Jump to ratings and reviews
Rate this book

Sentimentalisme Calon Mayat

Rate this book
'Sentimentalisme Calon Mayat' berisi 8 cerita pendek yang ditulis Sony Karsono pada 1995-2002 dengan berbagai bentuk pembaruan. Cerita-ceritanya dalam buku ini cenderung gelap & sinis, optimisme justru hadir dari genre yang eksploratif (dari realis, absurd hingga sci-fi).

Sentimentalime Calon Mayat juga memberikan pengalaman bercerita yang luwes, bagaimana teror dalam teks bekerja dan tertuang di sekujur cerita. Dalam buku cerita ini, kita akan melihat hantu Orde Baru yang terlihat-tapi-tidak dan sebaliknya. Delapan cerita dalam buku ini ditutup oleh esai Afrizal Malna yang membuka mata batin kita pada Orde Baru yang sejatinya hanya berjarak sejengkal, serta kemungkinan baru bagi cerita-cerita spekulatif yang digarap Sony.

"Cerpen-cerpen dalam 'Sentimentalisme Calon Mayat' merupakan representasi akuarium Orde Baru sebagai akuarium obskur dalam sejarah Indonesia dan sejarah sastra Indonesia. […] Dan dalam semesta baru inilah, arus anomali sastra Indonesia, mungkin merebut masa depan yang lain.”

—Afrizal Malna

154 pages, Paperback

First published February 1, 2023

24 people are currently reading
286 people want to read

About the author

Sony Karsono

3 books2 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
77 (34%)
4 stars
97 (43%)
3 stars
35 (15%)
2 stars
11 (4%)
1 star
1 (<1%)
Displaying 1 - 30 of 59 reviews
32 reviews
May 25, 2023
Demen gue sama gaya bercerita Sony, diksi-diksi slengean yang digunakan Sony, tema-tema futuristik cerpen-cerpennya, ke-bodo-amat-an perilaku tokoh-tokohnya, kedunguan tokoh-tokoh lelaki, namun yang sedikit mengganggu adalah: Sony masih menganggap wanita sebagai makhluk nirdigdaya. Udah, sih, gitu doang. Gue kasih bintang lima buat buku ini karena, bajingan, kedelapan cerpen yang ada di buku ini bikin gue ngakak sampe kentut! Untung kaga keluar juga tuh mencret mencret. Wkkwkwk.
Profile Image for Tiara Ulfah.
192 reviews
March 14, 2024
It's a horny fever dream from a point of view of many stoic men. But considering the time period the stories were written, they were genuinely clever & funny.
Profile Image for Aksara Raia.
48 reviews13 followers
February 15, 2025
Bagaimana bisa sebuah buku yang kurang dari 200 halaman tapi mampu membawaku sebagai pembaca untuk bisa turut hadir dalam kisah dalam setiap cerpen? Kisah-kisahnya ditulis seperti apa adanya, tanpa kepura-puraan, sadis, jorok, liar, yang mana belum pernah aku temui di buku yang lalu, yang pernah aku baca sebelumnya.

Satu cerpen ke cerpen lain meski berbeda inti kisahnya tetapi seperti memiliki satu benang merah, perihal seorang anak manusia yang hidup dengan kesengsaraan masing-masing. Bagaimana seorang manusia bersikap, selayaknya manusia, tanpa ada pembubuhan rasa manis yang artifisial. Getirnya perjalanan Johan bisa aku rasakan.

Cerpen paling favorit berjudul Insomnia, meski penuh penderitaan, akhir pada ujung kisah justru terkesan indah menurutku. Ada juga cerpen Tirai yang seru, kayaknya yang ini paling seru karena page turner sekali! Nggak sabar untuk terus mengikuti kegilaan yang dialami oleh si tokoh utama sampai pada akhir yang bisa dimaklumi karena dia sudah dibuat kepalang gila!

Suka, suka dengan bahasa dan kosakata yang digunakan dalam buku ini! sampai menghabiskan enam halaman buku catatan untuk menyimpan kosakata-kosakata baru yang aku dapatkan.

Hanya ada satu hal yang buatku belum bisa beri nilai lima dari lima, karena sempat beberapa kali dibuat pening dengan alurnya di cerpen terakhir dan di cerpen kedua yang aku pun kurang bisa menangkap akhir kisahnya seperti apa. Namun, secara keseluruhan aku suka dengan buku ini, yang membahas perihal sastra dan ada bumbu sejarah yang diselipkan!
Profile Image for Rido Arbain.
Author 6 books101 followers
December 10, 2025
Ada yang misterius dari sosok Sony Karsono. Cerpen-cerpennya sempat menghiasi harian Kompas pada circa 1994-95, tapi selepas itu ia bagai menyublimkan diri dari keriaan susastra Indonesia kontemporer justru saat status kepengarangannya sedang dielu-elukan. Sony sempat muncul sekali dengan cerpen sangat panjang berjudul Surabaya Johnny: Pikiran, Ucapan, dan Tindakan Saya (Seperti Dipaparkan kepada Pieter Jansma), yang secara eksplisit tampak ingin mengolok-olok autobiografi legendaris milik almarhum Soeharto.

Sentimentalisme Calon Mayat pun seakan hadir bagai zombi, yang bangkit dari tidur panjangnya. Buku ini menghimpun sececah cerpen-cerpen Sony yang sebelumnya berserakan di berbagai koran dan media, yakni 7 cerpen yang ditulis antara 1994-1995 dan satu "kritik khusus" pada tahun 2002 untuk Pemerintahan Orde Baru—kalau tidak mau dibilang cerpen karena kelewat panjang.

Dalam kumcer ini, tulisan-tulisan Sony umumnya berisi cerita gelap, sinis, eksploratif dengan sentuhan surealis, absurd, dan fiksi ilmiah, yang seringnya merefleksikan atau merespons fenomena kekerasan dan represi pada era Orde Baru. Cerpen-cerpen yang ia tulis juga tampak seperti sebuah eskapisme, dengan menghadirkan karakter-karakter sinting mirip yang dilakukan Iwan Simatupang dalam novel Merahnya Merah.

Sony kadang tak segan menghadirkan tokoh utama pengidap penyakit mental, seperti nekrofilia dalam cerpen Sentimentalisme Calon Mayat. Dalam cerpen yang sering kali dilabeli sangat obskur ini, ia bahkan menghamuni seonggok jenazah dari tokoh Bapak dengan menyebutnya “wajah calon jerangkong” dan juga “kening 10° celcius” yang entah kenapa terdengar sangat ikonik dan lucu. Pada cerpen berjudul Insomnia, ia pun menghadirkan karakter pengidap insomnia yang tak henti berteriak, “Insomnia! Aku insomnia!” seolah-olah terobsesi dengan penyakitnya sendiri.

Pada cerpen lain, Sony juga menjadikan jagat fiksinya sebagai ruang bermain secara eksperimental. Misalnya, kita bisa melihat keputusan kreatif Sony merekonstruksi kisah perjuangan Marsinah dari kacamata fiksi sains dalam cerpen Meteorit. Lantas, dalam Melankoli, ia menghadirkan kontemplasi ketubuhan—yang sering kali berkaitan erat dengan pengalaman tubuh tokoh perempuan—tetapi justru dialami oleh karakter laki-laki yang susah berdamai dengan kondisi fisiknya sampai harus mengutuki diri di hadapan cermin. Kemudian, ia juga mengenalkan kita dengan dokter hologram dalam cerpen Sukra yang terinspirasi dari AI super-primitif bawaan motherboard komputer yang sempat populer pada 1992-93. Semacam cerpen futuristik yang sering kita jumpai dalam buku-buku kumcernya Rio Johan.

