Jump to ratings and reviews
Rate this book

Untukmu Yang Berjiwa Hanif

Rate this book
Untuk Anda yang sedang mencari kebenaran Islam yang sesungguhnya...

Jejak-jejak kasih sayang Allah sudah mulai tampak di halaman kalbu, awan mahabbah dan kabut cinta Allah sedang datang berarak di langit hati, pertanda rahmat hidayah akan turun menyirami taman jiwa.

Tidak berselang lama, akan tumbuh bersemi fitrah yang suci, hadir perasaan tunduk dan patuh pada kebenaran, timbul motivasi dan semangat untuk berbuat kebaikan. Saat itulah kehidupan akan dirasa berarti dan kebahagiaan bisa direngkuh kembali. Allah berfirman, “Dan Orang-orang yang berjuang dalam jalan Kami, akan Kami beri mereka hidayah menuju jalan-jalan kebaikan Kami.” [QS. Al-Ankabut: 69]

Sekiranya ia dibiarkan begitu saja, tidak diolah dengan benar bahkan sering ditelantarkan dan dilalaikan, pasti ia berlalu dan meninggalkannya dalam kesendirian menyebabkan ia harus menunggu dan menunggu pada sebuah penantian yang tidak berkesudahan, Allah berfirman,“Ketika mereka menyeleweng dari jalan kebenaran, kami selewengkan hati mereka.” [QS. Ash-Shaf: 5]

Tidak ada pilihan lain bagi seorang hamba kecuali melanjutkan pencarian dan memperkokoh keyakinan. Karena bangun dari kelalaian merupakan langkah awal dari sebuah perjalanan menuju Shirathul Mustaqim. Jalan yang telah ditempuh oleh para nabi dan rasul, orang-orang shiddiq, syuhada dan orang-orang yang shalih. Itu pula yang telah dilalui oleh Rasulullah dan para sahabatnya.

Beragama ala Rasulullah ` dan menapaki jejak Salafush Shalih itulah sebuah keharusan, itulah hidayah yang hakiki. Allah berfirman, “Sekiranya mereka beriman seperti mereka beriman, niscaya mereka memperoleh hidayah.” [QS. Al-Baqarah: 137]

Semoga Allah mengambil ubun-ubun kita kepada kebenaran. Aminin

189 pages, Paperback

First published September 1, 2014

9 people are currently reading
176 people want to read

About the author

Armen Halim Naro

4 books11 followers
Beliau bernama Armen Halim bin Jasman Naro bin Nazim bin Durin رحمه الله. Lahir di Pekanbaru 20 Oktober 1975. Hari Senin sekitar pukul 09.00. Ayahnya bernama Jasman Naro dan Ibunya bernama Suarti.

Beliau masuk sekolah dasar tahun 1981. Lalu tamat sekolah dasar tahun1987. Kemudian Masuk Pesantren Al-Furqan di jalan Bintan, Pekanbaru. Dibawah pimpinan Buya Jufri Effendi Wahab MA. Yang didirikan pada tahun 1987.

Pada tahun 1988 Pondok Pesantren Al-Furqan pindah ke jalan Duyung, Pekanbaru. Selama di Pondok Pesantren Al-Furqan Ia belajar lebih kurang 3 tahun. Sehubungan dengan kurangnya guru di pondok pesantren waktu itu, disamping beliau rajin dan tekun belajar, maka guru-gurunya merasa minder untuk mengajarnya. Oleh sebab itu, beliau meminta pada Buya Jufri untuk pindah ke Pondok Pesantren An-Nur (Bantul, Jogjakarta) untuk mempelajari Tahfidz Al-Qur’an (Hafalan Al-Qur’an), maka Buya melepas dan memberi izin untuk ke Jogjakarta mempelajari Al-Qur’an, agar setamatnya nanti dapat mengajarkannya di Pondok Al-Furqan.

Maka tahun 1989 akhir, berangkatlah beliau ke Jogjakarta. Di Jogja di samping mempelajari Hafalan Al-Qur’an, Ia juga mengajar dan ikut menjadi pengurus Pondok Pesantren An-Nur. Selama lebih kurang 2 tahun 7 bulan, ia kembali ke Pekanbaru dan kembali mengajar di Al-Furqan.

Pada tahun 1994 akhir beliau kuliah ke LIPIA (Universitas Muhammad Ibnu Su’ud) Jakarta, mengambil Diploma sampai Tamat, dengan hasil Cumlaude (Istimewa).

Untuk meneruskan pendidikan, pada tahun 1996 beliau berangkat ke Universitas Madinah, Kerajaan Saudi Arabia, Ia menyelesaikannya selama 4 tahun dan tamat pendidikan dengan nilai Cumlaude. Lali kembali ke Pekanbaru, dan memimpin Pondok Tahfidz dan berdakwah selama setahun. Tahun berikutnya ia berdakwah ke luar daerah, seperti Medan, Aceh, Batam, Riau, Padang, Payukumbuh, Pariaman, Solok, dan lainnya. Ia juga berdakwah ke pulau Jawa, seperti Jakarta, Bekasi, Bogor, Purwakarta, Cirebon, Tegal, Pekalongan dan lainnya.

