What do you think?


Menulis Fiksi itu Seksi
Menulis fiksi kini telah menjadi impian banyak orang. Selain telah masuk ke dalam atmosfer lifestyle masa kini, menulis fiksi juga menjadi sarana untuk membebaskan geliat seni menulis yang berkembang seiring dengan makin majunya kancah sosialisasi di dunia maya.
Sayangnya, tidak semua calon penulis berbakat berani unjuk gigi merealisasikan kemampuan mereka dalam karya nyata. Alasan terbanyak, adanya perasaan takut atau gentar, dan tidak lahirnya mood yang mendorong hasrat menulis segera. Alberthiene Endah, penulis yang telah melahirkan sejumlah novel bestseller dan biografi orang-orang ternama beranggapan bahwa setiap orang sesungguhnya bisa menulis, apalagi mereka yang telah memiliki bakat kuat.
Yang menjadi kendala sulitnya merealisasikan hasrat menulis terletak pada masalah mental dan pola pikir. Diri kitalah yang sering menjadi penghalang terbesar sehingga karya fiksi idaman tak juga tercipta.
Buku ini dengan lugas dan menarik mengajak Anda membangun motivasi, bersikap rileks namun terarah untuk segera menulis dan menempatkan karya fiksi hebat Anda di rak toko buku!
Sayangnya, tidak semua calon penulis berbakat berani unjuk gigi merealisasikan kemampuan mereka dalam karya nyata. Alasan terbanyak, adanya perasaan takut atau gentar, dan tidak lahirnya mood yang mendorong hasrat menulis segera. Alberthiene Endah, penulis yang telah melahirkan sejumlah novel bestseller dan biografi orang-orang ternama beranggapan bahwa setiap orang sesungguhnya bisa menulis, apalagi mereka yang telah memiliki bakat kuat.
Yang menjadi kendala sulitnya merealisasikan hasrat menulis terletak pada masalah mental dan pola pikir. Diri kitalah yang sering menjadi penghalang terbesar sehingga karya fiksi idaman tak juga tercipta.
Buku ini dengan lugas dan menarik mengajak Anda membangun motivasi, bersikap rileks namun terarah untuk segera menulis dan menempatkan karya fiksi hebat Anda di rak toko buku!
- GenresNonfiction
268 pages, Paperback
First published June 1, 2011
About the author
Alberthiene Endah
62 books167 followersRr. Alberthiene Endah Kusumawardhani Sutoyo, better known as Alberthiene Endah, is an Indonesian biographer, novelist, and journalist. She is known for her in-depth biographies of Indonesian celebrities, such as Chrisye and Krisdayanti. She has been called "the most sought after biographer in Indonesia.
Ratings & Reviews
Friends & Following
Create a free account to discover what your friends think of this book!
Community Reviews
Displaying 1 - 22 of 22 reviews
September 8, 2013
Panduan saya saat menulis novel pertama^^hehehe. Terima kasih, Mbak Alberthiene.
December 18, 2022
Latar belakang beliau sebagai alumnus sastra, berkakrier menjadi wartawan, menjadi editior di majalah Femina selama 9 tahun, dsb membuat saya paham mengapa Alberthiene Endah bisa sukses sebagai penulis novel, penulis biografi sampai menjadi penulis skenario. I hope one day, bisa sesukses beliau di dunia kepenulisan. Nice book...
September 28, 2017
Buku tentang menulis paling komplit yang pernah saya baca. Latar belakang penulisnya yang semula jurnalis dan sekarang juga penulis banyak buku, menjadi latar sempurnanya sharing tentang menjadi penulis dalam buku ini. Bukan cuma saran yang dibagikan, namun juga banyak sekali pengalaman.
July 25, 2019
Wajib baca bagi yang sedang belajar nulis fiksi
August 5, 2020
Saya sedang menulis buku nonfiksi yang tidak jauh-jauh dari tema menulis buku lalu ingat jika sudah membeli buku ini di Gramedia Digital. Seperti bohlam yang mendadak menyala.
