Bagaimana Rasulullah saw. hidup dan bergaul bersama anak-anak? Bagaimana beliau menyambut saat mereka menghampiri? Bagaimana beliau bercanda dengan mereka? Bagaimana Nabi mengasuh anak-anak tirinya, putra dan putri Ibunda Kaum Mukmin? Bagaimana Nabi mencurahkan kasaih dan mendidik putra-putri sahabat? Bagaimana beliau membimbing mereka yang mulai beranjak dewasa?
Inilah kisah bocah-bocah yang hidup dan melihat langsung Rasulullah. Inilah cerita unik masa kanak-kanak yang polos dan jernih dalam rangkaian sejarah harum kenabian.
Dengan memotret kehidupan Nabi bersama anak-anak, buku ini sejatinya menggambarkan bagaimana orangtua mesti bergaul dan memperlakukan anak-anak supaya kelak mereka menjadi pribadi-pribadi saleh dan cemerlang ditengan masyarakat.
Diperkaya pula dengan hadits-hadits tentang anak-anak dan sikap Nabi terhadap mereka, serta seruan untuk para bapak dan ibu masa kini
Lahir di Damaskus tahun 1946. Selain bertahun-tahun belajar langsung kepada para ulama terkemuka Damaskus, ia juga meraih gelar sarjana sastra dari Universitas Damaskus dan magister di bidang yang sama dari Universitas Punjab, Lahore. Kemudian, ia berhasil menjadi doktor bidang sastra Arab kontemporer di Universitas Azerbaijan.
Selain bidang sastra Arab, kepakarannya juga diakui dalam bidang sastra Prancis dan sejarah Islam. Kini aktif menjadi penasihat kebudayaan Penerbit Dar al-Fikr, guru besar Sirah Nabawiyyah di Akademi al-Fath al-Islami, serta mengajar di berbagai perguruan tinggi di Syria.
Telah menulis lebih dari empat puluh buku tentang sejarah, sastra (novel), buku-buku pengajaran bahasa Arab untuk orang-orang non-Arab, dan buku-buku sirah Nabi Muhammad. Di antara karyanya yang telah diterjemahkan dan disambut meriah oleh pembaca Tanah Air adalah Bilik-Bilik Cinta Muhammad dan Sekolah Cinta Rasulullah Dr. Yunasril Ali
Dekat dari waktu pembelian buku ini, Murabiyyah saya pernah meminta saya (dan teman-teman halaqah saya) untuk menjelaskan apa-apa yang akan kami lakukan bila berkeluarga nanti, planning seperti apa yang sudah kami siapkan untuk menghadapi kehidupan setelah berkeluarga. Sampai kami diminta untuk menjelaskan detil tentang keseharian yang hendak kami rancang dalam upaya membentuk anak-anak kami. Ah, saat itu kami semua agak canggung. Meski bisa menjawab, saya yakin bahwa kami saat itu tidak begitu puas bahkan dengan jawaban kami sendiri. Karena masih banyak teladan yang ingin kami ‘salin-tempel’ ke dalam program mendidik anak.
Masih dalam semangat yang sama, saya dibuat mencari banyak informasi mendidik anak. Dalam halaqah saat itu, yang banyak kami bincangkan akhirnya adalah program mendidik anak, sharing tentang kenyataan merawat anak-anak, hingga cita-cita kami untuk anak-anak kami. Jadi ingin tertawa sendiri. Ah iya, dengan semangat yang sama, saya akhirnya mengambil buku berjudul diatas dengan alasan ingin tahu bagaimana Rasulullah memperhatikan kondisi anak-anak.
Betul saja, buku ini merupakan penggalan sirah Nabi Muhammad. Yang dikumpulkan disini adalah sirah Nabi dengan fragmen interaksi yang melibatkan Nabi dengan anak-anak yang membersamai masanya. Diawal bahkan diceritakan sepenggalan kisah Ismail a.s, dan juga kisah Abdul Muthalib hingga memiliki anak bernama ‘Abdullah dan bercucu Muhammad saw. Diceritakan secara runut di sub-bab Masa Kanak-kanak Rasulullah, bab pertama dalam buku ini.
