Jump to ratings and reviews
Rate this book
Rate this book
“... ada yang bisa kami bantu?” “Nggg... gini, Mas...”

Dipanggil “Mas” lagi? Kalau bukan “Mas” ya “Om”, paling bagus “Bapak”. Serbasalah memang kalau punya suara kelewat ganteng. Tiap kali menerima telepon, Kirana pasti dikira laki-laki, padahal dia jelas cewek tulen.

Walau kadang membuat orang salah mengira, suara itu pula yang membawa Kirana memasuki industri yang tak pernah dibayangkannya: menjadi voice actor dan mengisi suara untuk karakter utama lelaki dalam cerita animasi. Entah ini termasuk kesempatan emas atau malah malapetaka, karena kemudian Kirana harus berpasangan dengan seorang cowok yang punya suara lembut dan bening bernama Akira.

Memang, Kirana dan Akira awalnya selalu berdebat, tapi akhirnya mereka bisa juga bersama-sama menyingkirkan batu sandungan dan menjadi voice actor yang dapat menghidupkan karakter dalam layar, walau dengan suara yang tertukar; Kirana dengan suara gantengnya, dan Akira dengan suara lembutnya.

Mass Market Paperback

First published October 30, 2014

6 people are currently reading
46 people want to read

About the author

Ghyna Amanda Putri

24 books62 followers
Major in Japanese Language of Education, love to read manga and several kind of novel (but of course not the novel which written in kana or kanji). Active in text based roleplay forum, and now still manage her day to finished the final assessment. Besides write, she loves to draw a doodle manga-style, but she gets upset to be a mangaka.

Favorites Author: Haruki Murakami (novel), Dee (novel), CLAMP (mangaka-circle), Yumeka Sumono/Sahara Mizu (mangaka), all my writting-partner :'3

Author of: Haru no Tabi (de-TEENS), Scarlet Love Song (DIVAPress), Heartsease (de-TEENS), Matryoshka (de-TEENS), Howls(dot)com (de-TEENS), FUURIN (Ice Cube Publisher KPG), The Heritage (Grasindo)

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
8 (7%)
4 stars
28 (26%)
3 stars
34 (32%)
2 stars
31 (29%)
1 star
4 (3%)
Displaying 1 - 30 of 32 reviews
Profile Image for ijul (yuliyono).
815 reviews971 followers
January 17, 2015
2,5 stars.

Harus saya bilang bahwa sinopsis di sampul belakang novel inilah yang membuat saya sangat bersemangat untuk segera mencicipi naskah kesekian hasil racikan Ghyna Amanda ini. Well, ini menjadi buku Ghyna pertama sekaligus novel berlini Young Adult by GPU pertama yang saya baca. Kalau tak salah, saya sempat mengintip-baca Heartsease yang saya beli secara impulsif dalam suatu pesta buku dengan diskon besar-besaran, dan jujur saja saya belum begitu menikmati gaya menulis Ghyna.

Setelah berkali-kali terjebak dilema beli-enggak-beli-enggak, akhirnya Voice terbeli juga dan langsung saya baca. Hmm, overall tidak sebagus yang saya harapkan, tapi saya bisa merasai gaya menulis Ghyna sebenarnya asyik banget. Rajutan plotnya luwes meski kelewat simpel. Memang tak lantas saya menyebut diri sebagai pencinta drama atau konflik, tapi menurut saya konflik utama di Voice ini masih nanggung alias kurang tergali secara optimal.

Pokok cerita adalah takdir yang mempertemukan Kirana dan Akira yang mesti berukar peran melalui suara mereka. Kirana yang perempuan ternyata memiliki suara "ganteng" yang lebih cocok dimiliki seorang laki-laki, sedangkan Akira justru sebaliknya. Cowok keturunan Jepang itu malah punya suara lemah lembut seperti putri keraton. Menarik, kan? Buat saya menarik. Tapi... entahlah, saya merasa penulis kurang fokus pada inti utamanya itu dan tampak susah payah membangun hubungan asmara antara Kirana dan Akira.

Saya sudah membayangkan kekagetan orang-orang di sekeliling Kirana-Akira ketika akhirnya mereka mendapat peran yang tertukar itu. Tapi, nyatanya adem ayem saja. Atau mestinya memang tidak ada yang perlu dikagetkan dari situasi tersebut? Memang, sih, ada satu bagian yang menggambarkan betapa tertukarnya peran itu menjadi sebuah kesalahpahaman, yaitu ketika Kirana-Akira mendatangi studio rekaman karena dipanggil dalam kapasitas terpilih untuk berperan di sebuah film animasi hasil lomba/audisi online.

