Jump to ratings and reviews
Rate this book

Cinta yang Hilang

Rate this book
Tujuh cerita dalam buku ini adalah karya-karya terbaik master cerpen O. Henry, seorang mantan narapidana kasus perampokan bank yang kemudian menjadi penulis terkemuka dan kini namanya diabadikan sebagai hadiah tahunan bergengsi untuk cerpen terbaik di Amerika Serikat.

O. Henry kerap menulis kisah cinta tak biasa sepasang anak muda yang tengah bergelut dengan pencarian identitas di tengah kota besar yang riuh oleh gemerlap dunia. Cerita-cerita dalam buku ini berkisah tentang suka duka cinta yang kesemuanya berlatar New York awal abad kedua puluh, diwarnai sentuhan humor dan bahkan nuansa supranatural. Kadang berakhir bahagia, kadang berujung getir. Namun, selalu mengejutkan kita dengan akhir tak terduga dan tak terlupakan.

Inilah sebuah buku luar biasa yang akan membuat Anda terhibur, terharu, tersenyum simpul, dan sekaligus merenungi kisah cinta Anda sendiri.

118 pages, Paperback

First published February 1, 2011

10 people are currently reading
99 people want to read

About the author

O. Henry

2,914 books1,872 followers
Such volumes as Cabbages and Kings (1904) and The Four Million (1906) collect short stories, noted for their often surprising endings, of American writer William Sydney Porter, who used the pen name O. Henry.

His biography shows where he found inspiration for his characters. His era produced their voices and his language.

Mother of three-year-old Porter died from tuberculosis. He left school at fifteen years of age and worked for five years in drugstore of his uncle and then for two years at a Texas sheep ranch.

In 1884, he went to Austin, where he worked in a real estate office and a church choir and spent four years as a draftsman in the general land office. His wife and firstborn died, but daughter Margaret survived him.

He failed to establish a small humorous weekly and afterward worked in poorly-run bank. When its accounts balanced not, people blamed and fired him.

In Houston, he worked for a few years until, ordered to stand trial for embezzlement, he fled to New Orleans and thence Honduras.

Two years later, he returned on account of illness of his wife. Apprehended, Porter served a few months more than three years in a penitentiary in Columbus, Ohio. During his incarceration, he composed ten short stories, including A Blackjack Bargainer , The Enchanted Kiss , and The Duplicity of Hargraves .

In 1899, McClure's published Whistling Dick's Christmas Story and Georgia's Ruling .

In Pittsburgh, Pennsylvania, he sent manuscripts to New York editors. In the spring of 1902, Ainslee's Magazine offered him a regular income if he moved to New York.

In less than eight years, he became a bestselling author of collections of short stories. Cabbages and Kings came first in 1904 The Four Million, and The Trimmed Lamp and Heart of the West followed in 1907, and The Voice of the City in 1908, Roads of Destiny and Options in 1909, Strictly Business and Whirligigs in 1910 followed.

Posthumously published collections include The Gentle Grafter about the swindler, Jeff Peters; Rolling Stones , Waifs and Strays , and in 1936, unsigned stories, followed.

People rewarded other persons financially more. A Retrieved Reformation about the safe-cracker Jimmy Valentine got $250; six years later, $500 for dramatic rights, which gave over $100,000 royalties for playwright Paul Armstrong. Many stories have been made into films.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
17 (20%)
4 stars
30 (37%)
3 stars
25 (30%)
2 stars
8 (9%)
1 star
1 (1%)
Displaying 1 - 30 of 31 reviews
Profile Image for melmarian.
401 reviews136 followers
February 12, 2016
Cinta yang hilang. Sound so cheesy. Jujur saja, itu pemikiran pertama saya saat mengetahui tentang buku ini. Namun, setelah ‘berkenalan’ untuk pertama kalinya dengan O. Henry dalam antologi cerpen klasik Cinta Tak Pernah Mati, saya pun jadi penasaran dan akhirnya membeli kumcer ini.

Buku setebal 118 halaman ini berisi 7 cerita pendek karya O. Henry, yang bernama asli William Sydney Porter (1862-1910), sang maestro cerpen yang namanya diabadikan sebagai nama penghargaan tahunan bergengsi bagi cerpen-cerpen terbaik di Amerika Serikat; O. Henry Award.

Yang tadinya saya kira roman picisan (dari kesan pertama terhadap judul kumcer ini), ternyata adalah cerita-cerita pendek bertema cinta yang padat, penuh humor, menghibur, kadang satir dan misterius, dan selalu punya ending mengejutkan. Sama sekali bukan cerita cinta yang cengeng. Ketujuh cerpen di dalam kumcer ini ditulis O. Henry dengan menggunakan karakter dan setting yang tidak jauh-jauh dari dunia seni.