Lalu dibuat berurutan, buku ini mengisahkan mulai dari ‘anak-anak dalam keluarga Rasulullah’, ‘anak-anak tiri Rasulullah’, ‘anak-anak para sahabat’ dan disertakan juga hadits-hadits berkenaan sikap nabi terhadap anak-anak disekitarnya.
Di buku ini, banyak disebutkan nama-nama sahabat yang tidak asing. Semisal Zaid ibn Haritsah – anak angkat yang dicintai Nabi, Anas Ibn Malik – anak Ummu Sulaim yang diberikan kepada Nabi untuk menjadi pelayannya, masa kecil ‘Aisyah – ummul mukminin, dan beberapa yang lain. Tapi buku ini juga menceritakan nama-nama mereka anak-anak yang belum pernah saya dengar. Seperti Rafi’ Ibn Khudaij, Imam ibn Abu Al ‘Ash, Umair Ibn Sa’d.
Mereka, anak-anak yang dikisahkan dibuku ini, menjadi beruntung karena diajarkan langsung perihidup oleh Nabi. Membersamai Nabi bahkan hingga mereka akhirnya berinisiasi untuk menjadi ‘cahaya mata’ dengan sisi spesial yang berbeda dengan semangat yang terilhami oleh kecemerlangan akhlak Nabi.
Buku ini bercerita dengan ringan, tetapi banyak bertutur pelajaran.
Abdullah ibn Umar pernah mengatakan, “Rasulullah memegang pundakku sambil sedikit menggerak-gerakkan, seolah meminta agar aku memperhatikan. Lalu, beliau berkata,”Wahai ‘Abdullah, jadilah seolah orang asing atau seolah orang musafir di dunia ini. Dan anggaplah dirimu sebagai ahli kubur.” Dipesankan kepada Anas, oleh Nabi saw,” Anakku, jika pada pagi dan sore hari kau mampu menghindarkan hatimu dari kedengkian, lakukanlah! Itulah sunnahku! Siapa yang melestarikan sunnahku, berarti ia menghidupkan aku. Siapa yang menghidupkan aku, ia akan bersamaku di surga.” [H.R Tirmidzi] Sabda Nabi yang lain, tentang pendidikan terhadap anak-anak: “Tak ada pemberian yang lebih utama dari orang tua kepada anak selain tata krama yang baik.” [H.R Tirmidzi] “Kewajiban orangtua kepada anaknya adalah mengajarkan Al-Qur’an, berburu, memanah, dan memberi rezeki yang halal.” [Kanz al – ‘Ummal, 45340]
Bahkan dari berinteraksi dengan anak kecil pun, kita belajar keteladanan yang indah dari Nabi Muhammad. Semoga bermanfaat.
Sungguh sangat beruntunglah hidup manusia yang pernah bertatap muka baginda Rasulullah SAW. Menyaksikan langsung dengan mata kepala sendiri bagaimana beliau beribadah, bagaimana beliau menjalani hidup sampai bagaimana beliau bertutur kata. Sungguh sangat beruntung!
Di masa sekarang ini, kita hanya bisa mendengar cerita bagida Rasulullah SAW dari hadist, ceramah agama atau buku yang menuliskan kisah semasa hidup Rasulullah SAW.
Aku hanya ingin menjadi umatnya yang mengenal lebih dekat sosok panutan umat Muslim seantero dunia ini. setiap malam selasa aku selalu berusaha selalu datang ke acara Dhiba’an di desa untuk bersama-sama bershalawat kepadanya. Selain itu, aku juga sangat senang membaca berbagai macam literatur seperti buku yang menceritakan kehidupan beliau. Seperti halnya dua buku yang mempunyai kemiripan desain cover ini.