Omong-omong soal lomba/audisi online untuk studio rekaman besar dalam proyek pembuatan film animasi kerja sama Indonesia-Jepang, apakah akan segegabah sebagaimana terjadi di Bab 3 novel ini? I don't think so. Tapi, anggaplah terjadi kecelakaan (atau justru keajaiban) sehingga si studio cenderung abai, tapi untuk lomba/audisi seharusnya peserta membuat syarat melampirkan data pribadi di surel, kan? Anggap saja alamat surel Kirana sangat mencerminkan dirinya, misal KiranaPutri@gmail.com dan Akira yang super-confident itu tak melampirkan keterangan pribadi yang gamblang di surelnya, sehingga pihak studio dengan percaya diri memanggil Kirana Putri tepat sesuai namanya. Lalu apa alasan Kirana sampai salah mengirimkan sampel suaranya yang seharusnya dikirimkan ke temannya (Indra) alih-alih ke studio rekaman (Studio Rahmana) yang memproduksi film animasi tersebut? Hmm, anggap saja alamat surel si studio dan Indra mirip atau bahkan sama. Hiyap, kita hidup dari beragam asumsi, karena penulis tak memberikan penjelasan yang cukup akan takdir awal pertukaran peran Kirana-Akira itu.

Kembali ke pokok permasalahan, dikarenakan penulis tak sepenuhnya menggarap konflik utama dengan baik, cerita dari Bab 3 itu hingga ke halaman terakhir berlalu tanpa kesan apa-apa, cenderung datar dan membosankan. Permasalahan yang dikembangkan datang dari ketidaksiapan Kirana untuk mencoba hal baru dalam hidupnya. Gesekan dengan voice actor lain sampai dengan keputusan Kirana untuk keluar dari proyek pembuatan film itu secara sepihak. What a child!

Saya sendiri gemas pada tokoh Kirana, seperti gemasnya Alena, salah satu lawan main Kirana di proyek itu. Dan, ini agak janggal, atau saya yang mungkin kelewatan. Kirana bukannya sudah berhenti dari pekerjaan dia sebelumnya, sebagai online customer service (hlm 80)? Lalu, kenapa dia yang datang terlambat ke studio untuk latihan beralasan "karena pekerjaan"? (hlm 82---hlm 122) Pekerjaan sebagai mahasiswakah? Kalau enggak salah dibilang masih belum mulai kuliah. Apakah pekerjaan mengisi suara game untuk proyek Indra? Enggak juga, karena Kirana sendiri lupa dengan proyek Indra itu (hlm 128).

Dari karakterisasinya sebenarnya cukup seru. Kirana dan Akira tentu menjadi magnet utama karena tertukarnya peran keduanya dan upaya membangun chemistry demi menghidupkan tokoh Satria (Kirana) dan Putri Viona (Akira) dalam proyek film animasi berjudul The Princess and The Raven itu.

"Kalau bukan kamu yang mengisi suara Satria, aku nggak akan pernah mau jadi Putri Viona."

(hlm 125)

Yang ini, saya banget, hahaha...

"Aku bukan tipe orang yang bisa kerja sama dengan orang lain, tapi aku juga nggak mau gagal karena orang itu."

(hlm 161)

Karakter lain yang cukup mencuri perhatian adalah Nauval, seorang voice actor cilik yang akan memerankan si burung gagak dan Lintang, adik tiri Kirana.

Yeah, bukan pengalaman yang menyenangkan ketika memulai untuk membaca karya-karya Ghyna atau novel-novel berlini Young Adult terbitan GPU. Tapi, saya cukup terpuaskan dengan gaya menulis Ghyna yang mengalir lancar. Saya masih berminat untuk membaca karya Ghyna yang lain. Pun, dengan lini novel Young Adult by GPU yang baru "resmi" diperkenalkan akhir tahun 2014 kemarin. Seperti halnya Metropop yang sukses menyaingi Chicklit untuk pasar lokal, saya berharap semoga novel-novel berlini Young Adult by GPU ini juga sesukses novel-novel Young Adult di luar negeri sana. Aaamiin.

Kalimat-kalimat yang saya suka dari novel ini:

"Nggak ada usaha yang cukup, Kir... nggak pernah ada. Tapi setidaknya, hargai usahamu."

(hlm 113)

"Masalah tidak akan selesai jika tidak dihadapi."

(hlm 153)

"Iya, cuma basah... setidaknya masih bisa kering. Seperti langit mendung yang akhirnya kembali cerah, dan wajahmu yang akhirnya kembali tersenyum."

