Jump to ratings and reviews
Rate this book

Ketika Mas Gagah Pergi... dan Kembali

Rate this book
Copy editor : Tomi Satryatomo

Gita selalu bangga pada abangnya yang ia panggil Mas Gagah. Namun suatu hari Mas Gagah berubah! Berubah pula semua kehidupan Gita. Dan ketika kemudian Mas Gagah pergi, apa yang terjadi dengan Gita? Siapa Nadia Hayuningtyas dan lelaki berkemeja kotak-kotak yang selalu Gita lihat di dalam bus, kereta api dan di berbagai tempat itu? Dan mengapa lelaki itu mengingatkannya pada Mas Gagah?


Dikembangkan dari sebuah karya legendaris, yang sangat menggetarkan dan membangkitkan semangat belajar Islam para remaja Indonesia sejak pertamakali diterbitkan di Majalah Annida 1993, hingga sekarang (Asma Nadia)

Note : Dalam buku ini terdapat 1 novellet, 14 Cerpen.

245 pages, Paperback

First published August 1, 2011

76 people are currently reading
1232 people want to read

About the author

Helvy Tiana Rosa

72 books948 followers
Helvy Tiana Rosa is widely recognized for her works in Indonesian literary and for her relentless efforts to encourage people, especially the young, poor and women, to write and publish their own works.

She was born in Medan, 2 April 1970 and had a bachelor and master degree of literature from Letters Faculty of University of Indonesia. She wrote more than 50 books, like Juragan Haji (The Juragan Hajj, 2014), Tanah Perempuan (The Woman’s Land, 2009), Segenggam Gumam (A Graps of Murmur, 2003), Mata Ketiga Cinta (The Third Eyes of Love, 2012) and Ketika Mas Gagah Pergi (When Mas Gagah Leaves, 1997). Some of her works were already translated in English, Japanese, Arabic, Swedish, German, French, and so forth. She was frequently invited to speak and read her works both in Indonesia and abroad, like Malaysia, Brunei, Singapore, Thailand, Hong Kong, Japan, Egypt, Turkey, and USA.

In 1990 she established Teater Bening as a director and script writer for the play performances. She was the former editor and the Chief Editor of Annida Magazine and later she involved intensively to help the emergence of writers from different social backgrounds in many cities in Indonesia and abroad through Forum Lingkar Pena (FLP) which was founded by her in 1997. Koran Tempo named her as Lokomotif Penulis Muda, A Locomotive of Young Writers, and The Straits Times named her as a pioneer for contemporary Indonesia Islamic literature (2003).

Helvy received more than 40 awards of national level in the field of writing and community empowerment, like A Literary Figure from Balai Pustaka and Majalah Sastra Horison (2013), A Figure of Books of IBF Award from IKAPI (2006), A Literary Figure of Nusantara Islamic Literary Festival (2016), A Literary Figure of Eramuslim Award (2006), Ummi Award (2004), Nova Award (2004), Kartini Award as one of The Most Inspiring Women in Indonesia (2009), and SheCAN! Award (2008). Her poem Fisabilillah was The Winner of Iqra Poetry Writing Competition of National Level in 1992, with the juries: HB Jassin, Sutardji Calzoum Bachri and Hamid Jabbar. Her short story Jaring-Jaring Merah was appointed as one of the best short stories of Sastra Horison Magazine in one decade between 1990 and 2000. Bukavu (LPPH 2008) was a nomination of Khatulistiwa Literary Award in 2008 and she became The Most Favourite Poet, and her work Mata Ketiga Cinta was chosen as as The Most Favourite Poetry Book of Indonesian’s Readers from Goodread Indonesia in 2012. She was arwaded an honour of Anugerah Karya Satya Lencana from the President of the Republic of Indonesia (2016).

She became a member of Jakarta Arts Council (2003-2006) and as the Founder and the Advisor of Bengkel Sastra Jakarta and also as a Member of The Southeast Asia Board of Literature (2006-2014). Now, she is a vice chair of Islamic Culture and Art Development Commision, The Council of Islamic Scholars of Indonesia, and a Member Social and Art Commision, The Council of Islamic Women Scholars of Indonesia.