Karakter laki-laki dengan berbagai kesialannya juga muncul dalam cerpen Seikat Kembang Egois, di mana sang tokoh utama terpaksa mengabaikan kakek-kakek sekarat di kursi bus demi membawa buket bunga untuk gadis yang ia taksir, meski kisahnya tak jua berakhir bahagia. Puncaknya, dalam cerpen berjudul Tirai, muncul karakter yang merasa tidak nyaman dengan laku hidupnya yang diproduksi sebagai konten ala reality show. Sebuah pesan yang jadi antitesis dengan kehidupan kiwari, di mana banyak orang justru secara sukarela menjual jeroan kehidupan pribadinya kepada publik melalui media sosial.

Bonus tulisan yang paling gong tentu saja cerpen obskur panjang serupa novelet yang hadir bagai imitasi dari buku autobiografi Soeharto: Pikiran, Ucapan, dan Tindakan Saya—seperti dipaparkan kepada G. Dwipayana dan Ramadhan K.H. Sampai membaca langsung tulisan tersebut, kita mungkin tak bakal tahu kalau teks sastrawi sangat mungkin ditulis dengan seasyik itu dengan mengaburkan sekat-sekat antara realitas dan fiksi.

Kabar buruknya, buku ini mungkin akan menjadi satu-satunya kumcer yang akan diterbitkan oleh Sony Karsono, sebab kesibukan akademisnya sebagai pengajar dan periset di Korea Selatan membuatnya fobia untuk menulis format cerita-cerita fiksi kembali.
Profile Image for Teguh.
Author 10 books334 followers
October 12, 2023
Ketika membaca cerpen SENTIMENTALISME CALON MAYAT di buku cerpen pilihan Kompas, saya seketika langsung suka. Menarik. Dan yaaaaa berbeda dengan diksi-diksi banal, plus analogi yang sedikit mengagetkan. Namun, esai Afrizal Malna dalam buku ini, seperti menjawab mengapa di tahun itu Sony Karsono sudah sedemikian gila dalam memilih diksi. Yaaa era-era orde baru dan kebebasan ekspresi mungkin bisa ditempuh lewat pilihan yang sedemikian banal.

Namun, saya justru tidak sreg dengan cerpen terpanjang dalam buku ini. Entah, rasanya hanya dipanjang-panjangin. Selebihnya kusuka.
Profile Image for Seno Guntur Pambudi.
78 reviews29 followers
July 17, 2024
Sony Karsono penulis futuristik yg datang dari masa depan, menulis cerpen-cerpen kurang ajar ini 20thn silam. Cerpen2 di buku ini berhasil membuat saya sedikit bengong, bingung, dan heran. Cerpen macam apa ini yg ditulis oleh Sony.

Di alam Orde Baru yang melakukan represi, pembredelan pers, pelarang buku2 subversif, dan penangkapan aktivis politik, Sony melakukan cara yg lain, menulis sastra obskur untuk keluar dari yg disebut oleh Afrizal Malna sebagai akuarium kebenaran tunggal Orde Baru.

Seperti dalam cerpen Meteorit, pemilik Djarot Chemical, Inc. mati dalam suatu kecelakaan. Ia hidup lagi karena energi kosmik dari meteorit. Mayat Djarot didakwa membunuh buruk pabrik perusahaannya. Media berusaha mengungkap kebusukannya. Namun posisi Djarot yg kuat membuat media bungkam.

Sony menuliskan dengan obskur dan eksperimental menggambarkan Orde Baru yg menyensor media bahkan memberedelnya.

Di luar kritiknya terhadapa Orde Baru, Sony menulis dengan menerabas batas, memelintir antara fiksi dan realitas. Tergambar jelas 11 11dalam cerpen panjang, Surabay Johnny. Di cerpen tersebut pembaca seakaan disajikan kisah nyata dari tokoh Johan Kartawijaya.

Bagaimana Sony memasukan tanggal, lokasi, dan nama tempat agar membuat cerpen tersebut lebih hidup seperti realitas yg ada. Ditambah gaya eksperimental yg diusung Sony membuat cerpen2 ini terlihat obskur, tidak jelas, atau kabur.

Selamat menyelami kegilaan Sony Karsono
Profile Image for Adrian Surya.
69 reviews
Read
January 29, 2026
Wahana menyenangkan penuh ide cerita ajaib dalam susunan kalimat yang tak kalah mutakhir sampai akhirnya "Surabaya Johnny" datang menuntut porsi setengah buku dan membuat pembaca (dibaca: saya) harus menyeret mata-mata yang malas demi mencapai garis finis.
Profile Image for Mikael.
Author 8 books89 followers
December 28, 2024
least sentimental book i read in 2023:

OBSKUR GAK YA…

enjoyed sentimentalisme calon mayat, collection of Sony Karsono's old stories (95-02, kompas regular, but also a story in majalah mode edisi valentine 💕): horror, sex, abjection, transgression, hyperreality, necrophilia, coprophilia-scat, speculative fiction, dark academia, detective story, satire, parody, mock obituary. a cross between danarto, abdullah harahap, and marquis de sade. maybe a precursor to eka kurniawan's more gross-out stories or sekar ayu asmara's gore, or nugroho nurarifin's evisceration of urban mediocrity (check out his so real/surreal). the language is electric ⚡bagaikan tiang listrik karatan diguyur hujan asam meledak di lantai dansa mr. fox 🫳🎤. also, funny. especially the characters' names. anak2 bernama simba, mufasa, rafiki. seorang pembokat bernama nestor as in the marlinspike hall/captain haddock's long-suffering butler. seorang yg malas ngasih tahu nama asli sehingga mengarang nom de guerre "celcius". lel. w/ all the ngentot & violence, may appear @ 1st glance 2 veer close to classic masteng sastra tropes, sexism, gratuitous objectification, cishetnormativity, but dig deeper & there might actually be queering subtext via focus on hypermasc sexiness + obsession w/ obliterating cocks. eg, in "melankoli", main dude char, trapped in loveless marriage & h8s his face in the mirror, fantasizes abt foto kenti & meki replacing foto muka di ktp. funny but all trans people wd be misgendered? aha story ends with duder "menyembelih kelamin" sendiri. saved by the ball! examples of thirst for hypermasc sexiness (last two screenshots — thirst for bataille! 💕 — from og version of the mock obit "surabaya johnny", more on this later).

