Buku ini hendak mengingatkan betapa sering kita mengabaikan kuasa doa yang begitu potensial tersimpan di dalam diri kita. Juga ingin mengingatkan betapa kita, siapa pun dia, masih terus belajar. Belajar untuk berdoa dengan benar.
Karena itu, siapa pun masih perlu untuk memohon, "Tuhan, ajarlah kami berdoa." Artinya, kepada siapa lagi kita harus berguru mengenai doa yang benar, kalau bukan kepada Tuhan sendiri ? Dan doa apa lagi yang dapat kita jadikan rujukan atau referensi utama, bila bukan doa yang diajarkan oleh Yesus sendiri - Doa Bapa Kami ?
Sukaaaa banget dengan cara Pak Eka D menjelaskan. Bahasanya lugas, bahkan sampai menohok, tapi benar-benar mengingatkan. Kini tinggal mengenang karya-karyanya, namun semoga dengan kenangan itu menghasilkan perenungan yang mendalam ^__^