Di cerpen pembuka yang bertajuk sama dengan judul kumcer ini; Cinta yang Hilang, pembaca akan diperkenalkan dengan seorang lelaki muda yang dengan gelisah mengitari rumah-rumah di area teater di West Side. Ia sebenarnya hanya punya satu tujuan: mencari seorang gadis bernama Eloise Vashner, seorang aktris teater dan cinta sejatinya. Saat si lelaki muda akhirnya menyewa kamar di sebuah rumah, tiba-tiba ia mencium wangi tajam bunga mignonette di dalam kamar itu, bau yang menjadi ciri khas Eloise! Apakah dia sudah gila?

Cinta membuatmu rela mengorbankan hartamu yang paling berharga. Demikian juga dengan Della, yang begitu ingin memberikan hadiah yang indah di malam Natal buat suami tercinta, Jim. Padahal mereka hanyalah sepasang suami-istri yang miskin. Begitulah kisah yang disajikan cerpen kedua yang berjudul Hadiah Kejutan (judul aslinya “The Gift of the Magi”). Magi yang dimaksud disini adalah orang Majus yang memberi hadiah pada malam Yesus Kristus dilahirkan di dunia. Cerpen yang ini favorit saya dari keseluruhan buku, karena walaupun singkat, tapi menghangatkan hati.

Dalam cerpen ketiga berjudul Bukti Cerita, kita akan diajak mengikuti perdebatan seru dua orang kenalan lama, Westbrook yang adalah seorang redaktur majalah, dan Dawe seorang penulis fiksi. Westbrook punya teori, jika seseorang tiba-tiba dihadapkan dengan krisis emosional, ucapan yang keluar dari mulut orang itu akan kacau, namun tetap menggunakan kata-kata dalam bahasa sehari-hari. Teori Dawe sebaliknya, sebagai penulis fiksi, menurutnya seseorang akan mengucapkan kata-kata dramatis nan lebay jika dihadapkan dengan krisis emosional. Nah, yang mana dari mereka yang benar?

Semata-mata Bisnis. Dunia pertunjukan kabaret merupakan bisnis yang menguntungkan. Jadi jangan heran ketika aktor dan aktris yang terlibat dalam satu pementasan “mengikat kontrak” satu sama lain demi suksesnya pertunjukan. Itulah yang dilakukan Bob Hart dan Winona Cherry, ketika mereka terlibat dalam pementasan bertajuk “Mice Will Play” yang kemudian sukses besar. Tapi benarkah semuanya hanya semata-mata demi uang?

“Aku benar-benar takut kalau semua pertunjukan mencerminkan dunia yang sebenarnya dan semua orang adalah aktor dan aktris.”


Demikian kata narator cerpen berjudul Kenyataan adalah Sandiwara. Ia lalu menguraikan kisah cinta segitiga antara seorang perempuan bernama Helen, Frank Barry, dan John Delaney. Di hari pernikahan Helen dengan Frank, John yang gila karena cinta menghambur ke kamar Helen dan memintanya untuk kabur bersamanya. Frank yang marah besar karena melihat adegan itu kabur dan tidak kembali. Helen kemudian menjalani hidup 18 tahun tanpa suami, sampai akhirnya beberapa orang pria secara misterius muncul untuk melamar Helen. Apakah suaminya yang menghilang selama 18 tahun akhirnya kembali?

Judul cerpen selanjutnya adalah Perempuan dan Suap Menyuap. Tidak, cerpen ini tidak mendiskreditkan perempuan, malah sang penulis mengakui bahwa “Lelaki adalah masalah tersulit yang harus dihadapi perempuan.” Inti cerpen ini sebenarnya adalah seberapa jauh, atau lebih tepatnya berapa banyak uang yang bersedia dikeluarkan oleh seseorang demi terciptanya sensasi yang membuatnya terkenal. Seorang pencoleng bernama Pogue membuat kesepakatan dengan seorang wanita bernama Artemisia Blye dan Tuan Vaucross, seorang pengusaha kaya. Vaucross harus berpura-pura jatuh cinta setengah mati kepada Nona Blye kemudian mencampakkannya. Nona Blye kemudian akan mengajukan tuntutan kepada Vaucross. Semua diuntungkan, uang dan ketenaran ada di tangan. Jika saja semuanya berjalan sesuai dengan rencana.

Cerpen terakhir yang berjudul Demi Cinta dibuka dengan kalimat:

“Ketika seseorang mencintai Seni, tidak ada yang terasa membebani.”


Hidup yang dijalani Joe dan Delia Larrabee berat, namun mereka tidak mau menganggapnya sebagai beban. Joe adalah seorang pelukis dan Delia adalah penyanyi lulusan sekolah musik. Suatu hari, Delia mengatakan pada Joe bahwa ia akan memberi les musik kepada anak perempuan seorang jenderal. Beberapa hari kemudian, Joe dengan gembira mengumumkan bahwa sketsa-sketsanya dibeli seorang lelaki dari Peoria. Mereka hidup dengan cinta dan seni di setiap helaan nafas, namun pada akhirnya mereka sadar bahwa cinta jauh lebih besar daripada seni.

