Dua sahabat. Dua cita-cita. Dua tantangan. Sebuah pulau kecil nan eksotis. Arul yang pengajar bertekad memberikan pendidikan yang menyenangkan pada setiap anak; Amar yang pernah bercita-cita mendaki gunung, akhirnya menjadi pebisnis-petualang. Dan, akhirnya mereka mendapatkan semua tantangan itu di sini, di Pulau Bawean - sebuah pulau kecil terpencil di tengah Laut Jawa.
Di Pulau itu, Arul bukan hanya mendapatkan saat-saat yang paling menyenangkan bersama 13 murid TPA yang menggemaskan, melainkan pula harus menghadapi sang pengajar yang keras dan menentang setiap pembaruan yang ditawarkannya. Amar harus menghadapi alam liar hutan Bawean. Walaupun demikian, mereka bukanlah tokoh super yang serba bisa - bahkan mereka sangat takut pada hantu! Tapi mereka punya satu keyakinan: pahlawan yang hebat adalah mereka yang terus berjuang walaupun tak punya kekuatan hebat.
Kaya akan nilai edukasi, budaya, dan motivasi, diramu dengan humor, petualangan dan romansa, Pemburu Rembulan adalah novel motivasi terinspirasi kisah nyata yang akan menggetarkan hati dan pikiran - juga kesadaran Anda.
Well, salah satu alasan aku beli buku ini adalah karena covernya bagus, juga judulnya. Ternyata, isinya juga bagus, hehe. Ceritanya sebetulnya biasa saja, tapi gaya bahasa penuturannya sangat menarik, asyik, enak dibaca dan nggak membosankan. Banyak kata-kata lucu tapi banyak juga quotes inspiratif yang aku suka. Aku betul-betul suka karakter utamanya, apalagi romance-nya yang bisa membuat aku nangis tapi kemudian tertawa di bab selanjutnya. Belum lagi cerita ini berdasarkan kisah nyata dan aku jadi makin suka :) Semua buku yang bisa membuatku menangis itu patut dibaca oleh semua orang. Buku ini mungkin bukan bestseller, bukan sebuah karya jenius, bukan juga buku favoritku dan mungkin tidak akan menjadi terlalu populer, but I really enjoyed it.
Hari ini aku memang harus membaca! Tidak bisa tidak, karena sudah lama sekali nggak menghabiskan buku sampai akar-akarnya *eh apa tuh? hehe.
Kali ini adalah buku berjudul :
Pemburu Rembulan
Aku beli buku itu karena aku sedang butuh banyak masukan tentang semangat, dan rupanya mencari buku seperti itu gampang-gampang susah. Aku berpatok pada review di cover belakang, lalu ada 1 review menarik tentang buku ini di Goodreads. Aku tak sabar melahapnya.
Dan benar saja, aku sangat menikmati membaca buku ini. Saat serius, kata-katanya indah, puitis, dan tidak awam. Saat bercanda, tidak garing, dan memang benar lucu. Sampai suatu cerita tentang kaburnya Arul dari perpisahan desa, tentang alasan Amar, aku susah mengerem tawaku, sambil tetap bercerita pada adikku tentang apa yang ku tertawakan. Jarang ada buku seperti ini, jarang.
Belum lagi cerita-cerita lain. Tentang Amar yang meluncurkan serangannya pada babi kerbuy. Haha, tentang Amar ini memang unik, kelucuannya. Tapi tetap ada debar-debar seperti saat Atul keracunan. Cerita yang tidak memaksa. Cerita cinta yang normal dan wajar, dan memang benar begitu rasanya.
Mungkin ada beberapa kelemahan, tapi aku menutup mata, karena aku puas. Dianjurkan dibaca untuk para guru. Akupun dulu merasakan seperti yang anak-anak rasakan, memiliki guru seperti Hirzi tua yang parah. Aku diancam dijemur di tengah lapangan. Tidak semua anak bisa menerima ancaman kan? Jadilah guru yang baik.
Saya beli buku ini di Matos waktu lagi sale yang diadain Gramedia. Karena ini buku diskonan, harganya pun murah haha.
Ya. Cover bagus itu salah satu kelemahan saya. Dan waktu liat ratingnya di goodreads juga bagus, langsung saya ambil buku ini. Ide sederhana yang dibuat jadi luar biasa. Gaya menulis yang digunain bang Arul juga bagus banget. Lucu, aneh, dan menghibur. Kadang juga krenyes krenyes tapi itu yang bikin ketawa. Buku ini mengandung hal-hal tentang pendidikan, persahabatan, motivasi, petualangan, budaya, dan romansa. Karena saya kuliah di jurusan Pendidikan, saya jadi semangat bacanya. Memotivasi saya untuk menjadi seorang guru yang baik kelak. Saya jadi gak sabar pengen mraktekin metode mengajarnya Arul. Semangatnya buat mengubah pandangan anak didik di TPA Somor tentang pendidikan juga patut dicontoh (dan buat membuka mata Hirzi juga 😁). Semangat Ammar (sahabat Arul) buat mengubah kehidupan warga Somor juga keren. Mereka pemuda-pemuda yang preachable. Selain itu, cerita cinta antara Arul dan Hirzi bikin sedih. Sedih bangettt. Like, seriously?! Saya maunya mereka bersatu. Apa daya penulisnya menuliskan begitu... Yang terakhir, banyak quotes bagus yang captionable. 😂
Terimakasih bang Arul telah menulis buku keren ini. Ada buku ke 2 nya gak sih?