September 26, 2024
Menyegarkan kembali ilmu menulis saya yang sudah menguap.
May 18, 2015
Saya coba rangkum sedikit poin dalam bab-bab di buku ini ya.
Bab 1
Kenapa anda ingin menulis
Well, karena dalam bab ini cukup subjektif, seperti sub judul dalam babnya, kita masing-masing punya alasan sendiri kenapa ingin menulis. Nah, ini beberapa tips dari AE:
- sering-sering ke toko buku,
- koleksi buku-buku yang baik dan unik,
- banyak mengamati kiprah para penulis dan pelajari,
- luangkan waktu untuk membaca setiap hari,
- jaga motivasi dengan rutin memikirkan calon novel.
Bab 2
Menggali ide, di mana lahannya?
1. Tajamkan rasa.
2. Kemudikan kepekaan.
3. Dari ide menuju bangun cerita
Ini beberapa tipsnya:
- pilih ide yang materinya kita kuasai,
- ide yang baik bukan sekadar sesuatu yang ingin diceritakan tapi juga beralasan untuk diceritakan,
- bongkar majalah, browsing internet terkait ide,
- tonton drama bermutu,
- nikmati hal-hal indah dan menyenangkan,
- latih kemampuan berwacana dalam hati.
Bab 3
Mengolah gagasan menjadi topik
Berikut tip-tips mengolah gagasan:
- banyak berdiskusi untuk menajamkan kemampuan mengurai masalah,
- jangan mudah terkesima pada ide-ide yang tampak menarik dan renyah, RENUNGKANLAH! (Seorang penulis kawakan juga pernah bilang ini ke saya, untuk menjadi penulis, kita harus banyak merenung. *merenung*)
- sekali lagi, amati film-film yang bagus. Bangun kemampuan filmis di kepala dengan mempelajari bagaimana alur berkembang,
- ciptakan banyak pewarna cerita dengan mengandalkan "adegan", humor, pengembangan karakter tokoh dan deskrispi tempat,
- sebuah novel akan berhasil bila enak dibaca,
- olah gagasan sederhana yang tajam, bukan gagasan heboh yang kosong,
- mulai membuat outline sekarang.
Bab 4
Merangkai kata-kata, sulitnyaaaa!
Inilah beberapa musuh yang ada di sekitarnya:
1. Rasa takut.
2. Pikiran mendadak kosong.
3. Tak ada waktu.
Lalu ini tipsnya:
- buat pengaturan bab dengan topik dan plot yang jelas di setiap babnya,
- berlatihlah membuat satu kalimat bernas yang menjadi pamungkas kita di setiap paragraf,
- maju terus! Jangan jalan di tempat.
- menonton, mendengar, mengamati, dan berkomunikasi merupakan sarana efektif untuk memperkaya kosakata dalam penulisan,
- kuasai materi cerita agar proses menulis lancar dan tidak mandek,
- atur cara berfikir yang lincah dalam mendatung kalimat,
- berlatihlah membangun konflik yang bisa kita pertanggungjawabkan,
- seimbangkan porsi antara narasi dan dialog,
- jangan terlalu lama mengatur kata di kepala,
- usahakan menemukan keasyikan murni dari menulis.
Bab 5
Menyingkirkan gangguan
Agar kebuntuan tak jadi penghalang:
- pertahankan disiplin dalam mengatur waktu. Biarkan hanya satu jam sehari, yang penting kita berkomitmen untuk menulis.
- leburkan passion menulis dengan mood. Jangan biarkan mood berkhianat dan membuat kita berjarak dengab tukisan.
- jangan membangun kebencian pada tulisan kita. Ketika kita merasa amat sangat buntu, tinggalkan saja dulu. Pergilah untuk mengopi dan rileks. Bangunlah kerinduan untuk kembali menulis di lain waktu. Tapi jaga disiplin.
- kita bisa membentuk komunitas kecil yang mengetahui perjalanan karya kita. Ajak mereka bicara dan berdiskusi kecil tentang hal-hal yang telah kita tulis. Dukungan dan komentar mereka bisa menjadi stimulan efektif untuk terus melanjutkan tulisan.