Empat bintang saya berikan untuk kumcer ini, karena gaya penulisan O. Henry yang khas mampu membuat saya merasa seakan terlempar ke dunia seni dan hiburan di New York pada akhir abad 19. Cerpen-cerpen O. Henry merupakan selebrasi kehidupan, sifat-sifat alami manusia, kejutan, dan tentu saja seni dan cinta. Dua hal yang mengganjal di hati saya, yang pertama adalah cover yang tidak mewakili isi buku yang bertema seni. Dengan cover seperti itu dan judul “Cinta yang Hilang”, jangan heran kalau orang mengira buku ini sebuah novel roman biasa. Kedua, salah ketik pada profil O. Henry di bagian belakang buku. Tertulis di buku ini bahwa O. Henry lahir pada tahun 1896 dan wafat 1910, sementara tahun kelahiran O. Henry yang benar adalah tahun 1862. Kesalahan ketik yang sama saya temui pada profil O. Henry di kumcer Cinta Tak Pernah Mati. Semoga penerbit bisa memperbaiki kekurangan-kekurangan seperti ini, karena sungguh sayang jika sebuah buku yang bagus jadi “cacat” hanya gara-gara masalah sepele.

@melmarian
http://surgabukuku.wordpress.com
Profile Image for bakanekonomama.
573 reviews84 followers
February 2, 2012
Dari ketujuh cerpen ini, saya paling suka cerpen kelima berjudul "Kenyataan adalah Sandiwara". Cerpen ini berkisah tentang sebuah ironi dari cinta segitiga antara dua orang lelaki yang bersahabat dengan seorang perempuan. Dua lelaki itu bernama Frank Barry dan John Delaney. Mereka bersaing untuk mendapatkan cinta seorang gadis muda dan cantik bernama Helen.
Persaingan mereka berakhir ketika Helen menyerahkan hatinya kepada Frank. Mereka pun menikah, dan John Delaney-lah yang menjadi pendamping pengantin pria. Sayangnya, John masih belum bisa melupakan perasaan cintanya kepada Helen. Ia mengajak Helen yang saat itu sudah menikah dengan Frank, untuk kabur bersamanya. Helen menolak mentah-mentah tawaran itu, ia menyuruh John pergi yang akhirnya diterima John dengan berat hati. Sebelum pergi, John meminta izin untuk mencium tangan Helen, yang dikabulkan oleh Helen. Ironisnya, tepat saat itu juga Frank melihat mereka berdua di sana, yang membuat Frank sangat marah.

Kejadian itu membuat Helen yang baru saja melangsungkan upacara pernikahannya (belom pake malam pertama segala ;p) menjadi janda. Frank meninggalkannya, membuat Helen menjadi terkenal di kota itu karena kisahnya yang tragis. Dua puluh tahun berlalu, Helen masih tetap setia pada cintanya untuk Frank. Ia kini mewarisi toko dan rumah milik orangtuanya, yang ia sewakan kepada orang-orang.

Kecantikan Helen masih belum hilang dimakan usia, meskipun ia hampir memasuki usia 40. Helen dilamar oleh beberapa pria yang semuanya ditolak olehnya. Termasuk seorang pria misterius bernama Ramonti yang kehilangan ingatannya dua puluh tahun yang lalu. Helen sendiri merasakan ketertarikan kepada pria ini, meskipun ia tetap kukuh pada pendiriannya untuk setia kepada suami yang telah meninggalkannya. Mungkinkah Ramonti adalah sosok pria dari masa lalu Helen? Apakah ia Frank yang dengan begitu saja meninggalkan Helen di hari pernikahan mereka tanpa sedikit pun meminta penjelasan dari Helen? Ataukah ia John, yang mengaku sangat mencintai Helen dan tidak bisa hidup tanpanya?

Kisah "Kenyataan adalah Sandiwara" mencoba menampilkan kepada pembaca bahwa terkadang kenyataan itu jauh lebih kejam daripada sebuah sandiwara. Seberapun sedih ataupun tragisnya sebuah sandiwara, ia tetaplah sebuah sandiwara yang akan berakhir jika layar sudah diturunkan. Tetapi kenyataan tidaklah begitu. Ia akan terus ada hingga akhir hayat sang aktor atau aktris di panggung kehidupan...

Cerpen-cerpen lain dari buku kumcer ini juga sangat menarik. Cerita pertama, "Cinta Yang Hilang", mengisahkan seorang pemuda yang mencari gadis yang sangat dicintainya. Kisahnya menyesakkan dan penuh misteri, juga berakhir tragis. Nampaknya, O. Henry senang menampilkan ending cerita yang menggantung, sehingga pembaca diberi keleluasaan untuk membayangkan sendiri setiap ending, yang meskipun melambungkan imajinasi saya tapi juga bikin saya gregetan di saat yang sama.

