Jump to ratings and reviews
Rate this book

The Diary of Amos Lee #2

The Diary of Amos Lee: Renungan di WC, Tentang Pertandingan, Anak Cewek, dan Kemenangan!

Rate this book
Aku menulis diary di toilet untuk menghindari masalahku, seperti bersaing dengan Michael, senior Bully yang menggangguku dalam tim renang, dan kekalahanku bersaing dengan anak cewek yang merebut sahabatku Alvin.

Aku membawa diary ke mana pun aku pergi karena selalu ada orang yang penasaran mencoba membacanya. Ini karena aku tahu banyak rahasia, seperti cara mematahkan kutukan adik perempuanku dan bagaimana bayi dibuat.

136 pages, Paperback

First published April 1, 2009

Loading...
Loading...

About the author

Adeline Foo

38 books20 followers
Adeline, a Singaporean, is a graduate of New York University Tisch School of the Arts, Asia. She is also a mother of three.

Adeline’s The Diary of Amos Lee, published in 2009, ranks as her best-selling series. All seven titles in the series have made the Straits Times’ National Best Sellers’ List for more than 84 weeks. The first book, I Sit, I Write, I Flush! has also won the inaugural Red Dot award given by the International Schools Libraries Network, a children’s choice award.

Adeline first ventured into writing in 2006 when she received the inaugural First Time Writers & Illustrators Publishing Initiative Award given by the Media Development Authority of Singapore and the National Book Development Council of Singapore. Identified by the media authorities as one of Singapore’s forerunners in children’s book writing, she has received support to publish 13 picture books for early readers. Since then, Adeline has not stopped writing. Three of her books have been adapted into animation shorts, with a fourth new series turned into a TV show on the MediaCorp kids' channel, okto.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
95 (36%)
4 stars
81 (30%)
3 stars
62 (23%)
2 stars
18 (6%)
1 star
6 (2%)
Displaying 1 - 19 of 19 reviews
Profile Image for cindy.
1,981 reviews160 followers
August 24, 2017
Kelanjutan diary Amos Lee yg skrg sdh gak ditaruh di atas toilet lagi, tp dibawa dan disembunyikan di tempat2 yg lebih ajaib (termasuk dalam lipatan skinny jeans milik si ibu yg sdg hamil) :))

Kalau di tahun sblmnya Amos sibuk mencari dana untuk gadgetnya, tahun ini dia lebih sibuk masuk tim renang estafet di sekolahnya. Plus bikin buletin ttg membuat bayi, laba-laba dan kucing. Plus Alvin yg lagi gandrung dengan anak cewek pindahan. Plus si PRJ yg bikin kutukan voodoo buat adik mereka yg baru. Masih lucu. Masih seru. Cuma kadang2 gak polos lagi, keberatan pesan moral yg disisipkan di dalamnya.

Sub judulnya jg belum pas mnrtku. Jargon God, Gold and Glory yg dipelesetkan jd Girls, Guts and Glory memang pas bgt menggambarkan kegiatan Amos setahun itu, tp jd aneh diterjemahkan berpanjang-panjang seperti itu. Mana mnrt cerita kan diary Amos ini kan ditulis kapan saja di mana saja. Kenapaaa juga msh ada "renungan di WC"-nya. Gagal move-on ini yg nerjemahin sub-judulnya.
Profile Image for Remy.
705 reviews21 followers
Read
December 12, 2023
the tomcat storyline + science magazine arc made me cry buckets and i'm not ashamed of that
Profile Image for Desti Utami.
162 reviews6 followers
August 14, 2011
Awal sampai bagian tengah tipikal diary anak sekolah yang "bandel" tapi menyenangkan dibaca. Ditambah berbagai komentar ibu yang membetulkan typo Amos ("Pornigrafi! Ide tulisanmu ini salah, Amos. Dan tolong gunakan kamus!") maupun koreksi pendapatnya pribadi/sebagai orangtua ("Ibu mengamati skinny jeans unutk mengamati seberapa gemuk ibu sekarang, Amos.") cukup lucu. Karakter adik perempuan yang dideskripsikan dengan kata-kata "terganggu", "kegelisahan" dan "gila" juga mirip tokoh Manny di Diary Of Wimpy Kid. Bedanya, si adik perempuan yang dijuluki PRJ (Pengeluh, Risih, Jengkelin) ini bukan anak favorit orangtua ataupun manipulatif. Meski beberapa tingkahnya agak mengerikan (membuat boneka voodoo untuk adik ketiga yang akan lahir, mencoret-coret seprei bayi) sih :D

Sayangnya makin ke belakang, berbagai persoalan dan pemecahannya terlalu normatif. Bagus mungkin karena Amos yang bandel berubah menjadi anak yang memiliki semangat berkompetisi, berkemauan kuat, pantang menyerah, dan sayang kucing. Yah, cocok sebagai suri teladan anak-anak sebayanya. Mungkin tepat untuk pembaca anak, tapi kurang sesuai dengan selera saya yang lebih suka tokoh bandel-narsis-egosentris macam Greg atau Nate (dari Big Nate).