[imagine] more cock destruction fantasies.

all of which made me think, were these stories, the style, themes, obsessions, the norm dalam belantika cerpen indonesia in mid-90s-early millennium, or exception to the rule? but i dont know much about cerpen indonesia, dont think ive even read a single sga cerpen. so i bought: [imagine kumcer pilihan kompas 1995] i thought, serendipity! how clever am i! kuntowijoyo menulis laki-laki yang kawin dengan peri sementara sony menulis laki-laki yang memperkosa mayat! 😱🤯 all the pun possibilities! but ofc dont count yr chickens n all dat. ternyata cerpen pilihan kompas 1995 mengumpulkan cerpen terbaik selama 1994! motherfucker. helloooooo. kzl. so back to tokped. 2 sony cerpens published in 1995 are in this antho from 1996, sentimentalisme etc & meteorit. also asked friends who know more abt sejarah cerpen indo eg Mumu Aloha, editor cerpen detikhot who said sentimentalisme "meledak, banyak yg muji di mana2. pernah di taman budaya solo cerita proses kreatifnya, heroik & berdarah2, sampe dianggap taraf 'gila'... dianggap absurd”. soal absurditas ini, toeti heraty yg menulis intro antho "pistol perdamaian" (judul cerpen kuntowijoyo, lagi) berpendapat: [imagine toeti heraty berpendapat] sementara itu dalam rangkumannya ttg cerpen pilihan kompas 92-96 di akhir buku ini, faruk menulis ttg kemiripan antara sony (& joni ariadinata) dgn afrizal malna, yg cerpennya "menanam karen di tengah hujan" ditaruh bersebelahan dgn "meteorit" sony. kesimpulan dangkal sementara dr pembacaan jauh banget ttg cerpen indo 90an: 1. absurdism jd jalan ninja bareng2 cukup banyak cerpenis & sony sempat dianggap sbg yg paling hacep; 2. ada kecurigaan absurdisme tsb "tdk menyentuh isyu2 dasar" & diam2 "konservatif”. typo: "ninja yang paling hacep”. menarik karena afrizal bersanding lagi dengan sony di dalam buku sentimentalisme calon mayat terbitan anagram ini. ia menulis epilog dgn klaim bhw cerpen2 di sini adalah "representasi akuarium orba sebagai akuarium obskur dalam sejarah indonesia dan sejarah sastra indonesia”. argumen itu adalah terusan dari tulisan sony sendiri dalam cerpen/mock obit pamungkas dalam kumcernya, "surabaya johnny": [imagine a screenshot of the book] selalu susah mengerti sepenuhnya klaim2 bombastis-mistis (tapi admittedly catchy) afrizal soal... anything. maybe kali ini maksudnya cerpen2 sony menjadi akuarium yg memamerkan dengan terang-benderang realita obscured by orba propaganda? sehingga walaupun isi akuarium itu sendiri ribet, chaotic, keruh — obskur! namun kita yang berada di luar akuarium tersebut sekarang bisa melihat dgn jelas segala obskuritas di dalamnya? who the fuck knows. when in doubt abt afrizal, just say it's about TUBUH. sebelum nyebur lagi ke dalam akuarium obskur afrizal, ku pengen membahas satu hal yg tadinya maybe kinda cute tapi lama2 gengges berat dalam penerbitan kembali cerpen2 ini: editan atau lebih tepatnya updatean/revisi terhadap isi dan bahasanya (not declared afaik). nothing new, lots of writers do it. eg robert lowell who kept revising his poems in every antho. skrg dlm dunia penerbitan indo jg sering terjadi waktu merilis kembali karya lama sepertinya dgn pertimbangan utama utk membuatnya tetap relevan dgn (the imagined) pembaca masa kini. misalnya (ini aku juga diberitahu @mumualoha) ada cerpen reda gaudiamo yg diterbitkan kembali di mana dia membandingkan kecantikan karakternya dengan ida iasha. agar relevan kembali, penerbit barunya mengganti ida iasha dengan... raisa 🙄🧘 atau contoh di luar negeri yang baru saja diberitakan pagi tadi pas aku selesai baca sentimentalisme, penulisan kembali cerita2 anak2 roald dahl utk mengganti bagian2 yg dianggap menghina dgn melibatkan "sensitivity readers” [see https://www.theguardian.com/.../roald......]. tanpa membandingkan dgn versi aslinya pun langsung terdeteksi dalam cerpen2 sony versi penerbit anagram ini beberapa kosa kata yg terlalu kekinian dan atau hamzah muhammad (penyair rawamangun chic ini salah satu editornya), kepo, mindfuck, nikita awkward, toksik macho, dll. awalnya gpp juga anakronis, toh bbrp cerpen dlm buku ini walau ditulis antara 95-02 settingnya bisa jadi di masa agak depan (surabaya johnny mendahului lit hoax martin s. terdepan terluar tertinggal dlm memakai tahun keramat 2045, 100 thn indonesia merdeka, sbg setting tahunnya). dibaca sbg speculative fiction yg palelofuturis versi rewritten cerpen2 ini tetap spec fic cuman kureng paleo aja. kadang malah ngeditnya kurang berani. eg, di meteorit bos djarot yg basic aslinya cuma baca "laporan keuangan", di versi revisi jd baca "chicken soup for the soul”. csol is like, so 1993, my guy. knp bos djarot si super basic ga baca FILOSOFI TERAS aja?? bahkan waktu di versi rewritten "surabaya johnny: pikiran, ucapan, dan tindakan saya (seperti dipaparkan kepada pieter jansma)" seorang dokter mencatat penyebab kematian si surabaya pd tahun 2045 di ipad (cerita ini ditulis des 02 menurut riwayat publikasi, ipad 1 rilis 2010). i was like okurrr, gapapa juga sih, i guess apple bisa aja masih merajai pasar tablet di tahun itu? ipad 69 to go with how toksik macho surabaya is? for me "buku berita acara kematian" has better rhythm and sounds more abadi, "aplikasi laporan medis di ipad-nya" sounds dated already in 2023 and well, awkward 😋 btw buat yg ga mengalami akuarium obskur orba, judul panjang surabaya johnny itu adalah parody dari this masterpiece of hagiography: [imagine an indonesian masterpiece of hagiography on one of our 8 presidents] tapi ada juga rewriting yg lebih ekstensif dan potentially cha(lle)nge interpretations of the stories (terutama di surabaya johnny, banyak). misalnya siapa karakter irl yg berusaha diunobscurekan oleh soemirah/sumirah di meteorit, buruh yg mencoba melawan bos djarot. versi asli, pre-9/11, terdengar profetik dengan penggambarannya ttg sosok yg mirip marsinah (google her) sebagai seorang teroris pembom bunuh diri. dan radikal dalam konteks dekolonisasi geopolitik masa kini: who's the terrorist now? versi baru, yg menambahkan full paragraph mengkonfirmasi dugaan soe/sumirah adalah aktivis greenpeace, justru kehilangan daya profetiknya itu. terlalu dijelas2in she's a good egg lho & sblm dibunuh dikhianati pula sama pengacara ham. she's not the terrorist! rly? say that again? kemudian ada paling tidak dua lagi jenis rewriting di dalam buku ini: 1. seperti kasus roald dahl tadi biar beberapa parts jadi lebih politically correct/woke; 2. biar lebih keren; 1.1. biar less islamophobic? "perempuan" diganti jadi "culun", biar less sexist ofkros. 1.3. "bidadari banci paling higienis" jd "waria paling cakep", biar less homophobic tho the og seems 2 be not expression of pure h8 but love-h8? banci (menghina) tp bidadari (memuja), plg higienis (classist? weird word choice, meant to be sarcastic?) tapi kekasih (tho freelance).

yg jelas new version pales into insignificance in complexity of emotions.