Lalu ada juga yang berjudul "Bukti Cerita", yang menampilkan sebuah paradoks antara dua orang pria yang bekerja di penerbitan. Sementara yang satu sedang bangkrut dan sekarang berjuang untuk mengirimkan cerpen-cerpennya ke temannya di sebuah penerbitan demi menghidupi ia dan istrinya, teman yang di penerbitan ini selalu menolak cerita yang dibuat olehnya dengan alasan dialog yang digunakannya terlalu to the point dan tak ada drama di dalamnya. Kedua orang ini merasa benar, hingga sang pria bangkrut berencana menggunakan istrinya sebagai bahan percobaan mereka. Sayangnya, mereka tidak tahu kenyataan macam apa yang menunggu di hadapan mereka....

Halaman depan buku kumcer ini mungkin terlihat tidak menarik dan terkesan "Sinetron Banget" atau "Drama Banget". Apalagi nama penulisnya juga nggak terlalu menjual (karena saya belum kenalan sama si om waktu itu). Tapi, setelah membaca ceritanya, gambar di halaman depan ternyata memang sesuai untuk cerita ini. Saya serasa dibawa ke dalam mesin waktu ke Amerika di awal tahun 1900-an. Judul-judul cerpen ini pun terkesan seperti judul sinetron, tapi kualitasnya jelas jauh di atas itu lah ya. O Henry gitu kan yang nulis. Namanya saja diabadikan jadi penghargaan paling bergengsi untuk para penulis Amerika.

Sekilas tentang O. Henry
O. Henry adalah nama pena untuk William Sydney Porter, yang hidup dari 11 September 1862 hingga 5 Juni 1910. Ia dilahirkan di Greensboro, North Carolina. Sejak kecil, William sudah gemar membaca, namun ia harus berhenti sekolah di usia 15 tahun dan bekerja di apotek juga di peternakan.

Tahun 1897, William dipenjara atas tuduhan penggelapan uang, meskipun banyak orang yang menyangsikan kebenaran hal itu. William dihukum 5 tahun penjara, namun ia mendapatkan amnesti selama dua tahun, jadi masa tahanannya hanya 3 tahun. Selama di penjara itu, ia mulai aktif menulis cerpen, untuk menghidupi anak perempuan satu-satunya, Margaret yang ketika itu baru berusia 7 tahun, yang ditinggal mati istrinya, Athol Estes Porter, di tahun yang sama.

Lalu, dari manakah nama O. Henry berasal?
Ada beberapa spekulasi mengenai hal itu. Yang pertama, nama itu berasal dari nama sipir ketika William dipenjara, Orrin Henry. Namun, ada juga yang mengatakan bahwa ia menemukan nama itu di sebuah koran ketika ia masih di penjara. Ketika itu, William membutuhkan nama alias untuk mengirimkan karya-karyanya. Ya, wajar saja sih. Soalnya, dia kan sedang dipenjara. Mana ada penerbit yang mau menerbitkan naskah seorang narapidana? Terutama jika ia belum memiliki nama besar sebelumnya.

Sebebasnya ia dari penjara, ia pindah ke New York City, dan mulai menulis cerpen setiap minggu untuk New York World. O. Henry meninggal dunia karena penyakit liver di usia 47 tahun. Kabarnya, ia sempat menjadi pecandu alkohol, pernikahannya yang kedua juga tidak bahagia, ditambah lagi ia memiliki masalah finansial. Semua masalah itu mungkin jadi terakumulasi, yang menyebabkan livernya nggak sanggup bekerja di luar porsinya. Saya jadi terpikir, sepertinya para sastrawan terkenal dunia banyak yang meninggal secara tragis, ya. Tapi masih mending, nggak seperti para sastrawan terkenal Jepang yang meninggalnya karena bunuh diri.

Selama hidupnya ini, ia telah menulis sekitar 300 karya, hingga tidak heran kalau penghargaan bergengsi untuk para sastrawan Amerika itu menggunakan namanya. Karya O. Henry yang terkenal antara lain "The Ransom of Red Chief" (sudah didonlot, akan dibaca segera ;)), "The Gift of The Magi" (yang ada di dalam buku ini juga), dan "The Cop and the Anthem".

http://edensordreamer.blogspot.com/20...
Profile Image for Tristanti Tri Wahyuni.
193 reviews6 followers
February 9, 2017

Sebelumnya saya tidak tahu-menahu dengan penulis yang satu ini. Iya, saya memang cupu. Tapi, kata teman saya bagus. Saya akhirnya resmi berkenalan dengan O Henry waktu membaca kumpulan cerpen Fiksi Lotus. Cerpen berjudul “Pemberian Sang Magi” karya O. Henry berhasil jadi favorit saya dalam kumcer tersebut. Cerpen itu saya temui lagi di dalam buku ini dengan judul “Hadiah Kejutan”, dan tetap jadi terfavorit.