(hlm 167)

"Menjadi seorang voice actor bukan hanya berbicara atau membaca dialog, tapi menghidupkan sebuah karakter, dan membuat penonton dapat mengerti pesan yang disampaikannya."

(hlm 175)

Catatan typo:
(hlm 14--27) apapun = apa pun ---> ini tidak konsisten, sih, di banyak halaman ada yang sudah benar ada yang masih salah
(hlm 34) berkuncir = berkucir (KBBI)
(hlm 60) Pak Ramdani = Pak Ramdan
(hlm 68) terbersit = tebersit
(hlm 70) bagaimana pun = bagaimanapun (disambung)
(hlm 74) orang tuanya = orang-tuanya (selingkung GPU)
(hlm 99) Bu Lara = Mbak Lara
(hlm 105) jahil = jail (bermakna nakal, bukan jahat)
(hlm 138) coklat = cokelat ---> ini tidak konsisten, sih, di banyak halaman ada yang sudah benar ada yang masih salah
(hlm 184) waktu satu tahu saja = waktu satu tahun saja

Selain itu, saya pikir kalimat di halaman 173 ini:
Padahal hanya film animasi yang durasinya kurang dari dua jam, tapi untuk bisa menyelesaikan karya besar ini, diperlukan kerja sama dari banyak orang.
Kata "hanya" itu agak riskan dan semestinya bisa dicarikan alternatif kata yang lain.

Oke, selamat membaca, tweemans.
Profile Image for Orinthia Lee.
Author 12 books123 followers
February 7, 2015
3,5 bintang dibulatkan ke atas karena saya suka covernya yang sederhana tapi cukup ngena.
Topik yang diangkat oleh Ghyna Amanda kali ini menurut saya sangat menarik, juga unik, karena rasanya belum ada novel lokal yang mengangkat profesi sebagai seiyuu atau voice actor untuk tokohnya. Karakter-karakternya pun termasuk kuat dan mudah sekali untuk disukai, sekalipun hanya karakter pendamping seperti Mbak Alena, Lintang, dan Nauval.

Sebenarnya saya sedikit berharap konflik dalam keluarga Kirana lebih dieksplor lagi. Apalagi Kirana baru aja pindah untuk tinggal bareng sama keluarga baru papanya. Ah, tapi ini cuma harapan seorang pembaca yang demen drama hwhwwhw....

Btw, saya jadi pengin coba jadi seiyuu.... #eh

NB. Buku ini dibaca untuk baca bareng BBI Februari dengan tema Profesi, dan Lucky no. 15 - Something New
Profile Image for Biondy.
Author 9 books235 followers
July 17, 2017
I don't know. It's just flat.

Voice bercerita tentang Kirana, seorang wanita yang memiliki suara yang membuatnya sering dikira sebagai laki-laki. Setelah memutuskan untuk melanjutkan kuliah, dia pindah ke rumah ayahnya dan menerima tawaran untuk menjadi pengisi suara untuk game yang tetangganya buat demi menyelesaikan skripsi.

Tanpa Kirana sangka, sampel suara yang seharusnya untuk proyek game itu justru membuatnya terdampar pada sebuah audisi untuk menjadi pengisi suara sebuah film animasi. Di proyek itulah, dia bertemu dengan Akira, seorang cowok blasteran yang memiliki suara yang lebih cocok untuk perempuan.

Akhirnya kesampaian buat baca novel ini. Sebenarnya saya sudah pengin baca sejak dia pertama kali terbit di 2014, tapi baru terpenuhi sekarang. Sejak dulu saya sudah penasaran dengan premisnya yang terdengar begitu menarik: tentang cewek bersuara ganteng, cowok bersuara lembut, dan dunia pengisi suara.

"Pangeran?" Kirana memotong ucapan Pak Ramdan dengan cepat setelah melihat bagian-bagian dialog yang ditandai dalam naskah itu. "Maksudnya... saya take vocal untuk memerankan tokoh laki-lakinya, begitu?" (hal. 47)


Sayangnya, setelah selesai membaca novel ini, saya merasa biasa saja. Ceritanya cenderung datar dan tidak ada banyak hal yang terjadi. Hanya berkutat soal Kirana yang berusaha menjadi lebih percaya diri, serta penyesuaian dirinya dengan pekerjaan baru itu.

Dunia pengisi suara yang ditampilkan di sini menarik dan menjadi poin lebih untuk novel ini. Kebetulan hanya bagian ini saja yang saya punya nilai positif. Untuk karakter dan ceritanya, saya cenderung netral.

