What do you think?
Rate this book


60 pages, Paperback
First published January 1, 1932
.... "... konon peruntungan orang sudah ditentukan sejak sebelum lahir. Orang yang bernasib senang, niscaya senang; yang bernasib buruk, tetap melarat; sehingga meninggalkan dunia fana ini, tak sedikitpun mengalami kesenangan."
.... ".... Seperti aku, melarat seumur hidup. Hasil usaha mati-matian, banting tulang kerja keras, hanya cukup untuk mengganjal perut lapar, dan membeli pakaian penutup aurat belaka."
....
.... "Kalau benar begitu, bahwa peruntungan setiap orang sudah ditentukan lebih dulu mengapa seperti tidak adil: sebagian mendapat kesenangan, kaya, pandai; mengapa kita susah, melarat, bodoh? Seolah-olah ada anak emas dan anak tiri."
.... "Tak taulah, aku tak pernah belajar mengaji."
.... "... konon begitulah tertulis dalam kitab." (halaman 11-12)
.... "Entahlah, saya tak tahu, bagaimana caranya untuk mengetahui nasib dari awal."
....
.... "Tentu takkan ada orang yang mau berihtiar kalau ia sudah tahu akan hidup melarat. Takkan ada orang pergi munjung, kalau ia sudah tahu akan kaya." (halaman 17)