Jump to ratings and reviews
Rate this book

Different Ugliness

Rate this book
In the golden age of radio, the attractive and sexy voice of Lloyd Goodman, the playboy of radio, fills the airwaves. But he has a secrethis voice is as dazzling as his face is repulsive. Lloyd is so embarrassed by his appearance that he hires a handsome stand-in for public appearances. Finally fed up with maintaining the lie, Lloyd disappears from the limelight. Helen, a stunningly beautiful woman, fights the terrible memories of her twin sisters death: memories that threaten to tear her hold on reality to shreds. Wandering through the countryside, Helen has a chance encounter with the now reclusive Lloyd Goodman. Their meeting will change their lives forever.

128 pages, Paperback

First published January 1, 2005

19 people want to read

About the author

Marc Males

39 books

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
15 (11%)
4 stars
54 (40%)
3 stars
55 (41%)
2 stars
9 (6%)
1 star
1 (<1%)
Displaying 1 - 27 of 27 reviews
Profile Image for George K..
2,796 reviews384 followers
January 29, 2021
Βαθμολογία: 9/10

Πολύ ωραίο και ενδιαφέρον κόμικ, με μια απλή αλλά αρκετά συναισθηματική και μελαγχολική ιστορία, με το ασπρόμαυρο σχέδιο να είναι πραγματικά πολύ όμορφο και ακριβώς του γούστου μου. Βέβαια, οι ανθρώπινες φιγούρες μου φάνηκαν κάπως περίεργα σχεδιασμένες, κατά κάποιο τρόπο επίπεδες, όμως τα σκηνικά (ξέρετε, τοπία, δρόμοι, κτίρια, εσωτερικά σκηνικά) είναι το κάτι άλλο, όλα έξοχα σχεδιασμένα, σίγουρα με το σκίτσο του ο δημιουργός του κόμικ με ταξίδεψε στις ΗΠΑ μιας άλλης εποχής. Γενικά το κόμικ μου θύμισε παλιά αμερικάνικα μυθιστορήματα ή κλασικά αμερικάνικα φιλμ νουάρ με κοινωνικό περιεχόμενο, κάτι φυσικά θετικό για μένα. Όσον αφορά τη σκληρόδετη έκδοση της Humanoids, αναμφίβολα αποτελεί ένα κόσμημα για τη συλλογή μου (όπως και όλα τα κόμικς που έχω από τις συγκεκριμένες εκδόσεις).
Profile Image for Luthfi Ferizqi.
491 reviews18 followers
June 29, 2025
This book didn’t feel very deep to me, but somehow the 1930s setting and the graphic style gave me a nice sense of nostalgia.
Profile Image for htanzil.
379 reviews150 followers
July 2, 2009
Llyod Goodman, adalah seorang penyiar radio terkenal di tahun 30-an. Suatu masa dimana televisi belum ada dan radio menempati tempat utama sebagai satu-satunya media hiburan dalam ruang keluarga. Karakter suara yang khas plus imajinasi pendengarnya membuat penyiar radio di masa itu menjadi publik figur seperti layaknya artis-artis film masa kini.

Demikian pula yang dialami oleh Llyod Goodman, penyiar radio NBC. Suaranya memikat jutaan pendengarnya belum lagi ditambah dengan ketampanannya yang dipublikasikan lewat poster-poster publikasi membuat dirinya menjadi sosok publik figur yang ideal, bersuara merdu, dan berwajah tampan. Namun Goodman memiliki rahasia. Bersama produsernya ia melakukan kebohongan publik. Lambat laun kebohongan ini merrobek-robek hati nuraninya dan justru di saat puncak kejayaannya Goodman meghilang dan meninggalkan ribuan pendengar setianya Tak seorangpun termasuk produser NBC yang mengetahui keberadaannya.