2. kenapa ga sekalian the entire flying nun discography, daniel johnston, genesis p-orridge? [imagine surabaya johnny come lately’s retrofitted playlist]

kembali ke akuarium obskur afrizal, yg adalah sangkalan terhadap argumen toeti heraty bahwa cerpen2 absurdis 90an sebagai "respons zaman" "tidak menyentuh isyu2 dasar" & "lebih bersifat pernak-pernik", no, paling nggak sony berusaha menyibak isyu2 dasar yg ditutupi — obscured! — by pernak-pernik orba! dalam hal ini afrizal benar bahwa cerita hagiobituary surabaya johnny adalah sentral dalam proyek ini. (((proyek)))! repelita aja sekalian. memang tetap mungkin bahwa proyek akuarium obskur orba ini dikerjakan retrospectively, toh surabaya johnny juga ditulis thn 99-02 menurut titimangsa versi og, masa post-orba jg walau just. namun ttp ada ketakutan bhw makin byk cerita ini dimodifikasi maka akn makin tersetiplah memori kolektif ttg bgmn orba mengobskurkan kenyataan yg sempat dipungut & dimasukin kulkas oleh versi ognya. satu contoh kecil tapi signifikan soal ini adalah penghapusan singkatan GBHN di bagian di foto di bawah. seakan2 editornya lupa (atau tidak pernah mengalami?) bahwa singkatan adalah salah satu senjata paling efektif milik orba utk mengobskurkan kenyataan! SIKONTOLPANJANG!

yes i know kepanjangan gbhn di atas adalah pelesetan.

ditambah lagi erasure sebuah rant panjang (satu subchapter sendiri) ttg agama, satu digresi ttg silsilah s. johnny (istri pertama bapaknya ternyata totok belanda sehingga johnny punya half siblings mestizo, karena itukah dia rada inlander?), dan beberapa ululation-lamentation ttg cinta dalam bahasa arkaik high masteng yg berfungsi membedakan suara s. johnny dgn suara pieter jansma penutur hagiobituarynya — sptnya kita bisa malah kehilangan cerita bagaimana sebenarnya orba mengobskurkan realita dan apa saja yg diobskurkan.

akuarium itu kosong memantulkan wajah kita sendiri.

bagian ini juga menyebutkan bahwa soeharto-lah sebener2nya daripada literary genius daripada indonesia, bukan pramoedya, bukan s. johnny. pintarnya struktur cerita ini (otobiografi s. johnny dituturkan kepada indonesianis pieter jansma) justru diadopsi dari tetralogi buru pram: cerita minke muda yg diedit minke tua dalam pengasingan yg disensor pangemanann yg diedit lagi oleh nyai ontosoroh kemudian diterbitkan oleh connaissance de l'orient gallimard eh jean marais; yg dimodif dari struktur max havelaar (juga disebutkan di s. johnny) — biografi max havelaar dituturkan oleh si penyair sjalmaan yg diedit, direwrite, dibowdlerized (diobscurekan?) oleh kopitalis gembel droogstoppel. oh the layers of possible deception! whose voice to trust! not for nothing sony took the title of this seminal story from brecht's song. bisjad ▶️ du sagtest viel, sony. kein wort war wahr, sony. ⏹️ sa ae! 🫰

[more thoughts] soal madness (refer to mumu's recollection of sony's proses kreatif above), these stories are also a bit different in showing, in today's parlance, mental health awareness — visit to the shrink, diagnosis, what meds u takin — neither stigmatizing mental illness nor glorifying it. dan juga menolak menjadi advokasi (s. johnny is skeptical of western psychiatry and refuses medication). it normalises the issue. something a bit rare in indo prose? i can only remember ratih kumala's genesis, sekar ayu asmara's pintu terlarang & some of djenar maesa ayu's cerpen & novels of late that deal w/ mental illness w/ same openness & curiosity (instead of averting eyes)? there must b others, tell me. (in distant past, pangemanann also has a nervous breakdown in rumah kaca, forgot what pram calls it)

most apt soundtrack for this story collection (not necessarily what surabaya johnny listens to nostalgically in 2045 with his penutur instead of venus in furs, tho bisa aja) could be this 90s nyc genius scene shimmy disc one-near-hit-wonder youtu.be/byDiILrNbM4
Profile Image for ❦.
89 reviews8 followers
April 3, 2025
"Jangan sebut TV barbar. Kenyataan lebih satanik dari TV."

Ah, aku suka dibawa ke ambang kehancuran!! And this book? It does exactly that. Sentimentalisme Calon Mayat feels like slowly unraveling, like drowning in a sea of memories and existential dread. Sony Karsono writes with this raw, almost hypnotic style, where every sentence feels like it could either lull you into peace or punch you in the gut.

I got hooked by cerita-cerita awalnya yang penuh gore. It's dark, poetic, and weirdly tender in all the right places, nggak tanggung-tanggung. It hits you right in the face. Tapi semakin ke sini, gorenya makin berkurang. Bukan berarti jadi jelek, tapi ada perasaan kayak, oh, I kinda miss the intensity of the earlier stories. The later parts shift more into psychological weight and melancholia, which still works, but in a different way.

You won't find cerita yang straight to the point di sini. The narrative is fragmented, dreamy, sometimes like overhearing a conversation between ghosts. And that’s kind of the point. Karsono builds this eerie yet beautiful atmosphere where the boundaries between the fiction and the reality are blurred. Kalau lo suka prosa yang lebih ke arah perasaan daripada alur, this will sit right with you.

Ada bagian yang terasa dragging, too much intertextuality thrown everywhere that doesn't necessarily engage with the story. Some moments hit hard, others feel like they drift too far. But overall, it’s still a beautifully haunting read that lingers long after you put it down.

Four stars, I would recommend it to you if you like sesuatu yang lebih ke pengalaman rasa daripada plot-driven story.
Profile Image for Nina Majasari.
136 reviews1 follower
December 25, 2023
Buku pertama yang saya baca dari Sony Karsono. Wajahnya terpampang di halaman awal, hmm.. cakep juga orangnya. Idih, sungguh info yang kurang penting.

Sampulnya mengingatkan saya dengan sampul majalah indie lawas. Tapi kemudian saya ingat kalau penerbit Anagram juga penerbit indie. Jadi pasti beda dengan sampul gramedia pustaka dan semacamnya.

Cerpen-cerpennya penuh kejutan. Gaya bahasanya unik. Ceritanya sebetulnya menyedihkan namun kemasannya satir, lucu dan ngeselin. Hampir seluruh cerpen membuat saya terhibur. Tipikal buku yang asik untuk dibaca berulang-ulang.

Nggak nyangka juga bahwa cerpen ini ditulis tahun 1995-96 dengan cerita yang rasanya seperti ditulis hari ini.

Sentimentalisme Calon Mayat- 3/5
Bercerita tentang penantian seorang anak yang bapaknya yang jarang pulang dari tempat kerjanya yang jauh.

Ia menanti dengan sabar sampai lima belas tahun kemudian Bapaknya pulang, tak lama kemudian lalu meninggal.

”Kebahagiaan itu usus lapuk dimamah rayap waktu. Aku berhasil menangkap hakikat waktu. Waktu adalah tai.”

Meteorit - 5/5
Djarot, lelaki 65tahun mengalami kecelakaan saat menyeberang jalan.

