Buku yang agak baik cuma isinya banyak repetitif dan jika mohon izin penulis untuk menggunakan kata2 yang selalu beliau gunakan, buku ini kurang dinamis. Terlalu banyak isi yang diulang mungkin untuk tujuan penekanan tapi gaya bahasa yang sama dengan isi yang sama membuatkan kebosanan .
Tapi, buku ini terap berguna bagi mengevaluasi usrah sendiri. Membuatkan diri ini cuba untuk menghindari ciri2 usrah tidak dinamis dan produktivitas seperti yang dinyatakan eh penulis. Amat baik untim dibaca oleh semua murobbi tapi beberapa poin2 boleh diskip bagi mengurangkan kebosanan:)
Secara umum, buku ini pas sekali untuk tipe-tipe orang seperti saya yang lagi disorientasi, jalanin aja semuanya layaknya rutinitas, hanya penggugur kewajiban (duuuh astaghfirullah). Diawali dengan pembahasan urgensi halaqah dilanjutkan dengan pembahasan mengenai halaqah yang sukses. Poin-poin penting di buku ini sangat membantu untuk kembali fokus ke tujuan awal. Apalagi ada semacam tes untuk mengetahui termasuk ke dalam tipe halaqah apakah kita (sebagai mutarabbi dan sebagai murabbi) sekarang. Jadi bikin semangat untuk memperbaiki diri. Setalah tahu posisi saat ini, dibahas poin-poin halaqah dinamis dan produktif juga pentingnya keseimbangan antara keduanya. Ditambah lagi, bagian akhir buku ini dilengkapai dengan cara-cara praktis untuk menjadikan halaqah kita produktif dan dinamis.
***
Agak out of topic tapi saya merasa akhir-akhir ini saya diingatkan oleh banyak orang. Mulai dari cerita seorang ummahat yang memegang 8 kelompok binaan dengan jumlah binaan 112 orang. Ada juga seorang ikhwan yang memegang 10 kelompok binaan dengan total 99 orang binaan. Dimana beliau seorang yang sedang kuliah di 2 tempat, magister, kerja 40 jam/pekan, masih bisa menunaikan hak orang tua. Subhanallah. Dimanalah dirimu itu pus, masih ga ada seberapanya. Ummahat belum, kuliah cuma di 1 tempat, ga kerja juga, tapi masa melempem?
Lalu Sabtu 6 Oktober kemarin saya pergi ke Pameran Buku di Landmark dengan niat awal ingin melihat talkshow Pandji disana. Hehe tapi belum rezeki ternyata. Saya muter-muter banyak stand dan menemukan buku ini. Saya inget, Okky pernah bawa-bawa buku ini dan pas saya mau minjem, dianya belum selesai baca. Pas banget kan sekarang nemu? Akhirnya saya pun membeli buku ini.
Sebenarnya, ini bukan kali pertama saya bersentuhan dengan topik yang diangkat oleh buku ini. Tapi yah ternyata memang betul, manusia itu pelupa. Kembali, diingatkan. Kaya disindir gitu di setiap lembarnya :_( Sepertinya, saya semacam disorientasi. Insyaallah langsung yaa diperbaiki.
Dari segi pembahasan, buku ini terkesan agak diulang-ulang. Tapi bagi saya jatuhnya tidak membosankan, justru menguatkan. Jadi makin inget. Jadi makin semangat lagi. Bismillah.
Buku ini sangat direkomendasikan untuk para murobbi/ah atau mentor atau naqib atau kakak atau siapapun yang ingin menuntut ilmu. Selamat membaca :)
Saya baca buku ini di internet. Dalam PDF copynya.. Dan yang saya baca itu mungkin kelihata seperti draf kerana banyak kosong-kosong dan lompong-lompong di tengah buku.
Cuma kesimpulan yang saya dapat buat, tips-tips yang diutarakan menarik untuk diguna pakai dalam usrah atau halaqah. Ianya banyak berkaitan dengan murabbi atau naqib yang membawa usrah (ini berdasarkan bahan bacaan yang saya baca)
Buku nya bagus, memotivasi dan merefresh kembali keinginan untuk menghasilkan halaqoh yg sukses. Saya jdi semakin percaya diri & berazzam untuk snantiasa memperbaiki diri dan orang lain.