Helvy then was listed in 33 Tokoh Sastra Paling Berpengaruh di Indonesia (33 People of The Most Influencial Literary Figures in Indonesia) written by Jamal D. Rahman et al (Gramedia, 2014). For nine years, from 2009 to 2017, She was also chosen out of 20 Indonesian people who were listed in 500 People of The Most Influencial Moslem Figures in the World, as research result conducted by Royal Islamic Strategic Studies Centre, in Jordan with several high rank universities in the world.

Recently, she took charge as a producer for two movies based on her novel 'Ketika Mas Gagah Pergi." The first movie was released in 2016 under the same name. The sequel 'Duka Sedalam Cinta' is planned to be released in 2017.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
465 (42%)
4 stars
328 (30%)
3 stars
201 (18%)
2 stars
62 (5%)
1 star
28 (2%)
Displaying 1 - 30 of 95 reviews
Profile Image for Eeni.
4 reviews
August 6, 2011
Horeeee. Aku sudah selesai membaca. Buku yg sangat bagus dibaca para remaja Islam yang mencari identitas diri, maupun siapa saja. Ah andaikan saja semua penulis cerita dapat menyampaikan Islam dengan baik dan indah seperti yang disampaikan Helvy....
Profile Image for I'i.
5 reviews
August 7, 2011

Bukunya bagus banget. Tanpa terasa kita diajak untuk lebih mengenal kebaikan dan keindahan Islam yang sering terlihat buruk karena ulah sebagian ummatnya. Benar kata Gola Gong, tokoh Mas gagah akan menjadi legenda.
Buku ini terdiri dari 1 novellet dan 14 cerpen. Bisa nangis sambil tertawa loh bacanya. seru!
Profile Image for Roro.
3 reviews
August 11, 2011

Cool. Bagus banget. Baca berkali-kali, tersentuh berkali kali.
Deskripsinya filmis, jadi seperti nonton film.
Pemaknaannya dalam tapi tidak ada unsur menggurui.
Pembaca jadi larut saja dalam cerita.
Novellet KMGP dalam buku ini merupakan lanjutan cerpen KMGP di edisi lama (1997).
Habis baca ini jadi seperti disentakkan pentingnya berbuat baik segera dimanapun kita berada.
Profile Image for Leonardi.
2 reviews
August 5, 2011

Cerita KMGPdK merupakan pengembanga dari KMGP. Bentuknya novellet. Jadi dalam buku ini ada 1 novellet dan 14 cerpen. Bagus banget dan menyentuh. Cocok untuk anak SMP sampai orangtua. Habis membacanya serasa dapat spirit baru!
1 review
September 27, 2011
Saya kira ini adalah buku remaja terbaik yang pernah saya baca! Menakjubkan, Helvy Tiana Rosa, menggurat saya (lagi)! Bukan hanya sebagai orang muda, tetapi sebagai muslim, sebagai manusia. Love this book so much!

Buku yang istimewa, turut menggurat garis hidup saya. Setiap kali cetak ulang (sejak 1997), KMGP pasti saya beli. Menariknya, setiap kali cetak ulang ada sesuatu yang baru (seperti cerpennya ditambah, bonus novellet Gadis Bening dll). Tapi buku KMGPDK BUKAN cetak ulang, melainkan lanjutan dari buku Ketika Mas Gagah Pergi (KMGP). Ceritanya lebih panjang, seru dan menyentuh. Banyak yang bisa diambil maknanya, dalam, jernih sekali. Bukan hanya cerita KMGPDK tapi semua cerita. Salut pokoknya. Ini buku sepanjang masa ^_^

Profile Image for Sari Na.
4 reviews
August 7, 2011

Kiriman buku ini datang kemarin, saya beli online dari Penerbit Asma nadia Publishing House. Langsung baca dan tidak bisa berhenti membacanya!
Bikin nangis, bikin ketawa, merasakan kebaikan dan keindahan Islam dalam kelincahan serta kedalaman makna yang digurat penulisnya. Buku ini terkesan ringan, tp sangat mendalam. menyentuh dan tak akan bisa saya lupakan sampai kapanpun huhuhuhu.
Nggak sabar menunggu filmnya!!!
Profile Image for Dwyz.
5 reviews1 follower
September 17, 2011
entah ini begitu jernih.. ketika membaca ketika mas gagah pergi.. kita tidak dibuat terjerat dengan agama.. agama dibuat begitu gagah oleh HTR dalam tiap karyanya.. terlebih saat adegan seminar dan muncul pertanyaan alasan apa saja yang membuat perempuan mengenakan jilbab.. begitu rasional jawabannya.. tidak kaku.. begitu mencerahkan
Profile Image for Armelia Rizky Hidayati.
10 reviews5 followers
December 2, 2011
Intinya, aku rindu dengan gaya bercerita seperti isi di kumpulan cerpen ini. Entah kenapa berasa ada ruh baru saat membaca tiap ceritanya. Pokoknya keren. makanya ku kasi bintang 5 untuk karya Mb Helvy yang satu ini :D
Profile Image for Akhi Dirman Al-Amin.
22 reviews6 followers
January 4, 2012
Buku ini adalah titik balik saya, ketika saya menemukan sesuatu yang entah bernama apa. mungkin ini yang dinamakan hidayah...

