Jump to ratings and reviews
Rate this book

Rosa de Japón

Rate this book
Sayuri Miyamoto deja atrás su adolescencia en una aldea japonesa para adentrarse en el Tokio de la Segunda Guerra Mundial. El duro trabajo como enfermera llena su corazón de rabia y de patriotismo. Y ni los remordimientos que acompañan sus noches ni el hecho de ser mujer le impiden tomar la identidad de su hermano e ingresar en el cuerpo de pilotos kamikazes. Será allí donde conozca dos sentimientos que, en esos tiempos, van de la mano: el amor y la muerte. Medio siglo después, la historiadora Mayumi Onodera recibe el encargo de averiguar si realmente existió esta mujer y, en tal caso, investigar la forma en que logró burlar los estrictos códigos japoneses. Rei Kimura es una abogada con una pasión especial por escribir acerca de hechos históricos y sobre la vida y la muerte de aquellas personas relacionadas con ellos. Sus libros han sido traducidos a varios idiomas y leídos por miles de personas en todo el mundo. Además de escritora y abogada, Kimura es periodista.

256 pages, Paperback

First published October 1, 2009

11 people are currently reading
123 people want to read

About the author

Rei Kimura

22 books21 followers
Rei Kimura is a lawyer with a passion for writing about unique events and personalities. She has adopted an interesting style of creating stories around true events and the lives of real people in a number of her books, believing that is the best way of making hidden historical events and people come alive for 21st century readers.
With this objective in mind, Rei has touched on historical events like the horrific sinking of the Awa Maru and the Kamikaze pilots of World War II and woven them into touching stories of the people who lived and died through these events.
Then there are stories of courage, love and rejection beautifully portrayed in “Butterfly In the Wind” a story of the concubine of Townsend Harris, first American consul to Japan, set against the colorful and turbulent era of the Black Ships. This book has touched the hearts of many and been translated into languages from Spanish, Polish, Russian, Dutch to Thai, Hindi, Indonesian, Marathi.
Rei's writing also touches on interesting issues like that raised in “Japanese Magnolia” a book based on the true story of two men, a samurai and a peasant who dared to cross two forbidden areas in feudal Japan, that of homosexuality and a class society “so sharply defined it cut like a knife.”
Other controversial stories she has written include “Japanese Rose” a book which asked the question was there ever a Japanese female kamikaze pilot in the Second World War?
But it's not all history and culture, she also writes on contemporary events like “Aum Shinrikyo-Japan’s Unholy Sect” an expose of the 1995 sarin gas attack on the Tokyo subway. Occasionally, her love for animals and sense of humor surfaces in this very heart warming and delightful story of a rogue Pomeranian dog, “My Name is Eric,” a complete departure from Rei’s normal story lines but nevertheless, a refreshing one!
Kimura considers her writing as part of the perennial quest for truth, challenge and fulfillment. Her books have been translated into various Asian and European languages and widely read all over the world.
Apart from being a lawyer, Rei Kimura is also a qualified freelance journalist and is associated with the Australian News Syndicate.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
47 (22%)
4 stars
97 (46%)
3 stars
47 (22%)
2 stars
13 (6%)
1 star
4 (1%)
Displaying 1 - 30 of 38 reviews
Profile Image for Ratna Juwita.
68 reviews18 followers
February 3, 2020
Sinopsis :

Mawar Jepang adalah novel mengharukan yang terinspirasi dari satu keping sejarah perang kontroversial Jepang. Satu simpul sejarah yang dibungkam selama sekian dekade dan tak pernah benar-benar diakui atau diterima kebenarannya. Hingga suatu ketika seorang jurnalis dari NHK menemukan kejanggalan arsip di salah satu kamp bekas perang; fakta atas keberadaan pilot perempuan kamikaze. Dengan bantuan seorang sejarawan andal, penyelidikan itu mengarah pada satu nama, Rika Kobayashi alias Sayuri Miyamoto.



Kisah Sayuri bermula setelah Jepang berhasil menghancurkan Pearl Harbor. Amerika dan sekutunya pun balas menyerang dengan ganas dan mengobarkan perang semakin luas. Pemerintah Jepang lalu memberlakukan wajib militer bagi setiap laki-laki dewasa. Di satu sisi, adalah kehormatan bagi mereka untuk dapat membela tanah air. Di sisi lain, perang telah membawa para laki-laki dan memecah belah keluarga. Setiap keluaga wajib mengorbankan putra, suami, dan ayah mereka bagi kaisar dan bangsa.



Berawal dari kepergian Hiro, adik laki-lakinya, Sayuri memutuskan untuk terlibat dalam perang yang semakin melemahkan posisi Jepang itu. Ia menjadi perawat bersama sahabatnya di sebuah rumah sakit di Tokyo. Keberingasan perang pun menelan korban semakin banyak, termasuk adik dan sahabatnya. Terbalut amarah dan dendam yang luar biasa, Sayuri bersumpah untuk membalas kematian orang-orang yang dicintainya dengan menjadi pilot Kamikaze. Dengan segala upaya, ia menyamar menjadi laki-laki dan berhasil mewujudkan keinginan itu. Pada hari Sayuri akan menabrakkan pesawatnya ke target musuh, sesuatu terjadi dan mengubah garis nasibnya.



