Jump to ratings and reviews
Rate this book

Johnny Mushroom dan Cerita Lainnya

Rate this book
Kepalaku plontos. Kemejaku Ben Sherman. Celanaku Levi's. Sepatuku Doc Martens. Aku mendengarkan Sham 69, The Business, GBH, dan Rancid. Tapi jiwaku murni seorang hippie, karena The Grateful Dead selalu terngiang di telingaku. Aku menjual magic mushroom. Umurku hampir tiga puluh. Aku lahi dan tinggal di Rancaekek, tapi bergaul di Dago. Namaku Yadi. Orang-orang memanggilku Johnny... Johnny Mushroom.


Kumpulan cerita pendek yang terdapat dalam buku Johnny Mushroom dan Cerita Lainnya, yang ditulis cerpenis Zaky Yamani sungguh menarik untuk diapresiasi. Dalam bukunya ini, Zaky tidak hanya menampilkan masalah-masalah sosial dan kemanusiaan dari sisi yang paling kelam, tetapi juga menawarkan nilai-nilai moral, yang baik-buruknya sangat bergantung pada tafsir setiap pembaca. Semua itu diangkat Zaky dalam pengisahan yang lancar, sekalipun konflik dan karakter para tokohnya disajikan dengan amat sederhana. Namun punya makna yang dalam.

Soni Farid Maulana,
Penyair, penggiat sastra
di Komunitas Sastra Lingkar Selatan


16 cerpen di dalam buku ini menyuguhkan gagasan tematik yang jarang disentuh dalam perkembangan cerpen Indonesia, yakni potret manusia urban yang terpinggirkan, mulai dari pelayan toko, hingga mereka yang dilabeli penjahat, preman, pengangguran, dan berandalan. Lewat merekalah Zaky bertutur, bukan hanya ihwal realitas urban, tapi juga perihal manusia. Bekalnya sebagai jurnalis membuat narasi tentang mereka tersaji dengan bahasa yang lugas, padat, dan menohok. Sekaligus menawarkan gagasan kesadaran, bagaimana semestinya kita memandang manusia dan nasibnya.

Ahda Imran,
Penyair, kritikus seni

156 pages, Paperback

First published May 1, 2011

2 people are currently reading
48 people want to read

About the author

Zaky Yamani

15 books39 followers
Zaky Yamani was born in Bandung City, July 27th 1978. He worked as a journalist and editor for the Pikiran Rakyat daily from 2002 until 2016. He graduated with an MA in Journalism from Ateneo de Manila University assisted by a scholarship from the Konrad Adenauer Asian Center for Journalism (2006 - 2008). Zaky also writes fiction, in the form of novels and short-stories.

Books published include Johnny Mushroom and Other Stories (2011), Thirst in the Water Field (2012), Coffee-bitter Comedy (2013), Bandar: Family, Blood, and Inherited Sins (2014), and Running Amok (2016). All of his books were written in Indonesian language

In 2008, Zaky received the Developing Asia Journalism Award in Tokyo, Japan, for his investigative report about water in Bandung City. Then in 2009 he received the Adiwarta Award (Indonesia’s journalism award) for his investigative reports on Indonesia’s foreign debts. In 2010 he received a Mochtar Lubis Fellowship to write about water. The book was published with the title Thirst in Water Fields. Again in 2012 he received the Adiwarta Award for his in-depth article about graffiti.

His first novel, Bandar: Family, Blood and Inherited Sins, was long-listed for the 2014’s Kusala Sastra Khatulistiwa (a national award for fictional works in Indonesia). In 2015 he was invited to the Ubud Writers and Readers Festival in Bali. Zaky will publish a collection of novelletes titled Kepada Assad Aku Menitip Diri (To Assad I Entrusted Myself) in 2017.