Buku ini membuat saya semakin mencintai agama Islam
Profile Image for Muhammad Rasyid Ridho.
273 reviews4 followers
March 22, 2012
Bukan Cerpen Biasa
Judul : Ketika Mas Gagah Pergi dan Kembali
Penulis : Helvy Tiana Rosa
Penerbit : Asma Nadia Publishing House
Tahun Terbit : September, 2011
Jumlah Halaman : 245 halaman.
Sebuah cerita pendek terkadang memang hanya menjadi sarana hiburan bagi sebagian pembaca, bahkan oleh penulisnya sendiri menulis sebuah cerpen hanya untuk menghibur pembacanya. Sehingga terkadang isi cerpen mudah tersampaikan, namun mudah pula dilupakan oleh pembacanya. Dalam kata lain, karena cerpen itu hanya menghibur pembacanya tanpa ada spirit inspirasi di dalamnya, maka itu bisa jadi penyebab kenapa cerita pendek tersebut mudah dilupakan.
Bagaimana dengan cerpen yang menginspirasi banyak orang ini, ‘Ketika Mas Gagah Pergi’. Sebuah cerpen remaja yang fenomenal karya Helvy Tiana Rosa di era 1990-an. Cerpen ini dianggap sebagai pelopor kebangkitan Sastra Islam Kontemporer di Indonesia kala itu. KMGP-singkatan cerpen ini- dianggap juga sebagai cerpen yang turut mempengaruhi semangat belajar Islam di kalangan pelajar dan mahasiswa Indonesia. Tak hanya itu cerpen juga merupakan inspirator banyak muslimah yang akhirnya tersadar untuk memakai hijab, luar biasa.
Cerpen ini awalnya dimuat di Majalah Annida pada tahun 1993, menceritakan tentang Gita yang bercerita tentang masnya, Mas Gagah namanya. Gita heran dengan masnya, Mas Gagah berubah 100% persen. Mas Gagah yang supel dengan perempuan –teman-teman Gita-, selera musiknya rock, pakaian yang necis. Kini berubah dengan selalu berhati-hati berinteraksi dengan perempuan sampai menundukkan pandangan, music rock kini berganti Al-Qur’an dan nasyid, pakaian yang sering dia pakai sering baju koko plus shalat di masjid tepat waktu. Adik mana yang nggak kaget kakaknya berubah drastis begitu?
Awalnya perubahan Mas Gagah aneh bagi Gita, tapi dengan perubahan masnya itu, akhirnya dia juga mencoba merubah gaya tomboynya, sampai nanti di akhir cerita Mas Gagah meninggal akibat sebuah bentrokan massa. Dan hal itu membuat Gita merasa kehilangan yang sangat, kehilangan masnya yang memberi cipratan hidayah untuknya, sejak itu pula dia ber’azzam menjadi muslimah yang baik sesuai syari’at Islam.
Cerpen fenomenal ini memang sangat menyentuh pembacanya, sentuhannya membangkitkan inspirasi untuk berbuat baik. Ini menunjukkan sentuhan hati penulis yang begitu dalam, Bunda Helvy menulis dengan hati. Tak ayal jika cerpen tersebut sudah terjual 10.000 ekslempar sebelum dicetak tahun 1997 oleh Pustaka Annida dengan cerpen-cerpen Helvy yang lain, dan pada tahun 2000 dicetak ulang oleh Syamil Cipta Media terus mengalami cetak ulang lebih dari 15 kali.
Dalam cetakan baru yang diterbitkan oleh Asma Nadia Publishing House, berjudul Ketika Mas Gagah Pergi dan Kembali. KMGP menjadi cerpen pertama, selain itu ada cerpen-cerpen lain yang juga menginspirasi. Cerpen-cerpen yang banyak berbicara tentang misteri hidayah yang tak bisa diterka kapan datangnya, tentang peristiwa di daerah-daerah Islam yang tertindas. Inilah cerpen-cerpen yang lahir dari hati yang bersih.
Bedanya, KMGP dalam edisi baru ini mengalami penambahan halaman menjadi novellet, yang dileburkan di dalamnya cerpen Helvy yang berjudul “Lelaki Tak Bernama”. Berawal dari 15 halaman, menjadi 64 halaman. Walau dilebur dengan cerpen lain, itu tak membuat KMGP kehilangan spiritnya. Hal itu, malah menambah spirit, karena cerpen yang dilebur itu juga cerpen yang juga banyak mendapatkan sambutan.
Ditambah lagi, cerita di dalamnya pun semakin bermakna. Satu hal yang saya tangkap, setiap yang hilang satu maka akan tumbuh lebih banyak lagi, maka akan tumbuh seribu lagi. Ketika Mas Gagah meninggal, maka akan lahir Mas Gagah-Mas Gagah berikutnya, maka akan terus lahir seribu Mas Gagah lagi yang akan menginspirasi banyak orang, menginspirasi semesta. Kiranya, tak berlebihan apa yang saya tangkap dari maksud Bunda Helvy meleburkan dua cerpen itu menjadi satu.
Ketika cerpen ini juga akan segera difilmkan, akhirnya saya tak sabar untuk menunggu, kapan film KMGP diputar di bioskop seluruh Indonesia. Di sisi lain juga saya penasaran, apakah nanti filmnya akan sama menginspirasi banyak orang, lebih dari itu atau bahkan tidak, semoga rasa penasaran saya ini berbuah baik, karena saya pribadi berharap baik, semoga.
Profile Image for Za.
3 reviews
August 28, 2011