Satu hal yang masih kurang bisa saya tangkap adalah bagian pemicu Kirana terjun ke dunia pengisi suara.

Soal suaranya Kirana dan Akira juga... di luar dugaan tidak membuat heboh banyak orang. Maksudku, apakah itu tidak cukup menarik untuk menjadi tambahan nilai promosi film tersebut? Misalkan mereka disuruh promosi sambil menunjukkan bahwa pengisi suara pangeran dan putri sebenarnya dari jenis kelamin yang berlawanan dengan tokohnya. Semua orang malah terkesan biasa saja dengan hal ini. Padahal ini salah satu hal yang bikin saya pengin baca bukunya.

Secara keseluruhan, it was oke. Cerita dan tokohnya cenderung datar, tapi ada nilai lebih di dunia pengisi suaranya. Bukan novel terbaik dari Ghnya Amanda Putri yang pernah saya baca, tapi masih tetap menarik dan bisa saya selesaikan dalam satu hari.

Kirana sendiri sesungguhnya masih belum bisa percaya bahwa ia akhrnya bisa menyelesaikan semuanya ini. Dirinya yang dulu hanya seorang customer service telepon seluler, kini mampu menyuarakan seorang karakter animasi. Seperti yang pernah dikatakan, mereka tidak sekadar bersuara, tapi juga menghidupkan-memberi jiwa, serta kehidupan. (hal. 168-169)


Let's meet on social media:
Instagram | Twitter | Youtube
Profile Image for Echa.
286 reviews78 followers
February 8, 2015
Premis yang cantik bukan pertanda mutlak ceritanya menarik.

Sumpah, saya tergiur banget sama sinopsisnya. Kayaknya keren aja gitu idenya, cewek nge-dub cowok and vice versa. Tapi begitu saya baca buku ini... datar. Karakternya dieksplor setengah-setengah. Banyak konflik yang terasa dipaksakan (kayak kenapa Kirana bisa ngirim suaranya ke studio dub). Hubungan antartokoh juga gitu-gitu aja. Nggak ada romance antara Akira dan Kirana. Relasi antara Kirana dan Lintang dengan keluarga barunya juga nggak ada naik-turunnya. Pertemanan dengan Indra dan Nauval nggak jelas apa tujuannya. It was like... satu-satunya kriteria novel young adult yang dipenuhi buku ini ya rentang usia tokoh utamanya saja. Padahal young adult seharusnya menjamah sisi psikologis dan kedalaman pikiran serta hidup tokohnya. Font-nya, dari segi jenis dan ukuran, nggak memunculkan gairah membaca saya. Tipis, pula.

Yang saya sukai, tentu saja pengetahuan saya tentang dunia dubbing yang melebar. Yah. Buku ini mungkin bakal lebih cocok dijadikan buku panduan untuk para dubber alih-alih novel.

Entahlah. Andai saja buku ini nggak saya temukan secara sengaja, mungkin sudah dobel kecewa. Sekarang sih kecewanya hanya sebatas ekspektasi tinggi saya yang nggak kesampaian.
Profile Image for Nisa Rahmah.
Author 3 books105 followers
December 28, 2017
Begitu selesai membaca novel Ghyna yang berjudul Anna & Bara, saya jadi ingat kalau belum menuntaskan buku yang ini. Dan karena tinggal beberapa halaman saja, akhirnya saya memutuskan untuk menuntaskannya. Pendapat saya tentang buku ini sebenarnya sudah diwakili oleh beberapa pengulas lainnya, jadi saya di sini hanya akan mengamininya saja. Saya merasa kurang puas dengan buku ini karena chemistry antartokoh saya rasa kurang muncul. Padahal, ide para pengisi suara sebagai tokoh novel itu unik sekali. Sayang kisahnya kurang tergarap maksimal.

Sepertinya di rak buku masih ada buku Gyhna lainnya yang belum saya baca. Semoga buku selanjutnya bisa menjadi kesukaan saya 😊
Profile Image for Araaaa ➹.
133 reviews12 followers
March 6, 2022
3,5/5

Perkembangan karakter sudah bagus tapi menurutku terlalu cepat dieksekusi. Konflik cerita lebih fokus tentang perasaan Kirana.

Untuk konsistensi karakter sudah bagus, tidak melulu soal romance di sini. Kupikir bisa membahas dunia voice actor lebih dalam lagi tapi ternyata tidak ya.

