Jump to ratings and reviews
Rate this book

29 1/2 Hari

Rate this book
Mulanya mereka hanyalah orang asing. Namun takdir yang terkadang melampaui logika mempertemukan mereka...

Grey, Nero, Kenzi, dan Keira serta seseorang yang menyebut dirinya Penonton Anonim mulanya telah begitu yakin dengan jawaban-jawaban parsial mengenai keterpisahannya dengan cinta dan kehidupan sehingga nyaris tak pernah berpikir bahwa ada sesuatu yang perlu mereka pelajari tentang cinta dan kehidupan.

Sampai suatu hari....

Grey, seorang fotografer dan travel writer, mulai mempertanyakan di manakah sesungguhnya 'rumahnya' berada dan mulai melakukan perjalanan napak tilas selama 29 1/2 hari.

Nero, seorang produser yang sejak menggarap realiti dokudrama '29 1/2 Hari' mulai menyadari bahwa ada hal lain yang lebih penting untuk dicapai selain berada di puncak karier.

Kenzi, peneliti yang sibuk bereksperimen untuk menemukan zat yang dapat membuat seseorang merasakan sensasi jatuh cinta, mendapati bahwa ada hal lain yang semestinya ia pelajari dan teliti. Takdir.

Keira, presenter acara televisi yang hidupnya terikat di masa lalu dan terus menunggu seseorang untuk mengembalikan bagian terkecil di hatinya, perangkat penting untuk mencintai, namun menemukan bahwa yang seharusnya ia lakukan untuk mendapatkan cinta sejati adalah melepaskan masa lalunya.

365 pages, Paperback

First published May 17, 2011

2 people are currently reading
14 people want to read

About the author

Nia Nurdiansyah

4 books12 followers
A writer. Advanced Beginner Psychologist.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
2 (5%)
4 stars
12 (34%)
3 stars
14 (40%)
2 stars
6 (17%)
1 star
1 (2%)
Displaying 1 - 11 of 11 reviews
Profile Image for Sabrina Zee.
Author 6 books30 followers
September 8, 2013
Saya tertarik membeli buku ini karena cover dan sinopsisnya yang misterius. Judulnya juga bikin penasaran. Saya ingin tahu apa yang membuat empat orang tak saling kenal menjadi saling berhubungan.

Ini cerita yang tidak biasa. Lima orang bermain peran dan mereka bertemu di satu waktu yang tidak terduga.

Grey meninggalkan rumah dan keluarganya di usia muda karena orang tuanya tidak menyetujui cita-citanya sebagai fotografer. Ia menumpang di rumah neneknya di Perancis dan bertemu dengan seorang pria yang membuatnya sadar kalau dirinya adalah seorang gay. Namun pria itu pergi dan Grey kembali sendiri. Ia mengejar cita-citanya dan menemukan cinta yang baru. Tapi kali ini, cinta barunya harus pergi lagi karena ingin memastikan perasaannya terhadap Grey itu nyata atau tidak. Selama 29 1/2 hari, Grey mengembara melintasi tempat-tempat yang menyimpan kenangan masa lalunya sambil menunggu miliknya kembali.

Nero selalu diejek dan di-bully di masa kecilnya karena tampangnya yang berjerawat. Ia pernah berharap akan cinta yang tulus dari seorang wanita, namun dikecewakan. Kini ia terkenal dan kaya. Ia bisa mendapatkan cewek manapun yang ia inginkan. Baginya, cinta monogami itu bodoh. Seperti analogi sebuah sepatu, tidak cukup punya satu pasang jika masih banyak sepatu bagus yang dijual di luar sana. Tapi sebuah acara televisi yang digarapnya "29 1/2 hari" mengubah pandangannya yang skeptis terhadap cinta itu sendiri.

Sejak kecil, Kenzi tahu kalau dirinya bukan anak kandung orang tuanya. Ia selalu merasa ada yang kurang dari dirinya. Otaknya yang pintar membuatnya berhasil meraih kesuksesan sebagai seorang peneliti. Tapi ia masih ingin mencari jawaban kenapa ia tidak bisa mencintai orang lain. Apakah itu karena ia tidak mengenal cinta orang tua kandungnya? Atau apakah cinta hanyalah sebuah reaksi kimia? Karena kalau begitu, ia hanya perlu mengekstrak zat kimia itu untuk membuat dirinya sendiri jatuh cinta. Saya paling suka bagian kehidupan Kenzi ini. Keren.