Bab 6
Menjadi penulis, dan...eksis!
Di bab ini tidak ada lagi tips yang dijabarkan AE. Secara kita telah menghasilkan karya, menemukan penerbit, maka yang dipertahankan kemudian adalah konsisten.
Selamat menulis.
Bab 1
Kenapa anda ingin menulis
Well, karena dalam bab ini cukup subjektif, seperti sub judul dalam babnya, kita masing-masing punya alasan sendiri kenapa ingin menulis. Nah, ini beberapa tips dari AE:
- sering-sering ke toko buku,
- koleksi buku-buku yang baik dan unik,
- banyak mengamati kiprah para penulis dan pelajari,
- luangkan waktu untuk membaca setiap hari,
- jaga motivasi dengan rutin memikirkan calon novel.
Bab 2
Menggali ide, di mana lahannya?
1. Tajamkan rasa.
2. Kemudikan kepekaan.
3. Dari ide menuju bangun cerita
Ini beberapa tipsnya:
- pilih ide yang materinya kita kuasai,
- ide yang baik bukan sekadar sesuatu yang ingin diceritakan tapi juga beralasan untuk diceritakan,
- bongkar majalah, browsing internet terkait ide,
- tonton drama bermutu,
- nikmati hal-hal indah dan menyenangkan,
- latih kemampuan berwacana dalam hati.
Bab 3
Mengolah gagasan menjadi topik
Berikut tip-tips mengolah gagasan:
- banyak berdiskusi untuk menajamkan kemampuan mengurai masalah,
- jangan mudah terkesima pada ide-ide yang tampak menarik dan renyah, RENUNGKANLAH! (Seorang penulis kawakan juga pernah bilang ini ke saya, untuk menjadi penulis, kita harus banyak merenung. *merenung*)
- sekali lagi, amati film-film yang bagus. Bangun kemampuan filmis di kepala dengan mempelajari bagaimana alur berkembang,
- ciptakan banyak pewarna cerita dengan mengandalkan "adegan", humor, pengembangan karakter tokoh dan deskrispi tempat,
- sebuah novel akan berhasil bila enak dibaca,
- olah gagasan sederhana yang tajam, bukan gagasan heboh yang kosong,
- mulai membuat outline sekarang.
Bab 4
Merangkai kata-kata, sulitnyaaaa!
Inilah beberapa musuh yang ada di sekitarnya:
1. Rasa takut.
2. Pikiran mendadak kosong.
3. Tak ada waktu.
Lalu ini tipsnya:
- buat pengaturan bab dengan topik dan plot yang jelas di setiap babnya,
- berlatihlah membuat satu kalimat bernas yang menjadi pamungkas kita di setiap paragraf,
- maju terus! Jangan jalan di tempat.
- menonton, mendengar, mengamati, dan berkomunikasi merupakan sarana efektif untuk memperkaya kosakata dalam penulisan,
- kuasai materi cerita agar proses menulis lancar dan tidak mandek,
- atur cara berfikir yang lincah dalam mendatung kalimat,
- berlatihlah membangun konflik yang bisa kita pertanggungjawabkan,
- seimbangkan porsi antara narasi dan dialog,
- jangan terlalu lama mengatur kata di kepala,
- usahakan menemukan keasyikan murni dari menulis.
Bab 5
Menyingkirkan gangguan
Agar kebuntuan tak jadi penghalang:
- pertahankan disiplin dalam mengatur waktu. Biarkan hanya satu jam sehari, yang penting kita berkomitmen untuk menulis.
- leburkan passion menulis dengan mood. Jangan biarkan mood berkhianat dan membuat kita berjarak dengab tukisan.
- jangan membangun kebencian pada tulisan kita. Ketika kita merasa amat sangat buntu, tinggalkan saja dulu. Pergilah untuk mengopi dan rileks. Bangunlah kerinduan untuk kembali menulis di lain waktu. Tapi jaga disiplin.
