Jump to ratings and reviews
Rate this book

Di Mana Ada Cinta, Di Sana Tuhan Ada

Rate this book
Buku ini memuat lima cerita terbaik Leo Tolstoy, sastrawan besar Rusia, yang bertema cinta spiritual—di mana mengasihi sesama adalah kebajikan mulia dan hanya melalui pengabdian tulus kepada sesamalah manusia bisa meraih kebahagiaan sejati.

Cerita pertama yang menjadi judul buku ini mengisahkan seorang tukang sepatu yang kecewa kepada Tuhan karena anaknya mati. Namun, pada masa tuanya ia terpanggil untuk kembali ke jalan lurus dan bercita-cita bertemu Tuhan. Dalam mimpinya, ia diperintahkan Tuhan agar melongok keluar jendela jika ingin bertemu dengan-Nya. Ternyata esoknya yang ditemuinya adalah orang-orang malang yang hidup dalam kesusahan. Karena belas kasih, dengan tulus ia menolong mereka. Barulah ia sadar bahwa sesungguhnya Tuhan memerintahkannya agar berbuat baik kepada sesama jika ingin “bertemu Tuhan”.

Inilah sebuah kitab klasik karya maestro sastra dunia yang tak hanya melipur hati, tapi juga mencerahkan jiwa.

200 pages, Paperback

First published March 1, 2011

8 people are currently reading
127 people want to read

About the author

Leo Tolstoy

7,982 books28.6k followers
Lev Nikolayevich Tolstoy (Russian: Лев Николаевич Толстой; most appropriately used Liev Tolstoy; commonly Leo Tolstoy in Anglophone countries) was a Russian writer who primarily wrote novels and short stories. Later in life, he also wrote plays and essays. His two most famous works, the novels War and Peace and Anna Karenina, are acknowledged as two of the greatest novels of all time and a pinnacle of realist fiction. Many consider Tolstoy to have been one of the world's greatest novelists. Tolstoy is equally known for his complicated and paradoxical persona and for his extreme moralistic and ascetic views, which he adopted after a moral crisis and spiritual awakening in the 1870s, after which he also became noted as a moral thinker and social reformer.

His literal interpretation of the ethical teachings of Jesus, centering on the Sermon on the Mount, caused him in later life to become a fervent Christian anarchist and anarcho-pacifist. His ideas on nonviolent resistance, expressed in such works as The Kingdom of God Is Within You, were to have a profound impact on such pivotal twentieth-century figures as Mohandas Gandhi and Martin Luther King, Jr.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
7 (9%)
4 stars
41 (53%)
3 stars
22 (28%)
2 stars
4 (5%)
1 star
2 (2%)
Displaying 1 - 19 of 19 reviews
Profile Image for melmarian.
401 reviews136 followers
February 12, 2016
”Tidak pernah akan ada saat di mana orang tidak perlu saling mengasihi.”

- 1 Korintus 13:8, terjemahan Bahasa Indonesia sehari-hari


Manusia diciptakan sebagai makhluk yang mencintai, karena Tuhan sendiri adalah pribadi yang penuh dengan cinta. Di Mana Ada Cinta, Di Sana Tuhan Ada, demikian judul kumpulan cerita pendek karya Leo Tolstoy ini. Melalui lima cerpen karyanya, pembaca akan diajak merenungkan apakah hidup mereka telah diisi dengan cinta tanpa pamrih kepada sesama.

Tuhan Akan Bertamu ke Rumahku!