Bagus sih. Banyak fragmen inspiratif di dalamnya. Cara mengajar yang menyenangkan misalnya. Juga adegan-adegan superkocak. Tapi sayang ceritanya nggak fokus. Apalagi endingnya kok malah... gitu.
awalnya agak skeptis juga sama nih buku, takut sejenis dan mirip laskar pelangi cuma beda lokasi aja. tapiiiiiii... setelah googling dan lihat beberapa review di goodreads, akhirnya malah excited buat segera membacanya.
sukaaaa sekali sama gaya penulisannya. buku ini berhasil membuat saya tertawa dari awal sampe akhir tanpa menghilangkan pesan yg ingin disampaikan. karena buku ini, saya jadi bisa membayangkan betapa indahnya suasana Bawean dengan segala keterbatasannya. jadi penasaran mencoba metode mengajarnya sekalipun saya bukan guru, merasakan keriangan dan asyiknya belajar seperti itu jika saya jadi murid. penulisnya suksessss besar. berhasil membawa saya dalam suasana yg diciptakannya. membuat saya penasaran dengan akhir Arul dengan ukhti Hirzi. sebel, penasaran, takut, lucu dan tertawa terpingkal-pingkal, haru biru, tersipu-sipu, jatuh cinta, semuanya terasa pas. tepat pada tempat dan porsinya.
mungkin kalopun kurang,hanya 1 hal. endingnya. saya termasuk yg suka happily ever after. jadi ketika ending bovel ini menggantung, rasanya gregetan sendiri. dan saya membuat epilog sendiri, bagaimana ending untuk Arul dan Hirzi. hehehe...
resensi ini akan jauh lebih panjang, jika saja saya menuliskannya ketika baru selesai membacanya. namun karena baru sempat sekarang mampir ke goodreads, cukup sekian dulu y.
PR : hunting buku ini di toko buku, karena yg kemarin hasil pinjaman. hihihi..
Gaya bahasa pada novel Anda sangat berbeda, sangat FTV! (LOL). Eits, jangan slah paham dulu. Memang di awal aku bingung dan merasa aneh dengan gaya bahasa yang dibawakan novel ini karena (mohon maaf) kadang-kadang kata-kata yng dipilih itu gak umum, FTV banget, sedikit alay (hehe.. :p). Tapi karena saya sudah terbiasa dengan yang begituan, jatuhnya novel ini menghibur banget. Serius, novel ini kocak banget.
Nilai yang diangkat dari novel ini yaitu semangat para generasi muda untuk do something atas apa yang dia punya, entah dari jalan mana aja yang bisa dilalui. Kalau pada novel ini tokoh cerita melakukan gebrakan di jalur pendidikan dan industri. Namun, karena gaya bahasanya yang FTV banget itu, saya tidak cukup tertarik untuk terjun di dunia pendidikan maupun industri yang seperti tokoh cerita ini lakukan. Mungkin juga karena cerita yang setengah-setengah antara dunia pendidikan dan industri. Kalau memang novel ini ingin dijadikan novel yang menginspirasi para pembacanya melakukan hal yang serupa, aku rasa 'trik' yang dilakukan penulis kurang tepat. Namun, kalau tidak, ya gak masalah. Novel ini cukup (bahkan sangat) menghiburku sebagai penikmat buku. :D
nb: oiya, tagline novel ini kok menurutku agak maksa ya? Kayaknya dipaksa supaya rima-nya sama, tapi jatuhnya maksa, agak aneh bang. I think. :p
alur ceritanya lumayan menghibur.. namun pada bab epilog berkesan agak "mempersingkat waktu".. apakah memang begitu?! atau memang ada rencana untuk jilid ke-2?
Sukaaa...banget sama ceritanya. Lucu, jadi buat ketawa-ketawa sendiri. Walaupun ending-nya tidak saya sukai karena menggantung (i love happy ending..hehe), tapi secara keseluruhan ceritanya bagus.
Novel ini diisi comedy yang benar benar alami, sehingga setiap membacanya saya selalu tertawa(bukan hanya tertawa garing). benar benar mengocok perutku HAHA!! Apalagi Amar, aduh stop memalukan ....