_____

Pada hari Senin tanggal 26 Novermber 2007, pukul 07.00 pagi. Ayahandanya memberikan sebuah buku, kiriman dari Al-Ustadz Abu Abdirrahman Abdullah Zaen,Lc yang dikirim dari kota Madinah An-Nabawiyah, beliau diminta mengoreksi buku tersebut, buku tersebut sebelumnya telah di koreksi oleh beberapa Masyaikh Madinah antara lain, Syaikh Prof.Dr.Ibrahim bin ‘Amr ar-Ruhaili Hafizhahullah (Dosen Aqidah Universitas Islam Madinah), Syaikh Dr. Ali bin Ghazi at-Tuwaijiri Hafizhahullah (Dosen Tafsir Universitas Islam Madinah), Syaikh Dr. Muhammad bin Abdul Wahhab al-’Aqil Hafizhahullah (Dosen Aqidah Universitas Islam Madinah).

Setelah mandi dan sarapan, beliau pulang kerumahnya, dengan membawa anak bungsunya dari rumah Ayahandanya. Lalu beliau membaca buku yang di berikan ayahandanya di ruang tamu rumahnya. Sekitar pukul 09.00 pagi beliau menghembuskan nafas terakhirnya. Dan buku tersebut masih berada di pangkuannya….

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala merahmati beliau dan memberikan keberkahan ilmunya. Amin…

Ya Allôh, ampunilah dosa-dosa beliau dan dosa-dosa kami. Jadikanlah amal-amal yang telah beliau lakukan adalah amal yang shâlih, amal yang hanya mengharap wajah-Mu semata, maka terimalah segala amal baik beliau, wahai Dzât yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang, wahai Dzât yang Maha Melihat lagi Maha mendengar. Ya Allôh, rahmatilah beliau, lapangkanlah kuburnya, terangilah makamnya, dan jauhkan beliau dari siksa-Mu, karena sesungguhnya siksamu amat pedih. Ya Allôh, himpunlah beliau bersama hamba-hamba-Mu yang shâlih, para shiddîqîn, syuhadâ’ dan para anbiyâ`, dan jadikanlah surga-Mu yang penuh dengan kenikmatan adalah tempat terakhir beliau. Amîn yâ Robbal ‘Ậlamîn…

Biografi Ustadz Armen Halim Naro رحمه الله
Pustaka Darul Ilmi via http://lautanilmu.ridhofitra.info

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
57 (61%)
4 stars
21 (22%)
3 stars
10 (10%)
2 stars
3 (3%)
1 star
2 (2%)
Displaying 1 - 11 of 11 reviews
1 review
November 8, 2022
Bismillah...
Semoga Allah senantiasa merahmati Ustaz Armen Halim Naro. Amin...
Profile Image for Ziyy.
644 reviews24 followers
February 12, 2012
Buku ini bagus. Menjadi pemicu fithrah, membuat kita semakin rindu kebenaran. Semisal buku Tarbiyah Dzatiyah yang memiliki posisinya sendiri dalam menyuburkan iman atau setidaknya membuat kita lekas lepas dari futur, buku ini membawa kita memahami hidayah, kedatangannya dan kewajiban memeliharanya.

Hanifan Muslima, lurus dan menyerahkan diri.
Ahsanu 'amala, baik amalnya.
Frasa yang seperti menjadi kriteria, untuk dipenuhi biar kita tidak jadi mukmin yang merugi.

Empat bab, saya menikmatinya. Kecuali bab terakhir, entah. Bila empat bab awal terasa begitu sejuk, bab kelima ini justru terasa begitu intens (dalam pembacaan saya). Tapi ini tentu tidak menurunkan respek saya terhadap keseluruhan penyampaian buku ini.

Semoga saya pribadi, mengambil manfaat terbesar atas pembacaan saya sendiri terhadap buku ini.
Profile Image for Yumna.
29 reviews
November 6, 2025
the first part of this book beautifully described the inexplicable emptiness us as human often feels-and explained that the only remedy is being close to Allah. the second part defined how, or rather, which way we should take in order to be closer to Him.
9 reviews3 followers
September 21, 2011
Wow,what a book. This book opened my mind about what we should do in our lives.
Giving inspiration and also asking me to think "have I done Islam teaching based on what Rosululloh shollallohu 'alaihi wasallam taught?"
Profile Image for Satria Aji.
12 reviews2 followers
April 26, 2013
Buku kedua tulisan Ustadz Armen Halim Naro yang saya baca.
Baik buhul cinta maupun buku ini saya berikan 2 bintang.
Gaya penulisannya simpel, ringan, cuma ya kurang runut dan mendetail, di satu bagian kadang dalilnya cukup kuat, tapi di bagian lainnya banyak yang menggunakan "rasa" saja.
Profile Image for Sayyid Husain A.
9 reviews
April 29, 2022
jika saya diberikan kesempatan untuk merekomendasikan buku kepada orang awam mengenai agama Islam (Ad-Deen) ,buku ini lebih dari cukup.


Profile Image for Tami.
12 reviews4 followers
November 18, 2015
terkagum-kagum dengan nasihat beliau yang dibalut untaian kata-kata yang indah, dan penuh makna.
Displaying 1 - 11 of 11 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.