What do you think?


DeHarmonie
Jika ingin mencari seorang pria Eropa kaya yang tinggal di Batavia, tapi tidak tahu alamatnya, maka carilah di Societeit De Harmonie, gedung pertemuan termewah di Batavia pada masa kolonial Belanda.
Saat peringatan ulang tahun Ratu Wilhelmina, tak akan ada yang menolak hadir pada undangan pesta dansa di Harmonie.
Karenanya, pergilah Salma, seorang gadis asal Garut, menuju tempat tersebut sebagai pelayan, untuk mencari Rafa, pria pujaan hatinya.
Tiba-tiba di tengah semaraknya pesta dansa, sesosok mayat pria Belanda dengan pisau tertancap di dada, tergeletak di halaman Societeit De Harmonie. Dokter Rafael van Den Berg mengaku telah membunuh pria itu. Namun kemudian, Salma juga mengaku telah membunuhnya.
Saat Inspektur Polisi Jacques Hasselaar bingung dengan dua pengakuan tersebut, muncul lagi seorang pria Indo Belanda dan pria pribumi yang juga menjadi tersangka pembunuhan pria bule itu.
Bagaimana mungkin pembunuhan itu dilakukan oleh empat orang yang tak saling kenal? Bagaimana pula kisah pertemuan Salma dengan pujaan hatinya? Benarkah kejadian itu bakal mengungkap sebuah kasus tentang perlawanan rakyat Garut terhadap sistem Agraria yang telah mengorbankan banyak nyawa pada Juli 1919?
Ingin tahu kisah selanjutnya?
Nikmatilah novel menarik yang bersetting tahun 1920-an ini. Sebuah novel yang sangat detail, penuh suspense, sekaligus bernilai historis yang amat kaya data, disajikan dengan alur mengalir bak telaga.
Menegangkan sekaligus menghibur dan mencerdaskan!
Saat peringatan ulang tahun Ratu Wilhelmina, tak akan ada yang menolak hadir pada undangan pesta dansa di Harmonie.
Karenanya, pergilah Salma, seorang gadis asal Garut, menuju tempat tersebut sebagai pelayan, untuk mencari Rafa, pria pujaan hatinya.
Tiba-tiba di tengah semaraknya pesta dansa, sesosok mayat pria Belanda dengan pisau tertancap di dada, tergeletak di halaman Societeit De Harmonie. Dokter Rafael van Den Berg mengaku telah membunuh pria itu. Namun kemudian, Salma juga mengaku telah membunuhnya.
Saat Inspektur Polisi Jacques Hasselaar bingung dengan dua pengakuan tersebut, muncul lagi seorang pria Indo Belanda dan pria pribumi yang juga menjadi tersangka pembunuhan pria bule itu.
Bagaimana mungkin pembunuhan itu dilakukan oleh empat orang yang tak saling kenal? Bagaimana pula kisah pertemuan Salma dengan pujaan hatinya? Benarkah kejadian itu bakal mengungkap sebuah kasus tentang perlawanan rakyat Garut terhadap sistem Agraria yang telah mengorbankan banyak nyawa pada Juli 1919?
Ingin tahu kisah selanjutnya?
Nikmatilah novel menarik yang bersetting tahun 1920-an ini. Sebuah novel yang sangat detail, penuh suspense, sekaligus bernilai historis yang amat kaya data, disajikan dengan alur mengalir bak telaga.
Menegangkan sekaligus menghibur dan mencerdaskan!
384 pages, Paperback
First published March 1, 2011
Ratings & Reviews
Friends & Following
Create a free account to discover what your friends think of this book!
Community Reviews
Displaying 1 - 9 of 9 reviews
March 3, 2011
Buku yang keren, narasinya ngalir banget, aroma Belandanya begitu kental plus konfliknya susah ditebak
April 19, 2018
Masihkah Cinta Bisa Membahagiakanmu Saat Hukuman Mati Menjelang?
Sub judul yang menarik.