Di lain peristiwa, lama setelah Goodman menghilang, Helen Ford melakukan perjalanan seorang diri tanpa tujuan yang pasti. Kematian saudara kembarnya membuat Helen terguncang dan melakukan perjalanan tanpa tujuan. Dimanapun ia menemukan cermin, ia berdialog dengan bayangannya sendiri, seolah bayangannya dalam cermin itu adalah saudara kembarnya. Ia melakukan perjalanan dari stasiun ke stasiun berikutnya hingga akhirnya uangnya habis dan harus berjalan kaki sambil membawa kopor pakaiannya.

Ketika sampai di sebuah tempat terpencil ia bertemu dengan seorang pria berwajah buruk. Mereka berkenalan dan ketika Helen hendak melanjutkan perjalanannya, ia jatuh kelelahan. Si pria berwajah buruk itu membantunya dan mengajaknya beristrirahat di rumahnya yang tak jauh dari tempat pertemuan mereka. Lelaki berwajah buruk yang digambarkan dengan sosok yang jangkung, berkepala lonjong, hidung dan bibir yang besar itu ternyata memiliki perangai yang baik, sopan dan multi talenta. Diundangnya Helen untuk menginap di rumahnya hingga kesehatannya benar-benar pulih.

Ada yang ganjil dalam rumah laki-laki berwajah buruk yang hanya tinggal bersama anjingnya itu. Tak satupun cermin ditemui di rumah itu. Padahal Helen membutuhkan sebuah cermin untuk berdialog dengan ‘saudara kembarnya’. Selain itu laki-laki itu tak juga mau mengungkap siapa jati dirinya. Ia hanya mengatakan bahwa ia hidup menyendiri karena merasa malu dengan wajahnya yang buruk dan membenci wajahnya sendiri sehingga tak ada satupun cermin dalam rumah tersebut.

Lambat laun ada kecocokan antara Helen dan lelaki berwajah buruk itu. Mereka saling membuka diri tentang kepedihan yang mereka alami. Namun Helen harus melanjutkan perjalanannya. Kelak Persahabatan dan pertemuan antara keduanya yang tidak terduga akan membawa pengaruh dalam kehidupan mereka masing-masing. Hal ini sesuai dengan keyakinan Helen yang pernah diungkapkan pada laki-laki itu bahwa setiap orang dalam hidupnya memiliki bakat atau kekuatan magis untuk melakukan keajaiban yang mampu merubah jalan hidup seseorang.

Alur cerita komik ini menggunakan teknik flash back. Di lembar pertama pembaca akan dibawa pada setting tahun 50-an yang mengisahkan diluncurkannya sebuah buku yang mengisahkan tentang bintang-bintang radio di tahun 30-an dan salah satu bab didedikasikan kepada Lloyd Goodman yang telah meninggal lima tahun sebelumnya.

Lalu kisahnya beralih pada Helen yang telah berusia 78 tahun dan sedang menderita penyakit kanker tahun bersama anaknya, Linda melakukan perjalanan napak tilas ke sebuah stasiun yang memberinya kenangan akan masa lalunya. Dari sinilah Helen menuturkan kisahnya 50 tahun yang lampau tentang perjalanan hidupnya dan perjumpaannya dengan seorang lelaki berwajah buruk.

Komik ini dibuat dengan sapuan warna hitam putih yang kuat. Gambar-gambarnya sederhana seperti sebuah sktesa, namun tetap menyajikan detail yang memikat. Penggunaan warna hitam putih untuk komik ini menimbulkan kesan klasik dan membawa pembacanya tenggelam dalam nuansa tahun 30 dan 50-an.

Frame-frame gambarnya juga sangat standard berupa kotak-kotak yang teratur dalam setiap halamannya. Banyaknya frame dalam satu halaman tidak sama, tergantung pada maksud penulis untuk menggambarkan karakter tokoh-tokohnya dan setting tempatnya. Kadang dalam satu atau dua halaman hanya ada 3 frame yang menyorot perilaku dan ekspresi tokohnya saja baik dengan menyertakan teks dalam balon percakapan ataupun hanya merupakan komik bisu (tanpa teks).