Yah, ceritanya ringan untuk dibaca sekali duduk dan jika kalian tertarik bagaimana gambaran dunia di balik voice actor yang sering digunakan di film/series animasi.
Profile Image for Lulu Khodijah.
440 reviews10 followers
March 19, 2022
Dari topiknya sebenernya cukup menarik ya tentang voice actor. Masih jarang nemuin topik ini. Cuma karakternya bener kurang kuat. Kurang nendang gitu 😁
Profile Image for Alfi.
45 reviews2 followers
May 21, 2020
Voice, menceritakan Kirana yang memiliki suara manly, padahal dia cewek. Memiliki suara unik mempertemukannya dengan pekerjaan yang baru bagi Kirana, menjadi seorang voice actor. Karenanya, ia bertemu dengan Akira, cowok blasteran Jepang yang memiliki suara bening dan lembut layaknya wanita. Kirana yang mulanya tidak tertarik dengan dunia per-dubbing-an, menjadi begitu tertarik karena Akira sangat semangat dengan pekerjaan pengisi suara. Uniknya, ketika Kirana mau mencoba terjun di dunia baru, ia menjadi pengisi suara Satria, pangeran pengelana. Dan Akira menjadi pengisi suara Putri Viona, hm ... Kok bisa ya?

Setelah sebelumnya aku membaca karya kak Ghyna yang judulnya Bora dan Nok, kini aku mulai paham gaya bahasa yang dibawa. Terkesan santai dan mengalir, tidak ada kalimat yang bikin lidah seret, sederhana, namun enak untuk dibaca. Konflik yang dibawa pun tidak berat, hanya sekitar kehidupan sehari-hari.

Aku kagum, satu novel, yang halamannya tidak sampai 200 ini bisa menjelaskan detail pekerjaan seorang pengisi suara. Bagaimana seorang pengisi suara di Jepang, persiapan-persiapan sebelum take suara, atau rapat-rapat lainnya. Apalagi di sini juga menceritakan sedikit alur cerita dari animasi yang digarap Kirana dan teman-teman. Jadi seolah-olah, dalam satu novel, menceritakan dua cerita. Hebat banget nggak sih?

Setelah membaca ini, aku jadi paham, betapa sulitnya menjadi seorang pengisi suara. Harus olah rasa, olah vocal, dan olah-olah yang lainnya. Belum lagi saat menghadapi kegugupan saat take. Dan yang bikin gemes adalah, suara Kirana dan Akira yang tertukar. Membayangkannya saja bikin ketawa. Bagus lah ini buku.
Profile Image for Crescent Moon.
83 reviews
March 1, 2024
Cerita di buku ini cukup unik, tapi satu hal yang pasti, wibu jelas² bakal suka buku ini wkwkwkwkw karena ceritanya jejepangan sekali bundaa 😭🙏🏻✨

Selama baca cuma bisa senyum² geli karena susah banget menghempaskan vibes anime tiap ada yang ngomong. Dan pas kelar baca, jadi melihat cover-nya dengan nuansa yang berbeda.

Singkatnya, Kirana punya suara yang kelewat manly sampe menyeret dia dalam kesempatan mengisi suara laki² dalam suatu film animasi. Di proyek film ini, dia ketemu cowok blasteran Jepang yang punya suara sangat bening sehingga berperan mengisi suara perempuan dalam film itu.

Untuk sekelas YA, karakter² di sini lebih terasa seperti anak sekolahan dibandingkan manusia² berkepala dua. Ditambah lagi dengan beberapa plot hole yang bikin alurnya jadi kurang konsisten. Overall, buku ini lumayan oke untuk bacaan ringan yang bisa habis dalam sekali duduk 👍🏻
Profile Image for Aulia  Rofiani.
326 reviews4 followers
January 15, 2020
Yaampun ini Kirana sama Akira cute banget ga ngerti lagiiii
Adegan2nya juga gak pasaran, walaupun ada sih 1 adegan yg mainstream abis, ya adegan yg sakit2 itu hehehe
Fokus ceritanya juga oke banget, yaitu ttg menggapai mimpi dan konfliknya gak lebay sih
Romantisasinya juga gak maksa
Ceritanya juga ngalir banget
Untuk bukan pecinta anime kayak gue, baca ini tuh ga bikin lost in translation gtu
Untuk pecinta anime, keknya boleh dicoba sih baca ini
Profile Image for Akaigita.
Author 7 books240 followers
January 7, 2022
This book is unique and fun!

Sebagai penonton anime yang cuma mau nonton kalau seiyuunya seiyuu favorit, aku relate banget sama cerita ini (seiyuu favoritku sampai sekarang masih Takapiro). Senang bisa jadi tahu proses di balik layar proses dubbing, jadi nggak mau nyepelein profesi pengisi suara lagi.

