What do you think?
Rate this book


162 pages, Paperback
First published February 28, 2011
Membaca Kartosoewirjo untuk yang kedua kali dan rating yang saya berikan masih sama: 3 bintang dari 5. Tidak ada emosi yang berubah dalam membaca buku ini. Setelah sedikit lebih tahu mengenai Kartosoewirjo, ya sudah. Cukup sekadar tahu. Dan membaca ulang buku ini membantu menyegarkan kembali ingatan. Maklum, waktu kali pertama baca aku tidak membuat catatan sehingga terlupa begitu saja.
Beberapa ingatan yang kembali muncul: Bahwa ternyata sisa-sisa Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) masih ada hingga saat ini. Bahwa Jamaah Islamiyah merupakan pentolan dari DI/TII. Bahwa Pesantren Al Zaytun ternyata berafiliasi ke DI/TII.
Selain itu, ada beberapa hal yang aku benar-benar lupa atau mungkin luput sewaktu baca buku ini pertama kali. Seperti, pengadilan yang terlalu singkat dan buru-buru serta tidak adil untuk Kartosoewirjo. Jaksa menuntut Kartosoewirjo dengan pasal berlapis: dituduh hendak menggulingkan pemerintah yang sah, memberontak melawan Negara Republik Indonesia, dan merencanakan pembunuhan atas Presiden Soekarno. Kartosoewirjo hanya menerima tuduhan pertama dan menolak dua tuduhan terakhir. Pembelaan dan penyangkalan Kartosoewirjo diabaikan majelis hakim. Dia dihukum mati.