Alexander McCall Smith is the author of the international phenomenon The No. 1 Ladies' Detective Agency series, the Isabel Dalhousie Series, the Portuguese Irregular Verbs series, and the 44 Scotland Street series. He is professor emeritus of medical law at the University of Edinburgh in Scotland and has served on many national and international bodies concerned with bioethics. He was born in what is now known as Zimbabwe and he was a law professor at the University of Botswana. He lives in Scotland. Visit him online at www.alexandermccallsmith.com, on Facebook, and on Twitter.
I heard this book on Libby just for fun as I have heard other books by the author. Just a quick 1 hour story. This is cute for kiddos. What a catchy name 😀.
Desain kover & Ilustrasi Isi : Farid Noor Fardillah
Penerbit : Buah Hati
ISBN : 978-979-18832-8-3
Cetakan I : April 2010
Tebal : 140 hlm
Bajak Laut Popcorn. Kira-kira apa yang ada di benak kalian ketika membaca judul di atas? Kalau dilihat dari kovernya, ada beberapa bajak laut yang tertimbun popcorn dan tampak sangat panik. Apa bajak laut itu terkena banjir popcorn? Bagaimana bisa? Mari kita intip sedikit isi buku ini.
Popcorn. Tentu saja hampir semua orang tahu apa itu popcorn alias berondong jagung. Dan di buku ini Alexander membuat sebuah cerita menarik tentang kepulauan yang bernama Popcorn. Para pelaut sering kali terdampar di pulau-pulau ini, dan terkadang mereka tinggal selama berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun. Namun cepat atau lambat mereka akan diselamatkan, dan kepulauan itu kembali kosong.
"Kemudian, kira-kira seratus tahun yang lalu, kakek buyut Lucy -- seorang pelaut, sedang berlayar melewati pulau-pulau itu. Dia memutuskan untuk membuang sauh, lalu menjelajahi kepulauan itu. Dia sangat menyukai semua pulau itu." (hlm. 7)
Ceritanya sederhana sebenarnya, tentang petualangan anak-anak dari pulau popcorn dalam menghadapi bajak laut yang mencuri popcorn dari kapal pengangkut popcorn mereka.
Akan tetapi kesederhanaannya cerita itu yang bikin saya terus melalap buku ini hingga selesai dalam jangka waktu kurang dari satu jam saja (tentu saja la wong cuma 144 halaman :D) Saya penasaran apa yang akan terjadi.
McSmith juga membuat tokoh2 anaknya cukup pintar tapi tidak sampai ke tahap too smart for a kid. Mereka memecahkan masalah mereka dengan baik dan logis. McSmith juga mengakhiri ceritanya dengan baik, tidak terkesan menggurui tapi juga tidak menghukum penjahat dengan terlalu kejam. Saya juga amat menyukai ilustrasinya, salah satu alasan mengapa saya terus menerus membeli buku anak :D.
Satu-satunya hal yang rada mengganggu saya adalah kenapa si kapten harus mengandalkan anak-anak untuk membebaskannya? Setelah tertangkap sekali oleh perampok apa dia nggak memikirkan akal bagaimana kalau tertangkap lagi. Seperti kata orang fool me once, shame on you; fool me twice, shame on me.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Üç arkadaş kaptan ile patlamış mısır adasına doğru yelken açarak güzel bir maceraya yol alıyorlar. Metnin anafikri ise hep birlikte olunca herşeyin başarabilineceğidir.