Rin, cewek tomboi berusia 17 thn, sering bikin ulah di sekolah dan di rumah. Dia sering terlambat sekolah, sering pula nyuri mangga tetangga. Suatu hari Rin kepergok Rio, keponakan si pemilik rumah.
Nasib sial masih membayangi Rin. Ternyata guru matematika pegganti di sekolah Rin adalah... Rio! Rio kayaknya hobi banget bikin perkara sama Rin. Nama pangilan Rin diganti jadi "Marmut". Rin juga dikasih PR seabrek. Rio sampai nantangin Tommy, cowok gebetan Rin, buat tanding basket.
Tapi benar kata orang bijak. "Kita nggak bisa nentuin kapan dan pada siapa kita jatuh cinta." Dan... Rin kena batunya!
*Rekomen dari temen* Lagi seneng kisah cinta jadul, ini masuknya klise bgt sih malah sebenernya aku kurang suka trope guru-murid meskipun umurnya deketan. Tapi ceritanya seru dan cute juga hehe. Yang aku kurang suka itu cuma sifat rin di awal, bukannya terlihat lucu malah jadi (maap) bodoh heu. Tp makin akhir makin bagus character development nya👍
Tiba-tiba keinget punya novel ini yaampun. Novel jadul jaman SMP kayaknya. Udah belasan tahun lalu. Nostalgic syekaliii.
Matemacinta, bercerita tentang Marina atau biasa dipanggil Rin, gadis tomboy yang suka membuat huru-hara kelas. Suatu hari ia berniat mencuri mangga milik tetangga, namun sayang ia kepergok oleh Rio cowok galak yang akan menjadi wali kelasnya. Sejak kejadian itu Rin dan Rio jarang sekali akur, disekolahpun Rin selalu mendapat hukuman dari Rio akibat ulahnya yang sepele.
Disisi lain ada Tommy, gebetan Rin dari kelas 1. Rin sangat menyukai Tommy tapi Wulan, sahabatnya ternyata juga suka pada cowok itu. Rinpun galau, apakah ia harus mengorbankan cintanya demi sahabatnya? Belum lagi Putri, yang juga sahabatnya tiba-tiba membencinya karena dianggap telah merebut Steve.
Disaat Rin merasa sendirian, Rio seolah datang menjadi penyelamatnya. Namun sayang Rio sedang dekat kembali dengan Sarah, mantanya dan Rin merasa cemburu. Jadi siapa yang sebenarnya disukai Rin? Tommy kah? Atau Rio?
Saya suka sama ceritanya karena konfliknya cukup kompleks walaupun cuma seputaran romance dan persahabatan. Tapi kaya pas aja gitu. Saya juga suka sama gaya narasinya yang kocak namun nggak berlebihan apalagi gaya tektokan Marmut dan Martabak yang saling ngegasss, lucu pokoknya.
"Aku bukannya takut dipanggilkan warga, tapi malu karena semua warga adalah tetanggku"
Nggak tau ya, saya kok bisa ngakak banget waktu baca ini wkwkw.
Baca ini juga jadi keinget jaman dulu wkwkw. Mantengin MTV? Yaampunnn kangen banget.
Tapi sayang menjelang bab-bab akhir kaya dipaksa gitu endingnya, buru-buru banget. Sampai sekarang saya masih nggak ngerti apa penyebab Rio naksir Rin. Instant love is not my favorit btw. Dan di bab-bab terakhir itu juga Rio berubah menjadi manusia keju alias cheesy parahhh sampai geli saya bacanya hahahaha. Apalagi pas menyatakan cinta, duhhh pengin nyakar kursi saking gelinya wkwk.
Terakhir mari kita ucapkan Hamdalah karena semua tokoh dapet jodohnya wkwkw.
Dari cover belakang buku ini, sudah jelas bahwa penulis memang sengaja membocorkan ide cerita secara keseluruhan. Namun, jujur saja, hal itu membuat saya penasaran. Terlebih penulis kreatif dalam merangkai dialog dan monolog dengan kalimat yang lucu dan menghibur. Ya seperti yang sudah dijabarkan di cover belakang, novel ini menceritakan kisah hidup, persahabatan, dan percintaan siswi tomboy (Rin) yang pada akhirnya berpacaran dengan guru matematikanya (Rio).
Meskipun mudah ditebak, saya tetep penasaran dengan jalan cerita keseluruhan. Yang perlu digarisbawahi adalah penulis tidak hanya menceritakan sisi percintaan, tetapi ia juga memberikan gambaran persahabatan yang ideal dan patut dicontoh oleh para remaja.
Sedikit kejanggalan pada dialog tokoh. Rasanya tidak sinkron. Jika memang menggunakan bahasa "gue" "elo", percakapan antartokoh rasanya terlalu kaku jika menggunakan bahasa yang sesuai dengan EyD. Terlebih bahasa percakapan antara Rin dan Rio. Mungkin disebabkan pergantian yang kadang cukup cepat antara hubungan siswa dengan guru dan perempuan dengan laki-laki yang bertetangga.