Keira mencintai laki-laki yang menjadi sahabat masa kecilnya. Namun laki-laki itu meninggalkannya tanpa jawaban kepastian sehingga membuatnya selalu berharap. Sekalipun ia memiliki tunangan, ia tetap menginginkan laki-laki itu kembali. Ia bersama Kenzi bergabung dalam acara "29 1/2 hari" milik Nero dan membahas soal masalah cinta juga bagaimana cara mengubah pandangan jeleknya akan cinta.

Sang penonton anonim adalah seseorang yang mengamati mereka berempat. Ia ada dalam kehidupan mereka namun tak bertahan lama.

Saya suka mood melankolis buku ini, terutama di bagian Grey. Saya juga suka gaya penceritaan Nia Nurdiansyah yang penuh deskripsi dan kata-kata yang puitis. Deskripsi daerah-daerah di Eropa juga Jepang-nya benar-benar bagus dan jelas. Ceritanya sendiri unik karena ternyata kelimanya saling berhubungan akibat hal-hal kecil seperti foto orang asing yang diambil Grey. Sebuah foto punya kisahnya sendiri. Jadi... Nero, Kenzi, dan Keira memang saling kenal, sang penonton anonim hanya mengenal Keira dan Grey, sedangkan Grey memiliki foto keempat orang itu.

Banyak kalimat-kalimat pencerahan dalam buku ini. Hanya saja sebagian besar membahas soal cinta. Saya sedikit mengharapkan lebih namun saya sudah cukup puas dengan endingnya yang tak terduga dan misterius.

http://sabrinazheng.blogspot.com.au/2...
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Vianny Felicia.
4 reviews
March 24, 2015
Mari saya ceritakan sedikit mengenai buku ini. Ada 4 tokoh utama pada novel 29 1/2 Hari. Yang pertama adalah Grey berkebangsaan Perancis dan adalah seorang backpacker merangkap fotografer yang sedang mencari sesuatu atau seseorang yang telah pergi dari kehidupannya. Yang kedua bernama Nero, seorang produser yang merasa nyaman dengan kehidupannya sekarang sampai pada suatu ketika ia diberikan proyek bertemakan cinta. Yang ketiga bernama Kenzi, seorang peneliti yang melarikan diri dari rumah paman dan bibinya karena kenyataan yang ia temukan mengenai orang tuanya. Yang terkahir adalah Keira seorang prensenter acara travelling yang mengalami trauma masa lalu dan masih menunggu seseorang yang memegang kunci hatinya. Kalian pasti bertanya-tanya bagaimana 4 orang yang sangat berbeda ini dapat saling berkaitan satu dengan yang lainnya.

Buku ini secara jelas menggambarkan bahwa cinta bukanlah hal yang sulit seperti rumus kalkulus dan bukan hal yang pasti seperti rumus matematika. Dari masing-masing 4 tokoh dalam novel 29 1/2 Hari, kita akan belajar banyak hal mengenai cinta dengan cara yang berbeda sesuai dengan yang ke-4 tokoh ini alami dan mungkin saja pernah kita dengar atau alami dalam kehidupan sehari-hari. Banyak kutipan-kutipan yang membuka pikiran pembaca, misalnya seperti
Kesempurnaan kecantikan sebenarnya adalah sebuah cacat karena kecantikan manusia justru menarik karena ketidaksempurnaannya. -P335-


Kelebihan dari buku ini adalah terdapat banyak sekali pesan moral yang terkandung dan berhubungan dengan cerita ke-4 tokoh dalam novel ini. Bahasanya yang dalam namun sederhana juga menambah paragraf demi paragraf menjadi semakin elegan dan menarik. Salah satu yang menyebabkan saya ingin membeli novel ini adalah karena cover dan sinopsisnya yang menarik, itu juga menjadi poin plus dalam memilih novel dan setelah saya membacanya, saya tidak merasa menyesal sama sekali. Itu berarti novel ini sudah berhasil membuat saya terpukau.