Begitu selesai membaca buku ini, jadi langsung ingin mengamalkannya...hehehe...
Kisah KMGPdK merupakan pengembangan dari kisah yang ditulis Helvy tiana Rosa tahun 1993 di Majalah Annida. Lalu diterbitkan tahun 1997 dan dicetak ulang kembali tahun 2000 hingga lebih dari 15 kali cetak ulang.
Nah buku ini merupakan cetakan pertama yang dikembangkan itu. Jadi meski sudah punya yang lama, harus beli lagi. Soalnya cerita versi pertama saja sudah dikembangkan jauh di sini, lalu ditambah sekuelnya.
Cerpen-cerpen lain dalam buku ini juga tak kalah menarik dan meski hampir semua pernah dimuat di Annida, berbeda dengan yang ada di KMGP cetakan2 sebelumnya.

Buku ini sangat bagus dan membuat kita sebagai pemuda muslim terdorong untuk selalu melakukan kebaikan pada siapapun di mana saja. Saya juga tak menyangka bahasa Helvy untuk karya remaja, sampai saat ini bisa sangat dinamis dan lincah, seolah yang mengarang memang anak ABG (bandingkan dengan BUKAVU yang memiliki diksi yang sangat pekat!). Meski untuk remaja buku ini juga bagus dibaca olehsiapapun dan warnanya sangat berbeda dengan chiclit teenlit. Perenungan yang dalam kita dapatkan selesai membaca buku ini.

Jangan lupa siapkan tisu juga ya di samping Anda hehehe
Top abis lah. Jadi saya kasih bintang 5!
Profile Image for Imas.
515 reviews1 follower
January 28, 2017
Buku ini rame sekali di twitter, tapi ditunggu-tunggu kok ya ngga ada-ada di toko buku Pontianak. Ya sudah, aku beli online, dilayani staf pemasaran yang mengesankan. Sehari pesan, buku sudah datang dan langsung buru-buru dibaca. Eeh baru baca beberapa lembar, ketinggalan di kantor, karena pengirimannya lwt alamat kantor. Entah kenapa, karena kesibukan kantor dan rumah -alasan- jadi terlupakan membacanya,sampai sebulan baru ingat mau menuntaskan...maklum kegiatan membaca paling intens adalah sebelum tidur. Akhirnya berhasil diselesaikan dalam sehari saja..