Judul buku ini memang terkesan agak menye-menye, “Cinta yang Hilang”. Tapi, isinya nggak menye sama sekali. Sangat jauh dari kisah cinta manis-manis, yang – kata teman saya lagi – karena saking manisnya jadi bisa bikin diabetes. :D

Tiap cerita memiliki ending yang membuat saya be like: “Walah… kok, gini?”, “Weh… kok, gitu?”, “Wuiihh… ternyata begini!”, “Woo… begitu rupanya!” Hahaha tiap ending mengejutkan pokoknya. Di samping profil dari penulisnya sendiri yang juga sangat mengejutkan saya. Weh, O. Henry mantan narapidana kasus perampokan bank. Sekarang jadi penulis kenamaan dunia. Keren nggak, sih?

Oh ya, paling suka sama cerpen:
1. Cinta yang Hilang
2. Hadiah Kejutan
3. Bukti Cerita
4. Demi Cinta


Profile Image for Truly.
2,764 reviews13 followers
March 8, 2011
http://www.facebook.com/#!/note.php?n...

Kisah cinta yang sungguh berbeda.
Tokohnya hanyalah orang-orang biasa yang sedang memperjuangkan cinta. Kisahnay diramu dengan apik sehingga membuat saya ikut tertawa lepas, merasa sedih bahkan terpesona.
Bisa-bisanya seseorang menyembunyikan pernikahannya selama 2 tahun. Setelah sekian lama mencari, seorang pemuda tak jua menemukan kekasih hatinya.
Apa yang terlihat mesra belum tentu seperti itu di dalamnya.
Kejutan...kejutan...kejutan..
Kisah cinta yang tidak menye-menye
Profile Image for Aulia Mia.
55 reviews12 followers
December 24, 2016
Cinta yang Hilang-nya O Henry ini berisi kumpulan cerita pendek tentang cinta dalam berbagai rupa.

Yang paling menarik buatku adalah Hadiah kejutan. Kisah tentang suami istri yang hidup dalam kondisi keuangan yang terbatas tapi masing-masing berusaha mengorbankan miliknya yg berharga untuk membahagiakan pasangannya. Meski akhirnya kebahagiaan mereka adalah saling memiliki satu sama lain. Cerita ini sederhana tapi lebih menyentuh dibanding cerita lain yang ada dibuku ini.
Profile Image for Teguh.
Author 10 books333 followers
June 12, 2013
Ini kereen abis, endingnya mengejutkan. Dan cerpen yang paling aku sukai adalah "Kenyataan dan Sandiawara" bagusss banget dan endingnya bikin tak bisa berhenti tertawa
Profile Image for R-Qie R-Qie.
Author 4 books9 followers
May 17, 2018
Berisi tujuh cerpen bertema cinta dengan setting New York awal abad kedua puluh. Demi Cinta, Perempuan dan Suap Menyuap, Kenyataan adalah Sandiwara, Semata-mata Bisnis, Bukti Cerita, Hadiah Kejutan, dan Cinta yang Hilang adalah judul-judul dalam buku karya master cerpen yang pernah dipenjara karena kasus perampokan bank.

Pertama kali melihat covernya saya sama sekali tak tertarik membaca. Entah kenapa cover foto orang membuat saya enggan melahap isi bukunya. Sudah underestimate duluan dan berpikir itu bukan selera saya. Lantas kenapa membaca buku ini? Saya mendapat buku ini gratis (ganti ongkir aja) dan pantang bagi saya mendapatkan buku tanpa membacanya terlebih dahulu sebelum dijual atau diberikan kepada orang lain.

Pepatah yang mengatakan jangan menilai buku dari sampulnya rupanya berlaku pada kumpulan cerpen ini. Tujuh kisah di dalamnya tak seburuk yang saya kira. Malah sebagian besar bagus dalam kacamata saya meski ada satu cerpen yang saya nggak ngerti sampai akhir. :-D

Saya termasuk orang yang susah mengingat nama terutama orang asing, agak tersendat saat membaca awal tiap cerpen berisi banyak nama yang bukan tokoh dalam cerita. Belum lagi detail yang bahkan tidak saya ingat sesaat setelah membaca kalimat selanjutnya. Bukan berarti buku ini jelek, hanya saja beberapa hal sulit dipahami dan saya tidak suka itu.

Tema yang diangkat dan ending memuaskan saya kira yang menyelamatkan buku ini dari penilaian buruk saya. Saya bisa bergantian merasa miris, terharu, lucu, dan berbagai perasaan lainnya begitu mengakhiri tiap cerpen. Intinya membekas, tidak hanya melintas begitu saja.

