Dulu, nulis buku OUCH! gue sangka bisa ngebuka mata orang buat ngeliat bahwa kerjaan ini tidak seindah yang dibayangkan. Bukan melulu cuma hura-hura, ketemu artis, dan bahwa gak semua artis yang diidolakan orang itu selalu baik dan ganteng dan bla bla bla seperti yang mereka gambarin.
Dulu, nulis buku OUCH! gue sangka bisa menjadi tempat curhat gue ke orang-orang, terus nanti pembaca bisa punya satu perasaan sama gue. Tapi inilah comment terbanyak yang gue dapet selama 2 tahun buku ini edar : “Gokil Mel, seru banget yaaa kerjaan lo, .. ih lucu banget ya si Mimi ampe minta gitu hihihi… nulis lagi dong … Eh gue mau dong ngelamar di tempat lo, pengen gue nyoba kerja kayak lo”. Wtf ??!!!!
So yeah, here I am, sekali lagi sharing mengenai pekerjaan yang gue cinta dan makin cinta tiap harinya, including plus dan minusnya. Kerjaan yang bikin gue jadi tough dan gak manja. Dan jangan salah, artis don’t get better.
Saat si ganteng yang lo temuin itu klepto, saat lo spend waktu lo buat ngitung butiran coklat di mangkok sayur asem, saat sang idola tiba-tiba bisa ngomong “thank you cyyyynnn”, atau saat ada artis yang abis mendarat harus cium tangan sama leluhurnya di KB Ragunan sebelum manggung, itulah saat gue nangis dan pengen jedukkin kepala gue.
Dan itulah saat lo akan tertawa-tawa. Tuhan, semoga pahala gue gede.
Penikmat musik rock Indonesia bisa cukup berbangga, bahwa akhirnya kembali ada seorang wanita yang menjadi ikon rock Indonesia, setelah posisi itu lama kosong di dunia musik rock Indonesia. Setelah mengantongi gelar “Best Solo Female / Male Rock Singer“ dari AMI award 2008 ini, dimana kategori Pria dan Wanita digabung menjadi satu, Melanie kembali di nominasikan di IKON ASEAN award 2008 yang mempertarungkan musisi dari 6 negara di Asia Tenggara, untuk kategori Penyanyi Solo terbaik. Mungkin ini juga yang membuat cewek yang memiliki8 tattoo kelahiran Hamburg 20 Oktober 1976 ini diajak berkolaborasi dalam album baru milik Pas Band, dalam lagu yang berjudul “Paris.”
Di sela–sela hari–harinya bermusik yang kadang menyisakan hanya satu sampai dua hari dalam seminggu untuk berada di Jakarta, cewek yang mengagungkan persamaan hak wanita ini tetap tidak lupa untuk terus berkeliling Indonesia secara sukarela untuk mengajak orang untuk menaikkan minat membaca, dan mengajarkan orang untuk belajar membaca. Setelah buku pertamanya "OUCH!!", di tahun in i juga tepatnya tanggal 1-1-11 pk. 11.11 pm Melanie kembali mengeluarkan sekuel dari "OUCH!!" yaitu "Liaison Officer Forever" yang hanya dijual online melalui website ini dan sms. Bersama dengan beberapa musisi lainnya juga dipilih menjadi duta dari SAMSUNG–Yayasan Cinta Anak Bangsa, untuk menjadi duta anti narkoba dalam program mereka. Melanie berhasil mencapai suatu prestasi yang langka, yaitu menjadi band pendamping artis–artis International lainnya di Singapore Festival, dimana dia akan memainkan lagu international koleksinya, karena dia sadar bahwa dia akan menghadapi masa International, dan bukanlah orang Indonesia di Negara orang seperti kebanyakan band yang ada (www.singfest.sg).
Mengukuhkan profesinya sebagai penyanyi, di tahun 2011 ini Melanie kembali mengeluarkan album ketiganya, berbeda dengan kedua album terdahulunya. Untuk album ketiga ini Melanie mempersilahkan untuk diunduh GRATIS di www.melaniesubono.com. Album yang didukung oleh banyak musisi seperti: Anda, Luks “SUPERGLAD”, Steven Jam, Achi “SHE”, Iwa K, Ivan “SLANK”, PAS Band, SID dan banyak lainnya ini membuat album yang diberi judul “Aku, Kamu, Mereka, Kalian” kaya akan berbagai jenis musik.