Salah satu yang menarik ada pada hal 96-101. Masing-masing halaman itu hanya menyajikan 3 panel gambar yang menggambarkan Helen yang sedang duduk merokok di bangku stasiun. Awalnya panel gambar tersebut menggambarkan sosok Helen secara utuh, lambat laun mengarah pada clos up wajah Helen. Semua itu tersaji tanpa balon percakapan namun gambarnya sangat hidup sehingga walau tanpa balon percakapan, dengan rangkaian gambar tersebut pembaca akan merasakan bagaimana resahnya Helen dengan pikirannya.

Ceritanya sendiri,walau temanya sederhana namun kalimat-kalimatnya bernas dan bermakna. Pembaca akan diajak kedalam percakapan soal jati diri, mimpi, kebahagiaan, harapan, dll. Males dengan piawai mampu mengungkap karakter tokoh-tokohnya melalui gambar dan percakapan-percakapan singkat yang mengungkap keresahan jiwa yang dialami masing-masing tokohnya.

Komik ini bukan komik yang mudah dicerna, layaknya komik-komik superhero, perlu sedikit konsentrasi untuk memahaminya, apalagi alur cerita yang kerap berpindah dari masa lalu ke masa kini sehingga tak jarang membuat pembacanya kehilangan orientasi waktu, dan perlu sedikit usaha untuk merangkaikan kisahnya yang kadang tepenggal-penggal karena loncatan setting waktunya.

Namun jangan khawatir komik setebal 128 hal ini tetap mengasyikan untuk dibaca dan dimaknai. Malah kekuatan ceritanya yang tentang dua orang yang mencoba mengatasi luka-luka batin mereka yang begitu dalam, saya rasa akan memberikan inspirasi positif bagi pembacanya. Bukan tak mungkin apa yang dialami Llyod Goodman dan Helen juga dialami oleh kita walau dalam kadar yang berbeda dalam kehidupan kita masing-masing.

@h_tanzil



Tentang Penulis

(sumber.www.gramedia.com)

Marc Males

Mark Males memasuki dunia industri komik lebih dari dua puluh tahun yang lalu. Beberapa karyanya mendapat pujian tinggi, dan sekarang karya-karyanya tersebut mulai diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris (juga bahasa Indonesia). Salah satunya yang telah terbit di Indonesia adalah BALADA SEORANG PENYIAR (Different Ugliness, Different Madness). Males berkata karya ini dipengaruhi "Clint Eastwood dan Bridges of Madison County".

Perkenalan Males dengan dunia komik diawali di usia yang sangat muda, dia mulai menggambar komik sejak usia 10 tahun. Tapi sebelum jadi pengarang komik sungguhan, dia bekerja sebagai petugas layout di sebuah agen periklanan, juga membuat ilustrasi untuk Heart Press (majalah cerita romantis di Inggris).

Ini katanya tentang BALADA SEORANG PENYIAR: "Pertama-tama ada kisah universal: pria bertemu wanita, jatuh cinta, dan hidupnya berubah... Aku mengombinasikan ini dengan dua ide yang sudah lama kupikirkan. Karena aku senang mendengar radio, aku selalu membayangkan orang seperti apa yang ada di balik suara yang kudengar. Kadang-kadang aku kecewa saat melihat foto mereka, terutama yang wanita! Aku juga ingin menceritakan kebohongan seperti yang pernah terjadi dalam sejarah musik pop, saat ada model `meminjamkan` penampilannya bagi suara si penyanyi. ... Aku juga ingin menjawab pertanyaan `Apakah wanita merupakan keajaiban?`. Dan jawabannya adalah cara terbaik untuk mengakhiri buku ini."

