Kuntowijoyo was born at Sanden, Bantul, Yogyakarta. He graduated from UGM as historian and received his post-graduated at American History by The University of Connecticut in year 1974, and gained his Ph.D. of history from Columbia University in year 1980.
His father was a puppet master (dalang) and he lived under deep religious and art circumstances. He easily fond of art and writings and became a good friend of Arifin C. Noer, Syu'bah Asa, Ikranegara, Chaerul Umam, and Salim Said.
His first work was "Kereta Api yang Berangkat Pagi Hari".
Prof. Kunto, sebagaimana cendekiawan muslim angkatannya di tahun 90-an, punya asumsi dasar bahwa penerapan demokrasi di Indonesia adalah hal yang tidak dapat terhindarkan. Demokrasi yang diyakini oleh Prof. Kunto adalah konsekuensi logis atau "anak kandung" dari proses industrialisasi.
Setiap negara yang mengalami industrialisasi, tak terkecuali negara mayoritas muslim, membutuhkan demokrasi sebagai prasyarat utama untuk manajemen negara yang legal-rasional. Lewat premis dasar itulah, Prof. Kunto merekonstruksi "Identitas Politik Umat Islam" di Indonesia.
Demokrasi harus dikondisikan di bawah Tauhid. Tak ada demokrasi atau suara mayoritas yang menentang hukum Tuhan. Ekonomi, perubahan sosial, dan transformasi kebudayaan harus dikawal dengan apik oleh umat Islam sebagai ikhtiar dari objektivikasi Islam.
*** Buku ini ditulis dengan gaya bahasa yang luwes; tidak terlampau kaku sebagaimana, misal buku "Demokrasi & Budaya Birokrasi" dan "Muslim Tanpa Masjid" dari penulis yang sama. Kalimat-kalimat pendek yang digunakan Prof. Kunto membuat buku ini lebih terkesan sebagai "Manifesto Politik Umat Islam", dibanding sekadar teori yang mengawang-ngawang.
Buku ini sangat direkomendasikan untuk Anda yang tertarik pada isu Islam, Demokrasi, Sekularisasi, dan tentunya kajian-kajian politik dan kebudayaan.
Semoga Allah merahmati dan meridhoi Prof. Kuntowijoyo atas karyanya, aamiin.
Kuntowijoyo sangat brilian dalam menyajikan suatu penyelesaian strategi serta dilengkapi metodologi bagaimana politik umat seharusnya dijalankan, dqn saya sangat terkesan karenanya, terima kasih penulis dan semoga amal ibadah beliau diterima disisi Allah SWT amin ya rabbal a'lamin