Dari album ini sudah ada 2 buah lagu yang bisa diunduh gratis di website Melanie yaitu “Dia Sahabat’ feat. Anda dan ”Aku Ada Untukmu” feat. Luks “SUPERGLAD”. Video klip dari kedua lagu tersebut juga sudah bisa dilihat di website ini.
Selain itu Melanie juga dikenal sebagai aktivis HAM, perempuan dan lingkungan hidup. MC dan model juga tidak ditinggalkan oleh Melanie
Buku ini (kalau ga salah) lanjutan dari Ouch, menceritakan tentang suka duka jadi Liaison Officer untuk ngurusin kebutuhan musisi selama manggung di Indonesia. Menarik sebenarnya mengingat orang kalau udah terkenal sukanya jadi aneh-aneh. Ini curhatnya Mel.
Why I did not like the book? My bad. Tergoda karena review pendek dari akun2 twitter yang di RT penulisnya. Well, ga ada masalah sama Melanie'nya si, it just is. Gue kecewa sama kualitas bukunya, kertas, tulisan. *sorry to say* mungkin ini masalah penulis yang nekat self publishing. Ga punya kontrol. I was expecting too high for this book. Pas sampai di tangan gue, langsung drop. Kok kertasnya? kok bundelnya? Waktu baca, typo lagi. Sigh. Ga punya editor kah? Sungguh sayang, karena dulu yang Ouch itu dari penerbit cukup punya nama, jadi waktu *gue nyolong* baca, kayanya jauh lebih mending dibanding LOF. Anyway, gue jual murah deh buku gue. Gratis ongkos kirim. Khusus Jakarta aja tapi. IDR 30K (negotiable) - harga barunya IDR 50k.
Iseng ngecek di marketplace eh ada yang jual buku ini murah banget. Jadilah, langsung digiring ke keranjang walaupun buku pertamanya "Ouch!!!" masih belum dapet. Tapi baca yang ada dululah ya hehe.
Sesuai judulnya, buku ini secara khusus membahas segala macam kerumitan dan juga keseruan Melanie Subono saat menjadi Liaison Offcer (LO) yang kerjaannya ngintilin artis mancanegara saat konser di Indonesia.
Dari buku ini saya akhirnya tahu tentang "rider". Jadi, rider ini adalah daftar permintaan artis saat diundang manggung ke Indonesia. Ya, namanya juga artis besar. Jadi permintaannya pun suka bikin istighfar.
Mariah Carey misalnya, dia minta karpet hotelnya diganti semua warna pink. Trus, dalam setiap acara, harus ada 20 orang yang mengelu-elukan namanya. Ebuset, kurang terkenal apa sih dia? kayaknya tanpa penonton bayaran, tiap dia jalan juga bakalan banyak yang heboh minta foto dan tanda tangan mestinya sih ya hahaha.
Tapi menurut Melanie sih jika permintaannya aneh tapi masuk akal, ya akan dipenuhi. Kayak salah satu vokalis band, dia minta bantalnya jangan yang isinya bulu angsa. Padahal, standar hotel mahal ya pake yang begitu. Rupanya si artis ada alergi. Ya, kalau udah begini kan harus dipenuhi.
Trus sekalinya dapet permintaan yang simple, yakni disediakan cokelat M&M, Melanie sempat seneng sebentar, lalu geleng-geleng kepala saat si artis minta cokelatnya dipisahin warna birunya doang buahahahaha. Ya ampun ngakak bener.
Tapi jelas gak semua seleb itu ngehe. Ada juga grup band yang baru debut sebagai pemanggung utama di Indonesia (sebelumnya sebagai pengisi acara selingan), saking gak pedenya, mereka pada gumam, "ntar ada yang nonton gak sih?" atau, "pada kenal sama kita gak nih penonton." Dan, saat di jalanan liat billboard yang ada tampang merekanya, pada minta turun dan foto jiahaha. Lugunya kocak. Nih grup band juga saking ramahnya, abis selesai manggung mau salaman ke semua penonton yang jumlahnya..... 6000 orang!
