Jump to ratings and reviews
Rate this book
Rate this book
Joyce Nadira akhirnya mendapatkan apa yang didambakannya selama ini: seorang pacar! Dunianya mendadak indah. Hidupnya jadi berarti. Tetapi Joy akhirnya tahu bahwa Stink—si pangeran tanpa cela itu:
a. Nggak tahu apa fungsi jam
b. Sinis pada sahabat-sahabat Joy
c. Nggak becus bahkan buat mempertahankan kuliahnya.

Haruskah Joy bertahan, mengingat ia mencintai Stink dan Stink pun sangat memujanya? Apalagi Stink sudah menerima Joy yang jerawatan, gendut, dan nggak fashionable. Itu kan berarti Joy juga harus melakukan hal yang sama. Itu kan arti cinta? Eh, atau bukan begitu?

Sialnya, Joy bertemu Ronal yang menyadarkannya bahwa ada banyak cowok yang jauuuh lebih baik daripada Stink. Hm… kok Joy jadi membandingkan Stink dan Ronal ya?

Joy makin pusing karena ia sedang mempersiapkan pentas teater perdananya. Ia mengincar peran utama. Apakah ia akan terpilih? Nggak gampang lho, karena saingannya cewek berbodi sempurna. Dalam pentas ini, seperti juga dalam kehidupan cintanya, Joy begitu gemas ingin menyatakan penampilan luar bukanlah segalanya. Akankah Joy berhasil?

248 pages, Paperback

First published July 1, 2011

5 people are currently reading
181 people want to read

About the author

Ken Terate

26 books233 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
26 (20%)
4 stars
30 (23%)
3 stars
56 (43%)
2 stars
14 (10%)
1 star
3 (2%)
Displaying 1 - 14 of 14 reviews
Profile Image for ijul (yuliyono).
811 reviews970 followers
August 3, 2011
“…Kami ini laki-laki, Joy, bukan dukun. Kami nggak bisa membaca pikiran.” Ronal. (hlm. 159)

Joy
Ahh, aku punya cowok? Yang benar? Serius? Aku? Si gadis buntelan pemilik ladang jerawat paling produkstif se-Indonesia? Bohong! Eh, tapi cowok itu, Stink namanya, benar-benar perhatian padaku, dan…ahhh, serius dia nembak aku. Aku tak mungkin menolaknya. Aku langsung menerimanya. Meskipun dia cowok aneh, plinplan, dan nggak jelas begitu. Sayang, dua temanku, Marcella dan Wening tak pernah bisa klop sama Stink. Teman seharusnya mendukung teman yang lain, kan? Aku yakin mereka pasti bisa menerima Stink suatu saat nanti. Entah kapan. Yang pasti harus secepatnya, karena sekarang aku selalu degdegan tiap berdekatan sama Ronal. Nah, lho? Gimana donk? Stink apa Ronal? Ronal apa Stink? Duh, jatuh cinta itu rumit, ya? Apalagi cinta pertama!


Walahhh, saya malah tak tahu kalau Ken sudah menerbitkan buku ketiga dari seri My Friends My Dreams-nya ini. Sudah pasti saya blingsatan begitu melihat novel ini ada di tumpukan new release salah satu toko buku langganan window shopping saya. Tak langsung saya beli, mengingat masih banyak tumpukan utang buku yang belum dibaca. Namun, ketika harus window shopping lagi ke toko buku, saya tak bisa menahan godaan itu. Dan, tercomotlah buku ini. Catatan buat diri sendiri: kurangi window shopping, bayar dulu utang baca buku yang sudah numpuk di lemari itu. #bahhh

Bagi saya, kisah persahabatan tiga dara SMA, Marcella-Joy-Wening selalu memikat sejak saya membaca seri pertamanya yang jadi juara tiga Lomba Penulisan Novel Teenlit beberapa tahun silam. Sejak saat itu, saya jadi fans Ken Terate. Semua bukunya, insyaAlloh, sudah saya lahap. Dan, pada setiap bukunya saya selalu tersepona. Haduhhh. Nagih banget tulisannya. #gawatttt

Oke, kali ini pun, kisahnya tetap kocak, as usual. Kalimat hiperbola, ungkapan-ungkapan pintar nan menggelitik, dan dialog yang mengalir lancar adalah segudang kepiawaian dari penulis ini. Pemilihan Joy sebagai pusat perhatian juga sangat tepat, karena sudah pasti ia memiliki sekardus cerita yang bisa dicurhatkan. Typically ABG masa kini yang ribet soal penampilan, persahabatan, dan kegalauan soal cowok. Konfliknya oke. Latar belakangnya juga oke. Bumbu penyedapnya pun tak ketinggalan, oke juga. Tak banyak penulis yang mampu menonjolkan tokoh utama dengan menjaga karakter lain tetap dapat mencuri adegan. Jelas, Marcella, Wening, Stink, dan Ronal, mampu mencitrakan dirinya masing-masing. Tidak tenggelam oleh akting Joy yang sempurna.