Kalau yang sering di puji adalah kisah Mas Gagah, buat saya sendiri 3 kisah lainnya yang malah saya lebih suka yaitu Ketika Cinta Menemukanmu , Rumondang dan Mami. Mungkin karena cerpen-cerpen yang lain ditulis dengan gaya remaja yang agak kurang cucok dengan ketuwiran saya.Saya lebih cocok dengan buku anak-anak daripada remaja..... *ibu-ibu yang aneh..
Profile Image for Roswitha Muntiyarso.
118 reviews7 followers
April 22, 2012
Menarik, sama seperti karya mbak Helvy Tiana Rosa pada umumnya. Hanya saja cerita yang ditawarkan entah kenapa variasinya terlalu hambar. Saya mengakui betapa hebatnya HTR dalam mengemas Islam bersama dengan masalah yang ada di Indonesia pada umumnya tapi variasinya hambar karena melulu masalah, masalah dan masalah lalu tiba-tiba convert ke Islam yang sesungguhnya. Melihat buku ini teringat ketika saya di MAN pernah diminta untuk membuat drama tentang warisan. Sepuluh kelompok di satu sekolah dan semua temanya waris. Bayangkan saja bsoannya melihat ceritanya seputar mati, nikah dan bagi waris. Yang saya tangkap masalah yang ada di buku ini nyaris sama saja. Hanya berbeda latar. Ada yang di Bandung, Maluku, Jakarta. Mungkin akan lebih hidup jika temanya agak beragam atau mungkin judul cerpen yang diangkat sebagai jusul buku adalah yang cukup merepresentasikan seluruh tema cerpen yang ada. Seperti ketika saya membaca Yang Liu, yang temanya adalah ketegaran gadis cina di Indonesia.
Profile Image for wdyndhr.
13 reviews
August 5, 2011
Mungkin ini nggak tepat dibilang review, tapi kesan ketika membaca buku ini. Membaca buku ini adalah seperti nostalgia sewaktu masih kuliah di bogor di tahun 1998an, dimana buku2 kumpulan cerpen Mb HTR yang sampai sekarang masih terawat baik di rumah saya selalu menjadi pengingat untuk tahun2 awal saya berkerudung, tempat saya menemukan teman-teman terbaik saya, dan pembuka pandangan saya atas kondisi muslim di Indonesia dan dunia dan sebagai pembuka kecintaan saya akan membaca buku fiksi. Untuk itu saya berterimakasih banget untuk cerpen2 Mb Helvy :).
Profile Image for Khusnul.
2 reviews2 followers
October 11, 2011
Sepakat dengan banyak kawan saya, buku ini adalah buku remaja terbaik yang pernah saya baca seumur hidup saya. Buku remaja terbaik kedua adalah KMGP juga yang versi lama hehehe. Sebagai catatan bahwa buku ini bukan buku KMGP versi cetak ulang, tapi buku yang berbeda #newKMGP. Spiritnya juga terasa jauh lebih kuat.

KMGPdK adalah buku fenomenal yang bagus sekali dibaca anak2 muda muslim Indonesia agar mereka punya karakter yang kuat, membumi dan bisa menampilkan wajah ummat Islam yang penuh cinta.

Must read book!

Profile Image for Ardi Santri.
1 review
August 22, 2011

Keren...keren. Gw suka. Kalau saja semua pemuda muslim Indonesia mau baca buku ini, gw yakin, akan ada perubahan2 berarti. Yg bikin gw suka, buku ini sangat menggugah, bicara banyak hal ttg Islam dan Indonesia tapi nggak bawel. Tahu2 pembaca meneteskan airmata dan setelah membaca, jadi pengin berubah lebih baik....
Setidaknya, abis baca buku ini gue jadi ingin kayak tokoh utamanya lah si Mas Gagah hehehe amiin.
Profile Image for Aisyah.
4 reviews3 followers
August 5, 2011

Baru selesai baca, beli secara online di Asma Nadia Publishing House.
Buku yang harus dibaca! Semua ceritanya keren.
Di buku ini cerita KMGP sudah dikembangkan banyak.
Saya jadi penasaran, mungkin pengarang idola saya ini
mau juga membuat KMGP: The Beginning? :-))
Saya akan sangat menunggu! Love this book very much...
3 reviews
August 12, 2011

ada satu cerita yang panjangnya 64 halaman yaitu Ketika Mas Gagah Pergi...dan Kembali, ditambah dengan 14 cerpen lainnya. Semua cerita menyentuh hati. Helvy Tiana Rosa menulis cerita remaja sama baik dan lincahnya dengan saat ia menulis sastra yang lebih serius, semisal Bukavu (2008), atau cerita anak seperti Pangeranku (2000). Recomended!
Profile Image for Yanti.
1 review
August 9, 2011