But I also thought banyak hal yang bisa diperkaya dari cerita ini.

Gimanapun buku ini ringan dan mengalir, jadi nggak butuh waktu lama buat membabatnya habis.
Profile Image for nasya.
845 reviews
August 4, 2024
Pekerjaan yang dibahas di buku ini cukup unik sih, unik karena aku belum membaca cerita dengan pekerjaan sejenis, jadi berasa dapat insight baru. Tapi sebetulnya aku penasaran juga sih sama hubungan keluarganya Kirana, karena di awal kan cukup sering dibahas, tentang Kirana yang belum berdamai dengan keluarga barunya, tetapi terus pas dia berdamai sama ibu tirinya, kayak yaudah gitu aja.
Profile Image for athiathi.
367 reviews
April 20, 2022
Novel yang ringan dan menambah pengetahuan terkait lika-liku dari seorang voice actor.

Kirana dan Akira lucu banget deh. Mereka memang saling melengkapi hihi.

Aku senang akhirnya mereka dapat meraih impian yang telah lama ada dan tetap bersama setelah banyaknya masalah menerpa.
Profile Image for VaaRida.
133 reviews6 followers
January 14, 2020
saat cinta tidak menjadi tema utama dalam sebuah novel nyatanya cerita ini tetap menarik dibaca dari awal hingga usia.

tentang masa depan, tentang cita-cita dan tentang sebuh harapan.
Profile Image for Yandi Asd.
116 reviews4 followers
June 16, 2022
Ini kali kedua aku baca tulisannya Kak Ghyna, dan aku tetep suka sama cara penyampaiannya yang asyik dan ringan. Aku juga suka sama idenya yang unik dan fresh. Pas baca blurbnya, aku langsung mikir, "Ini kok penulisnya kepikiran aja sih sama ide begini?" Terus pas baca halaman terakhir aku langsung gumam, "Oalah pantesan." Tapi aku tetep salut sama Kak Ghyna karena mau angkat tema yang begini. Seingetku, aku belum pernah baca novel yang idenya begini.

Orang kayak Kirana sama Akira ini udah nggak asing lagi sih bagiku, soalnya aku pernah ketemu secara langsung plus lihat di TikTok wkwk. Tapi, pas baca kisah mereka tuh tetep seru aja. Pasti ada satu sisi yang bikin mereka nggak nyaman, tapi ada juga sisi lain yang bikin mereka bersyukur. Dan ini juga nih yang disajiin sama Kak Ghyna. Apa yang kita anggep sebagai kekurangan, bisa aja jadi kelebihan kita. Begitu juga sebaliknya kan?

Interaksi Kirana dan Akira sama para tokoh yang lain juga oke. Tapi, kalau disuruh milih, aku lebih suka karakter Nauval wkwk. Dia anak kecil, voice actor juga. Entah kenapa aku merasa karakter dia tuh kelihatan hidup, meski porsinya nggak dominan. Selain itu, aku juga cukup suka sama cerita animasi yang disajiin. Aku dapet insight juga soal voice acting. Dan tbh, dulu aku pernah kepikiran jadi voice acting gini, tapi untungnya nggak jadi wkwk. Soalnya suaraku anu banget wkwk.

Dari bagian awal sampe tengah, aku nikmatin ceritanya banget. Tapi, dari tengah ke awal tuh aku jadi kurang nikmatin. Soalnya aku merasa bagian tengah ke belakang ini bisa lebih dikembangin lagi. Bukan cuma dari segi karakter utamanya aja, tapi dari segi konflik dan plotnya juga.

Overall, aku tetep suka sama novel ini. Kalau kalian butuh bacaan yang tipis dan tetep asyik, kusaranin baca Voice-nya Kak Ghyna.
Profile Image for aynsrtn.
521 reviews18 followers
November 22, 2024
"Mungkin suara kalian memang sudah dijodohkan,"—p. 57

Premisnya unik dan segar. Mengisahkan tentang Kirana, seorang perempuan yang memiliki suara berat seperti laki-laki. Suatu hari ia "nyasar" mengirim suaranya ke audisi film animasi. Dia pun terpilih karena memiliki suara yang khas. Di sana ia bertemu dengan Akira. Dia seorang laki-laki yang bersuara lembut seperti perempuan.

Pertama, aku baru tahu bahwa novel ini sebelumnya memiliki cover warna hijau dan pertama kali dirilis di tahun 2014. Aku membacanya di cover biru yang cetakan tahun 2021. Tetapi meski awal rilis 10 tahun lalu, masih seru untuk diikuti. Apalagi ide ceritanya yang segar.