”Kemarin siang bangkaimu dipendam di situ. Energi kosmis membangkitkanmu.”
“Gila! Ilmu kedokteran menciptakan teknologi anti-maut! Siapa penemunya?”


Melankoli - 3/5
Mengapa aku jatuh cinta? Dulu aku pernah baca cerita tentang gadis, pemuda, bunga mawar, dan surat warna pink di sebuah novel remaja. Maka aku jatuh cinta. Berkali-kali. Tapi, kenapa aku menikah?”

Sukra - 4/5
”Mengapa kau tangkap aku, Dipati Anom?”
“Sukra, kamu menghasut orang-orang Kota Lama untuk telanjang. Apa kata para warga kota tetangga tentang skandal ini? Mereka akan anggap bejat semua penduduk Kota Lama.”
“Telanjang itu baik.”
“Diam, Sukra! Telanjang itu jahanam!”
“Tapi, Dipati..”


Seikat Kembang Egois - 3/5
Johan, seorang mahasiswa akhirnya berhasil menyisihkan uang sakunya untuk membeli setangkai mawar yang akan ia berikan pada Levana, mahasiswi pujaannya.

Dalam perjalanan ke rumah Levana, lelaki tua yang duduk di sebelahnya tampak sekarat dan tak lama kemudian mati. Ia bingung, jika ia memberi tahu kematian pada supir bis, ia akan tertahan lama di kantor polisi untuk memberikan keterangan.

Sementara Levana akan segera berangkat ke Semarang sore ini.

Insomnia - 3/5
Insomnia! Akulah manusia insomnia. Malamku malam insomnia, insomnia, insomnia, insomnia, insomnia, insomnia, insomnia, insomnia. Bunda! Di mana pun kini kau berada, kembalilah kepadaku! Nyanyikan lagi nina bobok! Aku tua. Aku letih. Aku mau nyenyak seperti dulu dalam timangmu. Bunda, dalam insomnia, masih kupanggil namamu.

Tirai - 5/5
Johan termangu ketika Mimi, putri tunggalnya yang telah hilang dua malam ditemukan kembali oleh para tetangga pada suatu pagi di dapur Nyonta Skorpio, janda tua sebelah rumah. Gadis cilik berumur 5 tahun sudah menjadi potongan-potongan daging dan tulang.

”Ya Tuhan! Jeroan Mimi!” pekik Pak Hansip menuding kuali.

Dunianya hancur.

Surabaya Johnny : Pikiran, Ucapan, dan Tindakan Saya. Seperti Dipaparkan kepada Pieter Jansma - 3/5

Judulnya mengingatkan saya dengan buku biografi Soeharto : Pikiran, Ucapan, dan Tindakan Saya. Awalnya saya pikir ini cerpennya kisah plesetan seorang presiden, ternyata bukan.

Cerpen terpanjang ini tentang otobiografi penyair bernama Surabaya Johnny. Diakhir cerita ditutup dengan berita kematian yang dicomot dari akun facebook milik teman-temannya. Sangat detail sampai batas antara fiksi dan realitas kabur. Untung aja meninggalnya tahun 2045, kalau tahun 1995 saya bisa tertipu dan menyangka penyair Surabaya Johnny beneran ada.

***

Mas Sony, ayo bikin kumcer lagi dong. Masa cuma satu buku doang?
Profile Image for aynsrtn.
521 reviews18 followers
October 23, 2024
Kalau ada yang bertanya buku paling "gila" apa yang dibaca di tahun 2024 (so far), maka inilah jawabannya. Buku yang berisi 8 cerita pendek tentang calon mayat dan sentimentalismenya.

1) sentimentalisme calon mayat.
Baru baca cerpen pertama udah gong banget. Ku senang bagaimana penulis menggunakan diksi-diksi yang absurd, frontal, brutal, tapi anehnya berirama seperti membaca sajak/puisi. Salah satu contoh adalah bagaimana penulis mendeskripsikan rumah sakit.

2) meteorit
Aku paling suka cerpen ini. Futuristik dibalut science fiction dan mistis. Kalau dibuat novel sendiri, bisa banget. Tentang seorang laki-laki berusia 65 tahun, yang hidup kembali akibat kejatuhan meteorit. tapi, ternyata laki-laki itu menyimpan misteri yang kelam.

3) melankoli
Jujur, aku ga paham maksud dari cerpen ini. Terlalu banyak diksi dan semiotika yang ga bisa aku mengerti—saking absurdnya atau memang otak aku nggak sampe hehe. Ceritanya tentang seseorang yang bisa memilih-milih tubuh. mau jadi siapa, mau jadi apa.

4) sukra
No words. terlalu indah tapi njelimet dan sukar dimengerti. Dan tulisannya cantik. Satu paragraf aja bisa dibuat seirama begini. kalau dibikin bait per bait jadi sajak/puisi sangat bagus.

5) seikat kembang egois
Dari semua cerpen di buku ini, yang paling mudah dipahami adalah cerpen ini. Tentang mahasiswa kere yang membelikan seikat bunga mawar untuk perempuan yang ia sukai. Dalam perjalanan ke rumah si perempuan, si mahasiswa ini bertemu banyak kejadian. Gimana kalau pas kamu naik bis mau ke rumah si perempuan buat anterin bunga, kamu naik bis yang isinya orang-orang seperti mayat. Lalu, ada seorang bapak sakit duduk di sebelah kamu bilang gini. apa nggak merinding? 😅 Tapi seikat kembang egois di sini itu memang benar "egois".

6. insomnia
Tentang seorang laki-laki tua yg kesepian sepeninggal istrinya. Anak-anaknya sudah besar dan tinggal dengan keluarganya sendiri. Sang lelaki tua ini mengalami insomnia dan memasukkan dirinya sendiri ke panti wredha, lalu dia ke bulan. Barangkali ke bulan, ia bisa tidur.

7. tirai
Cerpen paling plot twist di buku ini. Baru awalan aja udah menghela nafas dalam. Membuatku langsung terdiam setelah membacanya.

8. surabaya johnny
Cerpen terakhir di buku ini. berbeda dengan cerpen sebelumnya yang ditulis di tahun 1995-1997, cerpen ini ditulis di tahun 2002. Dibuat dalam bentuk bab dan sub-babnya. Seolah cerpen ini adalah kesimpulan panjang dari 7 cerpen lainnya.

-----

Akhir kata, sentimentalisme calon mayat adalah buku cerita yang indah nan absurd. Pas baca epilog dari Afrizal Malna makin paham maksud arah dan keresahan yang ingin diangkat sang penulis di cerpen-cerpennya ini.
Profile Image for Poppy Aristanti.
40 reviews1 follower
June 30, 2025
"Adalah mustahil bagi seekor ikan mas koki penghuni akuarium untuk menginsafi bahwa 'dunianya' ternyata hanya sebuah akuarium. Kecuali kalau ia tiba-tiba kena pancing, terbetot ke darat, menjadi sekarat mangap-mangap."...


Buku ini saya baca tanpa ekspektasi apapun. Hanya berbekal ulasan seorang teman, yang berkata bahwa buku ini "tidak waras". Dan memang—buku ini tidak waras dalam cara yang penuh sindiran, absurditas, dan kritik tajam.