Nah, apa donk yang kurang dari novel ini? Hmm, apa yaaaaa…? Kurang tebal, pastinya, hahahaha. I WANT MORE! Hehehehe. Kalau menilik bab-bab akhir sih, agak kelihatan masih bakalan ada next story, Wening, maybe, with Lantip? Hahahaha. I hope so.

Untuk typo, ada beberapa kata yang musti disesuaikan. Dan ada satu kalimat yang ketinggalan satu kata, “….masa sih kita harus melakukan hal yang sama dari ke hari?” (hlm. 121), sepertinya perlu ditambahkan kata “hari” sehingga menjadi “dari hari ke hari?”, iya, nggak, sih? Selebihnya… mulus. Good job, Ken.
Profile Image for Yomi Hanna.
6 reviews1 follower
February 15, 2015
Selalu suka tulisan-tulisannya Ken Terate, meskipun aku sudah tidak bisa dibilang remaja lagi, tapi ternyata membaca novel teenlit karya Ken Terate tetap saja asik untuk dinikmati, khususnya novel Pieces of Joy ini, bikin senyum-senyum sendiri, jalan ceritanya natural sekali, penceritaannya juga ringan dan pas :)
Profile Image for Iyut.
231 reviews26 followers
August 9, 2012
dihiasi tanda tangan dan ucapan dari sang penulis, katanya: "Mbak Iyut, teruskan semangatmu karena semangatmu menular :)"

----

jadi semangat segera membacanya #eeh :D
9 reviews
July 10, 2018
Joy akhirnya punya pacar, cowok penjaga rental komik langganannya. Rasanya seperti mimpi, Joy serasa tidak percaya ada cowok yang mau pacaran dengan cewek gendut jerawatan sepertinya. Hmm, apa benar Stink bakal tetap jadi "The Prince Charming"?

Kali ini, kisah tiga sekawan ini menyorot pada Joy dan diceritakan menggunakan POVnya. Setelah gak naksir Devon lagi dan pacaran dengan Stink, masalah Joy masih tetap banyak. Stink suatu hari potong rambut jengger ayam ala anak Punk saat akan dikenalkan ke Wening dan Marcella, membuat Joy kelabakan dan awkward setengah mati. Lain waktu, Stink hilang dan tak bisa dihubungi. Lain kalinya lagi datang marah-marah cemburu lalu minta maaf. Hmm, capeek...

Kisah Joy ini pasti banyak dialami anak remaja. Pacaran pertama kalinya lalu risih dengan pacar yang posesif. Mau mutusin, kasihan atau takut gak laku lagi. Well, tapi kata-kata Joy di akhir ada benarnya kok kalau dia berhak memutuskan cowok yang tidak baik.
Profile Image for nasya.
782 reviews
August 6, 2023
Beda dengan dua buku sebelumnya, ternyata yang ini hanya menggunakan POV Joy, dan nggak ada POV dari Wening ataupun Marcee. Ceritanya fokus ke kehidupan percintaan Joy, konfliknya masih sama ringannya dengan buku sebelumnya.
Profile Image for Gracella.
256 reviews175 followers
December 30, 2018
Re reading this book and i have to say: Selalu suka sama karya Ken Terate! Terutama serial ini ;)
Profile Image for dii.
5 reviews
February 5, 2024
Bercerita tentang kisah cinta Joy yang akhirnya terwujud setelah sekian lama. Akhirnya Joy mendapat pacar! Seorang cowok penjaga toko komik rental dekat kosan Joy yang agak, eh, unik, bernama Stink. Awalnya Joy sangat gembira. Punya pacar, itu kan mimpinya sejak dulu! Sekarang ada yang memberinya kalimat-kalimat romantis, menjagaknya kencan, rela menunggunya di depan kosan selama berjam-jam hanya demi bertemu Joy... Bukankah menyenangkan?


Tapi ternyata, pacaran tidak seindah itu.

