Jump to ratings and reviews
Rate this book

The Life We Lead

Rate this book
Bethany tidak pernah memikirkan tujuan hidupnya. Dia terbiasa menuruti keinginan Papa dan Mama; kuliah harus di jurusan Akuntansi, setelah lulus wajib mengambil pascasarjana di luar negeri, bahkan diminta ikut menjadi penerus bisnis keluarga. Satu-satunya tempat pelarian Bethany adalah Bobamosa, bisnis rintisan minuman boba yang berdiri di atas modal sang kakak, tetapi tak kunjung menggoyahkan rencana orangtuanya. ⁣

Di tengah pemberontakan Bethany, dia malah bertemu Regan, cowok yang mengeklaim sepihak bahwa mereka saling kenal serta datang dengan membawa rahasia pahit dari masa lalu. Semenjak itu, tak hanya berusaha mengarahkan hidup dan menemukan cita-cita masa depannya, Bethany juga perlu membongkar teka-teki psikologis yang nyatanya berdampak bagi diri serta memberi pengaruh besar terhadap tiap-tiap keputusan yang diambilnya.⁣

299 pages, Paperback

Published February 1, 2023

Loading...
Loading...

About the author

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
13 (35%)
4 stars
13 (35%)
3 stars
10 (27%)
2 stars
1 (2%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 23 of 23 reviews
Profile Image for Vania Macaire.
112 reviews55 followers
May 19, 2023
The Life We Lead mengisahkan ttg Any yang memiliki orang tua yg kaya raya dan bisa hidup enak dan mewah sejak kecil. Namun sayang hidupnya selalu menuruti keinginan dan impian kedua orangtuanya. Hidupnya sudah diatur oleh orangtuanya. Mulai dr jurusan kuliah, melanjutkan pascasarjana dimana hingga karir yg harus ia tempuh. Any bahkan tidak tahu ia ingin menjadi apa. Apa mimpinya. Hidupnya selalu dlm bayang² orang tuanya. Bisa dibilang status Any adl sebagai "anak yang memikul banyak harapan orang tua". Gak cuman Any aja, tapi Ino, kakaknya Any, satu²nya saudara kandungnya juga memikul beban yg sama. Mereka sudah disiapkan untuk menjadi penerus bisnis keluarga. Bahkan di kampus pun Any dikenal dengan nama: anak penanam modal.
🥧
Any merasa tertekan jika ia harus melanjutkan karir sbg penerus bisnis keluarga. Ia pun juga ingin mandiri dan bisa dipandang oleh orang tuanya. Maka dari itu Any membuka bisnis Bobamosa, cafe yg menjual minuman boba serta kue². Modalnya pun Any pinjam dari kakaknya yg memang sudah bekerja di perusahaan keluarga. Dengan dibukanya Bobamosa Any berharap bisa mendapat pengakuan dr orangtuanya dan terlepas dr tanggungjawab sbg penerus bisnis keluarga.
Tapi apakah arti Bobamosa hanya sebatas: jalan pintas untuk keluar dr bayang² org tuanya?
🥧
Kisah Any gak hanya soal perjuangan dia untuk bisa membahagiakan orang tua, membanggakan keluarga dan perjalanan mencari impiannya. Tapi Any juga akan kembali bertemu dengan Regan, sosok yg ternyata begitu penting dalam hidup Any namun terlupakan. Kok bisa ya? Regan itu sebenarnya siapa? Kehadiran Regan kembali ternyata menguak rahasia terpendam dan membuat Any harus membongkar teka-teki psikologis yg ternyata sangat berpengaruh besar bagi hidup Any.
🥧
Apa yg aku suka:
1. Covernya simple tapi cantik banget
2. Gaya bercerita penulis yg ngalir dan enak untuk diikuti
3. Alurnya juga pas, tdk lambat atau terlalu cepat.
4. Asik banget ikutin kisah Any dan konflik² yg penuh ketegangan namun sangat apik
5. Kisah kehidupan yg relate ke banyak orang
6. Pesan moral yg ingin disampaikan penulis, serta banyak banget pelajaran hidup yg bisa kita ambil, seperti: Hidup kita ini, kita yg jalanin. Jadi, cari apa mimpi kamu. Usahakan, kerja keras dan raih.
7. Bonus partnya seru banget! Berharap banget bisa ada sekuelnya 😍
8. Rahasia dan masa lalu Any dan Regan yg ternyata tidak sesederhana itu. Dan asli gak ketebak banget! Seruuu !!
9. Kisahnya cukup emosional dan penulis mampu banget membuat pembaca turut merasakan apa yg dialami tokoh²nya. Semua emosi selama aku baca novel ini dan bonus partnya bener² campur aduk banget. Sukak!
10. Kisah yg akan selalu membekas diingatan.
11. Terakhir, baca ini bikin aku jadi pengen minum boba dan icipin kue² lezat yg ada dj Bobamosa
🥧
Tokoh fav:
Any
Regan
Ino
🥧
Buku yg cocok dibaca oleh siapa aja terutama kalian yg butuh bahan bakar untuk meraih impian-impian kalian.

