. Beberapa bagian sukses bikin gua ngakak, terutama waktu mengadu domba antara dua orang tycoon, dan yang paling menyenangkan adalah waktu Fisher ke Jerusalem untuk menyelamatkan putri tercintanya and play as angry dad! Don't mess with his daughter!!
5 stars for me, David Michaels!