Jump to ratings and reviews
Rate this book

Imung #5

Imung: Matinya Raja Batik

Rate this book
Hendra Wijaya, seorang pengusaha batik yang mempunyai banyak musuh, meninggal di Australia. Kecurigaan segera timbul, karena dengan kematiannya, perusahaan batiknya selamat dan istrinya, Marlia, mendapat warisan besar.
Tetapi Marlia pun terbunuh dengan cara aneh.
Mungkin saja, saudari iparnya yang sering diolok-olok.
Tapi ini pun terbunuh dengan cara aneh.
Hampir tak ada yang tak dilacak, tapi semua usaha buntu. Malah Kolonel Polisi Suyatman sendiri terjebak. Tak berkutik. Di bawah todongan senjata. Bagaimana reaksi Imung? Adakah ia si cerdik ini mempunyai kelebihan atau sekedar anak hitam korengan?

Buku telepon di ruang sekolah hilang.

Ide Imung untuk menghadapi penodong sopir taksi yang meraja-lela.

Sepulang jambore di Sibolangit, Helena langsung menemui Imung.

Nyoo Hun Cong, jutawan besar, kali ini kehilangan seekor kuda balap yang paling mahal, Poznansa.

Semua persoalan itu ada dalam serial Imung ini.


Judul-judul kisah Imung yang terdapat dalam buku ini:
1. Hilangnya Buku Telepon
2. Penodongan Sopir Taksi
3. Matinya Raja Batik
4. Sebuah Cerita Seusai Jambore
5. Ke Mana Poznansa?

142 pages, Paperback

First published January 1, 1980

19 people want to read

About the author

Arswendo Atmowiloto

120 books156 followers
Seorang yang sangat terkenal di bidang jurnalistik, penulisan dan sinetron. Lahir di Solo 26 November 1948. Sempat kuliah di IKIP Solo selama beberapa bulan, lalu mengikuti program penulisan kreatif di Iowa University, Iowa City, Amerika Serikat (1979). Prestasinya sungguh luar biasa. Banyak karyanya yang telah disinetronkan dan mendapat penghargaan, di antaranya Keluarga Cemara dan Becak Emak, yang terpilih sebagai Pemenang Kedua Buku Remaja Yayasan Adikarya IKAPI 2002. Bahkan karena prestasinya pula, dia sempat masuk penjara selama lima tahun!

Kini ia mengelola penerbitan sendiri yang diberi nama Atmo Group. Ia tinggal di Jakarta dengan seorang istri yang itu-itu saja, tiga orang anak yang sudah dewasa, seorang cucu yang lucu, seekor anjing setia, ratusan lukisan buatan sendiri selama di penjara, serta sejumlah pengalaman indah yang masih akan dituliskan.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
0 (0%)
4 stars
2 (18%)
3 stars
8 (72%)
2 stars
1 (9%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 2 of 2 reviews
Profile Image for Bunga Mawar.
1,361 reviews43 followers
November 13, 2020
Misalkan saya membaca buku ini saat kanak-kanak, mungkin saya akan kagum pada tokoh Imung, anak SMP kurus, dekil, korengan, tapi begitu dipercaya Kepolisian dan warga Jakarta untuk membantu pengusutan kasus kriminal. Mungkin saya menempatkan Imung sebagai kebalikan dari Frederick Algernon Trotteville, si gempal Fatty pemimpin Pasukan Mau Tahu karya Enid Blyton.

Tapi saya kan baru baca sekarang, empat puluh tahun sejak buku ini terbit, dengan pengetahuan saya tentang dunia kepolisian yang nggak sepolos Mayor Sulaeman Wibowo :)

Terima kasih Gramedia Digital sudah menyediakan buku ini, yang judulnya dulu sempat saya jadikan sarana belajar membaca dan menulis walau nggak tahu artinya.
Profile Image for Riapurwanti Jamin.
123 reviews8 followers
Read
November 25, 2016
Ah, seru!
Serial detektif Indonesia.
Dunianya lebih berasa familiar karena setting Jakarta.
Displaying 1 - 2 of 2 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.