Dari Yogyakarta, Sandra datang ke Jakarta untuk menemukan pembunuh Diana Denita, kakaknya. Ia memulai penyelidikannya dengan terjun langsung ke dunia model yang digeluti kakaknya semasa hidup, untuk itu ia mengikuti sebuah kontes kecantikan yang diadakan perusahaan tempat kakaknya bekerja. Melalui buku harian Diana ia mencurigai pembunuh sang kakak adalah Darma yang tak lain adalah kekasih kakaknya. Ketika akhirnya ia menemukan pria itu, ternyata pria itu menaruh hati kepadanya. Haruskah Sandra memanfaatkan situasi itu untuk menyelidiki Darma? Namun mengapa hatinya juga terpaut pada pria yang diyakininya sebagai pembunuh kakaknya itu? Di bawah temaram Jakarta ia menemukan fakta-fakta yang mengantarnya menemukan sang pembunuh. Tapi… mestikah perasaannya sendiri dikorbankan kali ini?
Agnes Jessica adalah mantan guru matematika SMUK I BPK Penabur Jakarta. Karena ingin mengembangkan bakat seni, walau ia suka mengajar dan murid-muridnya juga suka diajar olehnya, ia keluar dan memilih berkarya sebagai penulis novel. Selain menulis, ia juga suka menggubah lagu, main gitar, keyboard, dan menyanyi. Ia sudah melahirkan sebelas novel yang berjudul Jejak Kupu-Kupu, Rumah Beratap Bougenvil, Dua Bayang-Bayang, Satu Abad Sekajap Mata, Peluang Kedua, Dongeng Sebelum Tidur, Bunga Yang Terbuang, Angan Sang Cinderella, Jakarta An Undercover Life, Noda Tak Kasamata dan Maharani. Selain memakai nama Agnes Jessica, ia kerap menulis dengan nama samaran Yoshiko Agunesu. Keiginan utamanya adalah bisa berkarya terus; keinginan kedua: bisa diterima di hati pembaca; dan keinginan terakhir: happily ever after. Bila ada yang ingin berkomunikasi melalui surat, silakan kirim ke PO BOX 1410 Jkb 11014, atau ke alamat e-mail: agnesjessi@yahoo.com.
Salah satu buku fave dari Agnes Jessica buatku. XD Cerita yang dibalut panjang, penuh intrik kecurigaan dan rasa cemburu, kesetiaan namun juga kebencian. Dan terlebih dari semua itu, cinta turut campur didalamnya. Sungguh membuat bikin nagih membacanya. :D Wajib baca kalau suka dengan karya Agnes atau romance secara umum.
Dari Yogyakarta, Sandra datang ke Jakarta untuk menemukan pembunuh Diana Denita, kakaknya. Ia memulai penyelidikannya dengan terjun langsung ke dunia model yang digeluti kakaknya semasa hidup, untuk itu ia mengikuti sebuah kontes kecantikan yang diadakan perusahaan tempat kakaknya bekerja. Melalui buku harian Diana ia mencurigai pembunuh sang kakak adalah Darma yang tak lain adalah kekasih kakaknya. Ketika akhirnya ia menemukan pria itu, ternyata pria itu menaruh hati kepadanya. Haruskah Sandra memanfaatkan situasi itu untuk menyelidiki Darma? Namun mengapa hatinya juga terpaut pada pria yang diyakininya sebagai pembunuh kakaknya itu? Di bawah temaram Jakarta ia menemukan fakta-fakta yang mengantarnya menemukan sang pembunuh. Tapi… mestikah perasaannya sendiri dikorbankan kali ini?