Duh, sebenarnya namatin buku ini udah dari zaman kuliah dulu. Saat keuangan harus bisa dikendalikan dengan jenius. Saat hidup cuma punya 2 pilihan (menurut gue):
1. Makan
2. Engga makan demi buku
Gue lebih cenderung ke yang kedua.
Buku ini didapatkan dengan 15 rebu aja sodarah-sodarah. Ga sebanding dengan kualitas buku ini. Gue dapetnya dari Book Fair. Desek-desekan sama kutubuku lainnya pas beli.
Berhubung bacanya udah lama jadi agak remang-remang juga ingatan mengenai buku ini. Tapi satu hal yang ga remang-remang: BUKU INI BAGUS BANGET.
Gila aja pribumi era milenial bisa menuturkan detail-detail besar kehidupan zaman kolonial dulu. Ya, setting buku ini pas Belanda masih menjajah Indonesia. Banyak nama tempat yang masih memakai bahasa Belanda. Namun kamu ga akan kesulitan karena buku ini ngalir banget. Membacanya akan membuatmu seolah berada di dalam buku - tanpa penulis bersusah payah memaksa agar pembaca ikut hanyut. Ini yang langka. Beberapa penulis menggunakan bahasa yang rumit biar pembaca hanyut. Bukannya hanyut malah pusing. Tapi mbak Yanti ini enggak.
Alurnya ngalir sampai ke bab-bab terakhir. Membuat jantungmu berpacu dengan klimaksnya yang WHOAAA banget. UNEXPECTED!
Jujur, ini novel kriminal; detektif; lokal terbaik yang pernah eug baca. Penggemar Agatha Christie, Holmes sama Conan harus berkerumun membaca buku ini.
Tadinya ku mau ngasih 5 bintang tapi karena cetakannya MEH jadi kasih 4 bintang cukup. Yang ga menarik dari buku-buku diva itu selalu menyelipkan kuota-kuota (sebenernya mah bukan kuota da -_-) di ujung buku. Ga ngerti gunanya apa tapi tolonglah dihilangkan aja sumpah ga penting -_-
Selain itu cetakannya juga ga rapi. Sepertinya pekerjanyanya lagi buru-buru makanya asal potong aja.
Tapi diluar itu AKU SANGAT MENYUKAI BUKU INI.
Mau berburu karya Yanti Soeparmo lainnya tapi pas berselancar di situs-situs online shop ga ada. KZL.
Sub judul yang menarik.
Duh, sebenarnya namatin buku ini udah dari zaman kuliah dulu. Saat keuangan harus bisa dikendalikan dengan jenius. Saat hidup cuma punya 2 pilihan (menurut gue):
1. Makan
2. Engga makan demi buku
Gue lebih cenderung ke yang kedua.
Buku ini didapatkan dengan 15 rebu aja sodarah-sodarah. Ga sebanding dengan kualitas buku ini. Gue dapetnya dari Book Fair. Desek-desekan sama kutubuku lainnya pas beli.
Berhubung bacanya udah lama jadi agak remang-remang juga ingatan mengenai buku ini. Tapi satu hal yang ga remang-remang: BUKU INI BAGUS BANGET.
Gila aja pribumi era milenial bisa menuturkan detail-detail besar kehidupan zaman kolonial dulu. Ya, setting buku ini pas Belanda masih menjajah Indonesia. Banyak nama tempat yang masih memakai bahasa Belanda. Namun kamu ga akan kesulitan karena buku ini ngalir banget. Membacanya akan membuatmu seolah berada di dalam buku - tanpa penulis bersusah payah memaksa agar pembaca ikut hanyut. Ini yang langka. Beberapa penulis menggunakan bahasa yang rumit biar pembaca hanyut. Bukannya hanyut malah pusing. Tapi mbak Yanti ini enggak.
Alurnya ngalir sampai ke bab-bab terakhir. Membuat jantungmu berpacu dengan klimaksnya yang WHOAAA banget. UNEXPECTED!