Melanie spill juga artis cakep yang aslinya jorok. Gak mandi dan gak ganti baju 2 hari. Trus, ada artis cowok yang lagi deket sama Paris Hilton pas ke Jakarta minta diajakin ke mal yang jual barang KWnya ngekek.
Trus, ada juga penyanyi yang doyan makannya ebuset. Jatah 17 orang dihabisin sama dia sendirian. Yang gilanya, ada artis yang rikues minta makan makanan ekstrim kayak ular sama monyet gitu. Dan saking niatnya, mereka sampe googling nama restonya dan berhasil lo makan di sana.
Ah, suka banget sama buku ini. Walaupun layoutnya agak berantakan (herannya ini malah versi revisinya, versi awalnya jauh lebih ancur kalau kata pembaca di goodreads), dan halamannya full color (tapi malah bikin menyut aku yang partial blind color ini), harus diakui bukunya seru dan asyik.
Jadi makin penasaran sama buku pertamanya itu. Sebab di buku itu Melanie lebih banyak nyampah soal Mariah Carey dan Westlife yang ternyata banyak banget tingkah dan kemauannya hwhw.
Skor 8,2/10
(bukunya tipis amat. Sekali kedip selesai bacanya. Coba kalau dibikin lebih gendutan gitu mbak Mel).
Liaison Officer Forever adalah sequel dari buku pertama Melanie Subono berjudul OUCH! Tak jauh berbeda dengan buku pertama, buku kedua ini masih berkisah tentang suka-duka (alias curhat) penulis tentang pekerjaannya sebagai Liaison Officer atau biasa disingkat LO, serta (masih) ditulis dengan gaya yang mengundang tawa.
Sekadar info bagi yang belum tahu atau yang belum membaca OUCH!: di setiap event (khusus dalam buku ini, konser musik artis mancanegara), LO-lah yang bertanggung jawab terhadap segala kebutuhan artis yang akan tampil dalam konser tersebut. Dimulai dari menjemput artis di bandara, mengantarnya ke hotel, serta memenuhi semua permintaan artis yang sebelumnya sudah dicatat dalam ‘kitab suci’ bernama Rider. Pokoknya tanggung jawab LO adalah sebisa mungkin membuat si artis merasa nyaman selama berada di Indonesia sampai dia pulang lagi ke negaranya. Singkat kata, LO adalah babu sekaligus babysitter sang artis. Seru? Iya. Menyenangkan? Tidak selalu.
Buku ini dibuka dengan bab berjudul SEDIKIT TENTANG BUKU OUCH! DULU, yang berisi beberapa tanggapan pembaca tentang buku tersebut. Ada yang bilang buku itu lucu, ada yang meragukan kebenaran ceritanya, juga ada yang menginspirasi pembaca untuk menjalani profesi LO seperti Melanie. Di bab berikutnya Melanie membahas lebih lanjut mengenai Rider, yang berisi daftar panjang permintaan artis. Ada yang wajar, ada pula yang tidak masuk akal, namun sepanjang masih bisa dipenuhi, pihak LO akan berusaha menyanggupinya.
Beberapa permintaan ‘unik’ sang artis dibahas di bab yang lain. Seunik apa? Nih, saya kutip langsung dari bukunya (hlm 13-14):
• Andrea Corrs (The Corrs) PERMINTAAN: Semua bantal kamarnya jangan menggunakan bulu angsa, padahal itu justru jenis yang umumnya dipakai oleh hotel berbintang di mana pun. ALASANNYA: Ternyata dia alergi. HASILNYA: Kita kabulkanlah yaaaaaa, karena gue juga gak mau ngeliat artis gue cakep-cakep, tapi mendadak bengek karena alergi pas mau manggung.