Paling suka dengan dengan kisah yang berjudul Hadiah Kejutan. Betapa dua tokoh di dalamnya rela mengorbankan apa yang paling disukainya demi membahagiakan orang tercinta. Tiga dari lima bintang.
Profile Image for cindy.
1,981 reviews156 followers
July 16, 2018
Ultra romantic... itu yg bergayut di pikiranku saat membaca karya pengarang satu ini. Memang kumcer ini bukan kali pertama aku mengenalnya. Satu cerpennya, The Gift of the Magi, sudah kunobatkan jadi salah satu cerpen romantis favoritku sepanjang masa (cerpen ini juga ada dalam kumcer ini dengan nama baru, "Hadiah Kejutan"). Jadi tidak heran keenam cerpen lainnya juga cukup kusukai.

Semua cerpen di kumcer ini punya karakter-karakter menyenangkan dan semuanya tidak jauh2 dari dunia seni. Meskipun demikian tema-temanya beragam, dari yang sedikit supranatural (Cinta yang Hilang) sampai komedi-tragis (Bukti Cerita). Dari penantian cinta berpuluh tahun (Kenyataan adalah Sandiwara) hingga cinta yg tersembunyi (Semata-mata Bisnis dan Perempuan dan Suap-menyuap). Ada pula kehidupan rumah tangga dan pengorbanan dalam Demi Cinta yang mirip semangatnya dengan Hadiah Kejutan.

Sebenarnya aku suka semuanya dan ingin memberi bintang lebih, taaaapi... aku tidak terlalu suka penerjemahan judul-judulnya yang terlalu sinetronis sekali. Demikian pula ilustrasi sampulnya yang berasa zaaaadul sekali kembali ke era 80an. Pliissss d. Dan lagi, tidak ada penjelasan tentang judul asli atau catatan tambahan tentang cerpen itu sendiri. Untuk hal ini, beberapa antologi terbitan Penerbit Basabasi yang akhir2 ini kubaca jelas punya kelebihan itu dan menambah wawasan. Sayang sebenarnya.
Profile Image for Nanny SA.
343 reviews41 followers
August 28, 2020
Buku ini merupakan kumpulan cerita pendek karya O Henry. Cerita berlatar belakang kota New York di awal abad ke 20. 7 cerita disampaikan di sini.

1. Cinta yang Hilang
2. Hadiah Kejutan
3. Bukti Cerita
4. Semata-mata Bisnis
5. Kenyataan adalah Sandiwara
6. Perempuan dan suap menyuap
7. Demi Cinta

Gaya bercerita O Henry cukup unik, sering memberi jejutan di akhir cerita.
Saya menyukai cerita Semata- mata Bisnis dan Kenyataan adalah Sandiwara Keduanya memberi kejutan, akhir cerita yang tak terduga.

Ketika membaca buku ini saya merasa pernah membaca beberapa ceritanya, karena penasaran saya memeriksa daftar buku di shelf goodreads, ....ternyata benar ada buku kumpulan cerita O Henry , yang diterjemahkan oleh penterjemah lain, dan memang cerita -cerita itu ada juga di sini, dengan judul yang berbeda. Kecewa..awalnya iya, tapi ya sudahlah hitung-hitung mengingatkan kembali pada cerita yang lumayan bagus, buktinya saya masih ingat jalan ceritanya, berarti ceritanya lumayan berkesan :)
Profile Image for Rifan J.
72 reviews40 followers
February 1, 2020
Cerpen pertama menjadi alasan saya untuk terus melanjutkan kepingan-kepingan cerita selanjutnya. Waw. Dua paragraf terakhir khas O. Henry ini memang benar-benar bikin siapa pun terpukau. Plot twisnya ciamik bgt.

Personal rate:

- Cinta Yang Hilang (10/10)
- Hadiah Kejutan (10/10)
- Bukti Cerita (10/10)
- Semata-mata bisnis (9/10)
- Kenyataan adalah Sandiwara (10/10)
- Perempuan dan Suap Menyuap (8/10)
- Demi Cinta (10/10)
Profile Image for Meta Morfillah.
671 reviews23 followers
August 20, 2015
Judul: Cinta yang hilang
Penulis: O. Henry
Penerbit: Serambi ilmu semesta
Dimensi:118 hlm, cetakan I Februari 2011
ISBN: 978 979 024 241 8

Buku ini memuat tujuh cerita pendek terbaik O. Henry. Semuanya berlatar New York abad kedua puluh dan bertemakan kisah cinta. Bagi saya, cerpen dalam buku ini begitu lucu, meski satire dan selalu memberikan ending yang mengejutkan. Twist yang tak tertebak. Kadang membuat saya tersenyum ironis, menanggapi endingnya. Tema keseharian namun diracik dengan detail yang begitu deskriptif membuat cerita ini tidak membosankan. Bahkan saya teringat film series Alfred Hitchkock di Fox Crime, persis seperti itu ceritanya. Hitam, putih, terlihat biasa, datar, namun saat di ending mencengangkan!