Resensi :

Penulis novel Mawar Jepang yang diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama pada tahun 2011 ini adalah seorang pengacara yang memiliki passion dalam bidang menulis. Keunggulan karya-karyanya terletak pada penggambaran peristiwa dan karakter tokoh yang unik. Ia menampilkan kisah yang digali dari kehidupan nyata dan kisah orang-orang yang sebenarnya di dalam beberapa bukunya. Ia meyakini bahwa hal itu adalah cara terbaik untuk menjadikan sejarah yang tersembunyi menjadi "hidup" dan dapat diterima oleh pembaca pada abad 21.



Rei Kimura pernah menulis mengenai kisah tragis tenggelamnya Kapal Awa Maru dan menyentuh isu-isu menarik seperti yang diangkat dalam "Magnolia Jepang", sebuah buku yang diangkat dari kisah nyata dua orang laki-laki, samurai dan seorang petani, yang berani melintasi dua daerah terlarang Jepang pada masa feodal. Sedangkan Mawar Jepang adalah salah satu novel kontroversial yang ditulis olehnya. Novel ini menimbulkan banyak pertanyaan, apakah pilot Kamikaze perempuan memang benar-benar ada?



Selain bekerja sebagai pengacara, Rei Kimura juga seorang jurnalis freelance yang andal dan tergabung dalam Australan News Syndicate. Beberapa karya-karyanya adalah Butterfly in The Wind, A Note from Ichiyo, Awa Maru: Titanic of Japan, Momoirs of a Community Cat, Like A Willow Tree, dan sebagainya. Novel Butterfly in The Wind yang menceritakan mengenai Okichi Saito, seorang gadis cantik berumur 15 tahun yang dijadikan gundik orang asing pada masa perang, berhasil menyentuh hati para pembacanya dan telah diterjemahkan ke dalam tujuh bahasa.



Mengambil latar waktu yang sama dengan Butterfly in The Wind yaitu pada masa Perang Dunia II, novel berjudul Mawar Jepang: Kisah Pilot Kamikaze Perempuan yang Dibungkam dalam Sejarah, menceritakan tentang seorang perempuan bernama Sayuri Miyamoto yang berusaha membalaskan dendam atas kematian adiknya, Hiro, dan sahabatnya, Reiko, yang terbunuh akibat Perang Dunia II dengan cara menjadi salah satu pilot Kamikaze. Kamikaze berasal dari bahasa Jepang yang dalam bahasa Indonesia berarti Angin Dewa. Pasukan Kamikaze adalah sebuah pasukan udara berani mati Jepang yang muncul pada Perang Dunia II. Dalam tugasnya, pilot Kamikaze bunuh diri dengan cara menabrakkan pesawat yang membawa bom seberat 250 kg pada kapal-kapal perang Sekutu.



Menggunakan sudut pandang orang ketiga, novel ini diawali dari seorang tokoh bernama Mayumi, seorang sejarawan andal dari NHK yang diminta mengusut kasus terlibatnya seorang perempuan dalam aksi paling brutal dalam perang tersebut. Dari sana, Mayumi berhasil menemukan Rika Kobayashi alias Sayuri Miyamoto yang kemudian bersedia membagi kisah yang selama puluhan tahun membebani dirinya sendiri karena ia tak pernah menceritakan pengalaman pahit tersebut kepada siapapun.



Meskipun novel ini termasuk novel fiksi sejarah dan merupakan buku terjemahan, gaya bahasa yang digunakan sangat cair sehingga pembaca dapat dengan mudah mengalir bersama cerita. Pengalaman tokoh yang unik, yaitu sebagai pilot kamikaze, menambah minat baca terlebih para pembaca yang memang menyukai novel fiksi sejarah. Tidak hanya seputar perang yang mengibakan, ada bumbu romansa yang manis dalam novel ini yang membuat pembaca tidak akan bosan, khususnya pembaca remaja.



Kisah cinta yang penuh pengorbanan, baik pad lawan jenis, sahabat, dan keluarga, serta kehilangan-kehilangan yang begitu mengharukan, menghiasi novel dari awal hingga akhir. Keluarga yang kehilangan anggota keluarganya: seorang ibu yang kehilangan anak laki-lakinya dan seorang gadis yang kehilangan sahabat dan adik laki-lakinya. Hingga saat Sayuri bersiap menabrakkan pesawat, dalam hati kecilnya ia hanya gadis biasa yang menginginkan hidup sederhana dan bahagia bersama lelaki yang dicintainya.



Kata menegangkan juga pas sekali menggambarkan jalan cerita dalam novel yang menggunakan alur campuran ini. Namun, meskipun alurnya campuran, pembaca tidak akan dibuat bingung karena gaya bercerita pengarang yang memang tidak rumit. Tiba-tiba, pembaca sudah menyentuh halaman terakhir dengan perasaan yang tidak dapat dijabarkan. Pembaca seolah ditarik masuk dengan detail yang membuat kita seolah sedang menonton video di dalam kepala secara langsung.



Kekurangan novel ini mungkin terletak pada setting tempatnya yang asing untuk pembaca, khususnya orang-orang yang tidak terlalu mengenal Jepang. Juga, ada beberapa kosa kata bahasa Jepang yang hanya dicetak miring tanpa catatan kaki. Hal ini menjadi penghalang bagi pembaca yang awam tentang Jepang untuk mengerti benda yang dimaksud. Namun, hanya sedikit kosa kata yang menggunakan bahasa Jepang tersebut, sehingga pembaca tidak perlu terlalu khawatir. Ditambah lagi, kata-kata tersebut tidak memiliki andil besar dalam perkembangan cerita.