- kita bisa membentuk komunitas kecil yang mengetahui perjalanan karya kita. Ajak mereka bicara dan berdiskusi kecil tentang hal-hal yang telah kita tulis. Dukungan dan komentar mereka bisa menjadi stimulan efektif untuk terus melanjutkan tulisan.
Bab 6
Menjadi penulis, dan...eksis!
Di bab ini tidak ada lagi tips yang dijabarkan AE. Secara kita telah menghasilkan karya, menemukan penerbit, maka yang dipertahankan kemudian adalah konsisten.
Selamat menulis.
September 19, 2011
Ketika menemukan buku ini gw tahu ini adalah kitab suci lainnya dalam hidup gw. Gw jatuh cinta diam-diam dalam setiap kalimat yang gw baca. Mba AE, kau memang dewanya!
Buat para penulis pemula buku ini akan terasa begitu dalam dan berarti. mba AE itu menjawab semua pertanyaan yang bahkan kita tidak sodorkan. Dia mengajak kita menyadari hal yang penting sebelum dan selama menulis. Apa esensinya, apa mau kita, apa yang kita harapkan lalu apa yang harusnya kita lakukan. Semua masalah yang dia jawab, membuktikan bahwa penulis hebat pun mengalami masa menjadi penulis pemula.
Yang bikin buku ini makin juara adalah mba AE bukan lagi ngasih kita teori tetapi menawarkan kita jalan keluar dengan menjadi diri kita karena dia pernah menjadi kita. Dia tidak bicara tentang teori kayak pelajaran bahasa Indonesia di sekolah seperti banyaknya buku tentang menulis. Ngebacanya sangat asik, gw benar-benar menikmatinya sambil pelan-pelan meresapi jawabannya terhadap masalah-masalah penulis pemula. Tips dan sarannya seperti rangkulan bersahabat yang mencerahkan.
Jempol yang banyak juga dengan cara pengemasan bukunya. Penulisan/quotes 'zoom in' yang dibuat membuat gw mudah mengingat kembali saat motivasi lebih itu dibutuhkan.
Satu hal yang membuat gw akan terus membacanya adalah, saat kita membacanya kita akan tahu bahwa mba AE sedang memotivasi kita dengan pengertian dan spirit. Ajaibnya, sepertinya setiap kata yang tersusun dalam kalimatnya adalah hal yang terbaik yang keluar dari kepalanya. Terima kasih yah mba... *peluk cium*
Oiyah, kalau dicovernya tertulis 1001 trik menulis fiksi dengan asyik itu boonk banget... isinya lebih dari itu...
menulis itu menjawab sebuah kerinduan :D
Buat para penulis pemula buku ini akan terasa begitu dalam dan berarti. mba AE itu menjawab semua pertanyaan yang bahkan kita tidak sodorkan. Dia mengajak kita menyadari hal yang penting sebelum dan selama menulis. Apa esensinya, apa mau kita, apa yang kita harapkan lalu apa yang harusnya kita lakukan. Semua masalah yang dia jawab, membuktikan bahwa penulis hebat pun mengalami masa menjadi penulis pemula.
Yang bikin buku ini makin juara adalah mba AE bukan lagi ngasih kita teori tetapi menawarkan kita jalan keluar dengan menjadi diri kita karena dia pernah menjadi kita. Dia tidak bicara tentang teori kayak pelajaran bahasa Indonesia di sekolah seperti banyaknya buku tentang menulis. Ngebacanya sangat asik, gw benar-benar menikmatinya sambil pelan-pelan meresapi jawabannya terhadap masalah-masalah penulis pemula. Tips dan sarannya seperti rangkulan bersahabat yang mencerahkan.
Jempol yang banyak juga dengan cara pengemasan bukunya. Penulisan/quotes 'zoom in' yang dibuat membuat gw mudah mengingat kembali saat motivasi lebih itu dibutuhkan.