Secara keseluruhan, awalnya saya mengira akan menyerah membaca novel MatemaCinta ini karena genre "teenlit" yang menyertainya. Karena saya merasa, bahwa sudah terdapat pergeseran genre yang saya sukai setelah usia saya yang sudah bisa dibilang dewasa. Namun, sekali lagi, karena kelihaian penulis, saya justru penasaran dengan adegan-adegan yang terdapat pada novel sehingga dalam waktu beberapa jam, saya sudah bisa menyelesaikannya. :D Oleh karena itu, saya memberi bintang 4 karena memang saya suka jalan cerita serta kelucuan dialog dan monolog yang terangkai di dalamnya.
Satu kata, CHEESY! Perlu diulang nih CHEESY CHEESY CHEESY! Hahaha . Mungkin gw baca novel ini di waktu yg salah. Maksudnya, gw bacanya ga di zamannya teenlit lagi menjamur, telat banget gw baru sekarang, setelah berumur 21 tahun mau baca teenlit lagi. Kepala 2 oii, udah kepala 2. Hahaha.
Biarpun cheesy tapi gw suka banget sama gaya ceritanya. Semua kekanakan itu emang ada di masa SMA, walopun gw ikut mengomentari bahwa mereka ga berkelakuan dewasa, tapi pas gw SMA juga gw kayak anak2, masih jeles2an ga jelas sama yg deket sama sahabat gw, kesel pas gebetan gw malah suka sama orang lain, dll. Lol
Sinopsis udah jelas banget di cover belakang jadi gak akan ngerangkum isi buku ini lagi.
Cover-nya bagus, suka sama warna kalemnya. Karakter tokoh-tokohnya juga konsisten. Di dalam ada romance, ada tentang persahabatannya juga.
“Seharusnya sebelum berharap, kamu siap-siap kecewa.” (hal 67)
Alurnya maju, menggunakan POV 3. Jadi di dalam buku ini tuh diajarin kalo kita jangan terlalu egois dan mau menang sendiri. Apalagi dalam persahabatan. Bisa-bisa sikap kayak gitu bikin kita kehilangan sahabat :)
banyak yang bilang masa-masa terindah itu masa SMA... entah benar atau salah rumor yang beredar ini. dan novel Matemacinta ini justru memperkuat anggapan bahwa masa SMA itu masa-masa yang paling indaahh.. yaah, novel ini penuh dengan cerita gokil, lucu, sedih, senang, pokoknya nano2 khas anak SMA saat kena VMJ.. gak bakal nyesel deh, baca novel yang satu ini.. ni... ^_^ ada satu bait puisi dalam novel ini yang selalu teringat. mau tau isi puisi itu?? ini nih.. "...jarak terjauh bukanlah jarak antara bumi dan surga tetapi saat kau ada didepanku dan kau tak tahu betapa aku mencintaimu..."
"Pastinya nggak gampang mengeluarkan seseorang dari kepalamu kalau selama ini cuma dia yang kamu pikirin. Tapi waktu bisa membuat segalanya menjadi mungkin. Aku berusaha menerima kenyataan, having fun buat diri sendiri, dan nggak berpikir untuk menyesali perasaan itu. Jatuh cinta itu indah, gimanapun jalan ceritanya. Perasaan itu manusiawi, kita nggak bisa menguasainya. Tapi saat dia mulai bikin kita sakit, mungkin kita perlu sedikit mengendalikannya."
Ceritanya ringan dan menarik, dialog2nya juga menghibur
Awal2 (dari membaca judul tanpa baca sinopsis) aku mengira bakal bener2 ngupas seluk belum Matematika sampe ke akar2nya (oke, lebay), maksudnya kisah anak sekolah yang bener2 benci dan bodoh Matematika tapi dipaksa suka dan harus mau belajar matematika sama gurunya terus akhirnya naksir.
But, well, novel ini cocok untuk yang nggak mau mikir ribet2 pas baca novel (just like me, that's why on my 20's i still love reading teenlit) ^^
Seru, lucu, dan sedih semua ada di buku ini. Saya bisa ketawa bahagia, dan menangis karena memegang buku ini juga. Sangat lucu Rin dengan Rio.
Pertemuan mereka yang berubah dari benci menjadi cinta, dan Rio yang berubah ketika ke ulang tahun salah satu teman Rin. Buku ini sangat bagus dan saya suka dengan buku ini!
jalur yang tertebak tapi ide dari sebuah guru yang biasanya tabu untuk di cintai tapi disini rin menggebraknya walau sang bapak guru masih muda. dan gundam hahaha lucu banget pas bagian si rin mengendap2 mau mengambil gundam nya kembali dari kamar pak rio
ceritanya anak SMA banget ;) guru muda, keren siapa sangka bakal sama siswanya. belom pernah ketemu kalau di dunia nyatanya hehehe tp ceritanya keren kok..
Pas baca sinopsisnya kok bagus tapi pas baca flat aja. Kirain bakalan ada pacaran diem-diem sama guru di coretsekolahcoret. Ternyata pacarannya pas si Rio udah keluar -_-