Adnan Oktar (born Ankara, 1956), also known by his pen name Harun Yahya, is a prominent advocate of Islamic creationism in the creation-evolution debate. He is considered to be the leading Muslim advocate of creationism. He subscribes to Old Earth creationism. He is against Zionism and Freemasonry and sees them as very interrelated movements, though he denounces anti-Semitism and terrorism, which he says is a product of Darwinism, not religious fanaticism.
Adnan Oktar founded the Science Research Foundation (SRF, or BAV in Turkish), whose objective is "to [establish]...peace, tranquility and love..."
Kalau melihat dunia sebagai sebuah cerita, konflik Timur Tengah merupakan plot utamanya. Yaps, entah kenapa konflik dunia selalu berpusat di Timur-Tengah. Kalau coba tanya ke orang Rumania mungkin mereka ga ngerasa ini konflik yang harus diurus oleh dunia. Tapi ya dari sudut pandang gw sebagai orang Indonesia, Israel-Palestina ini konflik dunia. Sebagai selingan untuk menuju klimaks utama, perang dunia ketiga.
Lama-lama konflik ini membuat setiap orang menjadi apatis. Gw pun begitu. Gw sendiri mikir, "I should mind my own business. I'm not even Arab nor Israeli. I'm Indonesian." Konflik negara ini sudah terlalu banyak boy, banyak banget. Salah satunya konflik pengguna motor yang selalu ngerasa ga bersalah tiap kali ngambil jalan orang.
Tapi gw sebagai seorang Muslim tersentil soal masalah ini, yang mana sebenernya pun ini sama sekali bukan konflik agama. Jewish-state yang dibawa-bawa oleh orang Israel bukan berarti agama Yahudi, tapi merupakan Bangsa Yahudi. Yaps, identitas Yahudi yang mereka bawa ini merupakan identitas bangsa, bukan agama.
Tapi toh ini urusan hati nurani yang terketuk, hahaha. Gw pada akhirnya tetep ga bisa memalingkan kepala gw dari konflik berkepanjangan ini. Gw mencoba baca-baca, dan gw mencoba memandang semuanya dari sudut pandang terobjektif yang gw bisa. Gw baca-baca Wikipedia, objektif, dan tetep sekali pun gitu keberpihakan gw adalah pada Palestina alih-alih pada Israel.
Kalau urusan Israel pun victim, konteks sudah melebar ke arah Timur-Tengah yang melibatkan Liga Arab yang preaching mengenai penolakan untuk membentuk sebuah Negara Yahudi di daerah Timur-Tengah yang selama ini dikuasai Islam. Jadi yaaa... memang kalau sudah mengarah ke arah sini agama dibawa-bawa. Apalagi kehancuran sistem kekhalifahan Ottoman Empire dari Turkey merupakan pukulan telak bagi para Muslim. Kedatangan sebuah negara yang membawa paham yang berbeda dari Islam ke Timur Tengah merupakan ancaman tersendiri, dan kekhawatiran yang sebenernya kalau dilihat akan tetap mengarah ke arah ancaman kekuasaan politik bagi para negara Arab, yang mana agama sering dilibatkan.
Dan mari kita persempit konteks lagi. Buku ini jelas ga menceritakan perperangan yang melibatkan Liga Arab, tapi lebih ke konflik Israel - Palestina sendiri. Yang mana di sini sudah jelas Palestina ini victim kok -_-; Orang yang baru bangun pun akan tau kalau Palestina ini sekarang tengah dijajah, disuruh keluar dari negaranya sendiri. Dari awal kedatangan Bangsa Yahudi, kediaman orang-orang Palestina dicaplok dengan berbagai cara. Sekali pun kita tetep mencoba menatap semuanya tanpa melihat dari sisi negatif, pengusiran orang Palestina sehalus apa pun sudah jelas salah toh dari awal mereka yang menempati tempat itu. Ya ini seperti kita terusir dari kampung halaman sendiri untuk ditempati orang laen. Just because of; 'Israel itu tanah perjanjian, dan seharusnya ditempati oleh Bangsa Yahudi' so Palestina pun harus keluar dari tanah perjanjian itu?
Dan secara halus, guys? Engga. Cara yang para Israel lakukan JAUH dari kata pengusiran secara halus -________-; Terorisme yang asli ada di sini. Pengeboman, pembunuhah, penyiksaan, penjajahan... KEJAHATAN PERANG. Terjadi selama 60 tahun lebih.
Dan apa yang dikatakan Israel melalui media adalah; membela diri. Ditambah lagi ada militan-militan Muslim kayak Hamas, di sini Israel tambah bisa playing victim lebih baik daripada sebelumnya.
Aslinya udah banyak gambar yang tersebar di internet mengenai kekejaman mereka yang seharusnya menyentuh nurani siapa aja, SEHARUSNYA! Tapi gw sekarang tersadar akan sesuatu, kita hidup di era informasi yang mana informasi itu menjadi kebutuhan sekaligus senjata tersendiri. Apa yang kita baca belum tentu benar, yang pasti itu. Kembali lagi ke persoalan apatis karena tiba-tiba ada dua kubu yang saling menganggap diri mereka masing-masing adalah victim yang akhirnya membuat kita berpikir, "INI MANA YANG BENER?!"
Gw memang ga seharusnya ngomongin ini secara statistik, karena dari dua kubu baik Palestina dan Israel setiap saat ada yang terbunuh, dan pembunuhan dengan cara apa pun tetap melanggar HAM. Tapi kalau kita ngomongin angka...
Kebenaran itu cuman satu kok yang pasti. Sekarang, sekaligus berdoa dan berusaha dengan cara kita sendiri, mari kita ingat kata-kata ini;
Dan katakanlah: "Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap". Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap. (QS Al-Isra 17:81)