Martin Avdeich adalah tokoh utama dalam cerpen pertama yang berjudul sama dengan buku ini. Martin adalah seorang pengrajin sepatu yang telah ditinggal mati oleh istrinya, dan begitu pula anak-anak mereka tidak ada yang bertahan hidup, kecuali seorang bocah lelaki yang dipanggilnya Kapiton. Ketika Kapiton jatuh sakit dan akhirnya juga meninggal dunia, Martin terpuruk dalam keputusasaan dan meninggalkan Tuhan.
Sejak kedatangan tamu seorang biarawan yang menasihatinya untuk hidup bagi Tuhan, hidup Martin pun berubah, ia mulai rajin membaca Kitab Suci dan menjadi seorang pribadi yang menyenangkan.
Suatu malam Martin bermimpi mendengar Tuhan berbicara bahwa Ia akan bertamu ke rumah Martin. Keesokan harinya, dengan hati berdebar-debar ia menanti di tokonya. Ternyata yang muncul adalah seorang lelaki tua yang kedinginan, seorang perempuan yang menggendong anaknya, dan seorang perempuan tua penjual apel. Lalu dimana Tuhan yang begitu dinantikan oleh Martin? Pada akhirnya Martin pun memahami bahwa Di Mana Ada Cinta, Di Sana Tuhan Ada.

Aku Mengampuni Engkau

Cerpen kedua yang berjudul Tuhan Tahu, tapi Menunggu bercerita tentang seorang saudagar muda bernama Aksionov, yang difitnah melakukan pembunuhan kepada seorang temannya. Aksionov dihukum dera atas kejahatan yang tak dilakukannya itu, kemudian selama dua puluh enam tahun ia menjalani kerja paksa di Siberia. Di penjara ia bertemu dengan pelaku pembunuhan temannya yang sebenarnya. Dan ia pun dihadapkan kepada pilihan untuk mengampuni orang itu atau tidak.

Haus akan Ajaran Tuhan

Perjalanan seorang uskup yang hendak berlayar ke suatu biara yang jauh mengawali cerpen ketiga yang berjudul Tiga Pertapa. Ketika sedang berlayar sang uskup mendengar cerita tentang keberadaan tiga orang pertapa yang tinggal di pulau tidak bernama. Sang uskup pun turun di pulau tersebut dan mengajarkan doa dan pemahaman tentang Kitab Suci kepada tiga lelaki tua yang bijaksana itu.

Hati yang Rela Berkorban demi Orang Lain

Cerpen keempat dan terpanjang di dalam buku ini berjudul Majikan dan Pelayan. Cerpen ini mengisahkan perjalanan seorang pedagang bernama Vasili dengan pelayannya, Nikita, pada suatu malam berbadai salju. Vasili yang aslinya seorang yang berwatak egois dan hanya memikirkan soal keuntungan yang bisa didapatnya lewat berdagang, tersentuh akan kesungguhan yang ditunjukkan pelayannya dalam menyertai sang majikan dalam perjalanan yang dapat membawa maut bagi mereka berdua. Di akhir dari perjalanan itu hanya seorang dari antara mereka berdua yang hidup, sementara yang satunya rela melepaskan hidupnya supaya rekannya tidak mati.

Apalah Arti Ibadahmu?

Dua Lelaki Tua adalah cerpen kelima dan terakhir di dalam buku ini, yang bercerita tentang Efim dan Elisha, dua orang lelaki tua yang bersahabat dan hendak pergi berziarah ke kota suci Yerusalem. Di perjalanan menuju Yerusalem, mereka sampai di suatu daerah yang terkena wabah penyakit dan penduduknya hanya tinggal menunggu maut. Elisha yang awalnya hanya hendak minta air kepada mereka, digerakkan oleh rasa belas kasihan dan membantu orang-orang itu, dengan pikiran bahwa ia bisa segera menyusul Efim. Namun kemudian ia bertanya pada dirinya sendiri, ”Apa gunanya menyeberang lautan untuk mencari Tuhan, bila selama itu aku kehilangan kebenaran yang ada di dalam diriku?” Elisha tinggal beberapa hari di situ dan berbuat lebih banyak lagi untuk orang-orang itu, sehingga ia tidak lagi menyusul Efim, melainkan langsung pulang ke rumahnya dari tempat itu. Sementara itu, Efim terus melanjutkan perjalanannya dan sampai ke Yerusalem. Ia beribadah kepada Tuhan di sana dan menyangka bahwa ia melihat Elisha ada di sana, sedang beribadah kepada Tuhan sama seperti dirinya.
Sepulangnya Efim ke rumahnya, ia mendapati bahwa ternyata Elisha tidak pernah menginjakkan kaki ke Yerusalem, namun ia juga telah beribadah kepada Tuhan, dengan cara menolong sesama yang membutuhkan pertolongannya.