'Sentimentalisme Calon Mayat' sendiri adalah salah satu judul dari tujuh cerpen yang tertulis dalam buku ini. Cerpen-cerpen yang ditulis dengan eksplisit oleh Sony Karsono ini, ternyata merupakan representasi dari ketidakjelasan dan kerusakan Orde Baru dalam sejarah Indonesia dan sejarah sastra Indonesia—seperti yang tertulis pada bagian 'Epilog'.

Tidak mudah bagi saya untuk memahami apa yang coba disampaikan oleh Pak Sony dalam tulisannya. Cerpen-cerpen ini adalah labirin kesadaran yang ditulis dengan cara surealis, menjungkirbalikkan batas antara nyata dan absurd. Begini kira-kira tahapan emosional saya saat membacanya:
1. "hah, apa sih?"
2. "oke, coba baca lagi"
3. "kayanya perlu search di internet, deh"
4. "OHH, jadi gitu maksudnya"
5. "harus baca ulang biar lebih ngeuh"

–yang membuat buku dengan tebal ±150 halaman ini memerlukan waktu yang agak lama untuk saya selesaikan. Bukan karena membosankan, tapi karena padat akan makna dan menuntut untuk dibaca serta dipahami dengan saksama.

Judul cerpen favorit saya adalah "Insomnia". Karena saya membutuhkan waktu yang cukup lama untuk akhirnya memahami bahwa cerpen ini membahas keberanian si tokoh utama untuk kembali menjejak realitas dunia. Pada awal cerita, ia menciptakan dunianya sendiri—sebuah ruang yang menurutnya aman, stabil, dan statis. Tapi lama-kelamaan, ia menyadari bahwa dia telah kehilangan dirinya sendiri.

Melalui cerpen ini, Pak Sony menunjukkan bahwa proses menemukan diri sendiri tidak selalu heroik atau indah. Kadang menyakitkan, dan bahkan bisa gagal pula. Tapi proses itulah yang membuat tokoh utamanya terasa hidup. Menurut saya, character development dalam cerpen ini adalah yang paling berkesan.

Sentimentalisme Calon Mayat bukan bacaan yang ramah. Tapi ia jujur, getir, dan liar. Buku ini menolak dimengerti dengan cepat, dan menantang pembacanya untuk keluar dari zona nyaman. Saya belum yakin apakah saya “mengerti” semua yang ingin disampaikan buku ini. Buku ini cocok untuk yang sedang ingin membaca sesuatu yang tidak biasa, yang bikin mikir sambil mengerutkan dahi.
Profile Image for Ari Kasiyanto.
23 reviews
June 12, 2024
Sony Karsono atau Pewarta dari Dunia paralel —tak waras

Tak waras, belum tentu gila. Belum tentu juga sakit jiwa. Tak waras hanya punya nalar yg tak lazim, seperti khalayak umum. Soal nalar tak lazim, setiap orang pasti pernah jatuh dalam ketidak-berjalannya nalar pada satu peristiwa di dalam kronik hidup masing-masing.

Dalam warta kucer « Sentimentalisme Calon Mayat » karya Sony Karsono ini, tidak masuk akal —di sederhanakan dalam kata « gendeng kamu », itu muncul karena rentetan-rentetan kejadian yg tidak pernah terjawab (tak paham, tak puas pd jawaban, jawaban tak nyambung) saat kecil, —diabaikan sama ortu atau dianggap tabu, tak perlu tahu dsb.

Sehingga hukum sebab-akibat dlm otak seorang anak gak berjalan. Tak semua anak bisa dibohongi dng cerita khayalan atau « kelak dewasa kamu akan paham » dsb.

Tidak jalannya nalar seseorang, terjadi karena dia masih tinggal di dunia masa kecil yg belum tuntas. Ia melihat satu kejadian ke kejadian lainnya, sbg penggalan2 fragmen yg tak terhubung. Sony bilang « serpihan puzzle » (yg ambyar terus setiap kali disusun).

Ketidak-warasan di sini, menceritakan bagaimana nalar berbeda itu bekerja. Dituturkan dengan penuh diksi yg kaya, dlm fragmen2 terputus, tapi diusahakan agar nyambung oleh Sony sbg pewarta dari dunia tak waras. Tak’an pernah bisa memahamkan dunia orang2 umum, kecuali lewat gaya tulis realisme magis —biarlah yg misteri masuk ke ranah goib, lalu ke bumbu romantis dan filosofis utk menyasar esensialisme dlm simbolisme. Kata terakhir ini, jadi titik temu sepakat dua dunia tsb; waras & tak waras.

Bucer ini adalah juru bicara « kenapa ketidak-warasan » terjadi & hidup berdampingan dng yg lain. Sony mendeskripsikan mekanisme alur logika berbeda dng simbolisme yg aku sebut surrealisme. Bahwa kita memang tak paham atas hal-hal yg kita sebut nyata -kenyataan.
Profile Image for Septyawan Akbar.
111 reviews13 followers
December 21, 2025
Mayoritas dari buku sastra yang saya baca, menganut kaidah KBBI dalam form dan rupanya. Puisi keminggris, dan puisi inggris, serta spoken poetry, jadi bentuk dan wajah puisi yang saya eksplorasi dan temukan after-the-fact.

Pun gaya bahasa beling, dan anti-kemapanan EYD yang baru saya temui dalam cerpennya Sonny Karsono. Cerpen-cerpen gila dan jenaka yang buat saya senyum-senyum sendiri, saat membacanya di cafe.

Perasaan terkesima, akan eksplorasi bahasa Indonesia, bukan hanya yg baku-baku saja, tapi juga padanan dari bahasa "gaul" Jakarta, Surabaya, dst, yang menjadi latar dari kumcer ini.

Its feels so related too, karena Sony Karsono, juga Surabayans, dan alumni unair coded.

Nafas Iwan Simatupang, dan Budi Darma, dalam cerpen-cerpen absurd. Terutama "Johnny Surabaya" yang jadi salah satu cerpen terbaik Indonesia, yang pernah saya baca.

Afrizal Malna, dalam reviewnya menyebutkan bahwa Cerpen Sonny, sebagai upaya utk lepas dari akuarium orde baru, yang memaksakan satu kebenaran tunggal, akan kebapakan, kekerasan tanpa batas, dst, dst.

Pengalaman membaca saya rasa selalu berputara akan penemuan suara baru, dan jenis sastra baru yang bisa saya telusuri, nikmati dan terus terbayang. Dengan ucapan klise "berani hidup" atau "orgasme tekstual" saat menemukan bacaan baru, ujar Sonny di cerpen sebagai vis-a-vos

Layaknya realisme magis dari Amlat, yang diterjemahkan oleh Eka Kurniawan di Indonesia. Atau kisah horror "Dilarang Merokok, sebelum Tidur" yang jadi realisme horor, betulan di hadapan kekerasan negara.

Suara sastra beling, dan legendaris stensilan dan fotokopian dari cerpen Sonny Karsono, memberikan nafas baru itu, dalam silsilah dan pengalaman membaca saya.