Rate: 4.5/5🌟
Profile Image for insightcure.
56 reviews3 followers
Read
June 19, 2023
"Hidup siapa yang lo jalani selama ini, Any?" —hal 107

Nyess. Aku bukan Bethany, tapi pertanyaan Regan rasanya seperti menembus hatiku juga. Untung saja pertanyaan seperti ini belum pernah ditanyakan siapapun kepadaku (karena lebih sering aku yang bertanya sendiri), jadi biarlah tokoh fiksi ini yang menanyakannya.

Bethany tidak tahu apa tujuan hidupnya. Sedari kecil, semua hal sudah diatur sedemikian rupa oleh orangtuanya. Dengan mendirikan bisnis minuman boba "Bobamosa", artinya dia butuh "pengakuan" dan itu justru sulit didapatkan. Orangtuanya menganggapnya hanya iseng atau sekadar batu loncatan sebelum meneruskan bisnis keluarga.

Kalau kalian sekarang sedang menjadi mahasiswa dan senang kegiatan kewirausahaan ataupun berorganisasi, karakter Any bakal ampuh menularkan semangat yang besar untuk kuliah bersungguh-sungguh. Tipe orang kaya yang gunakan privilese dia sebaik-baiknya. Dia punya usaha, ikut pemilihan Presma BEM universitas dan juga masih cekatan menyelesaikan tumpukan tugas kuliahnya. Penulis berhasil menghidupkan suasana wara-wiri di kampus yang memang sehectic itu (dan semumet itu).

Dari kisah Any dan Regan, aku belajar beberapa hal :
🌻 Orangtua menginginkan yang terbaik untuk anak. Jangan sampai wujud kasih sayang yang diberikan berupa paksaan, sebab beragam masalah bisa timbul akibat pemaksaan yang berlebihan.
🌻 Tidak meninggalkan apa yang telah dimulai dan menjadi keputusan kita dahulu.
🌻 Menyadari ada orang-orang yang begitu tulus memerhatikan kita dengan cara yang berbeda-beda. Barangkali tak semuanya bisa kita tafsirkan dengan baik.
🌻 Gak perlu menjadikan penilaian orang lain sebagai standar keberhargaan kita.
🌻 We are stronger than our nightmare. Menghargai apa yang kita punya sekarang adalah cara yang lebih baik daripada menyesali hal-hal yang terjadi di luar kontrol kita.
🌻 People come and go. Adakalanya kita perlu merelakan orang-orang pergi agar hidup kita gak stuck atau malah mundur.

Funfact, buku ini bikin aku pengen minum boba dan rhubarb horns. 😭
Profile Image for anggiareads.
51 reviews44 followers
March 21, 2023
Waaaah.. buku ini komplit bgt yaa ceritanya. Romance, hubungan antara anak & orangtua, mimpi dan tujuan, trauma masa lalu, serta persahabatan antara Any & Priska. Oh ada juga ilmu bisnis nih. Bisa buat ide jika kalian berjiwa bisnis 🤭. Trus baca buku ini aku tu serasa ikutan di nasehati dan termotivasi sama ucapan2 Regan. Aaaah Regaaaan 😍. Sosokmu mengalihkan khayalanku 🫶🏻.
.
Jadi, buku ini bercerita ttg hidupnya Bethany, biasa dipanggil Any. Punya cafe “Bobamosa”, (aku suka penggambaran interior cafenya. Cita2 bgt punya cafe begitu 🥹). Bobamosa berawal dari sebuah pelarian ataupun panggung unjuk gigi bagi Any terhadap orangtuanya. Any punya sahabat bernama Priska, semenjak kuliah di MU. Mereka terhubung karna satu alasan yg sama. Orangtua.
.
Awalnya aku marah dengan ulah Priska, tp itu satu2nya cara Priska utk bertahan, terutama dari Lavi. Sang ayah. Serta mendapat pengakuan bahwa ia bisa lebih dari Any. Walaupun dengan cara yg salah sekalipun.
.
Lalu ada masa lalu Any, yg meninggalkan jejak traumatis cukup mendalam, sehingga melupakan Regan, lalu membentuk kepribadian Any yg serba gak enakan, takut kehilangan, mendahulukan kepentingan orang lain diatas kebahagiaannya sendiri, dan memendam semua yg di inginkannya.
.
Cerita dibuku ini rapi banget alurnya sampai di penyelesaian konflik. Semua dapat porsi yg pas. Cuma agak kurang di Regan aja, aaah. Regan itu sosok yg dewasa bgt, menerima segalanya dengan ikhlas, juga yg akhirnya membantu Any membuka pikiran dan menemukan kembali identitas diri.
.
Aku pribadi selalu percaya, bahwa sebenarnya setiap orangtua memang selalu ingin yg terbaik utk anaknya, tp mgkin beberapa cara mereka ada yg dianggap salah dan seringnya tidak sesuai dengan kondisi sang anak.
.
Buku ini membuka pikiran ku utk melihat sesuatu baiknya dari banyak sisi.
Profile Image for Tira Lubis.
298 reviews4 followers
March 14, 2023
4⭐

"Dia memahami kalau orang tua ingin yg terbaik untuk anak-anaknya, tetapi ia ingin tahu, seberapa sulit bagi orang tua untuk mendengar keinginan anak?"