Cerita ini mengingatkan saya pada lagu Kidung Jemaat yang berbunyi demikian:

“Apalah arti ibadahmu kepada Tuhan, bila tiada rela sujud dan sungkur?
Apalah arti ibadahmu kepada Tuhan, bila tiada hati tulus dan syukur.
Ibadah sejati jadikanlah persembahan. Ibadah sejati kasihilah sesamamu!
Ibadah sejati yang berkenan bagi Tuhan, jujur dan tulus ibadah murni bagi Tuhan.”


###

Itulah kelima cerita pendek yang tertuang di dalam Di Mana Ada Cinta, Di Sana Tuhan Ada, kumpulan cerpen terbaik karya sastrawan besar Rusia, Leo Tolstoy (1828-1910), yang dikenal lewat dua karyanya yang dahsyat, War and Peace (1863) dan Anna Karenina (1873). Buah tulisannya sederhana, namun sarat nilai-nilai religius dan moral yang membawa pembacanya pada perenungan diri sebagai ciptaan Tuhan yang diciptakan untuk mengasihi dan melakukan pekerjaan baik hingga akhir hayat.

@melmarian
http://surgabukuku.wordpress.com
12 reviews
March 16, 2022
Meskipun bahasannya tentang rohani kristian.
Tapi Tolstoy menyampaikannya dengan baik dan tidak menyinggung agama lain.
Cerita2 sungguh menginspirasi utk berbuat kebaikan.
Membuktikan rasa cinta kepada Tuhan lebih baik daripada kecintaan pada apapun di dunia.
Profile Image for Althesia.
108 reviews14 followers
April 27, 2012
“Dan yang kepadanya ditampar di salah satu pipi, hendaklah menawarkan pipi lainnya; dan ia yang mengambil jubahmu jangan dilarang untuk juga mengambil jaketmu. Berikan kepada semua orang apa yang mereka pintakan kepadamu” [hal 12]

Dari ungkapan diatas, tidakkah anda dapat melihat sebuah arti yang sangat jelas mengenai arahan untuk hidup saling mengasihi? Manusia diciptakan dan dibekali dengan kemampuan untuk mencintai dan mengasihi orang lain namun bersamaan dengan itu dunia tempat manusia hidup dipenuhi dengan berbagai macam hal yang membuat manusia tidak mampu mengekspresikan cinta tersebut. Karya Leo Tolstoy ini mungkin mampu mengingatkan anda untuk kembali menemukan cara-cara sederhana untuk hidup dengan cara yang memang sejak awal dimintakan kepada kita. Ada lima cerita dalam buku ini, dan judul “Di mana ada cinta di sana Tuhan ada” diambil dari judul cerita pertama.

“Aku pernah menjadi seorang yang lapar dan kau memberiku daging; aku pernah kehausan dan kau memberiku minum; aku pernah menjadi seorang asing dan kau mengajakku masuk…Oleh karena kau telah melakukannya kepada salah satu saudaraku, berarti kau telah melakukannya kepadaku”
[hal 31]


Cerita pertama mengisahkan seorang pengrajin sepatu bernama Martin Avdeich yang kehilangan semua anggota keluarganya. Martin menyalahkan Tuhan atas keadaan yang menimpanya itu, namun kunjungan seorang lelaki tua yang berasal dari sebuah Biara mengingatkan Martin bahwa ia seharusnya hidup untuk Tuhan. Martin mendengarkan ajaran itu, sehingga ia mulai berubah, ia mulai membaca kitab suci setiap hari dan belajar memahaminya. Suatu hari ia mendengar suara yang berkata kepadanya “Aku akan datang”. Wahh Martin berpikir Tuhan akan datang kerumahku. Lalu apakah itu benar? Apakah ia akan melihat Tuhan?