Dlu waktu SMP baca buku ini. Wow! kehidupan dewasa banget. Ceritanya menarik dan seru banget. Karena latarnya adalah kota besar, berasa banget gemerlap2 malamnya. Terus ceritanya tuh gokil abis, tentang pencarian pelaku pembunuh kakak dari Sandra. Dan akhirnya Sandra sampai terjun ke pekerjaan kakaknya. Isinya menantang pembaca untuk buka halamannya sampai ke belakang. Agnes Jessica is one of the best writer in Indonesia :) I love all of her novels.. This book is must a read for someone who like to know about real world! Yeah! (^_^)V
ini dia buku pertama yang buat aku suka ama novel meskipun tebel banget aku berhasil baca sampai tamat (meskipun ada beberapa kalimat yang gak aku baca) tapi berkat buku ini aku suka ama novel dan mbak agnes jessica dan ternyata bener loh karya agnes jessica bagus-bagus banget kalian baca deh yang firdaus mimpi,sepatu kaca,piano di kotak kaca itu mah 5 stars i give for that that was very exelent you must read that :)
This is one of the old books I have. I firstly read Sandra when I was in junior high school, perhaps. I don't remember it clearly. I pick this book because I don’t think people knew about “Sandra” and I want to share one of the old books I have.
The story is started where Diana, the main character’s sister, was under stress because she found herself pregnant and her boyfriend looked suspicious in avoiding his responsibility. Then, after several moments of their argument, Diana was found dead. This incident initiate a chaos in Sandra’s family. It is said that after hearing a news of Diana’s death, her father got stroke and it took his life. Meanwhile, her mother went crazy because she’s lost two of her beloved and then soon, she’s gone, too, and leaving Sandra alone. Her life began when she left Yogyakarta for Jakarta with a purpose to find Diana’s murderer.
Then in jakarta, she met many people that soon will be (for me) the main characters, too, in this book because they have their own personal history. Furthermore, each stories of the characters is written with the details of their problems and background, as well as their final fate in this book.
As a younger version of myself, “Sandra” was very fascinating. However, an adult of myself have an opposite opinion about this book. Let me start transforming as a 13 or 14 years old girl who read this. When I read “Sandra” for the first time, I instantly fell in love with it. There were some reasons why I like this book. Firstly, I had gotten a fresh story idea, which there were some aspects that had been included by the author, such as crime, conflicts in adults relationship, a perspective of celebrity life, and so on. As a teeneger who was used to read teenlit novels, “Sandra” brought a new taste of romance literature. Secondly, I knew Agnes Jessica’s another books and they were nice, too. So, perhaps the first good impression also created a good impression on “Sandra” too.
In contrast, an older me thinks that this book is good, but it has too much information. I have mentioned that “Sandra” has a lot of main characters, while generally there will be 1 or 2 main characters in a story. I see that “Sandra” has Sandra herself, Ryan, Darma, Friska, even Sandra's friends Hanna and Evita. Then, Agnes wrote his/her personal story of each of them. For me, personally, it has to many conflicts, but at the same time I think it also reflects reality where people around us have histories and they live with their own problems. And sometimes we can’t see it. In addition, I think for some scenes, the way Agnes presents this story is quite plain. Maybe it's due to my experience of reading some books with different writing techniques. Finally, I would say that “Sandra” is good enough for you who want to take a look on literature reference in early 2000. It might not my cup of tea now, but who knows you like it.
Saya nggak pernah baca buku Agnes Jessica sebelumnya, tapi dia udah banyak menghasilkan buku (cukup produktif deh pokoknya, di goodreads ini ada 9 buku yg terdeteksi). Krn buku lainnya rasanya mungkin amat "remaja" maka begitu nemu yg ini, kayaknya agak dewasa tokohnya. Cuplikan cerita di backcovernya juga lumayan bikin penasaran.
Isinya... huaah.. hampir membuat saya menangis (bukan dalam arti yg baik sih). Kalimat2 didalamnya membuat saya terseret2, berputar2 tanpa arah seperti tersesat di dalam hutan, atau berjalan tanpa tujuan di jalan tanpa ujung. Ceritanya sendiri nggak semenarik backcovernya. Sinetron banget deh (dan saya nggak suka sinetron)
Memang ini gak pantes, saya nggak berbakat nulis, saya nggak bisa bikin kata2 yg indah, apalagi menjalin cerita kok bisa2nya mengkomentari macam2. Tapi seenggak2nya saya tau kalo buku ini jelek.
Nyewa buku ini ketika mudik, lupa nyatat tahun terbitnya. Sepertinya ini salah satu buku pertamanya, bukan terbitan Gramedia dan susah dilacak di online.