--------------------------------------------------------------
Pertama kali baca tulisan kak Johana dan aku suka, buku ini page turner banget. Tema yg diangkat juga menarik, bukan hanya tentang seorang anak yg dituntut banyak oleh orang tuanya, tapi juga bagaimana memperjuangkan mimpi dan cita-cita, serta masalah pertemanan yg kerap terjadi pada remaja.

Aku cukup suka karakter Any, walupun sebenarnya dia tau apa yg dia mau dan bagaimana mewujudkannya, hanya saja dia terlalu berusaha menyenangkan banyak orang sehingga dia lebih sering mengorbankan keinginannya.

Aku juga suka Regan dari awal misterius banget dan kayak ga percaya kalau Any ga inget sama dia, tapi lama-lama dia jadi mendukung Any dan secara tidak langsung membantu Any untuk mengambil keputusan penting dalam hidupnya dan menyadarkan Any bahwa dia tidak harus selalu menyenangkan semua orang.

Sebel banget sama Priska, yg katanya sahabat tapi bisa setega itu sama Any, walaupun memang dia melakukan itu karena tekanan dari orang tuanya juga, tapi parah banget sih.

Endingnya cukup memuaskan, cuma penyelesaiannya kurang smooth menurutku. Tapi overall aku menikmati banget baca buku ini. Perkenalan yg manis dengan tulisan kak Johana. Oh iya dan sepanjang baca ini tuh aku ngiler banget pengen makan rhubarb horns buatan Regan 🤤.

Dari buku ini kita belajar bahwa kita tidak bisa membahagiakan semua orang dan bukan tugas kita juga untuk melakukan itu. Lalu sebagai orang tua memang wajib mengarahkan anak menjadi lebih baik tapi bukan berarti memaksakan kehendak dan mengabaikan keinginan anak itu sendiri.
--------------------------------------------------------------
"Enggak semua orang bisa lo bahagiain, enggak semua orang juga hadir membawa kebahagiaan."
Profile Image for Sella   (claudieslibrary).
127 reviews11 followers
March 16, 2023
Buku ini mengajarkan bahwa hidup tidak semanis bobba apalagi selezat pastri rhobab horns🫠

Gimana gimana? Baik, mari kuceritakan sedikit kesan membacaku saat membaca buku ini. Blurb bisa dilihat di slide dua, ya.

Buatku yang baru membaca tiga karya penulis, buku ini terasa berbeda. Ada perkembangan tulisan yang menurutku “ini baru kak Jo banget nih” dari segi karakterisasi tokoh bahkan sampai detail-detail makanan & soal bisnis yang kurasa pas. Aku juga merasakan bagaimana chemistry Any & Regan mulai terasa sejak bab pertama. Misteri juga mulai terbangun sejak perkenalan awal. Ini yang membuat pembaca penasaran.. sebenarnya siapa Regan ini? Ada apa dengan Any? Well writen, Kak Jo, krn sudah berhasil mempertahankan misteri tersimpan rapat hingga pertengahan cerita.

Deskripsi penokohannya juga terasa pas. Ada keunggulan fisik & pendidikan dari tokohnya tapi tidak over glorifying pada keindahan semu itu, semua sebatas informasi yg harus pembaca tau. Aku suka yang begini. Jadi, pembaca fokus pada konflik. Porsi ttg dunia bisnis kuliner yg digeluti anak kuliahan juga terasa cocok, nggak terlalu sulit atau terlalu sultan untuk dijalani.

Namun, saat proses traumatis Any dijelaskan & saat proses pulih dirinya.. buatku masih terasa kurang. I mean.. utk kejadian berefek besar buat ingatannya, aku berharap ada coping mechanism yg lebih kuat.. misalnya ada momen bimbingan psikologis,tidak hanya interaksi sosial saja. Mungkin saja proses pemulihan ini bisa lebih banyak porsinya apabila porsi Priska tdk banyak😀 dgn begitu proses bangkitnya Regan juga lebih terekspos. Bagaimana Regan berjuang dengan kehilangan-kehilangan yg dialami dirinya & proses dia berjuang dengan mimpinya.. aku rasa ini juga bisa jadi hal yang menarik untuk diceritakan. Priska biar jd selingan aja deh hueheuhue..