Kemudian kekurangan lain yang saya soroti, alih-alih berusaha meruntuhkan stigma negatif mengenai kelemahan hati perempuan, terutama di saat-saat genting seperti menabrakkan pesawat ke kapal musuh. Sebaliknya, Sayuri sebagai tokoh utama justru menunjukkan dengan gamblang kegoyahan hati seorang perempuan yang sebelumnya penuh ambisi dan tekad, menjadi rapuh karena dilanda asmara. Hal ini memperkuat fakta bahwa larangan pemerintah Jepang agar perempuan tidak menjadi pilot Kamikaze adalah sebuah keputusan yang beralasan.



Tidak hanya Sayuri, tokoh perempuan lain seperti ibu Sayuri yang diceritakan begitu sedih berkepanjangan selepas kepergian anak laki-lakinya yang bergabung dengan militer, juga menunjukkan betapa perempuan memang begitu rapuh. Meskipun begitu, beberapa bagian lain juga menunjukkan betapa wanita juga memiliki tekad dan memiliki kebesaran hati untuk menerima. Kedua sudut pandang tersebut bisa digunakan pembaca untuk memaknai cerita tergantung pada persepsi masing-masing.



Secara keseluruhan, novel ini begitu menggugah. Memberikan referensi pengetahuan yang baru mengenai cerita yang mungkin tidak semua pembaca mengetahuinya. Tokoh yang manusiawi juga menjadi nilai tambah bagi pembaca untuk ikut terseret pada perasaan dan kenyataan bahwa terkadang segala sesuatu tidak bisa berjalan sesuai yang kita inginkan. Untuk mengubah sesuatu, kita perlu melakukan sesuatu. Kita tak pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan, untuk itu kita berjuang hari ini. Karena novel ini ada unsur dewasa namun tidak eksplisit, saya rekomendasikan novel ini untuk para pembaca usia 17 tahun ke atas yang ingin mencari bacaan baru yang memberikan sudut pandang berbeda, serta lepas dari kisah cinta yang picisan.
Profile Image for Ercsi91.
158 reviews14 followers
April 24, 2017
This was my first japanese war themed novel.

I dont know how, because of the theme or the characters, the story? But I had a great hunger for this story from the very beginning.

The story takes place in Japan, during WW2.
We see the plot through the memories of a old lady, who took a great part int he japanese war during this time, being a young woman.

The story of Sayuri Miyamoto is a real harsh one. She endurs so much loss during the war, that by revenge she joins the japanese military to become a kamikaze pilot.

The book takes the reader on a sad journey, where we see how Sayuri looses her loved ones, one by one, by the end even herself! She becomes one suffering open wound who has to live with this trauma all her life, burried alone with her memories.

I wont spoil the story cause it has to be read, to have its impact…I do tell it did for me. But I loved it!
The hope of japanese people, their code of honor, the way they fought blindly for their country sacrificing their family and loved ones. Believing that this all has a higher cause…

Unfortunately wars arent meant for this…
Profile Image for Yera Manzur.
49 reviews
January 9, 2021
Me encantó, la historia de la guerra siempre es triste y dura. Sin embargo está historia involucra amistad y amor, va más allá de los desastres que dejó la segunda Guerra mundial. El final fue precioso y aunque es una historia triste, igual se ganó un lugar en mi corazón.

Solo puedo decir que deberían darle una oportunidad.
Profile Image for Rahman Elfath.
37 reviews7 followers
January 10, 2012
Mayumi - seorang sejarawan, tertantang untuk menelusuri jejak sejarah jepang yang disembunyikan. Seorang Pilot Kamikaze perempuan yang disembunyikan sejarah.

Rika Kobayashi adalah nama baru Sayuri Miyamoto. Sayuri Miyamoto - seorang pilot (perempuan) yang selamat dari usaha serangan Kamikaze ke Kapal Amerika. Ia gagal mati ketika usaha Kamikaze gagal karena jatuh tertembak ketika melancarkan aksi kamikazenya.

Untuk menutupi aib - bahwa ada seorang perempuan yang menjadi pilot kamikaze, pemerintah jepang menghapus jejak tersebut dengan memberikan 2 pilihan kepada Sayuri. Dihukum mati atau merubah namanya menjadi orang lain dan mematikan tokoh "Sayuri Miyamoto".

Baca yang versi Indonesianya;

Mawar Jepang adalah sebuah Novel berlatar sejarah. Benar atau tidaknya ada seorang tokoh Sayuri Miyamoto, belum ada yang menyatakan kebenarannya, namun cerita dan latar kejadian mengingatkan kita pada sejarah Bangsa Indonesia.


Judul : Mawar Jepang, Kisah Pilot Kamikaze Perempuan yang dibungkam dalam Sejarah

Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama
No.ISBN : 978-979-22-7096-9
Profile Image for Bunga Mawar.
1,356 reviews43 followers
March 10, 2022
Kebetulan ini bulan Maret 2022, sedang jadi bulan membaca sejarah perempuan, jadi saya baca buku ini.

