SEBUAH NOVEL TENTANG PEREMPUAN, CINTA, DAN PARA PAHLAWAN DI JALAN SUNYI
“Pembaca diajak mengembara melalui plot tidak sederhana dengan pelaku banyak pula. Tokoh-tokohnya sangat beragam suku dan agamanya, dari barat sampai ke timur Indonesia, hingga ke komunitas Amish yang zuhud di Amerika Utara. Berbagai zaman bergolak dilaluinya, dengan tokoh-tokoh sosial bermacam disiplin aktivitas pula. Sungguh suatu kaleidoskop berwarna-warni, sebuah konser simfoni dengan banyak instrumennya. Pembaca merasakan keIndonesiaan yang kukuh, kasalehan dalam iman, keperempuanan yang bermakna, rasa kuat terlibat masalah masyarakat, kemanusiaan yang hangat. Dengan meninggalnya Keydo, saya ikut merasakan kehilangan bersama Kinang. Tatty selamat dengan novel sulung ini. Walau dalam kesibukan, tulislah terus novel-novel berikutnya”. (Taufiq Ismail – Sastrawan)
” Sungguh asyik dibaca. Sebuah narasi dan konstruksi sosial yang berangkat dari adat yang kental, lalu dirajut dalam semangat ke-Indonesiaan dan kosmopolitanisme. Tatty Elmir menyampaikan pesan pembebasan, baik dari kungkungan adat maupun ketidakadilan gender, yang disajikan dengan jeli dan mengalir seputar pergulatan budaya, politik, konflik nilai, dan pencarian makna hidup, yang kesemuanya tengah berlangsung dalam masyarakat kita yang amat majemuk ini.” (Prof DR. Komaruddin Hidayat, Cendekiawan Islam) *****
“Tidak sangka Mbak Tatty punya kemampuan menulis yang luar biasa penu dengan imajinasi dan latar belakang budaya yang berbeda-beda. Selamat atas karya yang penuh dengan tokoh-tokoh yang memiliki prinsip dan tujuan hidup yang mulia”. (Inke Maris MA, Praktisi media) *****
“Tak ada kisah manusia yg tak bisa jadi pelajaran. Lewat buku ini kita dapat memahami keindahan hidup yang dinilai bukan dari seberapa banyak orang mengenal kita. Tapi seberapa banyak orang bahagia karena telah mengenal kita.” (Ir.Shahnaz Haque Ramadhan, penyiar radio&TV) *****
“Novel ini mengajak kita untuk tetap ‘bergerak’, terus berjuang, menginspirasi, dan mengubah dunia. Kolektivitas cinta, cita, serta karya membuat perubahan semakin mungkin terjadi, bila kita mewujudkannya dengan rasa dan logika, yang harmonis dengan jiwa.” (Agung Baskoro, The Next Leader Metro TV 2009) *****
“Sosok Keydo sangat pantas menjadi inspirasi perempuan zaman sekarang: kuat, mandiri, sekaligus lembut. Lebih dari itu, kisah cinta Keydo dan Kinang begitu klasik dan menyentuh. Membuktikan bahwa cinta dapat menembus segala rintangan.” (Haidar Bagir, Spiritualis)
Perempuan energik kelahiran 2 Juni 1963 yang juga dikenal sebagai direktur eksekutif Djakarta Public Society ini rnemiliki latar pendidikan speech therapist. Namun perjaianan hidup ibu dari lima anak ini justru lebih diwarnai dengan kesukaan menulis yang pertama kali diapresiasi publik ketika ia mulai menapaki bangku sekolah menengah atas. Selama .lebih dari 25 tahun, kehidupan membawanya menjelajah belantara perradioan, hingga televisi, film, dan periklanan sebagai jurnalis, broadcaster, maupun script writer. Semua dilakoninya "hanya" dengan berbekal ilmu jurnalistik dari kursus-kursus dan pelatihan yang diselenggarakan oleh berbagai institusi dalam dan luar negeri. Tatty pernah mendalami pelatihan radio journalism secara intern di Voice Of America, Washington DC, dan National Public Radio, sedangkan untuk televisi, dia mendapatkan materi tentang TV Production dari jaringan W HYYIKY W, Philadelphia.
Sejak masih ABG, Tatty telah mulai menjalani karier jurnalistik di surat kabar harian Haluan Padang dan Radio Arbes dengan menggunakan nama gadisnya, Tatty Fauzie Prasodjo. Perjalanan kariernya kemudian berlanjut di Radio ARH Jakarta, Radio Suara Surabaya, dan Radio Bahana. Taty sernpat absen beberapa tahun dari dunia jurnalistik karena kesibukannya menjalankan bisnis yang sayapnya juga ada di Singapura, mengurusi berbagai organisasi sosial kemasyarakatan, dan yang paling utama merawat rumah tangga. Penikmat traveling yang selalu mengatakan bahwa kehidupan adalah sekolah kearifannya ini juga sempat berlabuh selama beberapa tahun dalam Forum Sabtu Pagi, sebuah program pencerahan di Jakarta News FM yang terkenal gagah mengusung spirit demokrasi dan kemanusiaan.