Meski begitu, aku suka sekali dgn pesan moral yg hendak disampaikan penulis. Kita boleh punya mimpi, punya harapan & meski itu bertentangan dgn keinginan orangtua, yg harus kita lakukan adl membuktikan kalau kita mampu bukan memberontak. Mengajarkan pembaca utk tetap berlaku hormat pd orangtua & belajar memperjuangkan diri sendiri.
Profile Image for Like Sigiro Dessertofsoul.
7 reviews1 follower
March 19, 2023
Pertama kalinya aku baca buku romance lagi setelah lebih dari 10 tahun 😂😂 Jujur awal baca, baru belasan halaman, aku skip karena takut aja sama ceritanya, kaya males aja gitu kalau berbau cinta² an lagi.

Entah karena apa akhirnya aku teruskan baca nya, eh malah keterusan donk. Bahkan terbayang² terus sama Any & Regan sewaktu beraktifitas 😂😂 Buku ini page turner banget sih 😍

Aku suka alur dari buku ini, gaya bahasanya juga ga ngebosenin. Dan ya, di luar ekspektasi ku banget sih, buku ini tuh romance nya hanya segelintir aja. Justru dari buku ini banyak pelajaran yang bisa kita dapat.

Banyak pesan & makna yang ingin disampaikan penulis jika kita lihat dari segi pandang yang berbeda. Mulai dari hubungan persahabatan, hubungan antara anak & orang tua, cara asuh/didik anak. Dan jujur dari buku ini aku belajar banyak juga untuk pengasuhan anak² ku nantinya.

Aku setuju dengan Regan & Ino, orang² yang datang di hidup kita itu punya tujuan tersendiri, ga harus berujung bahagia. Dan untuk membahagiakan orang lain itu, bukan dengan cara menyenangkan orang lain tanpa peduli dengan diri kita sendiri.

Yang paling aku ga suka adalah Priska. Benar kata Regan, meskipun Priska ditekan oleh keluarganya, tapi bukan berarti perbuatan Priska ke Any itu bisa dibenarkan. Menurutku Priska itu benar² jahat sih, & salutnya, Any itu berjiwa besar banget 🥺🥺

Overall aku suka buku ini, dan aku merekomendasikan buku ini untuk kamu yang suka tentang persahabatan, atau mungkin yang ingin melihat hubungan anak & orang tua dari berbagai sudut pandang yang berbeda. Dan buat yang mau belajar bisnis juga bisa nih, karena ada beberapa bahasan tentang bisnis & pastry yang disematkan di buku ini namun menurutku cukup detail 🥰🥰
Profile Image for Rossa Imaniar.
224 reviews6 followers
August 30, 2023
“Dia memahami kalau orang tua ingin yang terbaik untuk anak-anaknya, tetapi dia ingin tahu, seberapa sulit bagi orang tua untuk mendengar keinginan anak?”

“Sekalipun lo berusaha jadi sahabat yang baik dan berniat menolong, bantuan yang lo berikan enggak seharusnya membuat lo menempatkan prioritas pribadi di urutan terakhir.”

“Kadang-kadang, memilih sesuatu yang bikin lo bahagia lebih berarti daripada jadi yang terbaik.”

“Kalau hubungan persahabatan kalian bikin lo tertekan, itu udah enggak sehat. Lo selalu punya hak buat keluar dari ikatan itu, apalagi kalau berpotensi membahayakan diri sendiri.”

“People come and go. Kadang-kadang, kita perlu merelakan orang-orang seperti itu pergi supaya hidup kita enggak jalan di tempat atau malah mengalami kemunduran. Orang-orang yang ditemui dan pada akhrinya beririsan nasib sama lo bisa disebabkan oleh banyak hal. Mungkin pada saat itu, lo butuh mempelajari arti kehilangan, atau belajar merelakan, atau seperti sekarang, lo sedang diajari supaya kelak bisa selektif memilih orang-orang terdekat, yang bisa bikin lo bahagia ketika terlibat dalam hubungan itu.”

“Mungkin lo ngerasa lemah, menyesal, sedih karena kepergian seseorang. Tapi, kita masih punya masa depan yang harus dilalui. Ada cara yang lebih baik dibanding menyesali hal-hal yang terjadi di luar kontrol kita, yaitu dengan menghargai apa yang lo punya sekarang.”

“Enggak semua orang bisa lo bahagiain, enggak semua orang juga hadir membawa kebahagiaan.”

“Kamu enggak perlu menjadikan penilaian orang lain sebagai standar keberhargaanmu. Just do what makes you happy.”

Aku sukaaaa dengan novel ini, dan aku kasih nilai 4/5 🌟. Dilihat dari judulnya, sudah jelas, kita sebagai pembaca jangan berharap bisa menemui cerita dengan kisah cinta yang bikin pembacanya baper di novel ini. Seperti yang tertera dalam Profil Penulis. Di sini penulis berupaya mengangkat isu-isu yang berdampak terhadap pengembangan diri, khususnya terkait kesehatan mental.