Sebenarnya tidak banyak kekurangan dalam novel ini, tapi yang saya temukan ada di dalam cerita Grey di chapter awal, terlalu banyak eksposisi sehingga terkadang membuat si tokoh utama sendiri terasa tidak penting. Namun penulis berhasil memperbaikinya pada cerita-cerita tokoh yang lain. Dan satu kekurangan lagi mungkin adalah waktu. Mengapa waktu? Karena saya baru menemukan buku ini 4 tahun setelah diterbitkan dan tergeletak di antara buku-buku obral lainnya. Tapi saya tidak menyesal karena dengan begitu saya bisa mendapatkan dengan harga yang sangat murah. Maaf jadi curhat.

Untuk itu saya memberikan bintang 5 pada buku ini.
45 reviews1 follower
December 24, 2014
Sebenarnya saya mau kasih rating 3.4, tapi akhirnya saya bulatkan menjadi 3.

Awalnya saya tertarik dengan covernya. Simple tapi nggak tahu kenapa, saya bisa tertarik. Lalu saya baca sinopsisnya, dan itu cukup membuat saya penasaran. Akhirnya saya memutuskan untuk mengambil novel ini.

Saat saya membaca bagian awal, saya cukup bingung. Tata bahasanya sangat 'tinggi'. Tetapi nggak tahu kenapa, saya terus melanjutkannya. Hingga akhirnya saya sampai di bagian tengah, saya mulai mengerti. Memang agak membosankan, tetapi kisah di novel ini mengandung banyak pesan yang menurut saya sangat cocok untuk saya. Mulai dari pesan mengenai kehidupan, hingga pesan mengenai cinta. Saya menduga ke-4 tokoh utama tersebut akan menjadi 2 pasang kekasih. Ternyata tidak. Dan saya tidak menduga kalau tokoh anonimnya adalah Rene.

Novel ini cukup bagus. Saya nggak menduga bahwa endingnya akan seperti itu. Novel ini saya rekomendasikan bagi yang nggak percaya dengan yang namanya cinta.
Profile Image for Lia Tuslia.
82 reviews2 followers
February 12, 2014
Dari halaman awal sebenarnya mau berhenti baca, soalnya agak menjemukan, cenderung narasi, bercerita pengalaman tokoh, pemikiran tokoh, pokoknya serba monolog. Hanya beberapa dialog. Jadinya lebih membuat saya nggak sabar skip skip beberapa halaman, hanya baca sekilas saja, berhenti jika saya rasa penting.

Pas iseng-iseng baca biografi pengarangnya, saya pun ber-Oooh ria, pantas saja, sarjana psikologi, lanjut S2 lagi.

Ya begitulah, sebenarnya kisahnya sangat menarik dan bikin saya penasaran. Tapi ya gitu, ada beberapa bagian yang seakan-akan berjalan lama dan bikin zzz... tapi bab-bab akhir bisa bikin saya begadang juga untuk nyelesaiin bacanya.
Profile Image for Dwi Tupani.
22 reviews3 followers
July 27, 2011
labirin.. buku ini bercerita dengan mengajak pembaca masuk ke labirin.. ada 5 tokoh berbeda yang akhirnya bertautan karena "takdir"..

buku ini banyak menggambarkan jota-kota di prancis yang (seharusnya) indah, tetapi saya justru tidak tergambarkan seperti apa di sana.. -_-"

jadi... 2 bintang cukup lah..
Profile Image for Stephanie.
27 reviews1 follower
March 25, 2013
book of life,, haha,, i mean buku tentang kehidupan, banyak sekali pelajaran hidup di bslik kisahnya.. sederhana sekaligus rumit,
Sederhana, karena temanya tentang kehidupan, siapa sih yang tidak pernah mempertanyakan tentang tekateki kehidupan?
tetapi rumit, karena selalu tidak ada jaeaban pasti yang sama soal kehidupan,
hanya yang menjalaninya saja yang bisa memberi jawaban atas kehidupannya..
Profile Image for Andalia Ayu.
1 review
November 24, 2013
Pokoknya ide awalnya keren, mampu membuat saya secepat mungkin ingin mendapatkan buku ini.
Profile Image for K.A.Z. Violin.
Author 2 books22 followers
April 19, 2015
bagian ketika proses pembuaran acara tv di awal-awal karakternya banyak yg ooc. mereka kuat dalam pov masing2 tapi lemah saat dipersatukan. selain itu keren banget
Displaying 1 - 11 of 11 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.