- Bagaimana mengendalikan kemarahan orangtua pada anak
- Bagaimana memarahi anak “secara positif”
- Bagaimana menghindari konflik berkepanjangan
- Kapan orangtua harus marah dan kapan menghindari marah
- Apa dampak kebiasaan marah orangtua terhadap anak-anak
- Mengapa kemarahan bisa berakibat (amat) buruk bagi anak-anak
“Aura positif yang berhubungan dengan kecerdasan balita sangat dipengaruhi kondisi lingkungan tempat mereka tumbuh. Tidak tumbuhnya aura positif antara lain disebabkan kebiasaan marah-marah orangtua saat mengasuh anaknya.”
—Seto Mulyadi, Ketua Umum Komnas PA, Kompas, 11 Juni 2007
Setiap orangtua pastilah berkeinginan mencintai dan tidak ingin melukai hati anak-anaknya. Namun, dalam kenyataannya, ada saja “alasan” untuk memarahi anak—sulit dibangunkan, malas belajar, tidak menurut kata orangtua, dan sebagainya. Begitu kemarahan itu terjadi sekali, dua kali, lalu berkali-kali, ia akan menjadi kebiasaan dan mewarnai seluruh atmosfer keluarga.
Padahal, sebagaimana ada “alasan” untuk marah, selalu ada “alasan” untuk tidak marah, serta ada “alasan” untuk marah dengan cara yang lebih positif. Dalam buku yang lengkap dan praktis ini, Dr. Semmelroth sang pakar psikologi menunjukkan bagaimana mengelola kemarahan orangtua terhadap anak.
Dengan berbagai studi kasus dan kisah sehari-hari, buku ini memuat pula bagaimana:
- mengenali dan menghentikan kebiasaan marah;
- manajemen konflik tanpa menggunakan amarah dan ancaman;
- mengontrol marah dan membangun hubungan yang menyenangkan dalam keluarga.
Dengan mengelola kemarahan orangtua secara positif, atmosfer keluarga pun akan sangat kondusif bagi perkembangan jiwa dan pikiran anak-anak Anda tercinta.
Among recognitions Dr. Semmelroth has received, he is proudest of a "Civie" which he received in 2004 from Americans for More Civility for speaking out against violence in sports. His four books on anger have been well received in the US and are also published in several foreign languages including Arabic in Saudi Arabia and Indonesian in the Far East. Carl served as an expert on child discipline for Child.com answering readers' questions. His latest book is The Compassion Switch. Dr. Semmelroth has taught graduate psychology classes at Cleveland State University, Western Michigan University, and The University of Michigan,.
كتاب جميل جدا جدا و أول كتاب حقيقية يشرح الغضب في التربية بطريقة واضحة وعملية مع امثلة تربوية واقعية تلامس الحياة الأسرية ومشاكل الاطفال والمراهقين، مهارة الكاتب في توضيح أبعاد الغضب الخفية والعلاقة الخيالية اتجاه الأبناء..
غضبك هو ضعفك.. غضبك هو خوفك.. غضبك هو انت بصورة أخرى.. غضبك يحتاج إلى حواء مع نفسك قبل أن تشعل النيران في بيتك.
Kemarahan seringkali hanya membangkitkan sisi negatif, baik dalam diri sendiri ataupun orang lain. Kondisi marah pun kerapkali menghasilkan pengambilan sikap yang membuahkan penyesalan di kemudian hari, termasuk ketika berhadapan dengan anak.
Sebelum memperbaiki emosi kemarahan, perlu bagi individu untuk mengenali kemarahannya. Penulis yang berprofesi sebagai dokter psikologi di bidang kesehatan mental ini, mengatakan adanya rantai amarah. Rantai amarah ini adalah rangkaian kondisi/perasaan marah yang nantinya akan memunculkan kemarahan.
“Hal penting yang perlu digarisbawahi adalah ‘pikiran dan perasaan marah’ mempersiapkan kita menuju ke tahap ‘memunculkan peringai marah'” ~ h.23
Sesuai judulnya, penulis mengajak para orangtua untuk mengelola emosinya ketika berhadapan dengan anak-anak. Para orangtua harus menyadari bahwa pola berpikir mereka dengan anak sangatlah berbeda. Pahami dan sadari perbedaan itu untuk menjadi bahan instropeksi.
Hal-hal yang menjadi sumber kemarahan orang tua, dijabarkan per bab dalam buku ini, beberapa di antaranya adalah penerapan peraturan, daya konsentrasi anak, atau anggapan bahwa kemarahan adalah bentuk kepedulian orangtua. Setiap babnya, disertai dengan lembar latihan yang digunakan untuk mengevaluasi studi kasus interaksi antara orang tua dan anak yang menyebabkan munculnya perasaan atau peringai marah.
Salah satu poin penyebab kemarahan, dalam buku ini, yang luput dari perhatian saya adalah terkait aturan. Berdasarkan pengalaman penulis, konflik antara orangtua dan anak adalah tidak ada pemahaman bersama terkait aturan, salah satunya dari sisi kejelasan aturan. Mis, aturan menjaga kebersihan kamar tidur, pemahaman bersih ini perlu disamakan karena bisa dipastikan standar kebersihan antara anak dan orangtua berbeda.
Lalu, terkait dengan tujuan orangtua menerapkan aturan. Apakah untk mengontrol anak atau membuat anak memiliki kontrol diri? Dua hal ini akan sangat mempengaruhi penyampaian aturan dan penerimaan orangtua ketika suatu saat terjadi pelanggaran. Jika ditujukan untuk mengontrol, kemungkinan besar akan terjadi konflik seiring bertambahnya usia anak.
The Anger Habits in Parenting salah satu buku yang layak dijadikan referensi para orangtua atau pengajar dalam mengelola amarah. Semoga penerbit mempertimbangkan untuk mengemas ulang buku ini.
There were some good things in this book, like emphasizing the importance of being "present" in your children's lives. It's easy to tell them to clean their play room or bedroom and then to walk away. It's more effective to help them and set up clear expectations on what it means to have a clean room (all clothes in proper drawers and nothing shoved under the bed).
That said, there seemed to be a lack of ideas on things to try to handle anger and children when they misbehave. You can't walk away all the time. There would be days when I'd never see my children and they'd be foraging for food on their own.