Sheryl dan kawan-kawannya mengunjungi Yogya untuk karyawisata. Saat Mereka sampai di penginapan, keanehan demi keanehan menyambut kedatangan mereka. Keganjilan menyelimuti tujuh remaja Bandung itu.
Tiba-tiba saja salah satu dari mereka menghilang di taman belakang penginapan tersebut. Dengan sigap, mereka langsung sibuk mencari. Tanpa diduga, empat orang diantara mereka tersedot ke masa lalu, termasuk Sheryl. Sheryl dan yang lainnya tidak menduga kalau mereka terjebak dalam sebuah permainan.
Di dimensi yang lain, paras rupawan Tian telah membuat seorang gadis misterius bernama Wily mengaguminya. Sulit dipercaya karena Wily mempunyai kemiripan dengan Sheryl.
Petualangan di malam itu, mendatangkan kejutan demi kejutan. Apakah keberanian Sheryl berhasil membawa Tian kembali? Siapakah sosok Wily yang sebenarnya? Apakah Sheryl, Tian dan yang lainnya akan kembali ke masa sekarang?
Terlalu banyak ceramah soal persahabatan untuk genre horor.
Sequence of events-nya kurang suspens, terlalu acak, dan somehow repetitif. Ga ada yang dipertaruhkan sama semua tokohnya—tiap ada bahaya ya bisa keluar aja dengan selamat.
Karakterisasi agak flat, kurang menonjol. Apalagi ending-nya yang lumayan bizarre dan unhinged 👀🥲😓
Bisa selesai baca aja udah bersyukur saking bosennya. Sorry not sorry 😭🤌🏼
Jujur ni buku aga serem, tpi alurnya bertele tele, dan ending yg bener bener anti klimaks, kaya keluar dari konteks "gone" itu sendiri, dan ending yg terlalu ga masuk akal, sorry this is the worst fantasteen that i've read
Jujur aja, bukunya bagus, serem. Tapi, aku ga puas sama sekali sama endingnya. Beberapa part juga agak membosankan, sorry for say that. Overall, aku kasih bintang 4
Baca buku ini waktu masih SD. Masih inget ceritanya seru, lumayan serem, dan genre thriller remaja itu favorit gue sih jadi gak sulit bagi gue untuk suka.
Tapi endingnya malesin banget sih.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Cukup lumayan ceritanya, kesan horrornya pun terasa, apalagi ketika saya membaca 'Gone' sendirian. Namun diawal cerita saya merasa agak bosan dengan penjelasan tentang candi. Oh iya, membaca ini saya jadi teringat dengan perjalanan karyawisata saya dengan teman-teman. Secara keseluruhan saya suka ceritanya!^^
Saat mengedit buku terus terang saya ketakutan. Pertama, saya memang takut membaca buku-buku berbau horror. Kedua, buku ini memang dipenuhi ketegangan. Selamat buat penulisnya. Selamat juga buat editornya :p.
Novel Fantasteen pertama yang gw baca ... seram, karena tergambar and terbayang jelas tentang hantunya and akhir dari cerita ini seperti judulnya GONE ... kereeen abiiis~