“When you can't forGIVE, you can’t forGET. Therefore you can’t get the grace of God”

Ivan Dimitrich Aksionov berangkat dari kota Vladimir menuju kota Nizhmi untuk mengikuti pasar malam. Dalam perjalanannya, ia menginap di sebuah penginapan bersama orang-orang asing lainnya yang juga sedang melakukan perjalanan. Pada saat itu seorang asing terbunuh dan pisau yang digunakan untuk membunuh ditemukan dalam barang-barang Ivan. Hidup Ivan seketika berubah, alih-alih bisa kembali kepada keluarganya, ia justru dijebloskan kedalam penjara. Cerita yang kedua ini berjudul “Tuhan tahu, tapi menunggu”. Bagaimana hidup Ivan selanjutnya? Satu hal yang pasti ia akan belajar suatu hal yang luar biasa dalam pengalaman buruknya itu.

“Iman sebesar biji sesawi saja mampu memindahkan gunung”

Tiga orang pertapa yang sudah tua hidup di sebuah pulau terpencil. Mereka bertiga jarang berbicara. Mereka berkomitmen untuk melayani Tuhan namun dengan cara mereka sendiri. Suatu hari seorang uskup yang sedang berlayar mendengar cerita tentang mereka bertiga dan memutuskan untuk menghampiri dan mengajari mereka cara berdoa yang benar. Perkenalan sang uskup dengan ketiga pertapa ini justru menjadi pelajaran bagi sang uskup sendiri karena sebuah peristiwa menakjubkan terjadi diantara mereka yang membuat sang uskup menjadi saksi perbuatan iman. Cerita ketiga ini berjudul “Tiga Pertapa” dan membuat saya ingin sekali berada di kapal yang sama dengan sang uskup untuk menyaksikan ketiga pertapa itu.

“Apa yang paling penting dalam hidupmu?”

Cerpen keempat berjudul “Majikan & Pelayan”, mengisahkan dua orang dengan latar belakang dan karakter yang berbeda. Nikita adalah seorang pelayanan yang bekerja pada majikannya, Vasili Andreyevich. Vasili adalah orang yang sangat perhitungan dan cenderung suka menipu. Kehidupan mereka baik-baik saja sampai suatu hari mereka berdua melakukan perjalanan. Yang terpenting bukanlah tujuan, namun perjalanannya. Tetapi perjalanan seringkali mengubah tujuan awal. Demikian juga yang terjadi kepada sang majikan dan pelayanannya yang pada akhirnya menemukan jawaban terhadap pertanyaan diatas.

“Apa gunanya menyebrang mencari Tuhan, bila selama itu aku kehilangan kebenaran yang ada di dalam diriku” [hal 171]

Dua orang sahabat, Efim Tarasitch Shevelef dan Elisha Bodrof, berencana untuk melakukan ziarah ke Yerusalem. Elisha yang sangat bersemangat untuk perjalanan itu, sementara Efim sangat perhitungan. Efim tidak berani meninggalkan bisnisnya, ia takut anak-anaknya tidak bisa menjalankan bisnis tanpa dirinya. Berbagai kekhawatiran melanda kehidupan Efim, namun suatu hari Elisha berhasil meyakinkan sahabatnya untuk meninggalkan semua kekahwatiran itu sejenak dan memulai perjalanan mereka. Di tengah perjalanan mereka, Elisha mampir untuk meminta minum dari sebuah rumah yang ia lewati. Ia menyuruh Efim untuk terus berjalan dan berjanji akan segera menyusulnya. Saat masuk ke rumah itu, Elisha menemukan keadaan yang sangat menyedihkan. Semua anggota keluarga dalam rumah itu hampir tidak bisa berdiri karena kelaparan. Hati Elisha tergerak untuk membantu mereka namun itu berarti ia harus mengorbankan banyak hal termasuk waktu, uang, bahkan tujuan perjalanannya untuk beribadah. Lalu apakah Elisha mampu sampai ke Yerusalem? Apa yang terjadi dengan Efim yang menempuh perjalanan sendiri? Cerita terakhir ini berjudul “Dua Lelaki Tua”.

