Ilana Tan adalah seorang novelis Indonesia yang dikenal karena menulis 4 novel roman yang masing-masing novelnya disajikan dengan cerita yang latarnya berbeda-beda. Novel Ilana Tan memiliki keunikan, yaitu tokoh-tokoh dari novel yang satu dengan novel yang lainnya saling berkaitan.[1] Novel pertamanya berjudul Summer in Seoul, novel keduanya berjudul Autumn in Paris, novel ketiganya berjudul Winter in Tokyo dan novel keempatnya berjudul Spring in London. Masing-masing novel diceritakan di kota-kota besar di dunia, yaitu Seoul (Korea Selatan), Paris (Perancis), Tokyo (Jepang), dan London (Inggris). Dan masing-masing novel diceritakan di musim yang berbeda; Summer (musim panas), Autumn (musim gugur), Winter (musim dingin), dan Spring (musim semi).
Keempat buku Ilana Tan ini bikin meleleh banget dah. Buat orang2 (khususnya cewe) pasti suka dengan jalinan kisah dan gaya cerita Ilana. Karna selain ceritanya yang khas, setting lokasi dan lainnya sangat detail dan bikin pembaca merasakan berada di tempat yang sama dengan sang tokoh. Dari keempat buku Ilana, aku paling suka Autumn, buku pertama yang kubaca walau buku ini adalah buku kedua. Berikutnya Summer, itu juga oke. Disusul sama Spring dan diakhiri dengan Winter, buku tertebal dari ketiga yang lain. Buku ini hanya terbeli tanpa berniat untuk dibuka, apalagi dibaca~ XD Semacam koleksi. :p
Saya membaca keempat novel ini hanya dalam waktu dua hari, itu pun saya membaca hanya menjelang tidur. :p Mungkin bisa saja seharian jika saya membaca tanpa henti, hanya diselingi makan, ibadah, toilet. Karena memang, keempat novel ini tidak tebal.
Jadi novel 4 season atau novel empat musim Ilana Tan ini masing-masing berjudul Summer in Seoul, Autumn in Paris, Winter in Tokyo, dan Spring in London. Lalu, apakah cerita pada novel-novel tersebut berkelanjutan? Sebenarnya sih keempat novel ini dalam segi cerita tidak ada hubungannya sama sekali. Maksudnya? Ya kita bisa membaca novel ini secara lepas dan tidak berurutan. Lalu, untuk apa dibuat satu paket dan dinamai 4 season seakan-akan wajib memiliki keempatnya?
Nah, di sinilah menariknya novel Ilana Tan...
Yang menghubungkan keempat novel tersebut adalah dari novel pertama sampai terakhir, tokoh-tokohnya saling berhubungan, entah saudara, sahabat, atau sekadar tetangga. Jadi, lebih afdol jika kita membaca secara berurutan seperti yang sudah saya urutkan sebelumnya.
Mengenai sinopsis bisa dibaca secara terpisah pada resensi novel lainnya. Saya hanya ingin mengomentari gaya bahasa dan cara penceritaan Ilana Tan juga mengenai ide ceritanya karena itu merupakan daya tarik dari keempat novel ini.
Gaya bahasa yang digunakan oleh Ilana Tan sangat memikat. Maksud saya, romantis. Beuh, keromantisannya membuat saya senyum-senyum sendiri ketika membacanya, saya berkeinginan untuk menjadi tokoh wanita dalam novel-novel tersebut. Haha
Ya benar, keempat tokoh pria pada keempat novel tersebut diceritakan sebagai tokoh yang romantis. Baik dari perbuatan, maupun perkataan, semua tokoh pria diceritakan sopan dalam memperlakukan wanita dan tentunya setia. Walaupun ada perbedaan, persentasenya tidaklah besar. Namun, sebagai pembaca, saya merasa justru hal tersebut menjadi kekurangan. Padahal bisa saja lho, Tatsuya dicerminkan sebagai tokoh yang urakan karena jiwa seni (fotografer), sedangkan Danny Jo sebagai tokoh playboy karena dunia modelingnya.
Persamaan lainnya, para tokoh wanita diceritakan memiliki masa lalu yang kelam. Hanya pada novel kedua: Autumn in Paris saja yang diceritakan si tokoh pria yang mempunyai masa lalu. Jadi, Ilana Tan ini bermain-main dengan masa lalu yang membuat para tokohnya menjadi trauma, rendah diri, atau menjadi sosok misterius. Sudut pandang penceritaannya pun sama, yaitu memakai sudut pandang orang ketiga serba tahu.
Secara keseluruhan, dengan tema percintaan yang diusung dan watak tokoh yang hampir sama pada tiap novelnya, sudut pandang yang membuat pembaca tahu pemikiran para tokoh, alur yang ada pun jadi mudah ditebak: pertemuan, saling jatuh cinta, konflik, serta happy ending (hanya novel kedua saja yang sad ending).
Tapi, serius deh, bagi siapa saja yang suka keromantisan, sebaiknya kalian beli dan baca novel ini. Keempat novelnya sarat dengan kata-kata romantis, kejadian yang digambarkan secara romatis, pengorbanan, kesetiaan, yang mungkin kalau hal-hal tersebut terjadi pada diri kita akan membuat kepala kita menggelembung saking GR-nya. Haha... Overall, karena saya tipe penyuka keromantisan, orang yang suka berkhayal, dan tentunya suka membaca roman, ya tentu saja, keempat novel ini saya rekomendasikan untuk kalian baca. Bagus... atau kalau nggak sanggup beli empat novelnya, dari segi cerita dan tokoh, saya menyukai novel kedua, diikuti novel ketiga, pertama, dan keempat.