Buku pertama berjudul 10 Kisah Kehidupan Sahabat Nabi yang Paling Heroik dan Inspiratif. Buku kedua berjudul Sahabat-Sahabat Cilik Rasulullah. Kedua buku memberiku pengetahuan baru tentang kehidupan sehari-hari baginda Rasulullah SAW. Beberapa kali harus sempat berkaca-kaca membaca salah satu bab yang menceritakan tentang kecintaan sahabat-sahabat Nabi yang rela mati syahid demi membela agama Allah. Tutur kata beliau sangat halus, selain itu beliau bukan hanya pemimpin luar biasa tetapi juga seorang Ayah dan Suami yang baik. Kita harus banyak belajar dari kehidupan Rasulullah SAW.
Buku ini mengambil dari berbagai literatur di timur tengah. Setiap perkataan Rasulullah seperti sangat nyata. Mengandung sejuta makna dengan penuh kandungan sastra. Aku ngga bisa membayangkan jika aku hidup di masa itu. Keinginan besar tumbuh begitu lama dalam hati. Keinginan untuk bertatap muka dengan Rasulullah SAW. Meski merasa sangat tidak pantas, tapi hal ini yang sering membuat aku dan milliaran umat Muslim dunia menitikan air mata saat rindu berjumpa denganNya.
Wahai teman-teman yang masih muda. Sekarang zaman sudah sangat “bahaya” ancaman dan godaan di sekitar kita. Tidak ada cara lain kecuali mempertebal ilmu dan iman guna menangkal segala macam bahaya dan ancaman tersebut. Imbangi kehidupanmu dengan membaca buku-buku islami yang bisa memperkokoh tiang agama. Allahumma Sholli ‘ala Sayyidina Muhammad!
Judul Buku : Sahabat-sahabat Cilik Rasulullah Penulis : Dr. Nizar Abazhah Penerjemah : Asy’ari Khatib Penerbit : Zaman Tahun Terbit (IND): 2011 Tebal Buku : 220 halaman
Rasulullah memiliki posisi yang mengagumkan bagi masa kanak-kanak. Beliau menyayangi anak kecil. Beliau hadir diantara mereka, mengajari dan membimbing mereka, memeluk dan mencium mereka, mengusap kepala mereka, bercanda, bersuka ria dan tertawa bersama mereka, memanggul mereka atau mengajak mereka naik unta, memberi mereka hadiah.
Buku ini menyajikan kisah anak-anak yang hidup dan melihat langsung Rasulullah, yang dihimpun dari berbagai buku sejarah nabi, dan kitab hadis. Memotret kehidupan nabi bersama anak-anak. Buku ini menggambarkan secara sempurna bagaimana seharusnya seorang ayah bergaul dan memperlakukan anak- anaknya supaya kelak mereka menjadi pribadi-pribadi saleh di tengah masyarakat, sebagaimana anak-anak masa nabi dulu menjadi pribadi mulia dan alim setelah mereka besar.
Buku ini terdiri atas lima bab. Pertama, masa kanak-kanak Rasulullah. Kedua, anak-anak dalam keluarga Rasulullah. Ketiga, anak-anak tiri Rasulullah. Keempat, anak-anak para sahabat. Dan yang kelima, sikap nabi terhadap anak- anak. (yeni)
buku ini jleb banget mengingat gue termasuk orang yang tidak deket sama anak kecil dan ngga yakin bisa berlaku baik sama mereka :')
kagum dan salut sama Nabi Muhammad SAW yang baik memperlakukan anak kecil, bahkan sama anak tirinya :')
buku ini menjawab beberapa pertanyaan gue.. kayak Anas bin Malik... selama ini gue bingung kenapa nama tsb sering banget muncul di hadist2... ternyata beliau adalah pelayan Rasulullah :D
Seperti biasa, karya Dr. Nizar Abazhah memang memukau karena Beliau melengkapi puzzle-puzzle sejarah Nabi SAW yang belum terlengkapi dari buku sirah-sirah lain :) dan dalam beberapa cerita selalu berhasil membuatku terharu, sedih dan bergetar. Aku rindu Rasulullah.......