Dari kelima cerita dalam buku ini, saya memilih cerita pertama dan terakhir menjadi favorit saya. Leo Tolstoy menyampaikan pesan-pesan moral yang dibungkus dengan sangat menarik namun sederhana. Leo Tolstoy dikenal sebagai sastrawan dunia asal Rusia yang banyak menyampaikan pemikiran-pemikiran moralitas dan sosial. Dua adi karya Leo Tolstoy yang sangat terkenal adalah War and Peace dan Anna Karenina. Saya suka dengan cover dari serambi ini, begitu pula dengan terjemahannya yang mengalir dan enak dibaca.

@althesia
http://althesia.blogspot.com
Profile Image for Venly.
103 reviews
June 28, 2018
Ada 5 cerita di buku ini, tapi sampai cerita ke-4 terasa bosan dan tidak tahu apa intinya, hampir DNF. Akhirnya loncat ke cerita ke-5.
2 reviews
April 9, 2025
Sebagai kristen yang nggak begitu taat, buku ini menenangkan hati dan mengingatkanku untuk tetap melakukan segala hal dengan hati, dengan cinta.
Profile Image for Teguh.
Author 10 books333 followers
November 6, 2013
Meski tidak terlalu 'enak' (bukan karena isi bukunya, tetapi sebuah kenangan bagaimana buku ini bisa ada di rak buku), akhirnya selesai juga membacanya. Cerpen Leo Tolstoy dalam buku ini memang sangat nampak seperti sebuah petuah yang ingin disampaikan seorang kakek kepada para cucu dan cicitnya.

Kelima kisah dalam buku ini selalu memberi petuah baik secara langsung (dalam teks narasi maupun percakapan) maupun makna implisit yang hendak disampaikan penulis.

Di Mana Ada Cinta, Di Sana Tuhan Ada, yang dijadikan judul memang menjadi pembuka sebuah lembaran petuah. Dikisahkan Martin, pembuat sepatu, merasa diperlakukan tidak adil oleh Tuhan. Semua anggota keluarganya mati. Kemudian dia membaca alkitab suatu malam, dan merasa ada suara "Martin! Martin! Lihatlah ke jalan besok. Aku akan datang.
Tidak ada yang datang. Justru temannya, seorang perempuan tua miskin dengan anaknya, penjual apel dengan anak muda. Dan dia tidak merasa Tuhan tidak datang. Tetapi justru itulah jelmaan Tuhan. Bahwa di setiap saat ketika dia berbuat baik, maka Tuhan suka dan menampakkan kecintaannya.

Tuhan Mahatahu, Tapi Menunggu, berkisah tentang seorang saudagar kaya raya yang ditipu orang lain, dengan dijekab membunuh temannya. Hingga dipenjara. Dilalah, ketika dipenjara justru ia bersama dengan pelakunya. Tetapi dia tetap tidak mau membalas dendam dengan berbalik berbuat jahat juga, tetapi dengan membaiki si pelaku justru dia sudah merasa menang. Jadi ingat kisah, ketika ditampar pipi kira maka serahkan pipi kanan.

Cerpen yang ingin lekas kubaca ada Tiga Pertapa, yang kabarnya sangat mirip dengan Dodolitdodolidodolibret-nya Seno Gumira Ajidarma, dan emang mirip.