Kedua, ya ... premis. Tentang voice actor. Sebuah tema yang mungkin masih jarang ditemukan di novel Indonesia. Aku malah justru baru pertama kali membaca tentang tema ini. Menambah pengetahuan aku tentang pekerjaan dan industri voice actor. Tak hanya mengisi suara saja, tetapi di dalamnya olah vokal, olah raga, dan olah rasa.

Ketiga, karakterisasi. Tokoh Kirana yang noob soal voice actor serta dirinya yang pemalu, kurang percaya diri, serta pesimis berhadapan dengan Akira, lelaki blasteran Jepang yang obsesif, kadang nggak bisa diem, dan periang, perlahan saling melengkapi satu sama lain. Adegan yang mereka roleplay adalah adegan yang aku sukai. Tektokan dan chemistry-nya sudah mulai terjalin. Tak hanya Kirana-Akira, tapi karakter adik-adiknya Kirana, interaksi Kirana dengan keluarganya, sesama pengisi suara, apalagi Nauval-Akira, mereka berdua udah seperti tom and jerry, hehe.

Terakhir, karena ini novel hanya 180 sekian halaman, jadi bisa dibaca sekali duduk. Ringan. Tipikal Young Adult. Tapi ya karena tipis, jadi di akhir seperti dipercepat, meski demikian tetap asyik untuk dibaca.

Aku suka novelnya 🌻
Profile Image for Harum IP.
87 reviews
November 12, 2020
aku berusaha untuk memberi kesempatan pada setiap buku. um, oke mungkin berlebihan, aku ganti aja deh: pada buku yg sampulnya menarik hatiku namun hasil resensi-resensinya berkata sebaliknya.

sebab aku punya pemikiran: well, bagus atau tidak itu kan masalah selera, dan tergantung suasana hati pembacanya juga.

nah ini berlaku sm novel satu ini. novel yg berkisah tentang seorang customer service bernama Kirana yg 'nggak sengaja' terjerumus ke dalam dunia sulih suara, dan tentu tersemat pula lika-liku dlm menemukan jati diri di dunia yg baru baginya. udah gitu aja ceritanya? iya, inti dari novel 190-an halaman ini memang sesederhana itu.

mungkin bagi beberapa orang, novel ini terasa 'hambar', tanpa bumbu 'romansa', tanpa 'huru-hara'. namun, menurutku justru memang novel ini berusaha menitikberatkan hanya pada dunia sulih suara profesional. bagaimana latihannya, bagaimana sulitnya menjadi pemula & dipaksa utk berlari mengejar yg lebih pro dlm waktu singkat, bagaimana putus asanya karena merasa blom mahir padahal sudah berlatih. semua ini cukup tergambar dlm narasi di sepanjang novel. dan untuk ketiadaan romantismenya, menurutku masuk akal sih karena Kirana sendiri digambarkan nggak mau terlalu dekat dgn rekan kerjanya untuk menjaga profesionalitas. oiya plus, aku suka sampulnya, ijo 💚

so, overall, novel ini cukup oke utk yg penasaran sm dunia sulih suara, ditambah halaman yg sedikit, sungguh lumayan buat dibaca saat nyantai, hehe.

[source: from my very own IG account @hiprary]
Profile Image for Siska.
92 reviews
November 15, 2018
Awalnya memutuskan untuk beli novel ini karena tertarik dengan sinopsisnya. Dan sebagai penggemar kisah romansa, aku berharap akan ada kisah romansa di dalamnya. Sayangnya, aku nggak menemukannya dalam novel ini.

Tapi selebihnya novel ini cukup menarik karena membahas mengenai voice actor. Nah yang penasaran dengan dunia voice actor dan sulih suara, sedikit di bahas di dalamnya.

Sedikit bingung dengan jalan cerita di bagian menjelang akhir. Yah menurutku novel ini lebih membahas karakter tokoh utama wanita yang mempunyai suara seperti pria dan tidak sengaja bisa masuk ke dunia voice actor. Lalu tokoh utama wanitanya penuh kepesimisan dan maaf, menurutku banyak konflik dalam dirinya sendiri yang membuatku berkomentar 'apaan sih nih anak, drama banget kayaknya'

Yah tapi itu semua pendapat pribadi dari sudut pandangku. Sebenarnya novel ini cukup menarik tapi bukan dalam daerah bacaan favoritku.
Profile Image for Aro~.
246 reviews9 followers
April 2, 2021
Buku ini mengangkat tema tentang pengisi suara. Profesi yang sebenarnya banyak dipakai jasanya dalam industri televisi Indonesia tapi justru jarang dikenal. Sama halnya denganku, alih-alih pengisi suara, aku justru lebih akrab dengan istilah seiyuu. Terutama karena sering nonton anime.