• Forever The Sickest Kids PERMINTAAN: Menu (makanan) spesifik pada Rider mereka. ALASANNYA: Ternyata, sebagaian besar dari mereka adalah vegetarian murni, sehingga tidak misa memakan daging sama sekali. HASILNYA: Dikabulkan. KALAU DITANYA: Apakah itu gado-gado? (baca: geido geido), kita jawab saja: It’s Indonesian Salad, you know…
• Mariah Carey (Lageee) <-- (tambahan dari saya sendiri: 'lagi', karena Mariah Carey-lah yang menjadi bintang utama di buku OUCH!, artis dengan permintaan aneh-aneh) PERMINTAAN: Disiapkan segerombolan orang di tempat-tempat yang akan dilewatinya, berdiri sambil membawa spanduk yang ada nama dia, untuk mengelu-elukan dia. ALASANNYA: Penyakit Psikologis Mariahis Kronis. (asli, Melanie ngarang abis, tapi saya cuma bisa ngakak) HASILNYA: Ya kaleee, mau dilawan???? Tidak hanya artisnya yang punya kelakuan aneh. Manajer artisnya pun ada yang kelakuannya bikin jengkel. Saat membaca bagian tersebut, saya jadi ikut-ikutan jengkel.
Membaca buku ini membuka mata kita tentang bagaimana rempongnya jadi seorang LO yang harus mengurusi semua kebutuhan sang artis. Namun, terlepas dari kelakuan para artis yang terkadang aneh-aneh, kemampuan bermusik mereka memang luar biasa, mereka memang penghibur sejati. Buat kamu yang suka tantangan dan mungkin berminat jadi LO, Melanie membagai cukup banyak pengalaman lewat bukunya ini, harus kamu baca deh. Isinya tidak melulu menceritakan ‘keburukan’ sang artis kok. Kamu akan menemukan beberapa istilah teknis yang wajib diketahui oleh para LO, dimana Melanie memberi penjelasannya pada bab sendiri.
Yang menjadi nilai minus dari buku ini adalah typo yang banyak. Tak sekadar banyak, tapi banyaaaak banget. Layoutnya juga berantakan. Seperti komentar banyak orang, buku ini kayak draft, masih perlu dipoles sana-sini. Apa mungkin buku ini dikerjakan secara terburu-buru? Penggunaan background warna pada halaman-halaman buku ini juga terkadang bikin mata saya sakit. Terakhir, untuk ukuran buku yang hanya setebal 130 halaman, harganya kelewat mahal! Rp 50.000,- untuk buku tipis begini? Haduh… *mendesah sambil elus-elus dompet*
Meski banyak kekurangan, buku ini membuat saya terhibur, terutama oleh cara Melanie bercerita. Dan ternyata, artis-artis yang kita elu-elukan itu cuma manusia biasa. Kelakuan mereka ya kayak kita-kita juga, kadang malah lebih parah. Fakta ini agak mengecilkan jarak antara kita dengan mereka. :)
Karena saya "puas" baca penderitaan Melanie Subono di buku pertama (OUCH!), saya jadi nunggu buku berikutnya, pengen baca penderitaan penulis berikutnya di buku keduanya. Pengen tahu juga, artis *baru mana lagi* yang tingkat ngeselinnya lebih tinggi dari artis lain di buku pertamanya.
Jujur aja, saya agak kecewa dengan buku ini kalo harus dibandingkan dengan buku pertamanya.
Kecewa dengan: - typo yang bertabur di mana-mana. Apakah nggak ada editor atau proofreader, mungkin? - layout isi buku ini. Saya jadi teringat trend rainbow yang lagi marak saat ini. Daleman buku ini, halaman-halamannya juga berwarna-warni. Dan hurufnya nggak kontras untuk dibaca. Jadi, mata saya capek saat baca buku ini. - ada sih, tambahan artis yang lebih baru di buku ini. Meski saya banyak nggak kenal juga :p. Tapi kenapa harus dia lagi dia lagi yang dapat award khusus di buku ini? Padahal pengen tahu aja, adakah diva lain yang lebih nyebelin? :D - Boyband yang ngeselin juga belum berubah dibanding buku pertama. Jadi mikir sendiri, apakah nggak nambah gitu, artis yang ngeselin? XD
Jadi, sebetulnya, saya kasih 2 kalo dibanding buku satu. Cuma apa yang bikin saya kasih tambahan 1 bintang, sehingga jadi 3? Saya suka covernya. Jauh lebih mending ketimbang buku pertama :D
Sebenarnya saya sudah mengira-ngira "keajaiban" para selebriti dunia, terutama para penyanyi dan musisi (yang menjadi subjek dalam buku ini). Tapi nggak nyangka, ternyata mereka lebih ajaib lagi.
