Jump to ratings and reviews
Rate this book

Sang Guru & Secangkir Kopi: Sejarawan Onghokham dan Dunia Baru Bernama Indonesia

Rate this book
Stanley Adi Prasetyo (Wk. Ketua I Komnas HAM) -- Saya mengenal kedua orang dalam buku ini, baik yang diceritakan (Ong) maupun yang menceritakan (AA). Namun saya tak membayangkan bahwa keduanya memiliki hubungan yang istimewa sebagai manusia. Gaya bercerita yang cerdas dan bernas dalam buku ini, menampilkan sisi-sisi manusiawi Ong secara menarik yang mungkin tak diketahui banyak orang. Ong sendiri adalah figur yang cerdas dan unik, pikirannya yang luas menarik untuk dibaca kembali. Kelebihan buku ini, tak lain adalah pertautan antara gaya menulis yang penuh empati dan intim dengan ketokohan yang dari sisi manusia sangat menarik. Membaca buku ini kita seperti diajak berkelana menyusuri dunia intelektualitas dan peradaban politik negeri ini.

Linda Christanty (Penulis & Wartawan) -- Brilian dan memukau. Begitulah kesan saya setelah membaca buku ini. Penulisnya tidak hanya bercerita tentang pemikiran Onghokham melalui rangkaian diskusi, obrolan dan pertemuan dengannya, melainkan juga mengungkapkan pemikirannya sendiri sebagai sejarawan yang kritis, berpikiran mendalam dan jernih dalam menelaah berbagai peristiwa sejarah. Buku ini juga ditulis dengan narasi yang memikat.

Daniel Hutagalung (Sekjen P2D) -- Andi Achdian dengan sangat tajam, detil dan memikat berhasil menguraikan anatomi pemikiran Onghokham mengenai sejarah, kebudayaan, politik dan persoalan Tionghoa di Indonesia tanpa mesti kehilangan gambaran Ong sebagai manusia. Buku ini sekaligus menggambarkan kedekatan yang sangat antara Andi dengan Ong, terutama dalam hal pemikiran.

Rosiana Silalahi (TV-Host) -- Buku ini membawa kita seolah menjadi saksi langsung dan tahu apa yang terjadi tentang banyak peristiwa sejarah, seperti halnya seorang Onghokham, sejarawan dan juga seorang cendikiawan. Ditulis dengan ringan namun penuh makna, membuat mata melahap buku ini hingga selesai.

Richard Oh (Penulis & Filmmaker) -- Kepergian seseorang membuat dirinya terlihat. Sang Guru dan Secangkir Kopi adalah sebuah buku yang mengisi apa yang kita tidak tahu, melengkapi apa yang kita tahu tentang Onghokham. Sangat terasa perlunya buku ini. Kala ia membuat kita ingin meneliti kembali karya-karya Onghokham dari sudut pandang yang berbeda.

139 pages, Paperback

First published April 1, 2011

2 people are currently reading
50 people want to read

About the author

Andi Achdian

9 books24 followers
Andi Achdian adalah sejarawan dan penulis. Ia telah melahirkan tiga buah karya, masing-masing The Angle of Vision (2012), Sang Guru dan Secangkir Kopi (2010) dan Tanah bagi yang tak Bertanah (2008). Sekarang ini Andi menjalankan kegiatan sebagai editor media online Majalah Loka (http://loka-majalah.com).

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
1 (7%)
4 stars
3 (23%)
3 stars
9 (69%)
2 stars
0 (0%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 3 of 3 reviews
Profile Image for an.
764 reviews22 followers
October 28, 2011
siapa c onghokham? apa rhe pernah denger onghokham? jawaban na adalah tidak. jika soe hok gie adalah teman diskusi na. rhe lebih sering mendengar nama gie dibanding onghokham yang hidup lebih lama. trus kenapa? karena tidak tahu itulah maka na rhe penasaran untuk mencari tahu siapakah dia yang nama na tercantum di depan buku ini.

tapi buku ini bukan biografi na ong ya dan bukan buah pikir na juga. hanya obrolan yang disarikan penulis ketika bertandang di rumah ong. bukan sebagai pembelajar peristiwa tapi seperti kemampuan na dalam sejarah, historian, ong adalah pembelajar manusia. sejarah itu dibawa manusia dan berasal dari manusia na. apa yang terjadi tak lepas dari pengaruh pelaku-pelaku na. dan apakah kita memilih menjadi pelaku itu atau sekedar pelaksana aja.

yang menarik adalah sebagai keturunan tioghoa yang mendapat didikan belanda yang ditawari untuk pindah ke belanda, ong memilih untuk menetap di indonesia. dia ahli dalam bidang na tanpa perlu pembuktian hierarki pendidikan. sedikit menilik cara pandang ong melalui andi dalam obrolan ini.

sayang untuk penulisan na sendiri kelihatan na masih kurang editing, bukan hanya salah tulis tapi kata-kata yang ga nyambung dalam penyusunan na. tapi tidak mengurangi pengetahuan yang baru rhe dapat tentang onghokham yang pernah memprotes gerakan anti tionghoa dengan menuliskan na sebagai ong hok ham

-92-
Profile Image for Truly.
2,767 reviews13 followers
September 27, 2011
Buku ini terus terang bukan genre saya, tapi tak ada salahnya mencoba sesuatu yang baru.
Apa lagi jika direkomendasikan oleh Mas Ronny ^_^

Secara garis besar buku ini berkisah mengenai kehidupan serta cara berpikir seorang sejarawan, Onghokham.
Sosoknya sungguh menarik, kritis, cerdas, ceplas ceplos apa adanya namun suka pada kehidupan mewah.

Dibaca dalam rangka OPMI bulan ini.
Kekurangannya hanya pada foto. Segini banyak uraian kata kok enggak ada foto mendukung yahhh. Minimal biar bisa ikut mengerti bagaimana wujud peralatan makannya yang disebut-sebit paling ok seantero Jakarta. bagaimana perpustakaannya yang dibiarkan dengan unik.

Unik, sepertinya kata yang cocok untuk menggambarkan soso beliau.

BTW.... hasil menelusuran selama sekian hari sesuai instruksi Aldo (ehemmm)
ternyata tidak ditemukan sripsi & Disertasi s beliau di sini *makin penasaran*
Displaying 1 - 3 of 3 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.