Buku yang setiap ceritanya membawa saya pada perenungan dalam. Padahal dikemas "seolah-olah" ringan.
Satu pack tissue habis selama membaca buku ini. Dan dalam nurani saya seperti ada yang menyala. Subhanallah
Profile Image for Yayah.
4 reviews
August 26, 2011

Buku yang membuat pembacanya menjadi lembut hati sekaligus tangguh.
Kisah-kisah orang muda biasa yang sangat mengesankan, penuh hikmah, ditampilkan
tanpa menggurui.
Punya satu buku ini tidak cukup. Beli lagi untuk kita jadikan kado
bagi anak2 muda yang kita sayangi ;-)
Profile Image for Tatie rahmawatie.
2 reviews4 followers
August 24, 2011
islam itu indah...islam itu cinta.....
membuka simpul-simpul di benak yang udahhh lama banget terikat erat
novis yang bacanya pake nangis heheh
tapi tetaaapp mengajarkan kekuatan dan kebaikan
hmmmm..baju kotak-kotak....i like it
Profile Image for Toni.
3 reviews1 follower
October 3, 2011

Bagaimana mungkin buku yang membuatmu menangis bisa begitu membahagiakan?
Buku terfavorit saya tahun ini! Bintang 5.
Profile Image for Oni Hanoum.
8 reviews1 follower
January 31, 2012
Pada dasarnya saya suka karya-karya HTR yang pertama kali saya kenal lewat Annida jaman waktu kuliah dulu. Dan Ketika Mas Gagah Pergi adalah salah satu favorit saya. Cerpen yang sangat bagus, menyentuh dan berisi.

Tapi saya kecele waktu beli buku ini. Dari Gra**dia saya buru-buru pulang karena penasaran dengan Mas Gagah. Dan ketika selesai membaca cerita pertama, saya kecewa.

Saya sungguh berharap akan membaca sebuah BUKU yang 'dikembangkan dari sebuah karya legendaris....' seperti kata Asma Nadia di sampul buku ini. Tapi ini hanya kumpulan cerpennya HTR. Tau begini mendingan saya bongkar koleksi Annida dan kumcer lama saya saja.

Ah, mungkin saya kurang teliti lihat sampul bukunya sewaktu memutuskan untuk membelinya tadi. Saya baca lagi semua tulisan di sampul depan dan belakang, kata per kata. Tetap ga saya temukan secuil pun informasi yang menunjukkan kalau buku ini berisi kumpulan cerpen :(.

Yah sudahlah, paling tidak nanti akan ada salah seorang teman yang beruntung dapat lungsuran buku ini dari saya. Toh semua cerita itu sudah ada di lemari buku saya.

Satu-satunya alasan saya memberi satu bintang ekstra buat buku ini karena saya masih 'jatuh cinta' pada Mas Gagah. (^_^)☆
Profile Image for Nydya.
20 reviews
September 21, 2012
Mohon maaf sebelumnya, ini hanya pemikiran saya, mungkin. Buku ini super fiksi. Semua cerpen-cerpennya mungkin diilhami kisah nyata, namun menurut sudut pandang saya, bumbunya terlalu banyak. Mirip sinetron tetapi ada yang berpesan baik. Bagian yang di mata saya teramat "berbumbu" adalah ketika ada cerita bahwa kakak dari teman si tokoh utama terkena musibah kecelakaan, dengan ancaman kakinya diamputasi dan matanya buta. Di dalam cerita tersebut, dikisahkan bahwa sang dokter memberitahukan kabar buruk mengenai amputasi dan kebutaan dengan cara membentak keluarga pasien di lorong rumah sakit dan memaksa keluarga pasien untuk melunasi semua tagihan keuangan. Saya akui, memang semua profesi akan baik dan akan buruk bergantung pada individu masing-masing. Tetapi, bukankah sebaiknya tidak perlu menampilkan profesi apapun seburuk itu? Mungkin memang ada dokter yang tidak ramah dalam berkomunikasi dengan pasiennya. Tapi tidak perlu diperburuk dengan contoh yang membentak di lorong rumah sakit dengan kata-kata yang kasar.
Profile Image for Irna.
5 reviews
August 26, 2011