Jadi novel ini tuh bercerita tentang seorang gadis bernama Bethany—Any. Dia terlahir dari keluarga yang kaya raya. Nah, si Any ini merasa hidupnya tertekan karena tuntutan dari kedua orang tuanya. Sebab jalan hidup Any sudah ditentukan oleh kedua orang tuanya. Semua harus sesuai dengan pilihan orang tuanya, bahkan dalam hal bersosialisasi pun Any dipantau oleh orang tuanya.

Tentu sebagai orang tua, meraka ingin yang terbaik untuk anaknya. Tapi, selain itu ada alasan lain yang membuat orang tua Any memperlakukan Any seperti itu. Alasan yang sengaja disembunyikan orang tuanya dari Any karena menyangkut peristiwa buruk di masa kecilnya. Yang membuat Any kecil trauma dan memilih manampik peristiwa itu, menganggap peristiwa buruk itu tidak terjadi. Hingga berdampak pada kesehatan mentalnya. Dia kehilangan ingatan tentang peristiwa buruk itu.

Nah, si Any ini punya teman deket namanya Regan dan Priska. Regan ini, sebenarnya teman masa kecil Any. Berhubung Regan ini memiliki sangkut paut dengan peristiwa buruk yang menimpa Any waktu kecil, jadi Any nggak inget sama Regan. Di sini nanti Regan memiliki peran untuk mengembalikan ingatan tentang peristiwa tersebut. Regan ini baik. Dia bijak, selalu mendengarkan Any dan siap memberi solusi atau nasihat pada Any.

Lalu si Priska, dia ini satu-satunya teman dekat Any di kampus. Kehidupan Priska nggak jauh beda dari kehidupan Any. Dia juga dituntut orang tuanya untuk menjadi yang terbaik. Jika Priska gagal, dia akan mendapat siksaan fisik dari ayahnya. Orang tuanya sering membanding-bandingkan dia dengan Any. Dari situ, muncullah rasa benci, iri dalam diri Priska kepada Any. Priska melakukan berbagai upaya untuk menjadi yang terbaik, bahkan tak segan-segan menyakiti Any.

Aku suka dengan gaya bercerita penulis, ngalir dan enak untuk diikuti. Emosinya dapet banget—aku sampai benci banget sama si Priska. Untuk alur ceritanya sendiri tidak lambat dan juga tidak terlalu cepat. Perkembangan tiap karakter tokohnya juga oke, tidak terkesan dilebih-lebihkan. Penyelesaian konfliknya pun juga pas, semua konflik yang dihadapi tiap tokoh terselesaikan dengan baik dan memuaskan. Selain itu, banyak nasihat-nasihat yang bisa kita ambil dari novel ini sebagai pengingat bagi diri sendiri.
Yang jelas novel ini rekomended banget buat dibaca..
Profile Image for Riona Primavera.
89 reviews8 followers
April 17, 2023
2,5/5 bintang.

Pertama-tama, aku mau bilang kalau aku akan ekstra 'pedas' di sini, karena selain faktor kehidupan dunia nyata yang sudah pahit, buku ini menawarkan pengalaman baca yang bikin aku pengin garuk tembok saking kesalnya.

Secara teknis, buku ini juga memiliki font yang cukup kecil dan jenis font yg nggak umum buat tulisan fiksi. Selain itu, kertasnya sedikit tipis yang menyebabkan stabilo mudah sekali tembus ke halaman selanjutnya.

Namun, di sini aku akan membahas aspek dari 'dalam' buku ini.

Jujur, pertama kali aku membaca nama karakter dan premis buku ini, aku sangat tertarik untuk beli dan membaca. Branding dari Penulis juga bagus, menceritakan struggle mahasiswa universitas. Klasik buat genre Young Adult. Mari kita lihat bagaimana eksekusinya.

Hasilnya... meh. Sangat meh, kalau boleh jujur. Banyak unek-unek yang ingin kusampaikan. Omong-omong, review ini nggak akan ku-upload di IG karena aku punya prinsip untuk nggak upload review buku yang nggak cocok denganku.

Balik ke reviewnya, menurutku buku ini sudah membuatku 'capek' dari awal cerita. Gaya penulisannya nggak jelas antara baku dan nggak baku. Flow-nya juga nggak lancar karena penuh dengan deskripsi yang sebenarnya nggak perlu atau bisa dialokasikan dengan lebih cerdik. Dan flow yang 'aneh' ini terjadi di sepanjang buku. Bikin capek sehingga aku sering melewati beberapa bagian.

Aku sampai hafal polanya. Satu kalimat percakapan akan diikuti dengan satu paragraf penjelasan/deskripsi, baik itu penjelasan ttg apa yg dipikirkan oleh tokoh yg mengucapkan perkataan tersebut atau kejadian yg terjadi di sekelilingnya. Setelah penjelasan itu, baru ada percakapan lagi. Bayangin aja, betapa lelahnya pembaca membaca semua penjelasan/deskripsi tersebut demi sampai di percakapan selanjutnya. Apalagi ketika pola ini juga diterapkan saat satu karakter sedang berbicara dengan karakter lainnya. Come on!

