What do you think?
Rate this book


186 pages, Paperback
First published January 1, 1980
"Ya, kalau orang Indonesia sendiri yag punya pengertian lebih suka tinggal di kota besar, dan enggan bekerja di rimba, siapa yang akan menjaga?" (halaman 136)
"Jika kita pandai membacanya, rimba belantara terbuka bagi kita seperti sebuah buku. Dari jejak, tetesan air, tanah, pohon dan tanaman, bunyi, orang yang pandai membaca akan tahu apa yang ada dan terjadi dalam rimba." (halaman 39)
"Kalau cukup besar dan manusia jatuh ke dalam kantong serupa ini, bisa juga habis dimakannya," kata Adnan.
"Wah, mari kita masukkan Pentil!" seru Poni.
Mereka tertawa, dan Pentil ikut tertawa.
"Belum dia sempat makan saya, saya lalap duluan dia dengan sambal," balas Pentil dengan gagah. (halaman 37)