Zaky is also working on a new novel, a historical romance with fifteenth century Indonesia and Portugal as background. For this novel, Zaky joined the residency program organized by National Book Committee. He will be conducting research in Portugal.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
6 (14%)
4 stars
17 (40%)
3 stars
18 (42%)
2 stars
1 (2%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 9 of 9 reviews
Profile Image for Uci .
620 reviews123 followers
December 27, 2013
Kumpulan cerpen ini berisi potret kegelisahan (tsaah bahasanya) tentang manusia yang hanya jadi budak industri, bekerja seperti mesin dan tidak punya kehidupan lagi. Tentang alam yang makin rusak, tentang ketidakadilan dunia, tentang kaum yang terpinggirkan dan kesepian.

Profesi penulis sebagai wartawan dan juga anggota band punk rock di Bandung membuatnya bisa memotret objek cerita dari dekat.

Di antara 'kesuraman' kisah-kisahnya (walaupun ada juga yang manis seperti kisah dua malaikat penghuni negeri di awan), ternyata saya bisa nyengir juga ketika membaca cerpen Saturday's Night Lullaby. Bercerita tentang puluhan anak punk yang diangkut polisi sewaktu sedang asyik melakukan ritual malam Mingguan mereka, teler bareng-bareng di Dago. Salah seorang anak punk dengan bodohnya kencing di truk polisi. Setiba di markas, polisi mengancam kalau tidak ada yang mau mengaku, mereka bakal disuruh push up sampai pagi. Anak-anak itu langsung panik. Dalam keadaan teler berat, push up lima kali saja mereka bisa mati.

Seorang anak punk bertubuh tegap tiba-tiba mengacungkan tangan.
"Pak," kata dia, "demi Allah bukan saya yang kencing."
(hal.66)

Profile Image for Langit Amaravati.
Author 12 books22 followers
September 2, 2016
Enam belas cerpen dalam kumpulan cerpen Johny Mushroom dan Cerita Lainnya memiliki banyak sekali ragam warna yang membuat saya tertawa. Tertawa karena miris, tertawa karena giris, kadang ingin menahan tangis. Meski tidak dikemas dengan bahasa yang wah, toh cerpen-cerpen di dalamnya berhasil membawakan ironi dengan cara paling baik.

Potret masyarakat urban yang terpinggirkan, itulah yang dikatakan Ahda Imran di endorsement-nya. Topik-topik 'people around us' disuguhkan, menampar sekaligus menyindir dengan nyinyir.

Cerpen favorit saya adalah "Saturday Night's Lullaby", ada kegetiran yang berusaha disembunyikan (?) melalui dua orang pemuda mabuk dan celotehan mereka yang menurut saya lucu. Celotehan yang saya kenal betul karena masa-masa mabuk dan digiring ke Polwiltabes bukanlah hal yang asing. Melalui cerpen ini saya seakan diajak untuk menertawakan Kimsky dan Ali, menertawakan para polisi, menertawakan diri sendiri.
Profile Image for Sampaguita Syafrezani.
100 reviews
March 23, 2023
Dalam kumcer ini terdapat 16 cerita. Saya pertama membaca Johnny tahun 2011. Untuk seseorang yang tinggal di sekitaran Bandung dan cukup mengamati fenomena sosial, cerita dalam buku ini bisa dikatakan "relate".

Penggunaan bahasa Sunda jalanan yang pas di beberapa cerita, bisa membuat yang memahami ikut terbahak. Apa yang ditulis dalam kumcer ini juga sedikit banyak memotret fenomena sosial seperti kaum punk dan penggunaan zat. Dua topik yang biasanya tabu untuk dibahas. Namun ditulis dengan lantang, bahkan menjadi judul dan cerita utama kumcer ini.

Berani. Itu adalah kata yang saya dapat dari pengajaran Zaky di kelas menulis yang saya ikuti di masa pandemi. Mengungkap kebenaran dan menyusunnya dalam logika yang runut membutuhkan bukan sekadar kejernihan berpikir, tetapi juga keberanian dan kesabaran.