Kalo beli se box gini emang lebih keren ya Diliatnya di rak buku juga keren banget Trus bacanya juga bisa runut per season Emang pengarang satu ini bisaaa... aja bikin orang tertarik ama tulisannya Aduh, kapan ya bisa jadi penulis kayak dia?
Kisah berbeda, alur berbeda, latar berbeda. Namun para tokoh utamanya ini berkaitan satu sama lain. Di Summer in Seoul misalnya, tokoh utamanya adalah Jung Tae Woo dan Sandy. Sandy ini diceritakan memiliki sepupu yang bernama Tara Dupont yang menjadi tokoh utama Autumn in Paris. Lalu, di buku kedua tersebut Tara bertemu dengan Ishida Keiko yang menjadi tokoh utama dalam Winter in Tokyo. Selanjutnya, kembaran Keiko, Ishida Naomi memainkan peran utama dalam buku terakhir, berpasangan dengan rekan kerja Jung Tae Woo, Danny Jo.
Satu ciri khas dari rangkaian novel ini adalah, seluruh tokoh utama wanita ini blasteran, setengah atau seperempat Indonesia :) sehingga pasti selalu ada adegan dimana mereka spontan berbahasa Indonesia dan kemudian menjelaskan dirinya keturunan Indonesia kepada tokoh lain.
Beraliran Metropop, bacaan ini memang terasa ringan. Alurnya pun terasa umum--biasa saja. Namun salut pada Ilana Tan, ending ceritanya yang tidak tertebak menarik para pembacanya untuk terus menelusur kisahnya, halaman demi halaman hingga akhir.
Kesamaan dari keempat novel ini adalah settingnya berada di luar negeri. Berkisah tentang lelaki-lelaki yang setia pada satu wanita. Berlatar musim tertentu di negeri tersebut tapi tidak menjelaskan secara detail kondisi negara tersebut ketika sedang menghadapi musim tersebut dan wanita-wanita yang menghadapi pergolakan batin terlebih dahulu sebelum yakin akan pasangannya. Novel ini bisa dibaca secara terpisah dan acak, karena tidak ada benang merah antar empat novel tersebut. Hanya saja satu tokoh antara novel satu dan novel lainnya saling mengenal. Buku ini ringan dan enak dibaca dalam keadaan penat sekalipun, kita tidak harus berfikir berat tentang isi novel ini. Menurut saya pribadi saya paling menyukai novel yang berjudul "Autumn In Paris"
Bagus......... After all 2 buku dari boxset ini ada yang ngubah cara pandang saya mengenai sesuatu. Awalnya saya males banget sama Summer in Seoul dan Winter in Tokyo, tapi lama2 setelah memaksa diri baca jadi betah2 bahkan cepet selesainya :) agak nyesel sih ga beli sendiri tapi abis udah terlanjur minjem sama temen. Pokoknya ceritanya emang orientasi nya ya gitu2 aja sih, something like love at first sight or some kind of that. Tapi gatau kenapa mungkin karna saya orangnya terlalu suka baca metropop jadi betah kali ya hehehehe
Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih banyak sama pacar yang sudah menyisihkan uang jajannya untuk menghadiahkan buku ini buat saya di tahun keempat kami bersama. Terima kasih banyak, sayang. ;)
Hmm, kembali lagi ke empat buku yang terikat satu sama lain ini. Saya kagum sama Ilana Tan. Empat bukunya ini sangat menginspirasi. Saya suka keseluruhan isi ceritanya dan gaya penceritaan Ilana Tan yang khas, mampu membuat emosi naik-turun dan menghanyutkan. Ehehe
Berharap bisa membuat karya sejenis ini di masa depan. :)
satu kata buat ilana tan SUKA sm smua buku2 nya bener2 bagus... kalo baca buku yg berlatar luar negeri & tokoh2 nya jg ada yg dr luar negeri aku biasanya kurang suka karna gak tau kpn dia lg ngomong pake bhs indo dan kapan gaknya karna kan percakapanya tetep pake bhs indo TAPI kalo baca buku ini tanpa dijelasin pun kita kayaknya udah tau sendiri kok jd gak bingung & ngebosenin bacanya karna ilana tan bener2 pintar menulisnya
Ilana Tan penulis adalah penulis pertama yang membuat qmi rela untuk menghabiskan uang jajan satu bulan hanya untuk membeli bookset tetralogi 4 musimnya ini karena teman-teman pada bilang novelnya keren dan jadi perbincangan hangat. at least, benar BANGET! ke-empat novel ini benar-benar luar biasa, keren habis. Love! Love! Love! Love! Love! itttttt..... ^^
Keren pokoknya! Ini ceritanya nyambung-nyambung gitu. Tokohnya juga berperan banget di semua novel (meski ga semua tokoh). Pokoknya wajib baca untuk yg pengen genre romance tapi ringan😉
Seasons series ini keren bagi saya. Cuma saya bacanya urut dari akhir 😁😁😁. Dan sebelumnya, congrats karena Winter in Tokyo sudah difilmkan. Mudah-mudahan lainnya menyusul :)
Dari keempat buku ini, saya paling suka yang kedua, yaitu Autumn in Paris. Cerita dan judulnya memang sangat cocok. Autumn in Paris juga yang paling berbeda dari yang lain. Untuk urutan kedua, saya suka Spring in London, lalu Winter in Tokyo, baru Summer in Seoul.