Sebagaimana disebutkan sebagai judul kecil (tapi panjang) di sampul, "Kisah Pilot Kamikaze Perempuan yang Dibuang dalam Sejarah", novel ini menuturkan kisah Sayuri Miyamoto, yang mengikuti penelusuran sejarawan Mayumi Onodera, adalah penerbang misi bunuh diri Jepang yang keberadaannya selama puluhan tahun ditutupi dari masyarakat.

Tuturan cerita ini di beberapa bagian sedikit membingungkan karena kurang ada penanda masa kapan Sayuri sedang bercerita pada Mayumi di masa sekarang, dan kapan Sayuri sedang berada di masa mudanya, alias alur maju mundurnya kurang jelas. Belum lagi dialognya yang kurang lancar, tapi mungkin karena saya belum biasa dgn tulisan Kimura sensei.

Mengenai cerita, buat saya nggak ada masalah jikalau kisah ini hanya karangan Kimura sensei belaka, alias sebenarnya tidak ada tokoh nyata perempuan Jepang yg pernah menjadi pilot kamikaze semasa Perang Dunia II. Kita anggap saja ini novel heroik dgn warna lain ttg peran seorang perempuan di ranah Perang Pasifik, di antara sekian banyak kisah lain yg sudah ditulis.

Tapi... Tapi... Bahkan kisah karangan yg bisa dicetak jadi buku dan diedarkan di banyak negara asing, mustinya masuk akal dalam aspek-aspek kecilnya. Apalagi, buku ini berlatar perang besar yg sungguh-sungguh meninggalkan jejak luka lahir batin bagi sangat banyak bangsa.

Bagian setelah ini akan akan beberapa spoiler cerita yg cukup eksplisit, jadi kalau mau baca bukunya sendiri, mohon bagian di bawah ini dilewatkan saja.

Di buku ini, misalnya, penyamaran Sayuri menjadi pria agar bisa lolos masuk pendidikan pilot selama berbulan-bulan tampak tidak banyak kendala. Okelah ini di masa perang di mana sekian puluh calon pilot dan instrukturnya sangat fokus pada misi bunuh diri mereka demi membela kehormatan negara. Cuma yaa... buat saya gak masuk akal . Apalagi kita punya memori turun temurun ttg ketegasan (dan kekejaman) tentara Jepang semasa perang.

Hal lain lagi, saat Sayuri gagal dalam misinya dan diselamatkan (atau ditawan) pihak musuhnya, Amerika Serikat. Dalam keadaan tak berdaya, identitas biologisnya sebagai perempuan otomatis terbongkar, dan ia pun menjalani penahanan dgn tercatat sebagai POW perempuan. Cuma, saat dikirim kembali ke Jepang sebagai bagian pertukaran tahanan perang, kok ya dalam perjalanan ia dengan mudahnya menukar identitas kembali sebagai laki-laki dgn memakai nama adiknya yg sudah duluan gugur. Tentu dijelaskan alasan psikologis Sayuri meneruskan peran sebagai laki-laki (walau nanti penyamaran itu ia buka sendiri), namun ya, sekali lagi... selancar itu?

Belum lagi tentang satu detil kecil tapi sangat mengganggu saya. Saat ditawan di Guam, Sayuri diceritakan punya waktu jalan-jalan di luar sel dgn diawasi penjaga, di mana ia bisa menyimpan (biji2) buah pinus. Nantinya biji2 itu dijadikan pelipur lara di dalam sel, dibariskan lalu diajak bicara, dan masih dalam sel itu juga, dibentuk menjadi "kerajinan tangan yang indah dengan bantuan cahaya matahari yang masuk melalui celah pintu kecil selnya." Saya sampai bolak-balik halaman mencari alat apa yg dipakai untuk membentuk kerajinan itu menjadi bentuk2 indah (yg nanti dilanjutkan Sayuri pasca-perang), tapi sepertinya memang sinar matahari Guam sangat tajam dan mudah dikendalikan.

Baiklah, sekian dulu pencatatan kepusingan saya atas penyajian cerita berlatar sejarah ini. Mengenai pesan moral, ya tentunya banyak. Banyak yg mengerikan, maksud saya. Pesan paling penting adalah: JANGAN LAGI ADA PERANG!!!
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Val Muse.
8 reviews
March 18, 2025
"Un gran poder tiene una gran responsabilidad"

Abro esta reseña con esa frase de Spiderman porque aquí en esta novela se reflejó. La historia de Sayuri Miyamoto me fue muy interesante aunque se contó de una manera muy apresurada, este formato de historias ya se han visto en otros libros, pero tomo de referencia a Los 7 maridos de Evelin Hugo porque pienso que encajan mejor con esto: En dicha obra se habla de la mujer que lleva el mismo nombre del libro.

Allí, el modo es parecido que en Rosa de Japón: una mujer que le encomiendan hacer una entrevista sobre la vida de una mujer, ella accede y cuenta lo que pasó en su vida. Además, vemos estos saltos en el tiempo donde se viaja al pasado y luego volvemos al presente.

En Eveling Hugo ese salto en el tiempo se empleaba para conocer las perspectivas de la protagonista ya envejecida y de la entrevistadora, que aquí sí tenía un poco más de relevancia y que al final nos cuenta la conexión que tiene con todo eso. En cambio, en Rosa de Japón, se nos introduce a Mayumi como la historiadora y solo nos dicen que ella se le encomendó buscar esa historia de Sayuri por un amigo y no nos cuentan más de ella, y en todo el libro no tiene tanta relevancia cosa que deja al personaje en un limbo o como una especie de relleno que se debe poner para no dejar tan hueca la historia.