----@@@---
salam,
h_tanzil
http://bukuygkubaca.blogspot.com

Profile Image for Ana Pérez.
644 reviews5 followers
March 10, 2024
Esta obra transmite un tono pausado y melancólico, muy acorde a la historia que narra: una mujer recuerda a su gran amor en sus últimos días de vida. El dibujo en blanco y negro acompaña y refuerza la narrativa. Sin embargo, en mi opinión no aporta mucho más: el argumento es bastante plano, los personajes también resultan estereotípicos, hay lagunas en la historia y los trazos me han parecido bastante toscos en varias páginas, sobre todo en lo referente a la creación del marco espacial para la historia. Para lectores con nostalgia de una época.
Profile Image for Eulate.
404 reviews20 followers
January 6, 2025
No hay referencia de cuándo fue compuesta esta novela gráfica. La edición es de 2005, pero el tema, la estética y el tramiento nos retrasan a la primera mitad del siglo XX.
La otra belleza es un melodrama. Es decir y según el DRAE, una obra en la que se acentúan los aspectos patéticos y sentimentales. Donde el DRAE dice "acentúan" y para ésta en cuestión, debería poner "exageran". Es la sensación que deja, de hipérbole, de sublimación de unos traumas que se antojan excesivos aunque, en cualquier caso, hay que reconocer que la trama es coherente y convincente, está bien narrada con, incluso, bellos ramalazos poéticos.
En cuanto al aspecto estético, deja mucho que desear. Dibujos sueltos, casi descuidados, a tinta china, sin voluntad de detalle y abusando de primeros planos repetitivos y obsesivos.
Profile Image for Eva Siagian.
433 reviews6 followers
August 3, 2017
I like the story, art is ok. But I don't like character of Helen. I wonder how she survive with her flat life after that night with the ugly man.. Sorry I forgot his name.
Profile Image for Jukka Häkkinen.
Author 5 books6 followers
August 16, 2023
1930-luvun Yhdysvalloissa mies ja nainen kohtaavat kiehtovassa tarinassa, joka nimensä mukaisesti käsittelee rumuutta ja hulluutta.
Profile Image for Hendra.
19 reviews2 followers
February 27, 2012
Seorang wanita yg gemar berbicara dengan bayangan dirinya melakukan perjalanan sendiri dan akhirnya bertemu dengan seorang pria yg mengasingkan diri di suatu tempat terpencil secara kebetulan. Cerita yg bisa dibilang sederhana ternyata menyimpan cukup banyak hal utk diceritakan.

Mengapa si wanita berbicara dengan bayangannya sendiri ?? Kepribadian gandakah ?? Atau ada cerita lain, termasuk apa latar belakang perjalanan seorang diri yg dijalaninya ??

Mengapa si pria mengasingkan diri ?? Apa hubungan semuanya dengan penyiar radio yg menjadi idola masyarakat pd saat itu ??

Sebuah gravel yg menarik walaupun gambarnya termasuk biasa2 saja (imo).
Penerjemahan judul agak kurang sesuai, cerita si penyiar (Lloyd Goodman) hanya mendapat porsi 50% dari cerita & tidak lebih menonjol dibanding cerita Helen, jadi mengapa judulnya harus diterjemahkan menjadi Balada Seorang Penyiar ?? :)
Alur cerita juga cukup simple & bisa dibilang tanpa kejutan yg berarti. tapi tetap menarik utk dibaca.
Profile Image for Michael.
3,423 reviews
April 5, 2019
Different Ugliness, Different Madness is the tale of two people in 1930's America trying to figure out who they are and where they belong. Helen and Lloyd are strong characters, with interesting and believable flaws. Males gives plenty of time to developing each character, and I was particularly drawn to Helen's confusion. Her understanding of her own behavior made it that much more believable.
Some of the time jumps, particularly at the end, feel a little bit tacked on. I think that I would've been much more satisfied if each character had simply gone back to their lives at the end.