Tadinya saya berharap mbak Helvy bikin novel khusus KMGP, tapi ternyata hanya novellet 64 halaman dalam 1 buku, ditambah kisah2 lainnya (14 cerpen). Saya memang fans berat beliau. Jadi buku apapun pasti saya beli. Dan selama ini saya tidak pernah kecewa. Buku ini meski KMGP hanya novellet berhasil membuat saya merasa tidak membaca. Tahu2 habis saja satu buku. Seperti nonton film gitu loh. Itu karena kehebatan pengarang dalam mendeskripsikan cerita sehingga tokoh2nya hidup semua. Trus bukan hanya pada KMGP edisi baru (karena berbeda ya dari yang dulu), tetapi juga pada semua cerita dalam buku ini.

Intinya, buku ini memang keren. Bisa membuat menangis, tertawa, berpikir dalam satu masa. Tapi tetap nih ke mbak Helvy: kalau KMGP dibuat novel, saya pasti akan beli lagi lho mbak hehehehe....
Profile Image for Zahwa az-Zahra.
131 reviews21 followers
January 31, 2012
New KMGP ini adalah bacaan yang ringan tapi berbobot. Nah, bingung kan? Hehe.. Jadi kalau dilihat dari bahasanya santai banget, nggak ngejelimet (seperti kalo saya baca Bukavu ^^"), tapi setiap cerpennya membawa pesan-pesan Islam yang terang, penuh hikmah, dan membawa kesadaran berpikir tentang permasalahan-permasalahan seputar Islam yang ada di sekitar kita.

Di antara semua cerpen dalam kumcer ini, tentu saya memilih ketika Mas Gagah Pergi dan Kembali sebagai cerpen favorit. Membacanya sekali lagi. Dan menangis lagi.

Buku ini amat cocok dibaca para remaja yang semakin kehilangan jati dirinya. Jadi, kalau mau menghadiahkan buku untuk adik, sahabat, saudara, atau siapaun, sepertinya buku ini menjadi pilihan yang tepat. :)
Profile Image for Nurul Azhar.
3 reviews
October 11, 2011

Alhamdulillah. Buku yang membuatku menjadi orang yang lebi baik.
Setuju dengan perkataan Kang Abik di twitternya, harusnya DIKNAS mendistribusikan buku Ketika Mas Gagah Pergi yang baru ini ke seluruh SMP, SMA dan universitas2 di seluruh Indonesia agar bisa menjadi salah satu alternatif pembentukan karakter pemuda kita. Terimakasih ya mbak Helvy sudah membuat buku ini. Luph banget dah. Mmmmmmuuuuuaaaaaaachhhhh
Profile Image for Arul Syah.
6 reviews
October 3, 2011
Awalnya saya sempat berpikir tokoh Mas Gagah dan Si Kemeja Kotak2 terkesan sempurna. Tapi sesungguhnya orang2 seperti mereka memang ada. Pengarangnya mengaku terinspirasi kisah nyata. Dalam buku ini ada puluhan tokoh cerita; dan hanya 3 yang terkesan sempurna: Mas Gagah, si Kemeja Kotak2 dan Irvan yang lainnya tokoh yang penuh kekurangan, kegelisahan, dan lain sebagainya. Lepas dari itu semua,KMGPdK adalah buku yang sangat inspiratif dan sempurna untuk belajar kehidupan! Lima bintang!
Profile Image for Ziyy.
643 reviews24 followers
September 14, 2011
"Dan jadilah muslimah sejati..yang selalu mengedepankan nurani. Agar Allah selalu besertamu.
Ingat, Islam itu indah. Islam itu cinta. Kalau kau tak setuju pada suatu kebaikan yang mungkin belum kau pahami, kau selalu bisa menghargainya.."

sukaaaaaa cerpen-cerpen dalam buku ini ^^b

review saya ada di:
http://faraziyya.multiply.com/reviews...
3 reviews
August 5, 2011
Baru selesai baca. Menyentuh dan bagus sekali semua cerita. Sebagai guru saya menemukan bacaan berkarakter ygsangat tepat bagi siswa2 saya. Terimakasih buat Helvy.
Displaying 1 - 30 of 95 reviews

Join the discussion

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.