Ahora, hablando de la historia del pasado: se vio bastante ajetreada porque los eventos pasaron de manera tan rápida que no quedaba casi tiempo para procesar lo que pasaba porque ya llegaba otro acontecimiento impactantante, tanto que ni vi el duelo de Sayuri (solo con el de Takushi). Eso, la verdad debió impactar más en la psicología de ella, pero no se vio así. Fue más bien como: Oh, perdí a alguien, maldigo a los americanos y luego me voy y me olvido de eso. Así se sintió, fue poco lo que impacto a pesar de mencionar el afecto que ella sentía con los personajes o decía sentir. Solo se pudo ver con uno de ellos, pero en algún punto fue igual que los otros acontecimientos aunque si fue un poco más desarrollado.

Por otro lado, el contexto histórico me gustó bastante, refleja una realidad que para muchos fue el caos y para Japón una herida muy profunda que le costó cerrar, además de mostrar a los Kamikases, estas personas que se sacrificaban con honor y la deshonra de lo que podía pasar si uno quedaba vivo. Me gustó también la idea de poner a una mujer en una situación como esa, me recordó a la historia de Mulan, solo que aquí no suplanta para proteger a un ser querido sino porque deseaba ser una Kamikase como una manera de venganza tanto personal como compatriota para mostrarle honor a su país.

Concluyo con mi opinión, le tenía muchas expectativas pero la verdad me decepcioné un poco, amo la literatura japonesa y como siempre hay una primera vez para algo, esta será la primera vez que un libro me deja así, pero bueno, quiero decir también que es un libro interesante a pesar de que no me haya gustado mucho. La autora hizo un trabajo genial al presentarnos esta historia.
Profile Image for pappilon de lune.
1 review
January 31, 2020
Menurutku bahasa dan penggambaran di buku ini cukup jelas. Saat membacanya menjadi larut karena penasaran dari akhir perjalanan seorang Sayuri. Bener-bener menarik, karena jadi tahu banyak hal mengenai apa itu kamikaze dan PD II.

Beberapa ada typo dan adegan yang aku rasa agak drama banget. Jadi mikirnya kurang logis.

So far, buku ini enggak membosankan dan nambah wawasan sejarah (Jepang).
Profile Image for Nataly Lake.
239 reviews31 followers
July 26, 2020
Lo único que le critico realmente a este libro es su extensión. De verdad me hubiera gustado mucho poder tener un poco más de historia respecto a los cambios vividos por la protagonista y su familia durante el transcurso de la guerra, además de una descripción más detallada de Tokyo. Dado el público objetivo, y el tono, no es malo que el libro sea corto y directo al punto, sobre todo por que el recuento rápido de los hechos con la cantidad suficiente de descripción y razonamiento para ser kamikaze termina siendo un reflejo de la premura de nuestra protagonista por contar la historia, y lo simple que le parecía a final de cuentas ser piloto suicida. Se hacía y punto. Tenía rabia y punto. Termina siendo una buena novela para empezar a adentrarse al lado japonés de la segunda guerra mundial y cómo la vivió y afectó a este país.
8 reviews
January 8, 2022
Bangsa ini akan mengambil siapa pun yang siap mati untuknya."" Mawar Jepang adalah novel yang terinspirasi dari satu keping sejarah perang kontroversial Jepang. Satu simpul sejarah yang dibungkam selama sekian dekade dan tak pernah benar-benar diakui atau diterima kebenarannya
Profile Image for Berta Nainggolan.
7 reviews
June 27, 2020
Tentang mereka dan khususnya dia (wanita luar biasa) yang harus mengorbankan segalanya demi negara.
Profile Image for Meena Narag.
157 reviews1 follower
February 3, 2021
สนุกมาก ดรามา ซาบซึ้ง สายนิยายแนวสงคราม ไม่ควรพลาด
Profile Image for Sarah.
17 reviews2 followers
December 3, 2021
Different and interesting narrative testimony of the only woman who was a kamikaze pilot. If you like History and Japan, you will appreciate it.
32 reviews
May 1, 2025
La única mujer piloto kamikaze. Es muy curioso.
Profile Image for Fajrie Hanggono.
7 reviews
April 3, 2024
Ada hal yang menarik dari novel fiksi sejarah ini, penggunaan bahasanya polos dan lugas sehingga ceritanya terkesan sederhana, dan kurang dalam ketika menggali konflik, mengingat konflik besar di novel ini adalah "adanya pilot kamikaze wanita di negara Jepang era perang dunia II yang sangat patrilineal".

Jika ingin mencari akurasi sejarah pada novel ini, sepertinya perlu sedikit dikesampingkan mengingat walaupun ini novel bertema fiksi sejarah, namun porsi fiksinya lebih besar daripada sejarahnya. Ada beberapa poin dimana novel ini terasa dangkal, klise dan seolah semuanya terjadi secara kebetulan.

