Lebih tepat disebut Manhwa sebenarnya, bukan manga, karena ini hasil karya komikus Korea.
Ini komik, dari aku SMA sampe nyaris lulus kuliah ceritanya gak selesai-selesai..
Seperti halnya legenda kerajaan, ceritanya juga dimulai jauh dari sejak sang tokoh utama Bi-i masih kecil--bahkan jauh merunut ke kisah tragis ibunya dan sang raja.
Setelah roman Bi-i dan Biyon, ceritanya masih akan berlanjut lagi ke anak mereka berdua (Freya), dan lelaki yang sudah ditakdirkan menjadi pengawalnya bahkan sebelum sang putri lahir, Hiro.
Meskipun cerita aslinya hanya berpusat pada keluarga kerajaan Ramira, tapi ceritanya melebar kemana-mana; menceritakan konflik intrik tragedi ketiga kerajaan lainnya, terutama Anatoria dan Skarde.
Melebernya cerita ini mungkin yang bikin komik ini jadi sedikit tidak tentu arah. Banyaknya nama tokoh yang harus dihafal--belum lagi kedudukan mereka dan hubungannya dengan tokoh utama dan dialog politik yang kadang berkepanjangan, terasa membosankan terutama di pertengahan (?) cerita.
Memang ada humor yang disisipkan si pengarang, tapi sayangnya jarang sekali tepat sasaran, garing, terutama karena diletakkan pada saat-saat yang tidak tepat.
Dialog para tokohnya juga entah bagaimana mudah ditebak. Nyaris semuanya berdasarkan pada cerita cinta tragis, entah cinta segitiga atau cinta yang bertepuk sebelah tangan.
Tokoh utama, Bi-i, untuk beberapa orang mungkin terasa menyebalkan. Tipikal damsel-in-distress sekali. Bahkan peran utama Bi-i dalam cerita dikalahkan oleh Eshilde; yang karakternya nyaris kebalikan dari Bi-i.
Ini juga mungkin terjadi karena kisah Bi-i sebenarnya hanya diceritakan dengan intens di awal perjumpaannya dengan Biyon (yang kemudian memicu seluruh konflik antar kerajaan), dan ketika pertemuan kembali dengan Biyon. Cerita di tengah-tengah itu (cukup banyak, mungkin ada 20 volume lebih) berpusat ke tokoh-tokoh lain yang berperan aktif di perang antara kerajaan.
Tapi Seung Won Han patut dipuji karena berhasil dan cukup rapi menciptakan dunia intrik antara Ramira, Skarde, dan Anatoria. Belum lagi benang merah yang mengikat tokoh-tokohnya.
Karakter tiap kerajaan juga terlihat jelas pada tarikan gambar-gambarnya; baik dari desain pakaian maupun karakter. Anatoria yang dingin seperti selalu terselimuti musim salju, Skarde yang Mediteranian, dan Ramira--yang diciptakan sebagai kebalikan dari Anatoria--digambarkan seperti kerajaan dimana musim semi tidak pernah berakhir.