How nice it is, to be alive. And to read good story. Dan buku terbaik yang saya baca di tahun 2025 ini.
Profile Image for Evan Kanigara.
66 reviews21 followers
January 22, 2024
Saat membaca karya Karsono, entah berapa kali saya tertawa dan tersenyum-senyum. Cara Karsono menyelipkan kata-kata banal, atau kalau kata Afrizal Malna, "Kata-kata Indonesia yang Rusak" begitu jenius. Saya tidak tahu kalau bahasa Indonesia bisa dibuat sehidup ini. Buat saya, ini adalah formula baru (yang terlambat saya baca), apalagi dalam "Seikat Kembang Egois" dan cerpen pamungkasnya "Surabaya Johny: Pikiran, Ucapan dan Tindakan Saya (Seperti Dipaparkan kepada Pieter Jansma)", aduh, saya suka sekali. Yang paling berkesan, saat Karsono menyelipkan kata umpatan "diancuk, gathel, asu!" saat Johny mendeskripsikan perasaannya pada Si Bangsat Aljazair, ayah dari Ranu Pakis. Hahahaha. Jujur lho, mungkin ini satu-satunya buku kumpalan cerpen yang berhasil membuat saya tertawa jujur, dan berkali-kali pula.

Mungkin inilah juga yang saya rasakan pada Bahasa Indonesia selama ini. Terlampau kaku dan terkungkung, apalagi dengan munculnya semangat membakukan bahasa dalam Kamus Bahasa Indonesia. Dalam cuplikannya:
Sampai kini, sampai usia 73, bahasa Indonesia tetap bersemayam sebagai bahasa asing saja dalam lidahku dan jari jemariku, seasing bahasa Jerman, Prancis, dan Arab (hal 100).

Dan Karsono, dalam ulasan oleh Afrizal Malna "Berusaha untuk menggunakan 'bahasa Indonesia yang rusak' sebagai kebalikan dari 'Bahasa Indonesia yang disempurnakan' (hal 142)" dalam jerih payahnya untuk "merebut kembali tubuh yang telah lama dibakukan melalui lembaga-lembaga orde baru (hal 143)". Upaya Karsono berhasil. Dan saya betul-betul terhibur.

Dahsyat!
Profile Image for roxy.
45 reviews
Read
October 20, 2025
buku tergila yang aku baca akhir-akhir ini 🤯

⚠️ tw // necroph*lia, harsh words, n*dity, s*icide, g*re

judulnya adalah sentimentalisme calon mayat karya sony karsono.

awalnya aku ga ada rencana untuk baca buku ini, sampai aku ikut workshop di acara ETC book forum.

sentimentalisme calon mayat adalah buku kumpulan cerpen yang menurutku, ceritanya sangat aneh, tapi menarik. aku kagum sama beliau (pak sony karsono) karena bisa mikir cerita yang sangat aneh tapi juga memasukkan pesan-pesan dan hal-hal yang relatable di kehidupan kita. cerpen di dalam buku ini semua ditulis pada tahun 1994-2002, tapi isu-isu di dalam buku ini masih relevan hingga saat ini.

tapi saking anehnya, ada banyak bagian yang ga bisa aku mengerti. like you just couldn't guess what's coming next. saking absurdnya. beberapa bagian sangat absurd sampai bikin aku ketawa dan mikir "kok bisa ya beliau mikir cerita kayak gini?"

tapi satu hal yang sangat mengganggu untukku adalah seksualisasi dan objektifikasi terhadap perempuan. ini bikin aku ga nyaman untuk namatin buku ini. makanya prosesku untuk namatin ini cukup lama padahal bukunya cuma 147 halaman.

beberapa cerpen yang kusuka adalah:
☄️ meteorit - di sini diceritakan bagaimana orang yang memiliki kuasa bisa membungkam media
🎭 tirai - menceritakan bagaimana kasus tew4snya seseorang malah menjadi hiburan bagi orang lain
💐 seikat kembang egois - tentang seseorang yang egois demi sebuah tujuan, tapi di akhirnya dia ga dapat apa-apa

jujur, aku ga rekomendasiin buku ini untuk semua orang karena kontennya cukup disturbing. but i think sony karsono is a great writer dan buku ini patut menerima penghargaan.
Profile Image for Yuniar Ardhist.
147 reviews18 followers
June 1, 2025
Karya cerdassss!! Sastra obskur yang memang jarang ditemukan, karena tidak bisa menjadi selera semua orang. Gabungan daya intelektual dan kreativitas di level tinggi yang susah dijangkau.

Banyak menggunakan metafora kuat, simbolisme, dengan kakayaan diksi dalam tata kalimat berima, menjungkirkan realitas ke dalam imajinasi sekaligus membuat batas tipis yang ambigu, membuat pembaca akan banyak sekali menemukan ruang untuk berpikir, menafsir, hingga menyimpulkan dalam beragam perspektif.

Cerpen-cerpen cukup pendeknya lebih bisa dinikmati dibanding cerpen terpanjangnya “Surabaya Jonny” (SJ). Meski demikian, cerpen SJ seolah menjadi perangkum keseluruhan cerpen pendeknya. Menyamarkannya dalam kisah sebuah autobiografi, seorang Jonny mampu menggambarkan keseluruhan pergulatan batin tokoh yang hidup dalam krisis eksistensial, saksi hidup sebuah masa penting dalam sejarah bangsa yang menapaki waktu antara realitas dan idealisme, yang kecewa, yang sudah ‘tuwuk’ berbagai pengalaman persoalan. Dalam ruang-ruang pribadi sekalipun, dari tokoh Jonny, pembaca akan melihat betapa berkuasanya sebuah negara membentuk psikologis rakyatnya.

Cerpen-cerpen lain juga sangat menarik. Tidak menggunakan alur yang linier untuk menyampaikan pesan penting yang lebih luas dibanding cerpen itu sendiri.

Lebih keren lagi bahwa semua karya ini ditulis sekitar tahun 1995-1996 hampir masa reformasi. Potret nuansaA masa yang saat itu sudah mencapai titik kulminasinya.
Profile Image for Mutiara Choiriyah.
75 reviews
February 1, 2025
Pada tujuh cerita pendek pertama yang dimuat dalam Sentimentalisme Calon Mayat karya Sony Karsono—Sentimentalisme Calon Mayat, Meteorit, Melankoli, Sukra, Seikat Kembang Egois, Insomnia, dan Tirai—banyak makna yang bisa saya pahami di antara paragrafnya

Sebagai calon mayat, banyak sekali makna dalam hidup yang seringkali kita telan mentah-mentah, tanpa bertanya dan mempertanyakan. Makna tersebut pun seringkali justru dielu-elukan oleh penguasa dan para propagandis.

Cerita pendek paling panjang di buku ini, yakni Surabaya Johnny: Pikiran, Ucapan, dan Tindakan Saya (Seperti Dipaparkan kepada Pieter Jansma), sejujurnya bikin saya pusing

Terlalu obskur untuk saya pahami dalam satu kali baca. Proyeksi kalimatnya mengingatkan saya dengan Vicky Prasetiyo dan konsonan langit-nya.

Tapi, mengingat tulisan ini terbit di tahun yang cukup lalu, saya paham mengapa banyak penghargaan disematkan untuk buku ini
Profile Image for Alfa.
57 reviews
March 12, 2024
Baru baca cerita pertamanya, langsung yakin kalau saya bakal ngasih bintang lima. Saya bukan tipikal yang gampang terhibur sama antologi, bukan tipikal yang langsung yakin bakal suka sama antologi hanya dengan baca cerita pertama di line-up-nya, tapi memang dari naskah pertamanya saja saya merasa begitu emosional.