Kesimpulannya, novel ini membawa premis cerita yang unik, dan dengan alur cerita yang mudah untuk diikuti. Dan memiliki feel yang sama ketika saya menonton dorama.
Profile Image for Lu.
215 reviews6 followers
June 25, 2019
-En las guerras todos nos convertimos en asesinos, la gente enloquece y pierde la medida de las cosas …. Son épocas en que hay que perdonar, son días que debemos olvidar.

Situada casi medio siglo después de la segunda guerra mundial, esta novela nos cuenta la entrevista que le hace la historiadora Mayumi Onodera a Rika Kobayashi o mejor dicho a Sayuri Miyamoto. La mujer que logro engañar al ejercito aéreo Japones haciéndose pasar por hombre para ser kamizase.

Le cuenta de como era su vida antes de la guerra, de vivir con sus padres y su hermano, de como pasaba tiempo con su amiga, del miedo que sintió cuando escucho la noticia que ningún japones olvidaría, el ataque de las fuerzas armadas japonesas habían atacado y destruido una base estadounidense en Hawái llamada pearl harbor, del como su hermano menor y el novio de su mejor amiga fueron reclutados para ser soldados en esta guerra, separándose así de ellas, de la valiente decisión de ir juntas a Tokio ofreciéndose como enfermeras de guerra con la esperanza de encontrarlos pero desafortunadamente ambos mueren, en medio de la tristeza y la zozobra Saruyi y Reiko, su amiga, tratan de sobrevivir día a día.

Todo cambia en cuando en uno de los bombardeos muere Reiko, dejándola sola, en su depresión y sed de venganza pide ser aceptada en una base militar aérea para ser kamikaze, por ser mujer es rechazada pero a cambio logra trabajar como cocinera dentro de la base, estando más cerca decide hacerse pasar por hombre usando la identidad de su fallecido hermano para integrarse a la fuerza, en sus entrenamientos conoce a Takushi, el hombre que se convertiría en el amor de su vida, donde vivieron un apasionado y efímero amor, un día los dos salieron juntos a su misión suicida, solo Takushi completo su misión mientras que Sayuri fue atrapada por los estadounidenses y convertida y prisionera.

También Sayuri cuenta su experiencia en la prisión, de lo que soportó y de como fue repatriada a Japón juntos con otros prisioneros donde entendió que hubiera preferido morir antes de regresar al maltrato y humillaciones que le impartió el ejercito japones por no haber concluido con éxito la misión suicida, perder el honor era peor que perder la vida, después de no soportar más, confesó que era mujer, y en medio de diálogos llegan a la conclusión que la vida de Sayuri será perdonar pero tendrá una nueva vida y una nueva identidad.

Después de Dos bombas nucleares y la humillación del emperador la guerra llega a su fin, Sayuri Miyamoto muere y Rika Kobayashi vive, no sin guardar todo esto en su corazón. Demostrando que las mujeres somos mas fuertes de lo que parecemos, pero con una valiosa lección acerca de las guerras, No volverán las personas que perdimos, Amistad rota, amor perdido, las vidas de los muertos, todo perdido para siempre. Esta es el retrato de lo delicados que somos ante esa situación, y que una guerra es algo que nunca debería pasar.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Rizky Amallia.
1 review1 follower
Read
October 4, 2016
Meski tidak sebagus butterfly in the wind, again, Kimura has succesfully brought me away to the most important historical moment of Japan.
Profile Image for Marina.
2,042 reviews359 followers
July 9, 2014
** Books 174 - 2014 **

Novel ini adalah novel kedua Rei Kimura yang saya baca setelah sebelumnya membaca Catatan Ichiyo: Perempuan Miskin di Lembar Uang Jepang yang saya berikan 3,2 dari 5 bintang. Cerita ini lebih memikat saya dibandingkan cerita sebelumnya. agak tragis jika membayangkan nasib wanita yang menjadi pilot pesawat tempur kamikaze jepang ini.. meskipun buku ini adalah novel fiksi

Alkisah hiduplah Keluarga Miyamoto yang terdiri dari empat orang yaitu sayuri, Hiro adiknya, Michio serta Tomi yang merupakan ayah dan ibu Mereka. Mereka keluarga yang hidup tenang dan damai jauh dari kehirukpikukan kota Tokyo. Namun di tahun 1941, Terdengar kabar militer Jepang berhasil menggempur Pangkalan Amerika yang bernama Pearl Harbour di Hawaii dan jepang membutuhkan lelaki-lelaki jepang untuk ikut bertempur.. Datanglah akhirnya beberapa minggu kemudian Surat perintah militer kepada Hiro Adiknya Sayuri dan Juga kepada Yukio, Tunangan dari Reiko. Reiko adalah sahabat yang selalu bersama-sama dengan Sayuri sejak kecil

Sayuri dan Reiko tidak bisa tinggal diam akhirnya mereka demi menemukan Hiro dan Yukio nekat pergi ke Tokyo sebagai perawat yang tidak terlatih. Betapa teriris2nya hati mereka melihat setiap hari harus merawat dan menjahit tubuh tentara yang terluka. Mereka hanya bisa berharap bahwa Adik dan tunangan mereka selamat tidak kurang satupun. Namun semua itu hanyalah keinginan semata, Yukio tewas dengan wajah yang hampir rusak dan Hiro adik Sayuri meninggal tenggelam di kapal Hino Maru yang akan diberangkatkan ke Singapura. Bahkan Reikopun meninggalkan dirinya sendirian di dunia ini

Sayuri marah dan benci terhadap dirinya dan kematian orang-orang yang ia sayangi. Ia bertekad untuk membalas dendam kepada musuh-musuh jepang dan ia nekat mendaftarkan diri menjadi pilot pesawat tempur jepang Kamikaze dengan nama samaran adiknya Hiro Miyamoto.. Ia berhasil mengelabui semua orang kalau dia adalah wanita.. yah dia memilih hidup dan menahan diri sebagai laki-laki. Namun apa daya kedoknya terbuka dan hatinya jatuh cinta pada seornag pemuda yang bernama Takushi Yamashita..
Akankah Sayuri berhasil melaksanakan misinya? apakah Sayuri mendapatkan cintanya?