Terlepas dari masalah selera (yang jangan lah diperdebatkan), informasi di dalam buku ini beragam dan menarik. Mulai dari pendidikan seks untuk anak sampai semangat belajar dan olahraga (tokoh maupun peristiwa) yang terkenal di Singapura. Sungguh informatif dan penuh semangat juang. Banzai! Salam zuper!
Profile Image for Anggi Hafiz Al Hakam.
335 reviews5 followers
January 24, 2013
Finally, found this book. Just to complete the missing part of the series! Yeaay!!

Sepertinya, buku kedua ini adalah klimaks dari Amos Lee: The Series. Bila buku pertama berperan sebagai pengantar menuju kehidupan Amos Lee dengan segala problematikanya, dan buku ketiga yang lebih merupakan sebagai "prelude to epilogue", maka buku kedua ini lebih manampilkan unsur-unsur filosofis tentang bagaimana meraih kemenangan, memaknai kemenangan, lalu bagaimana bersikap sebagai seorang pemenang.

Banyak perumpamaan tentang memotivasi diri sendiri. Beberapa diantaranya adalah pepatah lama. Namun, tidak berarti ketinggalan zaman. Amos Lee telah membuktikannya. Amos Lee mengalami pengalaman turun naik dalam mengatasi bullying. And the most important, menarik untuk tahu sebab apa yang membuatnya memutuskan kembali berlatih dengan tim renang, dan akhirnya menjadi juara pertandingan antar sekolah.

Personally, buku kedua ini melengkapi cerita-cerita yang hilang dalam pembacaan buku pertama dan ketiga. Ibarat jembatan yang menghubungkan dua desa berseberangan. Amos Lee bercerita awal persaingannya dengan Michael dan Bif, lalu bagaimana kemampuan Amos Lee untuk menulis mulai terasah. Jangan lupa, di buku ketiga nanti Amos Lee punya media yang terbit utin untuk memuat beberapa topik penting yang kelihatannya sepele.

Profile Image for Raka Nouvel.
15 reviews1 follower
August 23, 2011
Beginilah kira-kira kalau anak cowok punya diary...!
Kocak!

Amos sangat kreatif, sangat percaya diri dan .... sangat bocah!

Banyak hal yang ingin disampaikan Adeline Foo lewat bukunya ini. Bagaimana dia menceritakan tentang seks dari sudut pandang seorang bocah cowok (yang sempat bermain-main dengan kondom), dan bagaimana dia bisa menggambarkan kekuatan hati seorang bocah dalam menggapai impiannya menjadi perenang.

Diary Amos ini menceritakan perjalanan Amos mempelajari kehidupan sekitarnya. Bagaimana berteman dan memahami orang lain dituangkan dalam curhat yang sangat mengalir.

Dan Amos tidak pernah patah semangat untuk tetap menulis meski Ibunya telah sekian kali menemukan diarynya yang disembunyikan di tempat yang..."amat biasa".

sangat segar!
Buku ini cocok buat siapa saja! Sangat dianjurkan buat para ibu rumah tangga yang memiliki bocah cowok berkarakter tidak jauh berbeda dengan Amos Lee. Hmm... Anak cowok yang kelihatannya nakal sebenarnya menyimpan segudang kreativitas yang luar biasa!

