What do you think?
Rate this book


265 pages, Paperback
First published September 22, 2010
Ombak bergulung-gulung. Gelap gulita, petir menyambar-nyambar. Padahal baru saja kami berjalan, kenapa sudah diterjang ombak seperti ini. Kapal Sembrani, demikian kuberi nama seperti Kapal Jung Jawa yang dulu dimiliki Kapten Darmo, bergoyang ke kiri kanan terempas ombak.
“Gulung layaaaar!” teriakku.
Satu per satu layar digulung dengan susah payah karena angin seperti menentangnya. Sebagai nahkoda pun aku tidak akan berfungsi banyak karena kemudi bergerak sendiri ke kiri dan ke kanan. Keadaan jadi gelap gulita, semua cahaya di kapal mati. Kami mati-matian mengeluarkan air dari kapal.
Ya, Gusti! Jangan biarkan kapal ini terbalik!
(h.86)