Overall, saya suka sama cerita di novel ini.. endingnya cukup tragis menurut saya.. nanti kalo saya ceritakan gak seru hehe. intinya meskipun Pilot kamikaze selamat dari maut tetap mereka akan mendapat konsekuensi yang dianggap jepang sebagai perbuatan memalukan.. cerita ini juga lebih dalam dari catatan ichiyo dan konflik batin si Sayuri lebih mengena ke saya.. saya bertanya-tanya kenapa Rei Kimura mengangkat tema ini? tapi emang sih tema novel ini kalo saya lihat-lihat seperti film Disney Mulan yang menyamar jadi pria demi membela kehormatan keluarganya..

baiklah saya berikan 3,8 dari 5 bintang untuk novel ini! :)
Profile Image for Anna Kurnia.
1 review1 follower
January 21, 2012
I just finished a fiction novel titled Mawar Jepang authored by a passion Japanese writer, Rey Kimura. She actually enjoys her job as a lawyer, yet her beautiful finger guide this woman to write many incredible books, and Mawar Jepang is the one of them. So, you will have a review in the following short paragraphs as a result of my effective time last night. Enjoy it :)

Novel which is opened by a historian (Mayumi) in the end peels the bittersweet of the Second World War which was opened at 1942 when the Japanese soldier bombed Pearl Harbor as United State’s air-force base. This attack made the United State soldier fell into a life-sucking abyss and swore in one last vengeful on Japan. Through it worst moment, Japan continuously took most control of the world at the time. But in fact the victory was only possessed by Emperor and Japan Military Soldier not for all the Japanese. Rei Kimura takes a Japanese woman’s angle named Sayuri Miyamoto as the main character in her novel.

Sayuri Miyamoto was a pilot of Kamikaze who acquiesced herself for Japan Emperor. The position as pilot took a long journey which is not easy to digest nowadays. As most of us might have known, a pilot is identical with a man who wears black-white uniform and use to sit in the special place of an airplane. Now or many time ago. Sayuri broke this rules in her own way, she had a big avenge to United State that I bet no one know how was she felt. You don’t have to be afraid that it will be as Japan‘s propaganda to us and create Indonesian hypocrite as well, even it bravely scratch Japanese Military’s bad ability.

Furthermore this novel is adequate to brings the world war tension in your unconscious, Rei Kimura enclose some tragic romance when Sayuri and Takushi had to crashed themselves as the main risk of being pilot in Kamikaze, another tragic journey was also suffered by Reiko (Sayuri’s friend) and her fiancée (Yukio). Yukio has died before that man finished his mission in South East Asia.

As a whole this novel binds kinship spirit, romance, patriotism, even betrayal with a graceful way. As a conclusion, indeed, Rei Kimura succeeds string up a novel which is great to understand and make sure anybody realize how horrible was the World War it was.
Profile Image for Mark.
488 reviews7 followers
May 23, 2011
The title is from a painting that was painted on the plane that a pilot flew.

Kimura in her novels always tells a great story, this one about the horrors of war. I won't spoil the story because it has some twists and turns, but always filled with human stories by Kimura.

“The kamikaze program had been launched with such glory highlighting especially the valiant effort of the Japanese Military to save Japan from the approaching Allied forces and there was immense propaganda to the nation on the bravery, sacrifice and inevitable success of kamikaze pilots. We were the brainchild of the Japanese Military and anything that fell short of our glorified and deitified status had to be hushed up from the public. The kamikaze pilots were “Winds of God” and had to stay that way and our failure was the failure of the Japanese Military, it was a very heavy burden for us to bear.”

Rei Kimura (2009). Japanese Rose (Kindle Locations 2313-2317). Oak Tree Press. Kindle Edition.

Profile Image for Virginia.
40 reviews19 followers
June 2, 2013
Tengo debilidad por los autores japoneses asi que ya tocaba! Una novela de Rei Kimura sobre la única mujer kamikaze que luchó en la Segunda Guerra Mundial. Rei Kimura escribe siempre sobre hechos históricos, su escritura es objetiva, firme y sin florituras, nada descriptiva, su objetividad permite informarnos pero también no permite profundizar con ninguno de los persoanajes. Su escritura es una búsqueda permanente de la verdad, de nuevos retos y de realización. Rosa de Japón me ha gustado aunque la objetividad no me emociona, es demasiado imformativa, nada intuitiva, a los protagonistas ni los he querido ni he admirado y eso que la protagonista es una mujer que lucha por su país como piloto kamikaze , pero me ha quedado la duda de si es kamikaze por su honra o porque no consigue encontrar un buen sentido a su existencia y eso no me gusta un rabano.
Profile Image for Tiara Orlanda.
201 reviews18 followers
September 16, 2015
baru aja selesai baca ,dan yeahs it's a nice book.