Jujur, ini novel kriminal; detektif; lokal terbaik yang pernah eug baca. Penggemar Agatha Christie, Holmes sama Conan harus berkerumun membaca buku ini.
Tadinya ku mau ngasih 5 bintang tapi karena cetakannya MEH jadi kasih 4 bintang cukup. Yang ga menarik dari buku-buku diva itu selalu menyelipkan kuota-kuota (sebenernya mah bukan kuota da -_-) di ujung buku. Ga ngerti gunanya apa tapi tolonglah dihilangkan aja sumpah ga penting -_-
Selain itu cetakannya juga ga rapi. Sepertinya pekerjanyanya lagi buru-buru makanya asal potong aja.
Tapi diluar itu AKU SANGAT MENYUKAI BUKU INI.
Mau berburu karya Yanti Soeparmo lainnya tapi pas berselancar di situs-situs online shop ga ada. KZL.
June 15, 2020
"Buku dengan cerita era pergerakan ini berhasil membuat kita berada pada era tersebut, tapi satu bintang yang lepas dari buku ini adalah tentang konsistensi cerita pada tokoh lain"
--------------------
--------------------
Jujur saya tak tahu siapa Yanti Soeparmo, dan buku ini pun adalah hasil cap cip cup di pameran buku. Ironinya, novel ini tergelatak di dalam suatu kotak yang terletak di pojok stand bersama dengan buku lainnya yang ditaruh aur-auran macam kumpulan celana dalam wanita yang diobral, dan saya mendapatkan buku ini seharga Rp. 7.500 saja. Saya tetap merasa beruntung, karena merasa isi buku ini ada kaitannya tentang sejarah Indonesia dan harganya ramah sekali macam penjaga stand tempat buku tersebut berada.
Latar tempat ini bisa dipecah jadi tiga, yaitu Bandung, Garut, dan Batavia (Jakarta) dan menyatukan kisah dua kubu (Belanda dan pribumi) dalam alur yang tetap nyaman diikuti. Kisah romantisnya pun memiliki plot tersendiri pada tokoh-tokohnya, dengan sedikit tambahan bumbu kasus kejahatan. Dimulai dari Societeit de Harmonie dan diakhiri dengan Societeit de Harmonie dengan menyelesaikan plot yang dimulai tanpa ada cerita yang nggantung
Namun rasa utama dalam novel ini justru kurang sedap menurut saya, dan rasa itu adalah romantisme. Kisah tokoh utama pun sepertinya bisa saya tebak, begitu pula dengan karakter figurannya. Dia menikah dengan siapa, dan lainnya pun begitu. Namun kisah kejahatannya yang membuat saya terkejut dan tak enggan membuat saya bosan mendapat jatah yang sedikit dari alur kisah romantis itu.
November 10, 2015
Just say it's my personal taste to give this novel 4 stars. This novel is definitely my type....
Novel DeHarmonie ini merupakan novel yang ....
Pertama, mempunyai alur yang disampaikan dengan sangat baik dan tidak membuat pembaca bingun meskipun terdapat beberapa flashback. Konflik yang dibawakan juga banyak dengan jalan ceritanya pun susah untuk ditebak, sehingga melibatkan pembaca untuk ikut menerka jalan cerita.
Kedua, setting cerita digambarkan dengan sangat baik, sehingga mampu membuat pembaca merasakan aroma Belanda yang cukup kental. Meskipun banyak menggunakan istilah ataupun nama-nama tempat dalam bahasa Belanda, novel ini tetap mampu dipahami dengan baik oleh pembaca. Dengan membaca novel ini, kita akan disuguhkan nilai sejarah, percintaan, keyakinan, sosial dan juga politik.
Ketiga, satu-satunya yang membuat saya untuk mengurangi satu bintang dari novel ini adalah cetakan novel yang kurang baik dan cover yang kurang menarik. Banyak terdapat cetakan yang tintanya tembus ke halaman belakangnya.
Novel DeHarmonie ini merupakan novel yang ....
