Frithjof Schuon was a native of Switzerland born to German parents in Basel, Switzerland. He is known as a philosopher, metaphysician and author of numerous books on religion and spirituality.
Schuon is recognized as an authority on philosophy, spirituality and religion, an exponent of the Religio Perennis, and one of the chief representatives of the Perennialist School. Though he was not officially affiliated with the academic world, his writings have been noticed in scholarly and philosophical journals, and by scholars of comparative religion and spirituality. Criticism of the relativism of the modern academic world is one of the main aspects of Schuon's teachings. In his teachings, Schuon expresses his faith in an absolute principle, God, who governs the universe and to whom our souls would return after death. For Schuon the great revelations are the link between this absolute principle—God—and mankind. He wrote the main bulk of his metaphysical teachings in French. In the later years of his life Schuon composed some volumes of poetry in his mother tongue, German. His articles in French were collected in about twenty titles in French which were later translated into English as well as many other languages.
Saya tidak peduli penulis itu tua, muda, hidup, mati, ahli, pakar, budayawan, aktivis, ibu rumah tangga atau apaun itu. selama mereka menulis sesuatu yang karya itu telah cukup. sebuah buku adalah seorang anak tanpa orang tua. dia yatim piatu. dan pembacalah orang tua angkatnya, yang akan mengasuh ide dan mengembangkannya menjadi sebuah pemikiran atau tindakan.
sebuah buku yang baik adalah buku yang bertanggung jawab akan isi dan kandungannya. jawaban bukanlah hal yang penting, selama pertanyaan yang diajukan dalamnya merukapan sebuah keraguan dan renungan tentang kebenaran.
seperti itulah buku ini.
saya pernah membaca sebuah buku karya penulis lokal yang mengangkat tema yang sama dengan buku ini. hasilnya nol besar. serius lho.
saya tidak bermaksud menilai rendah karya anak bangsa, hanya saja penulis lokal yang saya maksud diatas benar-benar parah, isi bukunya hanya saduran-saduran tema filsafat tanpa ada pembahasan, bertanya tanpa esensi pencarian akan makna dan lebih parahnya sang penulis bersangkutan mendapat penghargaan atas karya 'biasa'-nya itu. yah saya sangat kesal. dan yah benar saya akan menbandingkannya dengan buku yang barusan saya baca ini.
buku ini,
menjawab semua pertanyaan retorikal yang dalam secara sederhana dan menjadikannya mudah dicerna, risetnya matang dan memikat untuk disimak. sederhana, mendalam dan melebar. saya rasa itulah yang dicari semua orang, sebuah penjelasan ringkas, gampang dan masuk akal.
dalam buku ini memaparkan banyak kegelisahan tentang agama, tuhan, manusia, serta kepercayaan modern. setiap paragraf adalah ungkapan-ungkapan penuh makna yang dalam tentang semua permasalahan ini. saya terkejut berkali-kali dan tidak menemukan kejenuhan. kenapa penulis yang namanya sangat sulit saya hapal ini begitu memukau, saya kira mungkin kerena penulis ini ikhlas dan kritis dalam menulis, andai saja banyak penulis bisa lugas seperti ini.
andai saja.
NB: ini bukan review, tapi ungkapan kekesalan saja. harap dimaklumi.
The first part of this book was the weakest for me. Schuon's characteristic distaste for anything outside his view is present with his characteristic elitism. Normally it can be ignored, but it was a bit much this time around. Otherwise, the book was solid.