Satu pesan yang saya tangkap sangat jelas adalah bagaimana Amos Lee secara perlahan menghormati Ibunya sebagai perempuan dan menghormati setiap perempuan dalam hidupnya. Menurutnya perempuan adalah makhluk yang luar biasa. Bagaimana menurut Anda?
Profile Image for Ririn.
743 reviews4 followers
June 9, 2011
buku kali ini lebih masuk akal karena Amos tidak hanya menulis di wc. Dia juga berusaha menyembunyikan diary-nya dari Ibu (walaupun seringnya ketemu juga). Amos tetap juga menceritakan rahasia2 di buku ini (padahal udah tau Ibunya juga pasti nemu ni buku). Walaupun ada rahasia yg kayanya ibu kelewat bacanya huuu... overall masih lucu dan kocak walaupun udah mulai agak dewasa (what's with the condom, Amos??) XD

Btw, kalo Alvin, Anthony, dan Amos yg kayanya cerdas2 ini aja ranking paling belakang di sekolahnya, bagaimana murid2 yg ranking awal ya?? O_O pasti pinter buangettt haha...

PS: gatel mbenerin syaraf jadi saraf (grr) - typo yg lain masi bisa saya tolerir, ha!

PS2: kado ultah dr Andien :D
Profile Image for Nanao Midori.
41 reviews1 follower
November 1, 2015
I feel that this sequel is better than the previous book. The main character, Amos Lee, was still as immature as he was at the end of the previous book but in this book, he learnt some lessons the hard way and gradually started to think and behave maturely. I like that even though this was clearly a children's book, it did not shy away from real issues or turn it into a small matter. I think the lessons taught in this story will be quite meaningful to children. Even though I was not able to relate to the protagonist, I think his behaviour would be relatable to most young boys. Since he is just a child, it is realistic for him to be selfish and self-centred and then he will learn that support from other people in his life is important in order for him to progress in life.
Profile Image for ijul (yuliyono).
815 reviews972 followers
June 11, 2011
----3,5 star

Amos sudah mulai dewasa dan tambah jahil. Entah kulturnya yang beda atau akunya yang kolot banget, beberapa kejahilan Amos yang terasa sedikit kelewat batas hanya dikomentari biasa saja oleh ibunya.

Aku berusaha mengabaikan typo di buku ini, secara ini buku diary yang ditulis anak kecil, mungkin memang sengaja di-typo-kan, namun untuk beberapa kata jelas aku menyalahkan sang penerjemah+proofreader-nya, karena kupikir itu bukan unsur kesengajaan cerita.

Btw, masih tetep pengen baca buku-buku karya Adeline ini...:)
Profile Image for Phoebe.
9 reviews
December 19, 2012
I would recommend The Diary of Amos Lee: Girls, Guts and Glory by Adeline Foo to people who like it when it is in diary format, and also if they want to read a short book. I would recommend this book cause it is in diary format (which I like). I also wouldn't recommend this book because it is kinda disturbing at some parts. Like in one part he talks about how spiders mate. Its so gross! It ended in the way that I kinda expected it would end.
Profile Image for Indah Threez Lestari.
13.5k reviews274 followers
June 19, 2011
629th - 2011

Lebih seru dari yang pertama. Kali ini diary yang dulu cuma disimpan di wc sekarang disembunyikan Amos di tempat-tempat ajaib. Tapi tetap saja ibunya bisa menemukan diary-nya, entah pakai radar apa, dan kok kayaknya kurang kerjaan amat nyari-nyari diary anak, mungkin tanpa sadar kecanduan baca... ;p
Profile Image for Titis Wardhana.
995 reviews14 followers
July 12, 2011
lebih bagus dari yang pertama. Amos makin pinter aja hehehe secara uda mo punya adik 2 kali ya. Hebat di sana umur 11 tahun uda bisa riset sendiri,bacaannya uda lumayan berat, eh klo dibandingin ponakan en tetangga2 yg SD taunya facebook aja, eh si Amos ini malah gak mau punya FB,maunya bikin blog... kerennnn
Profile Image for Ahtims.
1,735 reviews123 followers
May 4, 2013
I was horrified. Its so vulgar. I didnt like it a bit. Its the first book of this series I am reading. I berate myself for buying most of the series for my son without prior reading myself. He liked the books and has even reread those. I wonder about his reading habits.
Profile Image for Sonia.
48 reviews7 followers
Read
February 18, 2012
Girls, Guts and Glory! talks about flatulence and other unmentionables :)But you know, I think it is a good read for all kids on the verge of, or in the middle of confusing puberty!
Profile Image for Sely.
313 reviews13 followers
November 1, 2015
Hmm in this one children need adult when they read it, I guess.
8 reviews
December 7, 2018
I'll say nothing about this book.... Just go through it. Hope you'll enjoy...
Profile Image for Nia.
9 reviews2 followers
May 30, 2012
Good book, even my daughter likes it :)
Displaying 1 - 19 of 19 reviews