Satu hal yang membuat gw akan terus membacanya adalah, saat kita membacanya kita akan tahu bahwa mba AE sedang memotivasi kita dengan pengertian dan spirit. Ajaibnya, sepertinya setiap kata yang tersusun dalam kalimatnya adalah hal yang terbaik yang keluar dari kepalanya. Terima kasih yah mba... *peluk cium*
Oiyah, kalau dicovernya tertulis 1001 trik menulis fiksi dengan asyik itu boonk banget... isinya lebih dari itu...
menulis itu menjawab sebuah kerinduan :D
January 23, 2015
Seneng banget saya bisa tahu bagaimana tips dan trik sang novelis kece Indonesia mbak Alberthiene Endah dalam menulis karya... Inspiratif banget dan tentu saja sangat memotivasi saya...
Speechless pokoknya kalau disuruh komen si ya, cuma ada dua typo yang saya temukan dan kata-kata bagus yang saya temukan pula dan nggak lupa saya catat tentunya... Hehehhe
-Tulisan harus punya nyawa, bukan sekedar 5W1H (What, Who, Where, When, Why, dan How)
-Menulis adalah sesuatu yang lentur sekali. Lentur untuk disemangati, lentur untuk dikhianati.
-Seorang penulis memerlukan emosi yang LEBAY
-Orang yang peka akan sangat dramatis, dan kadang norak, menghidupkan sebuah gagasan sederhana menjadi sesuatu yang spektakuler.
-Novelnya betul-betul membius. Membius sampai tak bangun-bangun lagi.
-Sesungguhnya menulis novel seperti menggabungkan fungsi pembuat skenario, sutradara, dan pemainnya sekaligus.
Dan saya sudah membaca berulang-ulang buku ini. Ya, sebagai pecut dan obat mujarab ketika semnagat menulis saya sedang sekarat...
Akhirulkalam, wassalamualaikaum
Salam hangat,
Sayfullan
Speechless pokoknya kalau disuruh komen si ya, cuma ada dua typo yang saya temukan dan kata-kata bagus yang saya temukan pula dan nggak lupa saya catat tentunya... Hehehhe
-Tulisan harus punya nyawa, bukan sekedar 5W1H (What, Who, Where, When, Why, dan How)
-Menulis adalah sesuatu yang lentur sekali. Lentur untuk disemangati, lentur untuk dikhianati.
-Seorang penulis memerlukan emosi yang LEBAY
-Orang yang peka akan sangat dramatis, dan kadang norak, menghidupkan sebuah gagasan sederhana menjadi sesuatu yang spektakuler.
-Novelnya betul-betul membius. Membius sampai tak bangun-bangun lagi.
-Sesungguhnya menulis novel seperti menggabungkan fungsi pembuat skenario, sutradara, dan pemainnya sekaligus.
Dan saya sudah membaca berulang-ulang buku ini. Ya, sebagai pecut dan obat mujarab ketika semnagat menulis saya sedang sekarat...
Akhirulkalam, wassalamualaikaum
Salam hangat,
Sayfullan
October 15, 2015
Buku ini kubaca dan selesai dalam beberapa jam. Bahasa Alberthiene mengalir dan hangat, saya tidak merasa digurui, dan benar-benar dimotivasi. Saya diajak untuk lebih peka pada lingkungan, menangkap ide dan menuliskannya, menjadi sebuah novel. Alberthiene seolah teman yang selalu mengingatkan saya dengan selalu bertanya, "Sampai mana novelmu? Mau dikemanakan?"
Tidak terlalu banyak tip menulis yang detail dijelaskan di sini. Tak masalah, memang buku ini bukan buku panduan praktis menulis fiksi. Hanya saja, saya sangat menyayangkan tata letak dan ukuran font yang membuat buku ini boros kertas, tebal tapi minim isinya. Harganya pun jadi mahal, kan? Ini pemborosan.
Tidak terlalu banyak tip menulis yang detail dijelaskan di sini. Tak masalah, memang buku ini bukan buku panduan praktis menulis fiksi. Hanya saja, saya sangat menyayangkan tata letak dan ukuran font yang membuat buku ini boros kertas, tebal tapi minim isinya. Harganya pun jadi mahal, kan? Ini pemborosan.