Males art is deceptive. His characters appear somewhat flat, especially Helen, and simple, but his backgrounds are gorgeously complex and full.
++++++++++
Reread this book and still feel it's a very compelling piece of two lost souls who find each other in their time of need. A decade on, I now feel the end pieces are fitting. Funny how our own perspective changes over time.
Profile Image for Aprijanti.
139 reviews22 followers
October 20, 2013
Cerita yang berlatar Paris pada tahun 30'an tentang seorang penyiar beken yang tiba-tiba saja menghilang pada saat karirnya sedang melejit.

Pada saat yang sama ada wanita cantik yang sedang kabur menenteng kopernya tanpa tujuan jelas. Helen memiliki luka batin kehilangan saudara kembarnya dan memutuskan untuk menghilang membawa kenangan dan Mary pada tubuhnya. Karena kelelahan Helen singgah di rumah lelaki buruk rupa yang tidak memiliki cermin. Pertemuan keduanya memiliki peran penting bagi kesembuhan batin mereka. Walau tidak hidup bersama, Helen dan pria buruk rupa yang ternyata adalah penyiar beken yang menghilang itu akhirnya dapat menghadapi ketakutan mereka masing-masing.

Nice Quotes dari Novel grafis ini:
"Kenapa? Kita perlu memiliki impian dalam hidup. lagi pula sangat menyenangkan membayangkan diri kita berharga lebih dari yang kita sangka."
Profile Image for Firman Widyasmara.
27 reviews8 followers
August 2, 2007
Buku yang cukup baik sebetulnya. Awalnya tidak begitu tertarik dengan gaya gambar yang tampak 'asal' dan bergaya fashion ini. tapi ternyata semua akan tampak beda setelah tgerjun masuk ke dalam nuansa cerita yang ditawarkan.

Adalah kisah hidup dua manusia yang saling bersentuhan lewat makna sebuah cermin dan visual. Balada wanita dengan kepribadian berlipat dan penyiar radio buruk rupa yang tidak lagi bekerja. Cerita yang apik, menggugah dan membuat berpikir. Dalam sekejap, gaya gambar yang tampak 'asal' malah membuat kuat cerita. Memang harusnya beginilah gayanya.... flat, tak beraturan dan penuh nostalgia. Inspired by imaji2 jadul 50-an, komik ini mampu menggiring kita ke alam visualnya Marc Males. Apik!
Profile Image for Nabila Anwar.
Author 13 books13 followers
November 13, 2014
Marc Males

"Pertama-tama ada kisah universal: pria bertemu wanita, jatuh cinta, dan hidupnya berubah... Aku mengombinasikan ini dengan dua ide yang sudah lama kupikirkan. Karena aku senang mendengar radio, aku selalu membayangkan orang seperti apa yang ada di balik suara yang kudengar. Kadang-kadang aku kecewa saat melihat foto mereka, terutama yang wanita! Aku juga ingin menceritakan kebohongan seperti yang pernah terjadi dalam sejarah musik pop, saat ada model `meminjamkan` penampilannya bagi suara si penyanyi. ... Aku juga ingin menjawab pertanyaan `Apakah wanita merupakan keajaiban?`. Dan jawabannya adalah cara terbaik untuk mengakhiri buku ini."
Profile Image for Ferina.
193 reviews33 followers
July 31, 2007
Novel grafis ini gak terlalu tebal. Helen tua bercerita di sebuah stasiun kenangannya kepada Linda, anaknya. Di saat yang sama, sebuah stasiun televisi mengangkat kisah tentang Lloyd Goodman, penyiar legendaris yang menghilang di saat ia sedang di puncak.