sebenarnya masih bingung sih ini tuh sebenarnya novel apa biografi. ceritanya ini tentang seorang gadis Jepang yang ikut mengabdi pada negaranya yaitu Jepang saat berperang melawan Amerika. Dia mengabdi menjadi seorang pilot kamikaze. yaitu pilot yang memang ditugaskan untuk menabrakkan pesawatnya ke pesawat lawan untuk menghambat gerakan lawan. tidak banyak pilot kamikaze yang masih selamat. Tapi Sayuri adalah salah satu yang selamat walaupun akhirnya dia terpaksa disembunyikan dari sejarah karena dianggap mencoreng kode etik militer Jepang.

buku ini mengajarkan saya tntang rasa nasionalisme yang tinggi pada negara kita dan menunjukkan besarnya tekad seorang gadis yang bahkan terlihat tidak mungkin menjadi mungkin.

love this :)
Profile Image for Ellys Sufia Firsanti.
33 reviews6 followers
February 21, 2014
Agak serem gitu ya bentuk patriotisme orang Jepang yang diceritain di sini, jadi pilot kamikaze, yang dilatih mengemudikan pesawat tempur trus menabrakan diri ke kapal sekutu. Mereka dicap sebagai pahlawan karena rela mati untuk negara, tapi kalo gagal mati, pilot kamikaze diperlakukan sebagai tahanan perang/pengkhianat bangsa. :/

Sayuri Miyamoto menyamar jadi laki - laki supaya bisa jadi pilot kamikaze sebagai upaya balas dendam ke sekutu karena perang sudah merenggut adik dan sahabatnya. Tapi waktu hari H, Sayuri gagal dan jadi tahanan perang. Akhirnya ketauan kalo dia perempuan. Trus gimana? Ya baca aja, deh.

haha
Profile Image for Hobby.
1,062 reviews2 followers
December 18, 2015

Walau tidak sebagus 'Catatan Ichiyo ...' kisah ini terasa sangat real mengingat kebenaran dan fakta tentang peran wanita Jepang semasa perang dunia sangat dirahasiakan sekaligus sesuatu yang dianggap tabu. Apakah ini merupakan fiksi hasil imajinasi penulis ataukah sekelumit kebenaran menjadi dasar dari keseluruhan kisah ini ? Bisa dibayangkan sejauh mana rasa penasaran menggugah diriku untuk menemukan jawaban sepanjang kisah ini ...
Seharusnya bisa kuberi 5 bintang, sayang penyelesaian yang dipilih kurang menyentuh (-__-)

more about this book, just check my complete review at here :
( http://my-classic-books.blogspot.co.i... )
Profile Image for Maya Poedji.
434 reviews7 followers
January 17, 2017
Udah dua karya Rei yg aq baca dan aq suka gaya menulis-nya yg polos dan sederhana. Kisah Sayuri, meskipun sama memilukan-nya, masih lebih baik dr kisah Ichiyo. Sayuri lebih tomboy dan luar biasa berani karena terdorong oleh dendam. Meskipun pada akhirnya Sayuri harus hidup sebagai orang lain. Bagian yg paling aq suka dr buku ini adalah begitu dekat dengan kematian. Kalo soal hantu2 aq parno tp kalo soal kematian demen! Yg jelas tangan Tuhan memang sering kali lebih Maha dr manusia mana-pun. Dan menjadi saksi hidup terakhir adalah hukuman yg paling berat dr hukuman mati.
Profile Image for Nur Iman.
10 reviews
May 13, 2013
Kata siapa wanita tidak bisa melakukan yang harus dilakukan laki-laki?
Disini, dengan keberanian Sayuri ingin membalaskan dendam kedua orang yang disayanginya yang tewas akibat perang.
Sayuri dengan melakukan penyamaran menjadi seorang laki-laki mendaftar diri menjadi seorang pilot kamikaze,
dan seroang pilot kamikaze harus mengorbankan dirinya sendiri demi bangsa, maka jika ada pilot yang selamat hal itu akan menjadi tabu.
Sayuri selamat...lalu hal-hal menarik pun terjadi.
Profile Image for Mo.
15 reviews
July 12, 2025
* A Haunting Tale of Courage, Silence, and Forgotten Dreams *
Japanese Rose tells the powerful story of Sayuri Miyamoto—the woman who dared to become a kamikaze pilot in a man's war. Erased from history to protect military pride, her life unfolds in secret, through the eyes of a modern-day woman uncovering the truth. Was Sayuri real, or just a whispered legend of resistance? A beautifully written, emotional journey through war, identity, and the cost of defiance. Unforgettable.
Profile Image for Muchtar Sholikhin.
17 reviews
September 15, 2016
Ceritanya cocok dengan tema percintaan dalam perang. Terjemahannya rapi. Jadi bisa dibaca untuk sekedar ngisi waktu. Tapi yang bagus dari novel ini adalah, klaim bahwa cerita ini nyata. Selebihnya biasa saja. Terutama tentang setting tempat yang bisa dikarang oleh orang awam, tanpa perlu riset. Lebih klisenya lagi, Rei, mematikan tokoh utamanya.
Displaying 1 - 30 of 38 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.