Forced from her home after the revolution, Qing flees to America to start her life anew, while Sumiko, a young Hawaiian woman, finds herself in a passionate romance
Ia lahir Cina Utara pada tahun 1937, tepat sebelum invasi Jepang yang membuat keluarganya terpaksa mengungsi ke Shanghai. Di sana usaha perkapalan ayahnya berkembang pesat dan Ching Yun hidup dalam kemewahan, dilayani banyak pelayan. Tapi ketika Komunis berkuasa tahun 1949, keluarga Ching terpaksa mengungsi kembali, kali ini ke Taiwan. Memenuhi keinginan keluarganya, Ching menjadi pengacara dan menikah dengan pria pilihan orangtuanya, seorang tabib Cina yang belum dikenalnya. Pada usia 25 tahun dan dalam keadaan hamil, Ching meninggalkan suaminya, beremigrasi ke Amerika Serikat. Sambil menjalani kehidupan keras untuk bertahan sebagai orangtua tunggal, Ching berhasil meraih gelar sarjana muda dan gelar master dalam seni rupa, juga penulis 14 buku bestseller dalam bahasa Cina, diterbitkan oleh Crown Taiwan. Pada tahun 1973, ketika sedang berusaha meraih gelar Ph.D, ia bertemu Frank Bezine, psikolog dan ahli pendidikan Amerika. Mereka menikah di Hawaii setahun kemudian. Ching memulai debutnya sebagai pengarang di Amerika dengan Children of the Pearl, disusul oleh Temple of the Moon dan On Wings of Destiny. Ching dan suaminya tinggal di Michigan.
Kebiasaan ketika menemukaner buku dari penulis China lsg dibeli. Plus, kovernya berwarna biru, dan harga jual yg nyungsep.
Bagian awal, membuat saya agak mewek. Anak kecil yang tak tahu apa-apa mendadal harus menjadi sasaran kemarahan penduduk desa yang merasa mendapat perlakuan buruk dari keluarga Qing.
Keluarga Ma, begitu keluarha Qing disebut semula adalah keluarga terpandang dengan harta melimpah. Suatu hari, semuanya berbalik.
Seluruh keluarganya ditangkap dan.mengalami penyiksaan. Semula Qing selamat karena bersembunyi, namun ketahuaj dan mengalami perundungan.
Kehidupan yang keras membuat Qing menjadi seorang wanita yang tangguh.
Sejauh-jauhnya ia pergi. Pada suatu hari ia kembali ke rumah lamanya yang sudah ditempati penduduk. Ia hanya ingin mengenang masa kecilnya yang penuh warna.
Banyak sisipan kata mutiara dalam buku ini. Menarik!
I really enjoyed this trilogy by Bezine. I only wish I'd read this one a little closer to the second book since it was difficult to keep the names and characters straight. But, another wonderfully told story and a great ending to the series.