Jump to ratings and reviews
Rate this book

Jatuh Dari Cinta

Rate this book
Apakah cinta dalam Jatuh dari Cinta? Ia adalah penantian yang merah marun, perjumpaan mendebarkan, pertautan membebaskan. Tapi ia pun bisa berupa obsesi picisan yang tanggung, impian sumir yang terjungkal di ujungnya, kehampaan berkepanjangan tak terpahamkan.

Demikianlah Jatuh dari Cinta membawa Anda pada cinta yang merentang luas. Pada cinta yang mengantarkan manusia menggapai keutuhan, tapi juga membuat siapa pun jatuh demi meraihnya. Lantas bagaimanakah pada akhirnya tokoh-tokoh dalam buku ini menghadapi cinta dengan segala ragam jeram dan kelokannya? Benny Arnas, sang pengarang, mengisahkannya untuk Anda dengan cemerlang

230 pages, Paperback

First published May 1, 2011

3 people are currently reading
39 people want to read

About the author

Benny Arnas

31 books27 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
4 (12%)
4 stars
10 (32%)
3 stars
12 (38%)
2 stars
4 (12%)
1 star
1 (3%)
Displaying 1 - 6 of 6 reviews
Profile Image for Teguh.
Author 10 books333 followers
February 28, 2014
Bang Benny membuka bukunya dengan cerpen Natnitnole. Merasakan kebingungan menerpa anda, pelan-pelanlah membaca. Natnitnole memang tidak dijelaskan dalam footnote sebagai arti dari bahasa bukan bahasa Indonesia. Justru arti natnitnole sendiri nampak elegan pada bagian akhir paragraf cerita ini. Natnitnole adalah nama bunga yang selalu jatuh berserakan di taman-taman kota Hatna Hatnareb saban pagi. Natnitnole menceritakan sebuah fragmen kekerasan dalam keluarga dari sudut pandang berbagai pihak. Istri, suami, dan anak-anak. Pengisahan bagaimana petengkaran keluarga mampu merusak semua hal yang sebelumnya begitu manis romantis di meja makan. Anak pertama yang tanpa sengaja mendengar pertengkaran, dan bagaimana ibu diperlakukan kasar oleh ayah –dalam cerita disebut Bogem mentah Papa yang beberapa kali menghantam wajah, pecutan ikat pinggang kulit yang beberapa kali mampir di pinggang dan bahu, bahkan tendangan yang aku yakin membuat perut senak- menjadi pemburuk derajat ayah di depan anaknya.

Merujuk pada penutup paragraf, bahwa natninole adalah bunga yang selalu jatuh, seolah menandakan kisah tragis perempuan dalam tokoh utama sebagai Mama. Perempuan-perempuan seperti ini hanya digunakan untuk menunjukkan kehebatan seorang lelaki. Lelaki yang berhasil menikahi, menguasai, menyiksa dan menyakiti perempuan. Tak memperdulikan hati. Di cerita disebut bahwa Papa memakai guna-guna untuk menikahi Mama. Kekerasan secara psikologis pun dijelaskan bahwa hingga disakiti sekalipun Mama tetap cinta dengan Papa. Meski mengangkat tema yang terkesan biasa, biasa kita temukan di acara tivi, atau kasus perceraian selebriti karena kekerasan, namun cara penuturan Bang Benny begitu ciamik hingga cerita ini terkesan cantik. Empat orang bercerita dalam satu hal bahasan. Itu adalah satu kelebihan dalam penceritaan Natnitnole, memberi kesan di luar kebiasaan.

Kisah kekerasan dalam rumah tangga juga diceritakan dalam Cerita Yang Mencintai Yun Karena Yin. Pertama membaca judul ini terkecoh dengan “Yang” sebagai kata frase sambung. Namun justru Yang ini adalah tokoh suami bejat. Suka mabuk, main perempuan dan miskin kasih sayang kepada Yun, istrinya. Keunikan dari cerpen ini adalah bagaimana diceritakan Yun yang berangan-angan mendapat perlakuan begitu istimewa dari Yang. Yin yang dalam bayangan Yun, wanita kudisan, jelek dan jauh dari kriteria Yang. Jelas Yang akan memilih Yun, namun itu hanya mimpi.

