Saya jarang membaca buku bergenre seperti ini tetapi surprisingly saya suka bukunya. Saya enjoy membaca serta merefleksi setiap puisi atau madah yang terhidang tentang cinta dan perhubungan dalam buku Jika Nanti Kamu Jatuh Cinta Lagi karya Alfialghazi ini.
Begitu teguh dia dengan prinsip meletakkan Allah di kedudukan yang paling tinggi dan utama walau cinta kepada manusia begitu penting baginya.
Dirinya mengecap bahagia yang mendamaikan apabila perasaan dikemudi dengan berpaksikan Tuhan dan kehidupan abadi.
❤️🩹 Buku ini untuk kamu, perempuan single - tatkala resah menanti soulmate yang penuh dengan ketidakpastian.
💘 Buku ini untuk kamu, yang sudah berpunya - agar perhubungan yang dibina ini suci dan diberkati.
Buku ini mungkin bukanlah buku panduan menyeluruh tentang tema perhubungan jika itu yang awak cari, tetapi buku ini memberi comfort. Comfort untuk mengurus cinta dan perasaan dan dalam masa yang sama, tetap utuh dengan prinsip hidup.
Penulis adalah daripada Indonesia tetapi buku ini sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Melayu, jadi mudah untuk dibaca dan difahami.
Terima kasih Nukilan Biruni untuk buku self-healing dan puisi cinta ini. Awak boleh dapatkan buku ini di Shopee, TikTok Shop Nukilan Biruni atau menerusi laman sesawang nukilanbiruni.com. Ada 3 pakej dengan bermacam-macam merchandise menarik tau.
"Titik terakhir dari mencintai adalah ketika seseorang mengangkat kedua tangannya, berdoa memohon kepada Allah, tetapi bukan lagi tentang keinginan dipersatukan dalam pernikahan. Namun, memohon kepada Allah agar diberikan kelapangan hati agar bisa ikhlas menerima perpisahan."
Nemu buku ini dari reels Instagram dan kebetulan merasa cocok karena situasi mendukung (re:patah hati). Buku ini membantu banget buat aku as a great reminder dan teman patah hati yang relatable di saat aku gak punya tempat untuk berkeluh kesah. Aku sadar agama bisa sangat menenangkan kita saat kita merasa terpuruk. Terima kasih ya.
Yang bikin aku kurang sreg sama buku ini adalah format penulisannya. Kalau aku baca ini sekitar 10 tahun lalu, mungkin okelah. Dulu aku suka banget puisi-puisi yang bahasanya ringan dan model tulisannya tuh patah-patah seperti ini. Tapi sekarang rasanya kurang pas buat aku. Jadi aku lebih prefer menjadikan isi buku ini sebagai catatan daripada puisi, bahkan puisi free-verse.
Isi dalam buku ini cukup menyentuh, ditambah aku sedang berada dalam fase menyukai seseorang dan bingung menghadapinya. Walaupun tentang pernikahan, pertemuan antara dua insan yang dituliskan dalam buku ini sebenarnya gak relate sama aku. Of course, aku masih sekolah dan rasa suka yang aku rasakan ini gak se deep itu, tapi aku tetap ngerasa nyesek saat mengingat orang yang aku suka itu. Dengan isi-isi di buku ini aku sadar bahwa, udahlah, dia, gausah kamu pikirin terlalu jauh. Orang yang memang ditakdirkan untuk kamu, pasti bakal dipertemukan sama kamu, selupa apapun kamu sama orang itu. Dan, it's okay kalau patah hati. Selama kamu berusaha untuk berbenah diri dan gak menggantungkan kebahagiaan kamu kepada manusia, orang yang kamu cinta, itu udah menenangkan banget.
Buku yang mengajak kita untuk tetap merasionalkan hati dan pikiran jika sudah berjumpa dengan kata cinta pada waktu yang kurang tepat. Sikap tegas yang harus kita miliki ketika menyikapi perasaan yang seharusnya tidak kita pusingkan padahal belum pasti bagaimana muaranya. Apakah muaranya akan berujung pada penantian yang diinginkan atau malah pada jurang kesia-siaan? Recommend buat yang sedang bucin di waktu yang belum tepat.
Ini buku ke 3 karya mas alfialhazi yang aku baca, isinnya kata" singkat tapi penuh makna, bisa untuk bahan refleksi kita soal cinta, mungkin ada beberapa kalimat yang ga relate dengan yang aku rasakan saat ini tapi bisa jadi pesan buat aku kedepan nya, kurang lebih isi nya yaa nasihat soal cinta dalam agama islam. Bisa di baca sekali duduk si sebenernya tapi kalau bisa bener" di resapi dan maknai setiap kalimat nya, biar ga salah tangkap dari setiap kalimat nasihat nya.
Buku ke-3 alfialghazi yang kubaca. Buku ini memang beneran daily reminder untuk aku sendiri, waktu ngebaca seakan tertampar kalo seandainya kadang kita masih suka ngehaluin soal jodoh. Semoga kita semua termasuk orang yg sll jatuh cinta ke Allah dulu sebelum ke ciptaannya. Terimakasih banyak utk kak alfi sudah buat buku sebagus ini! 🫶🏻
This entire review has been hidden because of spoilers.