Saya suka semua ceritanya. Terharu pada kisah yang berjudul 'Hadiah kejutan' dan 'Demi Cinta' yang menceritakan pengorbanan sepasang kekasih yang saling mencintai. Tersenyum sedih pada kisah yang berjudul 'Cinta yang hilang' dan 'Kenyataan adalah sandiwara' yang menceritakan kesetiaan salah satu pihak yang mencintai. Lalu terbahak membaca kisah 'Bukti Cerita', 'Semata-mata bisnis' dan 'Perempuan dan suap menyuap' yang menceritakan kekonyolan dan semacam senjata makan tuan.

Agak bingung juga, karena membaca riwayat penulisnya yang asli Amerika Serikat, tapi tulisannya terasa lebih Prancis. Juga ada kesan religi tentang Islam, seperti di halaman 24 yang berbicara tentang Raja Sulaiman dan Ratu Sheba, serta di halaman 93 tentang buku-buku Islam. Apakah penulisnya seperti Leo Tolstoy yang--katanya--beragama Islam? Haha.. ini hanya praduga saya.

Secara cover, jujur saya kurang suka. Amat sangat terkesan jadul dan murahan. Tapi, isinya memang bagus.

Saya apresiasi 5 dari 5 bintang.

Meta morfillah
Profile Image for Aesna.
Author 3 books13 followers
December 6, 2015
Sejak pertama kali saya membaca cerpen O. Henry berjudul Tamu Pernikahan di buku Cinta Tak Pernah Mati, saya sadar bahwa saya merasa amat tolol ketika membaca cerpen tersebut. Maksudku, secara struktur, plot, karakter, dan twist, cerpen Tamu Pernikahan -IMHO- adalah cerpen yang mendekati kesempurnaan. Saya ingat sekali ketika saya mengumpat sejadi-jadinya setelah membaca cerpen tersebut, sampai saya berteriak keras sekali ketika di kos, "Anying!". Itu karena saya saking keselnya kenapa kok cerpen kek ngono wae semestinya yoo aku isoh.

Tapi, ketika berpikir ulang, saya benar-benar tak mampu menciptakan cerpen seperti itu karena saya sadar, kemampuan saya masihlah jauh.

Dan sekarang, saya sudah menyelesaikan kumpulan cerpen Cinta yang Hilang. Meski agak tersendat-sendat karena terjemahan. Tapi, saya angkat topi pada, sekali lagi, semua ending dalam buku ini. Tidaklah salah, jika pada biografi di halaman belakang, O. Henry disebut sebagai "pencerita yang kerap menutup cerita dengan akhir yang mengejutkan."

Namun, bagi saya, judul cerpen terbaik dalam buku ini adalah Demi Cinta. Meski judulnya keliatan katrok dan sinetron banget. Percayalah, cerpen ini mempunyai satir yang bagus kepada kita yang senang sekali mengeluh kenapa kita susah sekali berkarya dengan ikhlas, atau dalam bahasa lain, kowe ngelakoni hobi hambok ojo kowe rasa-rasane, sing penting kowe seneng karo tresno
Profile Image for Pris.
446 reviews38 followers
July 1, 2016
Cerpen-cerpennya O. Henry baguuus!

Apa ya, singkat tapi 'nendang'. Satire, tapi lucu. Temanya memang berkisar tentang cinta tapi nggak cengeng.

Cerpen-cerpen favorit: Demi Cinta, Bukti Cerita, Semata-mata Bisnis, Kenyataan adalah Sandiwara.

Demi Cinta unyu banget omo o///w///o #YHA. Sempat khawatir endingnya akan tragis... ternyata nggak kok, hehe. Cerpen Hadiah Kejutan punya nuansa yang agak mirip, tapi aku udah pernah baca beberapa cerita yang plotnya hampir sama, jadi terasa kurang greget waktu baca lagi di buku ini.

Semata-mata Bisnis, ini tokohnya tsun =))) #mb. Kenyataan adalah Sandiwara, suka dengan tema kesetiaannya. Bukti Cerita buatku cerpen terlucu dalam buku ini, walau mungkin kalau dimasukkan dalam konteks kekinian topik perdebatan antara dua tokoh cerpen ini jadi kurang masuk akal, tetap saja ceritanya enak dinikmati, dan endingnya penuh kejutan =)))

Cinta yang Hilang, yang jadi judul kumcer ini, juga bagus, dan bisa dibilang cerita paling sedih dalam buku ini. Terakhir, cerpen Perempuan dan Suap-Menyuap sebetulnya lucu juga, tapi somehow jadi cerpen yang least interesting buatku.