Majikan dan Pelayan menceritakan hubungan majikan dan pelayan badai dalam sebuah perjalanan dagang yang sedang badai salju. Meski menurutku nggak terlalu bagus.

Dua Lelaki Tua yang paling nge-hot. Dua lelaki tua yang memiliki pandnagan hidup dan beragama yang berbeda. Yang kaya tidak bisa jauh-jauh dari hartanya dan pekerjaannya. Yang miskin mudah saja ketika harus pergi dan melakukan perjalanan agama. Mereka akhirnya berpisah saat di tengah perjalanan ziarah ke malam Yesus. Yang kaya terus. Yang miskin berhenti di kampung miskin, yang lupa Tuhan. Di sana yang miskin membantu, menyedekahkan harta, dan terpaksa pulang meski tak jadi ziarah, akrena uang abis. Tetapi di sanalah menurut si kaya, si miskin sudah bersamanya di ziarah. Keren. Tidak selamanya kaya membuat bahagia.

Mungkin bisa mengisi sore-sore sambil menunggu malam turun, dan turun hujan. Menikmati hikmah dari Leo Tolstoy.
Untuk seseorang yang memberikan buku ini, semoga tetap bahagia. Dan akan kudoakan ketika kuingat dirimu. Terima kasih.
Profile Image for Vera Maharani.
305 reviews78 followers
December 3, 2013
Tiga dari lima cerita pendek yang ada di dalam buku ini sudah pernah saya baca dalam buku kumpulan cerpen Tolstoy yang lain (Tuhan Maha Tahu, tapi Dia Menunggu: Kumpulan Cerita Tolstoy). Karena di toko buku nggak boleh buka plastiknya, jadi kayak beli kucing di dalam karung kan, beli kumpulan cerpen tapi nggak tahu di dalamnya ada apa aja. So I'm going to spare you my disappointment. Kumpulan cerpen ini berisi :

1. Di Mana Ada Cinta, Di Sana Tuhan Ada (Where Love is, God is)
2. Tuhan Tahu Tapi Dia Menunggu (God Sees The Truth, But Waits)
3. Tiga Petapa (The Three Hermits)
4. Majikan dan Pelayan (Master and Man), dan
5. Dua Lelaki Tua (Two Old Men).

Seperti layaknya cerpen-cerpen Tolstoy yang lain, tema religiusnya sangat kental di sini, terutama mengenai pengampunan dan ketulusan. Tokoh-tokohnya juga banyak berfokus pada petani Rusia dan orang-orang yang kurang berada, merefleksikan pandangan-pandangan Tolstoy terutama di usia tuanya. Beberapa orang akan merasa ini preachy, but that's just a matter of personal preference. I personally like it, and I think there's so much to learn and live by, even though Tolstoy based his writing on the Bible and I'm not a Christian.

Terjemahannya bagus, mudah dimengerti. Namun saya lebih suka di buku Tuhan Maha Tahu, tapi Dia Menunggu: Kumpulan Cerita Tolstoy, terutama untuk karya-karya yang saya baca duluan, hehe. Padahal di buku itu pilihan kata yang dipakai lebih 'puitis', tapi ya...saya lebih suka aja.

