“Padmini merupakan ekspresi dari suara hati perempuan yang memiliki kecerdasan dan kepekaan dalam membaca realitas. Melalui pengembaraan jiwa yang “liar”, Padmini berhasil mengubah penderitaan menjadi harapan, tekanan menjadi tantangan, dan kelemahan menjadi kekuatan. Padmini berontak tapi tidak anarkis, Padmini merintih tapi tidak melankolis, dia menampar tapi tidak kasar. Padmini tidak sekadar mencuci segenap tata pikir dan nalar pembaca, tetapi juga mendobrak kesadaran batin setiap pembaca. Membaca buku ini kita akan hanyut dalam dialog jiwa, jangan coba cari teori dari buku ini karena Anda akan kecewa, tetapi jika Anda membaca dengan penuh perasaan, menggunakan kedalaman jiwa dan hati serta memanfaatkan nalar kritis yang Anda miliki, maka Anda akan bisa membangun berbagai teori dari buku ini.” (Al-Zastrouw. Ng.- Budayawan & Pimpinan Musik Ki Ageng Ganjur)
“Saudari Trie Utami merupakan pekerja seni yang komplit, yang tidak hanya piawai dan hebat dalam bidang tarik suara dan mencipta lagu, tetapi juga mampu menulis buku karya sastra dari perspektif perempuan. Buku ini mencerminkan pergulatan pemikiran dan berbagai pengalaman hidup yang dialami Trie Utami selama bertahun-tahun. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menyampaikan penghargaan yang tinggi terhadap Trie Utami sebagai salah satu tokoh di bidang seni yang ikut berjuang menyuarakan suara perempuan.” (Linda Amalia Sari Gumelar, S. IP.- Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI)
= = = = =
Judul Buku : DUNIA PADMINI Penulis : Trie Utami Sambutan : Linda Amalia Sari Gumelar, S. IP. (Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI) Kata Pengantar : Al-Zastrouw. Ng. ISBN 10 : 979-25-5311-8 ISBN 13 : 978-979-979-25-5311-6 Halaman : xxiv + 254 hlm Kertas / Ukuran : HVS / 12 x 18 cm Cetakan : I, Oktober 2010 Katagori : Novel Penerbit : Pustaka Sastra LKiS Yogyakarta Harga : Rp. 50.000,-
Ini lebih dari sekedar movel. Menurutku ini bisa menjadi buku panduan hidup dan berpikir. Faktanya, isi dari buku ini tidak hanya untuk perempuan. Buku ini sangat cocok untuk siapa pun. Untuk perempuan atau laki-laki. Untuk yang sedang jatuh cinta, atau mencari cinta. Untuk yang sudah mengenal dirinya, atau masih mencari jati dirinya. Untuk yang sayang dirinya dan yang sayang orang di sekitarnya. Untuk dia yang sedang dalam titik terendah, maupun titik tertinggi dalam hidupnya. Singkatnya, bacalah. Maka kewarasan dalam berpikir akan tetap terjaga.
Sebuah buku yg menarik, yang menceritakan tentang sisi-sisi perempuan dari berbagai macam masalah.
Testimoni : " Padmini merupakan ekspresi dari suara hati perempuan yang memiliki kecerdasan dan kepekaan dalam membaca realitas. Melalui pengembaraan jiwa yang “liar”, Padmini berhasil mengubah penderitaan menjadi harapan, tekanan menjadi tantangan, dan kelemahan menjadi kekuatan. Padmini berontak tapi tidak anarkis, Padmini merintih tapi tidak melankolis, dia menampar tapi tidak kasar. Padmini tidak sekadar mencuci segenap tata pikir dan nalar pembaca, tetapi juga mendobrak kesadaran batin setiap pembaca. Membaca buku ini kita akan hanyut dalam dialog jiwa, jangan coba cari teori dari buku ini karena Anda akan kecewa, tetapi jika Anda membaca dengan penuh perasaan, menggunakan kedalaman jiwa dan hati serta memanfaatkan nalar kritis yang Anda miliki, maka Anda akan bisa membangun berbagai teori dari buku ini.” (Al-Zastrouw. Ng.- Budayawan & Pimpinan Musik Ki Ageng Ganjur)
“Saudari Trie Utami merupakan pekerja seni yang komplit, yang tidak hanya piawai dan hebat dalam bidang tarik suara dan mencipta lagu, tetapi juga mampu menulis buku karya sastra dari perspektif perempuan. Buku ini mencerminkan pergulatan pemikiran dan berbagai pengalaman hidup yang dialami Trie Utami selama bertahun-tahun. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menyampaikan penghargaan yang tinggi terhadap Trie Utami sebagai salah satu tokoh di bidang seni yang ikut berjuang menyuarakan suara perempuan.” (Linda Amalia Sari Gumelar, S. IP.- Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI)"
Akulah Padmini, perempuan perkasa Yang berjalan di atas bumi sambil tertawa Dan bertanya pada setiap lelaki Mengapa mereka tak jua memahami Bahwa perempuan juga punya harga mati??
Sebelumnya saya nggak terlalu peduli sama masalah gender, perempuan, atau feminisme (padahal saya juga perempuan :v). Milih buku ini pun juga karena pas nggak ada bacaan lain.
Tapi lewat buku ini, mbak Iik akhirnya membuka mata saya bahwa sebenarnya ada banyak sekali masalah di sekitar kehidupan seorang perempuan: sebagai anak, kekasih, istri, ibu, dan perempuan itu sendiri. Semua masalah itu ada, baik karena sebab maupun akibat dari ulah dan pikiran sang perempuan. Buku ini sungguh membantu untuk membuka hati dan pikiran kita ketika dihadapkan pada masalah serupa.
Namun, bagaimanapun juga Tuhan pasti punya alasan untuk menciptakan perempuan, lengkap dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Dan saya bangga dan bersyukur karenanya :)
Tuhan, terima kasih ... Sebagai perempuan telah kembali dilahirkan Melalui kasih sayang bapak dan ibu Dan memberikan keluarga bersisian Yang mencintaiku selalu
Aku tenggelam dalam kesyukuran Sebab Engkau memberiku akal dan pikiran Memeliharaku dalam kegelisahan Sehingga aku bersedia melakukan Apa pun untuk perempuan Dan perubahan Untuk hidup dan kehidupan
Di ujungnya aku tetap memuja-Mu Dan meyakini tibanya suatu masa Aku datang kepada-Mu Dalam kesempurnaan Moksa.
Isi buku ini sebenarnya surat. Surat seorang teman perempuan yang sudah melakukan berbagai bentuk pengembaraan dalam hidupnya kepada seseorang yang bernama Padmini. Bukan cara penyampaian materi yang baru dalam sebuah buku sebenarnya, tetapi untuk buku ini menurut saya tetap saja menarik.
Dunia Padmini ini tak menggurui walaupun banyak bicara tentang perempuan dari perspektif perempuan, tak juga terlalu mengagungkan jalur feminis, tetapi materi-materi yang disampaikan dalam surat kepada si Padmini mengandung banyak hal yang bisa membuka luas ruang diskusi.
Senang membacanya, memiliki banyak catatan pula setelah membacanya. Tak sabar untuk membahasnya. Yuk!