’Sentimentalisme Calon Mayat’ adalah cerita favorit saya dalam antologi, tapi cerita yang lain pun saya sama sukanya. Tipis sekali marginnya antara kesukaan saya atas cerita ini dan yang lain. Cerita ini berhasil bikin saya nangis depresi (anehnya, dalam artian yang bagus; rasanya seperti katarsis baca cerita ini).

Overall terhibur sama gaya narasinya. Slengean, ngehe, dan ... ah, saya selalu suka sama gaya narasi dengan bahasa dan dialek yang terasa begitu lokal, tapi referensinya ke mana-mana. Witty, to say the least. Dari awal sampai akhir terhibur.
Profile Image for azur.
24 reviews1 follower
February 27, 2024
Menurut saya, latar belakang penulis menjadi penting supaya tahu sebuah proses berpikir dalam suatu cerita yang disajikan. Selain itu, keadaan sosial dan budaya juga jadi suatu pertimbangan. Membaca buku ini samar-samar seperti dibawa ke masa yang berbeda; yang lain. Bisa jadi ia adalah masa lalu, sesekali kita seperti melihat ke masa depan. Sedikit melihat apa yang terjadi saat ini juga.

Saat membaca bab terakhir, semuanya jadi jelas bahwa semua cerita yang ada di buku ini memang merefleksikan apa yang terjadi pada masa sebelum reformasi itu. Penggunaan diksi yang unik dan melampaui batas, bikin semuanya jadi paripurna untuk menikmatinya. Butuh waktu untuk mencerna dan menerka-nerka cerita setiap bab ini mewakili apa; serta apa yang ia sedang ungkapkan.

Sony memperlihatkan saya bahwa bercerita bisa dibuat seperti ini; dan jangan terlalu terpaku dengan batasan-batasan yang ada. Saya menemukan kejeniusan penulis dalam merangkai kata-kata, misalnya: “Kekacauan meningkay selalu bersama waktu”, “Ada magma di tubuhku. Boleh kupinjam tubuhmu sebentar?”, “Aku merokok untuk alasan cengeng: Menemukan wajah Levana dalam kepul asap wangi kretek” dan masih banyak pertunjukan kata yang bikin saya tersihir.

Di setiap ceritanya pun, membuat saya mengasosiasikan ke banyak makna. Dalam Meteroit, misalnya, ada cerita yang sedikit menyerempet Marsinah dan bagaimana media dikontrol oleh satu dan atau segelintir orang saja. Atau Sukra yang punya makna, paling tidak bagi saya, suara rakyat, gerakan rakyat pasti akan selalu menang jika nanti bisa dihidupkan dan kita semua bersolidaritas.

Saya senang mengawali tahun ini dengan bacaan yang bagus. Sempatkan baca teman-teman.
Profile Image for maja radha.
23 reviews2 followers
February 24, 2025
Another page turner book yang dibuat jatuh sampai berguling-guling ke hamparan bunga sama narasinya. Bukan sugar coating ya, ini betulan sastra yang dicari-cari sama aku seirama sama karya Buya Hamka (imho). Kisahnya absrud banget, menggaet pembaca buat eksplor pikiran si penulis pakai POV lelaki. Awalnya tidak menyangka kalau semua karakter ditulis menggunakan sudut laki-laki nih, unik juga betulan pas sesuai dengan judulnya Sentimentalisme Calon Mayat. Banyak bahasa yang gamblang disebut tanpa ada perhalusan tapi jadi ciri khas sendiri.

Agak mind blowing ya kisahnya sampai harus baca dua kali untuk tau apa maksud keabsrudan alurnya, tapi paling suka yang Sentimentalisme Calon Mayat sendiri dan Seikat Kembang Egois.
Profile Image for — Prbw.
31 reviews
April 16, 2024
Butuh tiga kali baca ulang untuk yakin bahwa cerpen-cerpen Sony Karsono, yang sebagian besar ditulis
seperempat abad lalu jelang Orde Baru tumbang, layak dijadikan salah satu referensi utama karya sastra yang tajam dan bengis melihat kekerasan dan represi budaya di bawah Soeharto. Sebuah penjelajahan yang amboi betul.

Jika saja keputusannya cabut dari dunia kesusastraan dan hengkang ke Korea Selatan sebagai akademisi tak diambil, ia pasti sudah wara-wiri di skena pidato kebudayaan tahunan.

Salah satu bacaan terbaik tahun ini!
Profile Image for Dini Novita.
17 reviews
November 19, 2024
semua isi antologi ini jika dirangkum menjadi kalimat utuh: mengarungi sastra obskur dalam akuarium Surabaya Johnny! butuh hampir empat bulan--sampai kertasnya sedikit menguning--untuk menamatkan isinya hingga di bagian disclaimer bahwa Surabaya Johnny hanyalah karakter novel dan bukan orang sungguhan. gokil! tidak perlu berlembar-lembar kertas, atraksi jungkir balik bahasa dan makna berhasil dimainkan dengan begitu ciamik. sematan penghargaan sastra, buku sastra pilihan tempo, dan anugrah sastra rasanya masih kurang...
47 reviews
November 1, 2024
Buku diancuk!

Sepanjang membaca buku ini saya kerap mengeluarkan umpatan seperti, asu, jiangkrek, sialann, bajingan dsb. Sony Karsono adalah penulis jenius yang datang dari masa depan! Dengan mengadopsi Manifesto Futurisme, Sony berhasil menulis cerita yang uedan tenan untuk penghias jazirah sastra kita. Bayangkan, di tahun 90 an, tahun yang serba terkungkung, ada seseorang yang menulis tentang zombie di arus realisme lokal!!!!
Profile Image for Hanin.
55 reviews4 followers
December 16, 2024
This book introduced me to obscure literature. Referencing to Afrizal Malna in his closing remark of this book, obscure refers to something unclear, blurry, and dark. The first six stories were all like that. While the last... is even more confusing 😂

Reading this book felt like interpreting abstract paintings. Though it's not my favorite genre, I still habe a few favorite titles from this book: Tirai and Meteorit.
Profile Image for Dimas Anggada.
48 reviews
March 29, 2025
Obskur! Cerpen-cerpen ini membuang jauh percakapan sehari-sehari agar lari dari segala makna sederhana untuk hancur lebur. Futuristik, juga eksperimental. Imaji berloncat-loncatan tak tentu arah, hingga menyebrang keluar, menghancurkan tembok-tembok batas bahasa. Absurd, gila, dan kumpulan cerpen ini mempunyai diksi yang bangsatnya setara dengan rasa mendesak ingin memukul pejabat yang korup sampai babak belur, atau lebih baik sampai mati. Luar biasa!
Profile Image for C.
168 reviews1 follower
October 14, 2025
Kumpulan cerita pendek Sastra Indonesia yang sangat menarik dan menghibur, menambah wawasan tentang Orde Baru. Kumpulan cerpen dalam buku ini merupakan representasi akuarium Orde Baru sebagai akuarium yang gelap dalam sejarah Indonesia dan sejarah sastra Indonesia. Sastra yang digambarkan dalam buku ini adalah jalan kegelapan untuk merebut kembali tubuh yang telah dibakukan melalui lembaga-lembaga Orde Baru, terutama melalui lembaga pendidikan yang berkaitan dengan Militer.
Displaying 1 - 30 of 59 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.