Baru beberapa minggu sejak mereka pacaran, tapi Joy sudah melihat keburukan sifat Stink. Satu, dia tidak pernah tepat waktu— dia orang yang 'bebas', tidak suka terkekang, maunya melakukan segala sesuatu seenaknya dan spontan. Awalnya memang enak sih mendapat kejutan dengan tiba-tiba disamperin di kos, tapi lama kelamaan kan gak enak juga. Masa Joy lagi dalam keadaan keringetan, bau, belum mandi, kucel, baru pulang sepedahan, trus ketemu Stink? Kan malu!

Yang kedua, Stink suka mencela. Dia mencela orang kaya. Menurutnya orang kaya itu 'dangkal', maunya apa-apa branded, ke cafe ngabisin uang— which aku SEBEL BANGET sama tingkah Stink di bagian sini. Sukses bikin aku annoyed. Please elu siapa sih ngehina orang-orang yang mau menikmati hidup? Toh uang-uang kita, terserah kita lah mau dipake buat apa. Terus dia mencela Joy yang make up-an. Menurutnya itu, sekali lagi, dangkal karena buat apa sih ngabisin waktu mempercantik diri. HEH, ELU JUGA NGEMODEL RAMBUT GAYA MOHAWK BUAT APA KALAU BUKAN BUAT MEMPERKEREN DIRI? NGACA DEH. GUE SEBEL BANGET SUMPAH.

Trus, Stink orangnya 'bebas' banget, sampe-sampe dia ga peduli sama kuliah dan di DO. Aduh please, cewe mana sih yang mau diajak nikah trus hidup susah? Gak ada keleus. Dan aku sangat bersyukur karena Joy masih punya akal sehat, nggak bucin cinta mati sampe mau diajak melarat. Oke, Stink emang ada romantisnya dan (katanya sih) tulus, tapi tetep aja pacaran sama model cowok kayak gitu gak akan ngasih apa-apa selain tekanan batin. I applause joy for breaking up with him.

Yang bikin aku agak kecewa adalah part Joy sama Ronal sedikit banget, padahal aku kira bakal diceritain kedekatan mereka sehabis itu, sampe mereka pacaran mungkin kalau bisa. Tapi buku ini isinya 60% Stink, 30% kesibukan Joy sama teater dan sekolah, dan 10% Ronal. Padahal aku suka Ronal huhu ya sudahlah TT

Aku cukup suka perkembangan karakter Joy di cerita ini. Dari cewek bucin yang rela melakukan apapun demi dapetin cowok, Joy berubah jadi lebih mengutamakan akal sehatnya dan setelah pacaran, dia sadar kalau hidupnya nggak selalu butuh cowok. Joy juga fokus dan serius banget sama kegiatan teaternya, meski itu bikin dia agak lalai di tugas lain hadeh. Yah tapi manusia memang begitu kan?

Anyways I enjoyed this book tapi nggak sampe gimana banget karena aku sebel sama Stink. Tapi aku jadi lebih suka Joy, tadinya aku gak suka dia di buku 1 and 2 karena kerasanya kayak beban banget, tapi di buku ini kita bisa liat lebih dalem pemikiran dan perasaan Joy. Jadi aku kasih buku ini 3 bintang.
Profile Image for Indri.
87 reviews11 followers
March 10, 2016
Pacar Joy rambutnya seperti jengger ayam & gelangnya terbuat dari sendok makan yang dibengkokkan, hahahaha.... Baca buku ini banyak hiburannya & banyak juga kutipan yang keren-keren, misalnya "Karena dicintai & disakiti lebih baik daripada nggak dicintai sama sekali" (eeaaaa....).
Buku ini berkisah tentang percintaan remaja, sederhana tapi banyak pesan di dalamnya :)
Profile Image for MY.
92 reviews14 followers
February 15, 2012
Ceritanya keren, menghibur, gak bikin galau.
Sukses membuat saya penasaran sama endingnya yang gantung, tapi tetap menyelesaikan konflik utama.

Ken is one of my favorite author.
Untuk teenlit, cuma buku2 Ken yang rela saya baca tanpa disuruh orang.
Profile Image for Afifah.
151 reviews9 followers
January 2, 2015
Lucu, segar, mengalir, cerita yang khas remaja sekali, bacaan ringan yang cocok dibaca sebagai penyegaran disela-sela tugas rumah tangga yang sepertinya nggak ada habis-habisnya.
*maap saya tsurhat*
53 reviews
May 18, 2016
W sih gak terlalu suka ama novel ini. secara w fans Cathy Hopkins, w ngerasa ni novel mulai dari plot, tata bahasa dll mirip bgt sama karya cathy yang "mates, dates"
Displaying 1 - 14 of 14 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.