Wahahahaha! Melanie Subono, vokalis sebuah band yang juga sangat dikenal sebagai liaison officer untuk para penyanyi dan musisi yang tampil di Indonesia, menuturkan pengalaman-pengalamannya yang bikin takjub selama "mengasuh" para selebriti tersebut. Mulai dari yang harus disediain cokelat M & M warna biru sahaja, yang hobi makan (sampai jatah makan buat 20 orang disikat habis), sampai yang punya baju dengan emblem nama dari berlian, sehingga Melanie harus mencuci sendiri dengan tangan baju seleb itu (boyband yang entar malam mau manggung di Jakarta :p). Seru!
Sayangnya, buku yang diterbitkan indie ini sama sekali nggak diedit, layoutnya hancur lebur dan bikin sakit mata. Untung tulisannya asyik banget, so saya tancep gas aja baca. Tapi denger-denger akan diterbitkan ulang oleh sebuah penerbit, tunggu aja ya ;).
sebenernya buku ini udah lama, tapi gw baru nemu buku ini tahun 2012 dan pastinya langsung beli. karena buku ini ga dijual bebas di gramedia, dan hanya dijual online di website melanie. agak kaget aja pas nemu buku ini di eureka! ini buku lanjutan 'OUCH!' masih seputar ttg artis international dan kegilaan nya yg kita semua ga tau. cara melanie nulis buku ini tetep kocak dan menghibur. buku nya juga bagus, colourfull, sayang harga nya mahal. but it's woth it :) really entertaining.
You can read it in one go without having to think about anything. Just enjoy what is written in there and perhaps you can feel better somehow. I definitely understand what Melanie tries to convey here; every job has it advantages and disadvantages, but you will love it once you put your heart into it.
Suka: - Temanya unik, belum pernah ada sebelumnya buku yang menceritakan suka duka profesi LI ini. - Bahasanya ringan, enak dicerna.
Tidak suka: - Harganya mahal untuk buku setipis ini (tidak sampai 150 halaman). - Foto-fotonya kebanyakan foto si penulis sendiri. I don't want to see her face. I want to see her workplace, her clients, every damned things she wrote about in this book.
Lanjutan "Ouch" tentang kejutan dari berbagai musisi dunia. Masih membuat saya tergelak, walaupun agak terganggu dengan typo di sana sini dan penggunaan tanda baca yang kurang pas. Overall, buku ini cukup menghibur dan bikin penasaran. Saya pasti menunggu buku lanjutannya :)
4 Stars. tertarik baca dari ringkasan di sampul bukunya . Walaupun kurang diedit , tapi ceritanya menarik dan emosinya bisa ditangkep banget. Seneng juga bisa ketawa-ketawa baca buku ini . Saya belum baca buku "Ouch" sih, but looking forward to ;)
Seperti kata melanie, sebagai pembaca cuman bisa ngakak n geleng2 ma kelakuan yang pernah "ditangani" ma melanie. KAlo lagi jenuh n bete ma kelakuan2 di sekitarku baca buku ini langsung bisa bikin bersyukur, sekalipun teuteup sirik ma duitnya xixixi
Sekuel OUCH yang juga mengupas kelakuan artis luar yang teteup dodol. Dibanding buku pertamanya, di sini sebagian artis-artisnya harus kucek dulu via Wikipedia biar ngeh siapa sih yang diomongin. Weheheh... sudah begitu lamanya tidak mengikuti perkembangan jagad permusikan :))
Tanpa pretensi apa-apa, ternyata buku ini fun juga buat dibaca dan bisa lumayan ngasih pengetahuan terhadap dunia LO dan keartisan terutama promotor artis. Diramu juga dg gaya bahasa Melanie yang kocak dan menghibur, pastinya buku ini sukses menarik perhatian sampai lembar terakhir