Konyol, getir, "surreal" mungkin sebagian kata-kata yang bisa menggambarkan isi kumcer ini. Karya Zaky pasca Johnny Mushroom juga masih hadir dengan nuansa "gloomy" dan "surreal". Zaky adalah penulis yang layak ditunggu karya-karya berikutnya.
Profile Image for Editanainggolan.
436 reviews12 followers
December 16, 2024
Johnny Mushroom dan cerita lainnya - Zaky Yamani (2011)
Diterbitkan oleh : Majelis Sastra Bandung
ISBN: 9786029904116
Rate dariku: 3.8 ⭐

Ada 16 cerpen Mas Zaky dalam buku ini, yang kesemuanya merupakan karya dari proses belajar dalam penulisan fiksi dari tahun 2001 sampai 2010.

Koq penulisan fiksi? Iya, soalnya Mas Zaky ini ternyata dulunya biasa nulis non-fiksi. Dia wartawan di sebuah surat kabar.

Favoritku dalam buku ini tentu sana si Johnny Mushroom itu, trus Nihil, Dasamuka, dan Cerita dari Negeri di Atas Awan.

Memang ya, perlu banyak latihan buat menghasilkan karya masterpiece.
Setelah cerpen-cerpen ini, Mas Zaky udah nulis buku-buku fiksi, gak hanya cerita pendek saja lagi, tapi prosa dan bahkan buku seri, sebut saja Kereta Semar Lembu dan Trilogy Samiam -yang buku 3nya masih dikerjakan ya kan Mas @omzakzak , ditunggu loh... 😉 Semangatttt Mas!!!
Profile Image for Elian Daiva.
5 reviews4 followers
December 25, 2017
sangat jarang untuk mendapatkan buku lokal dengan setting bandung yang tentunya memberikan pengalaman yg unik ketika membacanya.
Profile Image for Naysilla Rose.
85 reviews
February 26, 2025
kocaakkk asli wkwkwk tapi bagus sih ada tone kritisnya.. gak menduga kalo zaky yamani ternyata berani juga
Profile Image for Jessica Dewi.
50 reviews
August 1, 2025
3.5 ⭐

Saya suka pesan-pesan yg ingin disampaikan penulis. Saya juga suka konsep "dark" yg dipancarkan dari buku ini.

Saya suka (dalam artian terkagum) akan 6 cerpen dari total 16 cerpen. Kebanyakan berada di bagian tengah menuju akhir:

1) Saturday Night's Lullaby
Berhubung saya asli Jakarta yg kuliah di Bandung, saya suka ketawa-ketawa sendiri pas baca cerita ini karena rada kebayang pengucapan aksen sundanya 😂

2) Getir
Astaga cerita ini sedih sekali... What a plot twist! Saya sampai ternganga setelah baca saking kagetnya!

3) Hangover
Another plot twist yg bikin geleng-geleng kepala! hahaha

4) Samad Mencari Bangsa
Saya relate bgt sama Samad (jika boleh halu kepada MBTI, Samad ini sepertinya INFJ kali ya? sotoy) Endingnya rada sedih jadi mix feeling huhu. Samad, what happened to you?

5) Lelaki yang Mati di San Miguel Avenue
Cerita lain yg sangat menyedihkan.. Saya jadi ingin tau lebih banyak kenapa room boy bisa berbuat seperti itu di ending...

6) Surat
Yg satu ini lucu sekali hahaha seperti membaca kehidupan keluarga-keluarga lawak yang menganggap hal-hal yang, mungkin, tidak biasa bagi orang lain, tapi biasa bagi mereka 😁
Profile Image for sastrapertala.
40 reviews12 followers
May 3, 2012
hadiah dr mbak reirei.. sukses ya, zaky :)
Profile Image for Maria Lubis.
Author 65 books12 followers
March 28, 2012
psychadelic! tidak seperti zaky jaman sd yang saya kenal hihihiiii
Displaying 1 - 9 of 9 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.