Titik balik hidup Amel terjadi ketika Amel dan Tomi diciduk polisi di kamar kosnya karena menggunakan putaw. Mama dan papa Amel sadar kalau ternyata selama ini Amel harusnya bisa menjadi anak yang selalu baik kalau saja mereka bisa memberikan sedikit perhatian dan penghargaan padanya. Akhirnya Amel dibawa ke suatu tempat untuk merenung selepas ia dari penjara.
Di tempat itu Amel bertemu dengan Ayang yang juga dibawa oleh kedua orang tuanya ke sana untuk menenangkan diri. Ayang ternyata mengalami depresi berat setelah kejadian aborsi dan pendarahan hebat yang dialaminya dulu. Ditambah lagi percobaan bunuh diri yang pernah dilakukannya berulang kali karena begitu beratnya masalah yang terjadi dalam hidupnya.
Ditulis dengan alur maju mundur, bercerita tentang 3 sahabat, Tomi, Ayang dan Amel, yang sudah berteman sejak SMP. Hubungan yang terlalu dekat, pada akhirnya bisa ditebak, bersemi cinta di antara mereka. Tomi dan Ayang dengan bantuan Amel, akhirnya berpacaran, walaupun jauh dalam hati, Amel ternyata memendam perasaan yang sama kepada Tomi. . Semua mulai kacau saat mereka kuliah .. Tomi tergoda ajakan teman-teman masuk ke dunia narkoba. Awalnya hanya coba-coba, keterusan, dan pada akhirnya terjerumus semakin dalam. Kuliahnya hancur berantakan, orangtuanya menjadi tidak percaya, tapi di saat yang terburuk itu, Ayang tetap setia mendampingi Tomi menjalani rehabilitasi. Cuma sia2, lagi-lagi Tomi seperti ga punya keberanian untuk lepas dari barang laknat yang sudah mulai menggerogoti badan. Tubuhnya meminta dosis semakin besar. Tidak cukup hanya dihirup, kali ini bekas suntikan mulai menodai lengan dan tangan. . Bahkan, dikirim ke Bandung demi lepas dari teman-teman ngobat, tetap ga berhasil menjauhkan Tomi dari jeratan obat. . Kenyataan yang terjadi, di Bandung juga Tomi semakin menjadi. Malah dengan tega, dia membujuk Amel untuk ikutan memakai narkoba. Seakan masih belum cukup, Tomi mulai merayu sahabatnya untuk berhubungan di belakang Ayang. . Kisah cinta segitiga di antara sahabat. Ditambah bumbu narkoba, hamil di luar nikah dan kejutan paling menyesakkan untuk ketiganya, virus HIV... . Pelajaran terpenting, jangan pernah, jangan sedikitpun terlalu mengekang anak, hingga tidak percaya 😔. Menelpon mereka setiap hari saat jauh dari rumah, tidak menghargai hasil usaha yang mereka raih, atau mencurigai mereka melakukan hal jelek stiap harinya.. hingga si anak merasa jenuh, dan melakukan semua hal yang dituduh.... 😭. Karena dari situlah, semua cerita ini bermula ....
This entire review has been hidden because of spoilers.
Udah baca sih pas dulu diposting di Kompasiana or blog-nya Winda, tapii.. baca versi buku tentu akan kerasa bedaa karena ada sesuatu yang dipegang githu lhoo, ahahaha.. ada keasyikan sendiri dalam membalik2 kertas lembar demi lembar.
Dan lagi menurut Winda, versi bukunya berbeda dengan versi online yang dulu pernah tayang, soo.. mari kita membacaa ;)
~.*.~
May 14, 2011
Baru baca bagian penjelasan mengenai warna "hitam" yang menurut Winda kaya warna, hmm.. menarik, hahaha.. karena gua pribadi bukan penyuka warna hitam karena ketika membicarakan hitam, yang terbayang di benak gua itu adalah warna yang suram dan sendu, I don't like it.. sama hal-nya I'm not a big fan of white yang menurut gua terlalu ekstrim and kurang gemulai :p
I love something in between.. yang ngga terlalu ekstrim kanan ataupun kiri, tapi yang menyuguhkan sebuah keseimbangan. Okee.. mari kita tinggalkan soal warna dan lanjutkan membaca, wakakakakak..
~.*.~
May 18, 2011
Yuhuu.. gua udah kelar baca buku ini :D And menurut gua, ini buku penting buat dibaca kaum remaja yang mana rasa ingin tau dan coba2 serta tekanan dari teman2 sebaya ituu kadang amat sangat besar yang membuat mereka akhirnya terjerumus dalam lingkaran narkoba dan seks bebas yang menjerat mereka sedemikian eratnya sehingga sulit untuk melepaskan diri!
Ambil contoh dari kisah Ayang, Tomi, dan Amel yang harus membayar mahal dari apa yang awalnya hanya berupa sekedar coba2 aja.
Terlalu mahal harga yang harus dibayarkan dan terkadang harganya itu berupa nyawa!
Duhh.. tolong dhe, kalau kalian tidak bisa melakukannya demi diri kalian sendiri, setidaknya pikirkan orang2 yang menyayangi kalian, betapa mereka akan kehilangan kalian kalau kalian udah ngga ada lagi di dunia ini, huhuhu..
Akhir kata, ngga tau kenapa gua lebih bersimpati ama tokoh Amel dalam cerita ini, huehehehe.. betapa Amel itu mengingatkan gua akan seseorang dengan kalimatnya yang kurang lebih bilang gini, "Gua ngga ngapa2in aja udah dituduh macam2 ama Mama gua, mending sekalian aja gua lakukan apa yang dia bilang, biar nyokap gua itu puas!"
Duhh.. ortuu, cobalah lebih mengerti pribadi anak2 kalian dan bangunlah komunikasi dan keterbukaan, jangan sampai karena sikap kalian sendiri yang akhirnya secara ngga langsung malah menjebloskan anak2 kalian ke lubang yang terdalam :(
Kali ini bener2 akhir kata, haha.. selamat yaa buat Winda atas novel perdananyaa ;) Ditunggu lhoo karya2 selanjutnyaa :D
nice to read this, banyak pelajaran moral disini, cinta.. persahabatan.. parenting.. pengkhianatan.. coba-coba narkoba sampai akhirnya.. ada yang meninggal dan ada yang terkena HIV, thanks untuk bukunya mba winda ;)