Demokrasi sudah tercerabut dari fitrahnya, karena itu perlu dilakukan resubstansialisasi demokrasi. Demokrasi tidak dapat berjalan tanpa dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan berupa nilai-nilai dasar yang dikehendaki demos atau rakyat. Tanpa kebidjaksanaan rakyat, demokrasi hanya bidak yang dimainkan elit, tak ubahnya monarki. Demokrasi substansial adalah demokrasi yang dipimpin bukan oleh orang tapi oleh nilai-nilai dasar yang seutuhnya berpihak pada mereka yang tidak beruntung.
Belum berani memberani bintang karena saya sebenarnya juga masih mengawang-awang akan isi dari buku ini. Saya berniat membaca ulang buku ini. Ada beberapa bagian yang belum saya pahami. Yang jelas, saya makin salut dengan para mahasiswa filsafat. Serius, buku kuliah saya sepertinya bahasanya tidak sesulit buku ini hehee