Akhirnya, inilah yang membuatku memilih membaca dengan metode skimming. Lebih efisien karena aku sedang dalam mood yang buruk.

Oh ya, ini opini personal, tapi nama sekeren Bethany kenapa disingkat jadi Any ya? Apa demi matching dengan nama kakaknya yang juga dari Bethovino menjadi Ino? Aneh. Nama panggilan Any dan Ino ini jadi kerasa nggak spesial. Terlalu pasaran, padahal dasar nama dari panggilan tersebut sudah menarik.

Meski aku skimming, aku tetap bisa dapat inti cerita dari buku yg kubaca ini. Dan... tetap saja menyebalkan (pengalaman bacanya). Alurnya terlalu dramatis sehingga nggak terkesan nyata dan relatable. Any yang merupakan mahasiswi semester tiga yang notabenenya paling-paling berusia 20 tahun kerasa seperti karakter 25 tahun ke atas. Pemikirannya, apa yg terjadi padanya, privilesenya. Semua itu lebih cocok untuk karakter yang sudah lulus kuliah.

Karakter Regan juga sebenarnya lebih cocok nggak ada. Dia ada untuk meng'ada'kan unsur romansa dengan Any. Buatku, romansanya kerasa terlalu memaksa, apalagi dibumbui dengan masa lalu yang menurutku juga dirancangnya kurang matang. Karakter Regan ini khas banget sama premis tokoh protagonis cowok di drama Korea jadul. Nggak riil. Kerasa banget dua dimensinya karena kurangnya emosi dan latar belakang. Istilah 'too good to be true' ingin kuubah menjadi 'too weird to be true'.

Sebenarnya, kalau mau melihat buku ini secara keseluruhan, buku ini menurutku bisa dibilang drakor jadul dalam format buku. Eksekusinya nggak kerasa mantap. Nggak ada yg baru. Karakter Priska juga khas cewek antagonis yang jahatnya jahat banget, tapi si Priska ini juga punya masa lalu kelam. Dan Bethany adalah kebalikan dari Priska, yang punya segudang masalah, tapi hidupnya selalu lancar dan ini yg bikin Priska nggak bisa tinggal diam.

Klise dan membosankan. Mohon maaf saja.

Terakhir, aku juga nggak relate sama sekali dengan kehidupan Bethany yg kuliah di universitas mahal dan punya keluarga tajir yang bergerak di bidang bisnis. Dia punya masalah, tapi aku nggak kasihan sama sekali dan nggak tertarik buat tau. Dan balik ke poin yg udah kubilang sebelumnya, dia ini lebih kayak karakter berusia 25 tahun ke atas. Dan spoiler alert, meski bagi anak kuliahan skinship itu sudah awam antar lawan jenis, tapi semester tiga kuliah itu sepemahamanku masih sibuk mencari jati diri karena masih tergolong mahasiswa baru di lingkungan yg baru. Dan tokoh utama (Any dan Regan) sampai bisa ciuman? They are freaking 19ish years old!
Profile Image for Autmn Reader.
952 reviews105 followers
March 24, 2023
Akhirnya selesai jugaaa, wkwk. Lega banget bisa beresin buku ini. Baca di Gramedia Digital.

Nah, naaah. Dari mana ya.. Hm...

• Pros:

- Aku suka dengan 3 background story karakter yang sama-sama kuat di buku ini. Jadi aku bisa memahami jalan-jalan yang mereka ambil tanpa perlu mempertanyakan kenapa ada orang kayak Priska atau kenapa ada orang kayak Any.

-Gaya bercerita yang enak dibaca dan detail dari event2 yang diadakan di buku ini kadi lebih kaya. Kayak acara debat, tentang bisnis. Jadinya pas baca kayak aku ngerasa diberitahu hal baru.

-Endingnya lumayan memuaskanku dengan semua orang yang akhirnya punya jalannya masing-masing.

• Cons:

-Too detail. Wkwk. Iya di atas ada sih aku masukin kelebihan, tapi sumpah, draggy parah bahkan pas dari masih chapter pertama. Makin parah dengan detail-detail yang nggak begitu perlu. Bahkan dengan dialog yang super duper panjang, yang sebenernya nggak relevan sama cerita itu bikin bosen juga. Seandainya deskripsinya menarik, dialog sepanjang itu nggak akan bosen karena menarik. Tapi karena terlalu lelah, jadi berasa nggak penting semuanya.

