Perang Salib merupakan catatan sejarah yang menggetirkan sekaligus sebuah malapetaka dalam kehidupan kaum Muslimin. Tidak saja lebih 60,000 penduduk Baitul Maqdis, dibunuh secara sadis, Tragedi Perang Salib sekaligus menggambarkan kebrutalan Barat-Kristen.
Buku ini menceritakan kondisi sosio-religius umat Islam pada saat kaum Kristen berkuasa, sekaligus mengungkap peran penting Imam Al-Ghazali dan Madrasah Nizhamiah, dalam mencetak generasi yang lurus dan pemberani.
Melalui kurikulum handal yang diterapkan di lingkungan Madrasah Nizhamiah, Hujjahtul Islam Imam Al-Ghazali, berhasil menggeser peran dominan sekte-sekte sesat seperti Syi'ah Imamiah, Batiniah, dan Ismailiah yang berkolaborasi dengan Pasukan Salib, melawan kaum Muslimin.
Apa yang dilakukan oleh Imam Al-Ghazali, belakang hari menjadi hal yang sangat penting, hingga lahirlah perwira-perwira perang penghancur Tentara Salib, seperti Nuruddin Zanki hingga Shalahuddin Al-Ayyubi, sosok pahlawan legendaris yang disegani Barat, hingga saat ini.
Itulah titik jatuhnya pasukan Salib-Kristen yang telah bercokol hampir 1 abad di bumi Muslim Palestina. Semoga titik balik ini menjadi pelajaran berharga bagi kaum Muslimin yang hidup di zaman ini, untuk bangkit dari cengkeraman kolonialisme Barat yang berkolaborasi dengan sekulerisme dan liberalisme, dengan menerapkan strategi membuat kurikulum yang handal dan berkualitas, sebagaimana telah dilakukan oleh Imam Al-Ghazali dan kawan-kawan.