Bekerja sebagai costumer service membuat Kirana lebih akrab dipanggil "Mas" alih-alih Mbak. Berkat suaranya yang terdengar macho. Hingga di kemudian hari, sebuah "kecelakaan" membuat Kirana mendapatkan peran sebagai salah satu penyisi suara di studio animasi.

Sebagai pengisi suara, perkembangan karakter Kirana terasa sekali. Namun, permasalahan yang dihadapinya terkait dengan keluarga kurang terasa. Entah kenapa, permasalahan terkait keluarga itu tau-tau hilang begitu saja. Interaksi Kirana dengan ibu tirinya di awal digambarkan kaku tiba-tiba jadi luwes begitu saja. Hingga terasa ganjil buatku.
Profile Image for Icha.
55 reviews1 follower
October 9, 2025
Kepincut baca karena sinopsisnya menarik sekali.

Buku ini memberi gambaran tentang apa dan bagaimana voice actor bekerja. Ternyata seru mengikuti tahapan mereka berlatih dan bekerja.

Tapi aku kurang suka dengan bagaimana drama/konflik di buku ini dihadirkan. Kadang dramanya mengambang, kadang terlalu bertele-tele, ada juga yang dibiarkan. Romansa tipis yang berusaha dibangun antara tokoh Akira dan Kirana juga agak kurang untuk umur mereka yang sudah dewasa.

but overall, aku mengapresiasi gaya bercerita penulis yang luwes dan enak untuk diikuti sampai habis.
Profile Image for Key mala.
2 reviews1 follower
January 9, 2021
Covernya ciamik tapi setelah baca ceritanya mic yg ini itu kurang pas aja biat voice actor. Ceritanya emang asik sih apalagi jarang banget bahas 'va' tapi bener ada beberapa alur yang kurang greget gitu. Pembaca jadi dibuat lebih penasaran sama banyak hal tentang mereka berdua atau semuanya. Padahal plot Kirana Akira itu kece banget tapi sangat disayangkan sih ga ada konflik yg berarti.
Profile Image for Fitria Wardani.
119 reviews3 followers
February 3, 2020
Tertarik karena sinopsisnya tapi seperti ada part yang bolong, kenapa bisa salah kirim email. Kecewa sih
Profile Image for Zask S.
29 reviews
May 7, 2022
Butuh cowok kayak Akira Shimizu dalam hidupku 🙏
Profile Image for Athaya Irfan.
191 reviews72 followers
December 11, 2015
Anak muda punya beragam cerita dan mimpi dalam diri mereka. Akira dan Kirana menjadi salah satu cerminannya. Kirana yang dahulu hanya seorang customers service di sebuah perusahaan handphone seluler tiba-tiba mendapat tawaran untuk menjadi pengisi suara sebuah Games. Saat mengirimkan sample suaranya melalui email ia tidak sadar telah salah mengirimkan kepada email yang salah. hal ini berujung pada terlibatnya Kirana untuk mengikuti audisi voice acting untuk sebuah film animasi. karena Pak Ramdhan menyukai karakter suara cowok milik Kirana. Setelah Kirana terpilih sebagai pemeran Satria ia harus beradu peran dengan Akira sebagai pengisi suara Viona. Akankah ia berhasil melakoni perannya dengan baik? Simak Review lengkapnya di palapakelapakepala.blogspot.com
Profile Image for Sha.
33 reviews1 follower
February 26, 2015
Kirana's character is sooo negative, she's actually remind me of my friend n I don't like its character at all,, makes me want to shake her n pinch her so much,, oTL
Thank goodness in the end it's quite good,,
Profile Image for Eni Lestari.
10 reviews1 follower
June 14, 2016
Aku sukaaaa banget sama dubber2 Indonesia. Aku ngefans mereka sejak SD. Waktu tahu tema novel ini, aku gak sabar buat beli dan baca. Sayang, aku mesti menelan kekecewaan yang sangat2 dalam, karena ceritanya gak semenyenangkan waktu aku menikmati suara dubber2 fav ku. I'm so sorry...
Profile Image for Pia Devina.
Author 31 books47 followers
March 11, 2016
Ghyna memang selalu punya ide unik dalam tulisan-tulisannya :)
Displaying 1 - 30 of 32 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.