Sekalipun sudah tidak lagi menerima order pembuatan iklan yang kerapdiratapinya sebagai media pembodohan umat, sesekali penulis buku The Hidden Foresf ini masih membuat story board untuk iklan layanan masyarakat. Dia juga masih membuat film film dokumenter tentang pendidikan dan kemanusiaan, serta tetap mencipta lagu. Pengalaman berkunjung dan belajar ke beberapa kantor berita, biro iklan, stasiun radio dan televisi besar dunia seperti CNN, NBC, WCBS, BBC London, dan Shadow Traffic, menambah besar keyakinannya bahwa penguasa dunia saat ini sesungguhnya adalah media. Meskipun demikian, kunjungannya ke komunitas primitif Amerika seperti komunitas Divine Tracy di Philadelphia dan suku Amish di Lancaster, memberinya pandangan berbeda.
Kehidupan mereka yang begitu damai dalam balutan kesederhanaan rang dicibir mata kosmopolit, membuatnya lebih tenteram dan percaya diri menghadapi provokasi media yang saat ini terkadang menjelma menjadi teroris gaya baru.
Keydo shows me the highest level of treasuring love. It is not about to confess, but it is all about how to keep it as secret by Keydo and relentless struggle by Kinang. Accompanying stories enrich the learnings aimed by the author. This is a fine novel.
Furthermore, I recommend Keydo for all Indonesian youths who care about their country because the book also tells many movements initiated by 'anak bangsa yang tak tertangkap sorot kamera' for the benefit of the country and the people.
Buku ini... sebetulnya dari segi cerita cukup menarik. Sayangnya ada banyak subplot dalam cerita yang membuatku kadang pusing. Tokoh A ini yang mana, dsb.
Di luar banyaknya sub plot dan karakter itu... pada dasarnya kisah dalam buku ini sangat inspiratif. Tapi secara keseluruhan tidak menjadi satu padu dan akhirnya aku jadi kurang suka.
Keydo Gadis manis kidal, jahil, ulet, keras hati dan teramat sangat mandiri. Selalu berjuang untuk mendapatkan cita-citanya. Selalu memegang teguh ajaran agama. Piatu sejak kecil walau berlimpah kasih sayang dari sekitarnya. Cita-citanya sungguh mulia ingin membuka taman bacaan.
Kinang Si kribo gondrong bertubuh atletis dengan motto hidup Ridendo Dicere Verum, yang berjuang tanpa lelah demi memperjuangkan cinta sejatinya, Keydo.CInta yang telah mengubah cara pandang lamanya yang linear, taat alur, mekanistik, dan homogen. Jelajah maha berat atas lompatan tak terhingga membuatnya mengenal cinta yang lain, cinta yang memerdekakannya dari perangkap birahi duniawi dan sekat ragawi.
Diakhir repiu, seperti goresan iseng ini cocok untuk menutup kisah Keydo.
Cinta memang aneh Walau selalu dikumandangkan cinta tak harus memiliki Faktanya berapa banyak orang yang cukup puas dengan hanya memandang cintanya dari jauh Cinta membuat seseorang menjadi egois Cinta juga membuat seseorang menjadi rapuh dan kuat secara bersamaan Seseorang bisa tertawa sementara hatinya terluka gara-gara cinta Ada juga yang tak mampu melakukan apa-apa gara-gara hatinya berbahagia karena cinta Kadang cinta melahirkan penindasan dan penzaliman baru atas nama cinta itu sendiri.
Cintaku padanya & cintanya padaku Sudah sampai pada ranah pengertian tertinggi Terpenting hatiku dan hatinya berada dalam visi yang sama Sisanya biarlah semua berjalan apa adanya Saat ia berbahagia, maka aku juga akan berbahagia Saat aku menangis, ia juga akan menangis Apapun kebodohan yang ku kerjakan tak bisa menyakitinya Segala hal yang diberikannya tak akan mengubah rasa yang ada Karena cinta sudah menemukan dimana ia harus berada Rumit? Tentunya tidak untukku dan dirinya Semuanya berasal dari CINTA Sebuah kalimat singkat yang bermakna dalam
Beberapa kutipan yang saya suka dari novel Keydo: 1. Pahlawan akan selalu hadir di sekitar kita. Sangat dekat dengan kita, bahkan bersemayam di dalam diri sendiri. Kita hanya perlu membuhul hikmah untuk dapat memaknai dan menamai panorama yang terhampar di setiap jelajah yang penuh misteri. Hidup memang sebuah cerita panjang tentang petualangan berani untuk menemukan nilai-nilai dari setiap laku yang kita upayakan. Life is either a daring adventur to find value in what we do.
2. "Kepemimpinan bukan sekadar retorika, melainkan tindakan nyata. Kepemimpinan bukan soal kekuasaan semata, lihat betapa banyak pemimpin masa kini yang tak lagi punya wibawa. Kehilangan akal menghadirkan cinta kasih dalam seni menggiring masyarakat untuk melakukan yang dikehendaki. Karena itu lihatlah, yang dipimpin tidak melakukan instruksi dengan hati, tapi sekadar melepas kewajiban yang dipaksakan karena takut diintimidasi."
3. ...bahwa untuk membangun ketahanan bangsa, harus ada yang berjibaku mengobarkan spirit membangun ketahanan keluarga secara terus menerus, konsisten, dan istiqamah. Dan semua itu harus diawali dengan kesadaran para pemuda-pemudi untuk memilih jodoh yang baik dan benar.
4."Politik sekarang bukan lagi sarana untuk kebajikan. Cuma berputar-putar di persoalan menang dan kalah."