Still, sangat direkomendasikan untuk pembaca Tolstoy pemula. Baca buku ini dulu (dan kumpulan cerpen Tolstoy lainnya) sebelum lompat kepala duluan ke buku Anna Karenina atau War and Peace (eh, War and Peace udah ada terjemahan bahasa Indonesianya belum sih? Asa belum pernah liat... haha)
Profile Image for Fanda Kutubuku.
440 reviews126 followers
May 14, 2011
Bukunya tipis, ceritanya singkat-singkat, bacanya juga kilat. Tapi esensi dari kisahnya....melekat sekaligus menyentak di hati. Melekat karena Leo Tolstoy telah menuliskannya dengan so beautifully. Menyentak karena lagi-lagi mengingatkan aku tentang Tuhan dan cinta. Bahwa kalau kita mau mencintai Tuhan, ya cintailah sesama, karena Tuhan sering datang pada kita lewat wajah sesama itu. Hanyak kitalah yang kurang memperhatikannya. Coba, kalau ada tamu saja yang datang ke rumah, masak kita diam saja pura-pura tidak mendengar pintu diketuk? Pasti kita paling tidak menawarkan keramahan meski dalam hati mungkin 'ngedumel'. Lalu pantaskah kita menolak kunjungan Tuhan sendiri yang hendak bertamu ke rumah jiwa kita dengan mengetuk hati kita? Kita mungkin spontan menjawab: tentu tidak. Tapi buktinya? Berapa kali kesempatan untuk menolong sesama itu hadir di hadapan kita, namun kita terlalu sibuk untuk bahkan menyadarinya?

Review lengkap ada di sini: http://bukufanda.blogspot.com/2011/05...
Profile Image for Felly.
235 reviews
August 30, 2011
Tuhan ada ketika kita berbuat kebaikan terhadap sesama. Itu adalah pesan terpenting yang ingin diungkapkan oleh Leo Tolstoy. Ketika gema takbir berkumandang akhirnya selesai juga buku ini. Cover buku ini mungkin agak begitu tidak menarik tapi karena pengarang bukunya lah makanya aku jadi beli. Boleh jadi kumpulan cerita pendek ini merupakan pendahuluan sebelum baca karangan Leo Tolstoy selanjutnya seperti Anna Karenina dan War & Peace.

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1432 H
Mohon Maaf Lahir Batin :)
Profile Image for Stella_bee.
496 reviews18 followers
November 21, 2011
Baru pertama kali baca karangan Leo Tolstoy & langsung suka dengan gaya bahasanya yang sederhana namun menyimpan makna dalam & filosofis sekali. Favoritku: Tiga Pertapa & Dua Lelaki Tua, cerpen menarik, simple, tidak terkesan menggurui tapi mengandung nilai moral yang tinggi sekali. Yang kurang suka: Majikan dan Pelayan, sebagai sebuah cerpen, kisahnya terlalu panjang & bertele-tele menurutku walaupun endingnya mengharukan. 4 bintang untuk Leo Tolstoy & segera meluncur mencari karya-karya lainnya :)
Profile Image for Eva Tarida.
37 reviews3 followers
October 11, 2011
A Compilation of Tolstoy's 5 fame short stories.
Named them five:
1. Di Mana Ada Cinta, di Sana Tuhan Ada
2. Tuhan Tahu, tapi menunggu
3. Tiga Pertapa
4. Majikan dan Pelayan
5. Dua Lelaki Tua

Full of life messages, Tolstoy as always presents us a literature-based stories.

you could find every single story being told sweetly and nicely.

A good readings for us :)

Profile Image for Bunga Mawar.
1,356 reviews43 followers
June 27, 2011
Setelah masuk cerita ketiga... kok mulai deja vu nih? Ternyata cerita2 dalam buku ini sudah saya baca di buku itu. Hah, jadi merasa agak2 ketipu nih...
Profile Image for Muhajjah Saratini.
289 reviews9 followers
December 10, 2013
Tolstoy ingin menunjukkan bahwa kita bisa menemukan Tuhan dengan cara sederhana.
Saya seperti membaca Hikayat-Hikayat Hikmah versi agama lain.
Profile Image for Wulan Smile.
161 reviews11 followers
December 17, 2013
paling suka dengan cerita 3 pertapa. cerita ne nusuk banget buatku. kadang2 kita bersikap sok suci padahal kenyataannya banyak dosa hikhik.
Profile Image for Zanja.
10 reviews2 followers
October 9, 2014
Entahlah buku ini mengajarkan bagaimana menjadi pribadi yang sabar, saling menolong, saling mengasihi dengan cinta semua masalah akan sirna, good read deh!
Displaying 1 - 19 of 19 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.