Yang sedikit mengganggu, adalah gambaran sosok Helen. Harusnya ia terlihat cantik, tapi di sini, justru seperti cewek macho, berbadan besar dan potongan muka yang juga besar… kesannya gagah banget, malah kadang terkesan serem (kadang cocok sih, dengan sosok Helen yang misterius itu)
Profile Image for Hengky.
45 reviews2 followers
July 30, 2007
great graphic novel, the story about a young woman and a man who were trapped in their own problems. the beauty young woman always had a trip from a station to another station, alone. and the man was living his own life alone, far from the city.

when they met each other, living together for a few days, it becomes clear that their heavy boulder could be lifted more easy by another.

then, in the end, you could also find the truth about secret between them.
Profile Image for Julaybib.
44 reviews1 follower
April 8, 2010
Kepincut sama buku ini karena desain kovernya yang glossy dan sepertinya classy (note to self: don't judge a book by its cover). Rada kecewa setelah membaca di rumah. Gambarnya tidak cocok dengan seleraku (terlalu simplistik dan gak artsy), dan ceritanya juga gak dalem atau berkesan. Mau ngasih sinopsisnya takut jadi spoiler karena ceritanya pendek dan sederhana. Jadi kasih kesimpulannya saja: Mediocre.
Profile Image for Lilik Wijayati.
9 reviews
April 15, 2015
Setiap orang memiliki tantangannya sendiri dalam hidupnya.
dalam setiap tantangan terkadang ada rasa jenuh yang melanda hingga kita ingin melarikan diri dari tantangan tsb.
Buku sederhana ini sejatinya di dedikasikan untuk setiap orang di mana dalam kekurangan kita, kita akan bertemu dengan orang yang menutupi kekurangan tersebut. Dan satu hal terpenting, cinta sejati lahirnya bukan dari mata turun kehati namun dari hati hingga kita bisa lebih berhati-hati
Profile Image for Juniar.
103 reviews31 followers
December 24, 2007
Bukan gaya komik kesukaanku, tapi jelas punya kelas sendiri. Hampir setiap panel/halaman kaya dengan detail. Ceritanya berintikan: setiap orang punya masalahnya sendiri-sendiri. Kalau dibilang seperti itu, kesannya tidak ada yang spesial. Padahal, pada saat yang bersamaan cerita itu unik dengan sendirinya, pada sendirinya.
Profile Image for Restu Aji.
58 reviews2 followers
June 24, 2011
Keterpurukan, kesepian, keputusasaan akan berakhir. Akan selalu ada sinar cerah dalam setiap awan yang gelap.

Agaknya jalinan kisah ini hanya bisa menyentuh mereka yang pernah merasakan kekecewaan dan depresi sehingga pernah merasa sedikit "gila" seperti karakter dalam buku ini.

Rp 10ribu?
Profile Image for Niken Anggrek.
Author 1 book3 followers
December 30, 2011
Tokoh dari kisah ini (Sang Penyiar) nyata, sehingga makin menambah greget novel grafis ini. Diceritakan dengan sederhana. Novel ini menjadikan semua adegan dengan logis, sehingga lebih mengesankan 'kenyataan'kisah dibaliknya.
Profile Image for cindy.
1,981 reviews156 followers
May 29, 2012
Kisah cinta tak biasa antara seorang wanita yang sangat cantik (tapi sedikit gila) dengan seorang pria buruk rupa yang penyendiri (tapi baik hatinya). Kalau dituliskan seperti itu kok jadinya seperti dongeng Beauty and the Beast ya? :D
Profile Image for Gonzalo Oyanedel.
Author 23 books79 followers
July 28, 2013
Los fantasmas de una tragedia llevan a que una bella joven cruce caminos con un hombre atormentado por su fealdad, quien además guarda un doloroso secreto. Dos personajes muy frágiles encarando su realidad en una historia de época, bella y emotiva.
Profile Image for Nadya.
414 reviews18 followers
April 21, 2008
Gambarnya sederhana, tapi mudah dipahami. Tentang orang-orang yang kesepian...

Aku jadi inget The Heart is a Lonely Hunter-nya Carson McCullers.
Profile Image for Space-2.
19 reviews
August 21, 2013
Excellent stuff. The drawing style is expressive and fluid in black and white. Story is simple but effective. I really loved this one.
Displaying 1 - 27 of 27 reviews