Dalam kenyataan justru Yang memilih Yin, Yun dituduh selingkuh dengan orang, kekejaman dan peindasan psikologis oleh Yang terhadap Yun. Yun dengan keberanian seorang wanita yang diusik harga dirinya, menikam keduanya dengan “sesuatu dari dapur” mungkin pisau, gunting, atau apa. Keperkasaan seorang wanita karena harga dirinya selalu direndahkan. Menyaksikan keperkasaannya atas Yin dan Yang, kalimat ini seperti sebuah simbol mitologi milik negara-negara di Asia Timur, dengan lambang lingkaran dua warna hitam-putih. Dan kalau melihat ide cerita, bahwa wanita selalu urusannya dengan rumah tangga, maka Korea Selatan, Jepang, China, begitu dekat denganyya. Banyak wanita-wanita baik di Jepang, Korea, China lebih bangga menjadi ibu rumah tangga. Dan harus “takut” berlebihan atas suaminya.

Permasalahan kurang mengenakan dalam keluarga yang lain juga disinggung dalam cerpen Yang Jatuh Berkeping-keping dan Kabut.

Yang Jatuh Berkeping-keping mengisahkan permasalahan keturunan. Kisah tentang begitu berharganya dan sangat disanjungnya seorang anak lelaki sebagai penerus keturunan. Dalam masyarakat Jawa pun demikian. Seorang anak lelaki menjadi idaman setiap keluarga. Seolah menjadi aib kalau istri belum melahirkan anak lelaki. Istilah meneruskan keturunan menjadi alasan. Ini berkaitan dengan urutan nasab dalam bahasa arab. Anu bin anu. Maka ketika anak perempuan tidak akan membawa nama ayahnya pada nama cucunya. Begitu juga dengan nama kebesaran dalam kalangan jawa. Anak akan membawa nama besar ayahnya. Maka ketika anak perempuan berbayi,maka bayi itu tidak membawa nama dari ibu, tapi bapak.

Tempo.com merilis berita pada 2/2/2012 bahwa seorang wanita dibunuh karena melahirkan seorang anak perempuan. Kejadiannya di Afganistan, wanita bernama Estoria usia 22 tahun. Kisah ini, mengembalikan ingatan jaman jahiliyah sebelum Muhammad diutus Allah. Ketika mereka malu memiliki anak.
Seorang wanita dirasa terlambat menikah. Diulas secara indah dalam Kabut. Akhir dari cerpen ini sungguh menjebak, justru jauh dari permasalahan yang di awal diangkat sebagai tema. Justru menyedihkan,kematian seorang ibu yang mengabuti cerita aku –si tokoh utama. Bukan kemauanku teru menyeparuhkan agama. Hanya Tuhan saja yang belum menurunkan pangeran berkuda itu dari langit!
Sekarang giliran seorang lelaki yang sudah berusia dua-enam belum punya gandengan halal. Di kepung oleh Tujuh Belas Perempuan –yang juga dijadikan judul cerpen. Membuatnya kebingungan.

Ada cerpen yang sangat cantik dalam buku ini. Suara-suara yang Menciummu. Cerita ini akan terasa indah, setelah ditamatkan membaca. Kita akan baru ngeh dengan siapa-siapa dalam tokoh. Kita akan tahu yang bercerita sebagai narator adalah setan, suara yang menghasut untuk berbuat haram bagi pasangan yang berduaan pacaran. Berlaku yang dilarang. Itu suara-suara yang harus dihindari. Karena dalam hadist rasul dikatakan bahwa kalau berduaan maka yang ketiga setan, setan dengan suara-suara halus hingga seolah suara itu menciummu.

Yang lucu dari Bang Benny

Keseluruhan cerpen dalam buku ini memang begitu romantis. Bang Benny menceritakan romantika cinta, romantika keluarga menyeruak harum aromanya. Kalau bisa dibilang melting kalau kita membacanya. Namun ada beberapa cerpen yang ketika selesai membaca, tawa ini belum selesai berderai-derai.
Keluarga Sempurna, Kemughau dan Perihal Perempuan Malam Tadi.

Pertama Keluarga Sempurna. Perceraian yang justru bukan karena kekurangan, namun kesempurnaan. Sering kali di berita perceraian selebriti, masalah ketidakcocokan, kurang sesuai dengan pikiran kita, menjadi alasan utama untuk suami atau istri menggugat pasangannya. Bisa dibayangkan seorang artis sedang mengadakan konferensi pers, dan dengan tampang kecewa mengatakan “Saya menggugat cerai, karena pasangan saya terlalu sempurna. Tidak ada pertengkaran, kami selalu berkasih sayang.” Itu benar-benar menggelikan. Meski di akhir cerita ada kisah pilu, tapi tawa ini masih meluncur begitu saja.