Pertama, mempunyai alur yang disampaikan dengan sangat baik dan tidak membuat pembaca bingun meskipun terdapat beberapa flashback. Konflik yang dibawakan juga banyak dengan jalan ceritanya pun susah untuk ditebak, sehingga melibatkan pembaca untuk ikut menerka jalan cerita.
Kedua, setting cerita digambarkan dengan sangat baik, sehingga mampu membuat pembaca merasakan aroma Belanda yang cukup kental. Meskipun banyak menggunakan istilah ataupun nama-nama tempat dalam bahasa Belanda, novel ini tetap mampu dipahami dengan baik oleh pembaca. Dengan membaca novel ini, kita akan disuguhkan nilai sejarah, percintaan, keyakinan, sosial dan juga politik.
Ketiga, satu-satunya yang membuat saya untuk mengurangi satu bintang dari novel ini adalah cetakan novel yang kurang baik dan cover yang kurang menarik. Banyak terdapat cetakan yang tintanya tembus ke halaman belakangnya.
July 13, 2012
Bukan karena jalan ceritanya nggak menarik maka saya memberi bintang 3 untuk buku ini. Sebenarnya ceritanya justru sangat seru untuk diikuti, penyampaiannya juga baik. Dan penggambaran suasana Batavia dan Garut masa lampaunya sangat real. Suka banget. Nggak nyangka ada buku Indonesia seperti ini.
Masalahnya, kualitas cetakannya agak2 kayak bajakan. Ada yang guram, ada yang tintanya nembus ke halaman belakangnya. Hmm.. Covernya juga nggak jelas maksudnya siapa karena menggunakan gambar pria pribumi padahal tokoh utama cerita orang belanda asli. Tadinya mau kasih bintang 4 tapi turun 1 bintang karena kemasan. Hehe.
Tapi tetep.. Mbak Yanti bikin novel kayak gini lagi dooong... *sok kenal*
Masalahnya, kualitas cetakannya agak2 kayak bajakan. Ada yang guram, ada yang tintanya nembus ke halaman belakangnya. Hmm.. Covernya juga nggak jelas maksudnya siapa karena menggunakan gambar pria pribumi padahal tokoh utama cerita orang belanda asli. Tadinya mau kasih bintang 4 tapi turun 1 bintang karena kemasan. Hehe.
Tapi tetep.. Mbak Yanti bikin novel kayak gini lagi dooong... *sok kenal*
October 27, 2011
Masih belum selesai baca bukunya.
Harus ngakuin, setting ceritanya digambarkan dengan apik. Masalahnya juga menarik. Hanya saja, unsur rasa penasaran kriminalnya belum terbangun. Korbannya terasa seperti random killing saja karena kemudian focus cerita lebih ke hubungan Rafa dan Salma. Yah sejauh ini, sih. Akan lebih terasa detektifnya kalau fokus cerita berjalan dengan sang inspektur. but let's see... aku belum selesai juga bacanya.
Harus ngakuin, setting ceritanya digambarkan dengan apik. Masalahnya juga menarik. Hanya saja, unsur rasa penasaran kriminalnya belum terbangun. Korbannya terasa seperti random killing saja karena kemudian focus cerita lebih ke hubungan Rafa dan Salma. Yah sejauh ini, sih. Akan lebih terasa detektifnya kalau fokus cerita berjalan dengan sang inspektur. but let's see... aku belum selesai juga bacanya.
July 10, 2011
hampir seperti "Runtuhnya Menara Azan" .. setiap konflik dan masalah digambarkan secara mengalir dan enak dibaca serta diakhiri dengan penyelesaian yang tak terduga sebelumnya, detektif banget, he he he ...
August 29, 2011
cara bercerita yg bagus. tidak membosankan, dan suasana batavia tempo doeloe sangat kental. plus keterangan-keterangan tempat membuat pembaca tdk sulit membayangkannya. great!
September 2, 2011
tebak2an pelaku. disuguhi pengenalan sejarah
Displaying 1 - 9 of 9 reviews