April 24, 2014
Judulnya, tak se-seksi isinya. Tak banyak yang 'baru', masih jauh tertinggal ketimbang buku sejenis yang saya baca, misalnya Creative Writing AS Laksana. Permasalahannya, bahasannya terlalu singkat dan sepotong-sepotong. Sempat pula terpikir, kenapa masih lolos kesalahan semacam kata mengubah yang tertulis merubah (kesekian semakin berkurang karena kesalahan kecil ini hehee). Yang menarik justru foto-fotonya di bagian belakang, dan tone warna pink yang membuat buku itu --satu-satunya alasan-- untuk diberi predikat seksi selain judul.
August 23, 2014
Baru selesai baca tadi siang, dan nyambung sama inti yang disampaikan di dalemnya. Cara penyampaiannya kayak orang cerita, semacam curhat tapi bukan curhat juga (?), dan konsepnya menurutku abstrak. Nggak konkret kayak kebanyakan buku tips nulis novel. Apalagi masih ada beberapa typo yang luput dari proses editing. Bahkan di halaman 80, Raditya Dika malah ditulis Raditya Dhika... o_o
Tapi secara keseluruhan, cukup membantu juga. :3
Tapi secara keseluruhan, cukup membantu juga. :3
October 29, 2011
buku ini menjawab kebingungan-kebingungan yang sering muncul waktu praktek nulis. AE detail dalam menjelaskan step by step dan menyelipkan motivasi untuk menulis. AE banyak cerita pengalamannya, mungkin yang nggak sabar untuk menemukan poin jadi agak bingung. Untungnya ada juga lembar tips buat yang mau baca cepet, tapi tetep aja, nggak seenak, sejelas, dan serunut kalo baca semuanya.
August 20, 2012
Buku ini layak dibaca buat yang ada cita-cita jadi pengarang. Mencakup berbagai dasar untuk mengarang suatu novel seperti membuat kerangka karangan, mendapatkan inspirasi serta disiplin untuk menulis. Fontnya ditulis besar-besar sehingga membacanya pun enak dan cepat. User friendly dah. Buku ini memberi pesan positif bagi calon novelis (apa pun latar belakangnya) untuk segera menulis. Just do it!
October 13, 2011
Belum selesai baca sih, tapi dari buku ini mendapatkan banyak tips yang membuat denyut nadi menulis dalam diri saya berdetak kencang. Paling suka kalimat di halaman 95 'Kita adalah makhluk luar biasa yang mampu menciptakan sihir hebat melalui wacana'. Cool... B)
February 6, 2016
Buku ini memberikan saya gambaran tentang bagaimana menyusun gagasan/ide dalam membuat sebuah cerita. Saya juga jadi tahu bagaimana Mbak Alberthiene Endah mulai menulis. Hal itu menarik. Setelah membaca buku ini, timbul ide untuk membuat sebuah cerita. Semoga saja bisa saya selesaikan. Hehehe.
June 16, 2012
Singkat saja, yang jelas buku ini mampu menghidupkan semangat saya dan menyulutkan api kecintaan saya terhadap menulis yang menggebu-gebu. Selamat Mbak Alberthiene!
December 21, 2012
Mengulas teknik menulis dari segi motivasinya.
Read
February 6, 2013Nah ini, di dalamnya ada bahasan tentang mood menulis.
June 11, 2013
Belum selesai baca sih, tinggal dikit.
Selain sebagai fungsinya buku ini memotivasi, menemukan quote-quote bagus.
Selain sebagai fungsinya buku ini memotivasi, menemukan quote-quote bagus.
December 1, 2014
Membuatku ingin menulis lagi ^___^
November 25, 2015
Terlalu nge-POP dan mengawang-awang. Bagusan Punya Wina Effendi. Mungkin karena ditujukan bagi penulis pemula kali ya... jadi lebih banyak ke motivasi menulis. :)
Displaying 1 - 22 of 22 reviews






















