Tanguy dan Laverdure menemukan Saint Helier di dasar ngarai, demikian pula dengan hulu ledak misil yang mereka cari. Mereka kemudian bersembunyi di dalam gua menunggu bantuan tiba.
Sayangnya, pasukan penerjun payung musuh yang justru menemukan mereka lebih dulu. Baku tembak pun terjadi hingga kemudian pasukan Prancis datang membantu. Saint Helier yang terluka parah harus dirawat di rumah sakit. Berhasilkah Tanguy dan Laverdure kembali ke markas dan apa yang sebenarnya terjadi dengan Saint Helier?
Jean-Michel Charlier was a Belgian script writer best known as a writer of realistic European comics. He was a co-founder of the famed European comics magazine Pilote.
Kadang, kita menganggap orang seperti yang kita mau. Padahal. faktanya belum tentu begitu. Menilai orang memang merupakan hal yang sulit. Menariknya, pada bagian akhir buku terdapat informasi lengkap tentang pesawat yang dipergunakan oleh kedua jagoan kita. Menarik
Buku ini lanjutan dari buku pertama. Tanguy menjalankan misi pribadinya, mengembalikan kepercayaan diri Saint Helier, seorang anak pahlawan yang bermimpi menjadi pahlawan seperti bapaknya. Namun sebuah peristiwa tragis membuatnya ketakutan. Hanya saja, harga dirinya yang tinggi tidak mengijinkan dia untuk mengakui rasa takutnya. Lagi, sebuah keadaan darurat membawa Tanguy, Laverdure, dan Saint Helier pada petulangan yang akhirnya merenggut nyawa...