-Aku nggak bisa simpati sama siapapun. Karena deskripsinya yang bejibun itu, aku jadi nggak begitu peduli sama tokoh-tokohnya dan hal yang ada di pikiran aku adalah pengen cepet beresin buku ini. Waaupun di akhir aku sedikit peduli sih sama nasib Priska, wkwkwk.
Profile Image for blackferrum.
766 reviews63 followers
May 8, 2024
Actual rating: 3,5

Greget banget sama dampak dari konflik di buku ini. Bayangin orang yang paling sering disandari malah balik nusuk, rasanya kayak ugh. Tapi, untungnya, karakter Bethany nggak dibikin loyo macam kertas habis disiram air (a.k.a masalah). Kupikir lagi, ini NA, alih-alih YA.

Sebenernya lagi, aku agak lupa bagian romansanya gimana, hehe, karena emang banyakan porsi bahas pencarian jati diri dan ingatan Any, sih. Yang mana malah bagus. Perubahan Any yang awalnya nurut aja sama orang tua akhirnya mau mengubah kebiasaan dan mulai memperjuangkan keinginannya.

Nah, bahas soal karakterisasi, aku rasa agak ambigu. Well, okelah, yang kelihatan agak "goyah" itu Regan. Awalnya sinis banget, kan, tiba-tiba jadi soft banget. Iya, emang dijelasin kenapa dia begitu, tapi kayak nggak nyangka bakal secepet itu. Karakter yang aku lumayan suka malah si Priska. Yep, dia emang menjengkelkan, tapi perilakunya reasonable. Kayak jelas gitu lho, karena begitu, jadinya begitu. Terus di akhir juga bukannya ada drama nggak penting, tapi kayak yaudah, karena dia begitu mau dibikin kayak gimana lagi? Udah pas kan akhirannya begitu.

Ada juga yang bagiku agak sayang soalnya nggak dioptimalkan. Ino, kakak Bethany. Di awal emang kelihatan banget kontribusinya, tapi di pertengahan menghilang. Di akhir, waktu udah mau bubaran nongol lagi. Emang berpengaruh sih sama satu dua hal yang bikin Bethany bisa jadi karakter Bethany, cuman ya sayang itu tadi, nggak dimaksimalkan keberadaannya. Atau mungkin bakal ada ceritanya sendiri ya, jadi disimpen dulu? Entah.

Overall, aku suka sama jalan cerita. Minus bagian pemaparan rencana proker calon ketua BEM itu yang panjang banget, entah kenapa padahal dipotong pun tetap nggak bakal memengaruhi jalan cerita. Kalau tujuannya supaya memperlihatkan kelemahan cawakabem, rasanya nggak perlu dikasih penjelasan sedetail itu. Tapi, sisi lainnya, menunjukkan bahwa penulis punya wawasan yang luas (dan maybe di bidang yang itu--bahasan yang jadi topik bahasan rencana proker).
Profile Image for ileftmybookshere.
261 reviews89 followers
April 28, 2023
Pertama kali kak Johana reached me out buat kirimin aku buku ini, aku super happy karena it's been a long time that i've waited to finally can read a self improvement fiction karena jujur aku tuh gabisa betah baca self improvement karena gampang bosen jadi aku lebih memilih untuk bacain buku fiksi dibanding nonfiksi, terutama buku fiksi yang punya banyak life lesson.

So here we go, aku mau kenalin kalian sama novel The Life We Lead. Ceritain tentang Any yang harus penuhin ekspektasi orangtua ditambah selalu dituntut sama orangtuanya untuk lanjutin bisnis yang sudah dirintis ayahnya. Any punya sebuah kafe bernama Bobamosa dan Bobamosa ini sering dianggap remeh sama orangtuanya. Any sendiripun masih bingung kalo ditanya apa cita-cita atau mimpinya sendiri, apakah itu membuka kafe untuk memuaskan ayahnya? Any tidak pernah tau sampai akhirnya dia ketemu sama Regan, seorang koki di restoran mewah yang ternyata punya cerita masa lalu yang akan menjadi misteri di kisah Any ini. Di kisah Any, kita akan menemukan banyak sekali pelajaran hidup tentang menemukan cita-cita dan mimpi kita, tentang dealing with our parents's expectation, cara kita dealing sama frenemie (friend become enemy) dan yang paling utama ngajarin kita tentang pentingnya komunikasi dalam suatu hubungan terutama hubungan ortu-anak. Benar-benar self improvement berkedok novel wkwkwk

Dari segi narasi, jujur rapi sekali dan berasa lagi bacain cerita luar negeri yang diterjemahin ke indo hehe. Dari penokohan, udah jelas banget dan berasa deket banget sama Any, berasa mau pelukin dia. Terus dari segi konflik menurutku udah pas seperti kue yang ga manis ga tawar, pas aja gitu dan bisa dinikmati dengan baik 🫶🏻