Profile Image for Lidya.
83 reviews1 follower
January 22, 2013
Sebetulnya dari cover sendiri tidak menarik, tapi don't ever judge a book by it's cover.

Berisi tujuh cerita dengan ending yang membuat ber-"hah" karena terkejut. Ada kisah supranatural, ada kisah mengharukan, tapi kisah komedi "Bukti Cerita" betul-betul membuat saya ngakak habis-habisan.
Kisah tentang seorang penulis cerpen dan redaktur majalah yang masing-masing mempunyai teori yang bertentangan.

Selain itu, cerpen favorit saya yang lain adalah "Kenyataan adalah Sandiwara" dan "Demi Cinta". Masing-masing memiliki ending yang manis. Jangan lupakan "Hadiah Kejutan", cerpen pertama O.Henry yang pernah saya baca di antologi cerpen klasik yang abadi itu.

Suka sekali dengan gaya penulisan O.Henry, betul-betul membawa pembaca ke akhir abad 19 sampai awal abad ke 20 di Amerika.
Profile Image for Aria Anggana.
208 reviews23 followers
October 6, 2013
Pada setiap selesai membaca cerita di buku ini, aku menilainya dan kira-kira memilih dari ke-7 cerita pendek dalam buku yang mana yang paling aku sukai. Namun pada akhirnya aku gagal. Kenapa? Semua cerita dalam buku ini memukau, dengan jalan cerita dan ending tak terduga.

Ini pertama kalinya aku membaca O Henry, buku milik seorang teman yg dititipkan padaku dan kupinjam-baca sehari lalu.

Lain kali, kupikir aku akan ingin lagi membaca tulisan-tulisan beliau

review lengkapnya bisa kunjungi
http://4sayap.wordpress.com/2013/10/0...
Profile Image for Tenni Purwanti.
Author 5 books36 followers
June 5, 2016
Yang saya suka dari cerpen-cerpen O. Henry adalah endingnya yang twist. Selalu twist. Ia selalu membuka cerpen dengan deskripsi yang cenderung membosankan tetapi entah mengapa endingnya selalu bisa twist. Ending-ending yang mengejutkan dan sesekali membuat tersenyum geli.

Dari sebuah keisengan membeli buku ini dan akhirnya tidak menyesal. Dari 7 cerpen, ada 4 yang saya favoritkan:
1. Cinta yang Hilang
2. Hadiah Kejutan
3. Kenyataan adalah Sandiwara
4. Demi Cinta

Profile Image for Stella_bee.
496 reviews18 followers
June 8, 2016
Kisah cinta yang memikat & tidak biasa. Menarik memang namun gaya bahasa O'Henry bukan termasuk favoriku. Dulu sekali pernah baca karya O'Henry berjudul The Last Leaf yang jauh lebih kusukai ketimbang cerpen-cerpen yang disajikan dalam terbitan ini. Bagaimanapun juga, 3 bintang tetap layak disematkan untuk O'Henry..
Profile Image for Titis Wardhana.
995 reviews14 followers
April 1, 2011
sebenernya ceritanya lumayan, even there're romantic ones, tapi penggunaan kata kau dan kamu yang mengganggu. Di cerita pertama masih pake kau, di cerita kedua campur antara kau dan kamu, dan seterusnya pake kamu, aneh aja bacanya...
Profile Image for Aprijanti.
139 reviews22 followers
October 26, 2014
Gaya tulisan khas penulis Amerika, tidak bertele-tele, analogi pada setiap cerita akan membuat pembaca tertawa. Yang lebih mengesankan ketika saya membaca biografi penulis adalah seorang mantan narapida. What an epic Henry!
Profile Image for Amex Rijal.
30 reviews13 followers
January 6, 2016
benar-benar klasik. mementingkan pesan daripada membuat bentuk/gaya bercerita yang neko-neko. kisah-kisah sederhana kehidupan sehari-hari. di akhir tiap ceritanya selalu ada kebetulan yang bikin saya ngucap, "lah? apaan~"
Profile Image for Dian.
7 reviews4 followers
October 12, 2013
Inilah Cinta .... penuh kejutan di dalam nya ...
Profile Image for Muhajjah Saratini.
289 reviews9 followers
February 20, 2015
Baru ini kenalan dengan O. Henry.
Ternyata bagus.
Paling suka dengan cerpen "Bukti Cerita" dan "Demi Cinta".
Semoga ulasan lengkap bisa menyusul XD
Profile Image for fajar binks.
30 reviews2 followers
July 15, 2015
terjemahannya kurang
the furnished room jadi cinta yang hilang... jauh banget :D
1 review
Currently reading
June 18, 2015
Buku ini sangat bagus
Displaying 1 - 30 of 31 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.