Kemughau, seorang nenek cemburu dengan pasangannya yang juga tua. Kenapa ini lucu. Karena ini mengingatkan kepada nenek saya yang sering bertengkar karena kakek saya membelikan pulsa kepada wanita yang lebih muda. Nenek di Kemughau pun demikian. Mudah terbakar cemburu. Romantis kembali menderas di akhir cerita, nenek tetap melayani kakek yang terserang batuk dengan penuh kasih.
Beda lagi dengan Perihal Perempuan Malam Tadi, ada kesan mistis dalam cerita. Ada kesan misteri yang dibaca. Namun pertanyaan, mengapa di jaman semodern seperti ini masih saja berpikir tentang firasat, ramalan dan sebagainya. Di jaman ketika android, apple, tablet pc sudah beredar. Ini masih membicarakan masalah klenik dan ramalan. Benar-benar menggelikan.

Yang romantis kini

Membaca keempat belas cerpen ini seolah menjadi bahan memuji pasangan kita. Bahasa tuturnya lembut menggelora. Bukan picisan anak SMA, bukan pujian kita dulu saat terlanda cinta monyet. Bahasa romantis namun tetap mengigit. Bahasa lembut namun tetap menyabet dalam. Setiap pilihan diksi menjadi media penyampaian rasa di hati. Kata-kata romantis ini tercurah deras dalam cerpen Kepada Pengantin Baru. Benar-benar menderu, menggebu dan meluluhkan kalbu.

Kalau boleh dibilang, kesan pertama yang dirasa adalah kisah ini benar-benar menjadi ejawantah perasaan Bnag Benny. Seolah Bang Benny menceritakan kisahnya, dia sebagai tokoh utama. Karena bahasa tuturan seolah sedang bercerita, bercurhat kepada sahabat lama. Baru setelah membaca penutupnya, baru diketahui bahwa Bang Benny hanyalah pengarang cinta.

Bahkan kalau tidak sampai akhir membaca prosa penutup Bang Benny, anggapannya adalah itu sebagai cerpen kelima belas. Kembali bertutur dengan baik.

Cerpen-cerpen dalam buku ini pasti sudah pernah dipublikasikan di media massa. Namun entah terlupa atau bagaimana, tidak disebutkan riwayat penerbitan. Seperti cerpen Sesungguhnya Dia Sangat Cemas, karya bareng Rama Dira J pernah muncul di Jawa Pos. Tujuh Belas Perempuan di Jurnal Nasional, dan lain-lain. Sehingga pembaca tambah merasa pas dengan itu.

Selebihnya nuansa lokal mulai berbaur dengan interlokal.
Profile Image for Echi.
7 reviews
January 10, 2017
Bagus!
Suka sekali sama Natnitnole!
Tapi masih kalah dari BCA-lah!
Profile Image for Lina Astuti.
14 reviews3 followers
September 8, 2015
Berbicara tentang jatuh cinta seperti menikmati sketsa merah jambu
yang dilengkapi dengan ornamen warna-warni berbagai segi, tentang perasaaan – yang katanya berjuta rasa, tentang gejolak hati, pengungkapan, atau barangkali sekedar rasa yang hanya dipendam dalam-dalam.
Tapi bagaimana dengan jatuh dari cinta?
Ia adalah penantian yang merah marun, perjumpaan yang mendebarkan, pertautan membebaskan. Tapi ia pun bisa berupa obsesi picisan yang tanggung, impian sumir yang terjungkal di ujungnya, perasaan hampa yang berkepanjangan. Begitulah yang ditulis dalam buku kumpulan cerpen Jatuh dari Cinta karya Benny Arnas. Buku yang berisi lima belas cerpen, berkisah tentang berbagai liku tokoh-tokoh di dalamnya dalam meraih, menjalani, ataupun mempertahankan sesuatu bernama cinta, meski pada akhirnya harus mengalami berbagai rasa saat terjatuh dari cinta.

Selengkapnya di http://www.linaastuti.com/2012/02/cin...
Profile Image for Iqbal.
42 reviews8 followers
Read
July 7, 2011
selesai.... Suka diksinya.....
Profile Image for Don Aay.
19 reviews4 followers
March 27, 2012
Pemilihan diksi yang cantik, membuat kumpulan cerita di dalam buku jatuh dari cinta terasa lebih harmonis memandang cinta dari sudut yang paling dalam
Profile Image for Nay.
Author 4 books86 followers
June 19, 2013
Salah satu kumcer Favorit :)
Displaying 1 - 6 of 6 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.