Lastly, aku mau berterimakasih kepada kak Johana karena udah kirimin buku ini dan terima kasih untuk pelajaran tersirat dari cerita Any ✨️ Buku ini menjadi perenungan buat aku, aku juga mulai bertanya sama diri sendiri..cita-cita dan mimpiku apa sih? Terus lewat pertemanan Any & Priska, aku jadi mikir ternyata ada lho 'Priska' di hidupku dan yang perlu aku lakuin cuma biarin aja "People come and go" seperti kata kak Ino dan kadang kita ga perlu pertahanin pertemanan yang lebih banyak kasih dampak buruk daripada dampak baik ke kita.
Profile Image for gq .
153 reviews
September 14, 2024
bagus sebenernya tapi aku kurang suka sama narasinya hehe. terlalu detail... ini alasan remeh bgt gak sih? sebenernya narasinya juga bagus ya puitis gitu, cuman jadinya ya itu terlalu detail he he. terus ada beberapa bagian yang kayak bisa ini mah dipotong aja diceritainnya gak usah sedetail itu. karakter regan menurutku agak ada gap sedikit, dari yang tadinya galak jadi super soft abis... transisi regan dari galak ke tbtb softboy itu harusnya lebih diceritakan ya menurutku sih. tpi bagian pencarian jati diri Any aku suka kok. dan permasalahan Any-Priska ini menurutku paling menarik he...he...
Profile Image for Na.
27 reviews
June 29, 2023
The Life We Lead mengajarkan kita sebagai pembaca soal hidup yang dibungkus pilihan, pertanyaan tentang tujuan, dan konsekuensi. Tak hanya itu, hidup juga tentang hal-hal yang terjadi di luar kuasa tangan kita dan bagaimana menghadapinya. The Life We Lead adalah tentang semua yang menjadi kendali kita dan yang tidak.
Profile Image for nasya.
889 reviews
July 22, 2023
Suka sekali sama alur ceritanya, konflik-konflik dan tokoh-tokohnya pun nggak nyesel untuk diikuti. Konflik Priska yang bikin emosi ke ubun-ubun, sama Regan yang super-duper bikin melted, dan konflik keluarga yang juga ngena banget. Pokoknya kayak every single komponen di buku ini pas banget buat aku
Profile Image for Inez Afsana.
3 reviews
April 21, 2023
Karya terbaru yang selalu ditunggu-tunggu karena memang worth to read. Permasalahan yang dihadapi tokoh utamanya sangat sesuai dengan anak-anak muda zaman sekarang, problem mencari tujuan hidup, jati diri, trauma, luka-luka yang belum selesai, dan keraguan akan masa depan. Rahasia yang ditutup rapat dibalut dengan narasi apik membuat buku ini sungguh addicted and page turner.

Penulis konsisten menebar isu mental health di setiap novel karyanya, meskipun yang kali ini disesuaikan dengan usia tokoh, yakni sekitar 20-an tahun sehingga pembahasannya lebih ringan.

Dengan pemikiran generasi muda yang melek pengetahuan, tidak hanya melulu menye-menye dan childish, tokoh utamanya pun memiliki perkembangan karakter yang dinamis, diikuti konfliknya juga bombastis. Istimewanya, buku ini menyelipkan ilmu bisnis. Kenyataannya, dunia sekarang memang hampir dikendalikan oleh generasi-generasi muda yang kreatif.

Buku ini tidak mengedepankan romance, melainkan lebih ke perkembangan karakter tokoh utama terhadap diri sendiri. Yang menarik di sini tidak hanya tokoh utama saja yang berkembang, tetapi tokoh seperti Priska (sahabatnya Any) dan Regan juga, semua punya peran masing-masing dalam porsi yang pas. Tidak berlebihan, tidak dibuat-buat, semuanya terasa natural dan konfliknya saling berkesinambungan membentuk karakter sang tokoh utama.

Kutipan Favorit:
“Dia hanya pion yang sampai kapan pun tidak pernah menjadi raja atas segala hal yang dia kerjakan.”

“Dia menjadi paham bahwa ada hal-hal yang tidak perlu diketahui orang lain, alasan-alasan tersembunyi yang selalu menjadi rahasia tiap-tiap orang.”
Profile Image for Elisabeth Beatrice.
162 reviews8 followers
November 27, 2023
"... Enggak semua orang bisa lo bahagiain, enggak semua orang juga hadir membawa kebahagiaan." - Pg. 269

Bethany—Any, adalah bungsu dari 2 bersaudara. Putri pasangan Huber ini adalah salah satu calon penerus dari Nutreau yang sekarang masih menjadi mahasiswa akuntansi di Menorah University. Bethovino—Ino, sang kakak lah yang sekarang berada di Nutreau untuk membantu bisnis keluarga.

Any sebetulnya tidak ingin meneruskan bisnis keluarga maka atas bantuan sang kakak, ia mendirikan Bobamosa yang menjual berbagai ragam minuman boba dan pastry. Tapi sejujurnya, Any masih belum menentukan tujuan hidupnya. Semua berubah ketika ia bertemu Regan yang ternyata adalah sosok dari masa lalu Any yang tak sengaja terlupakan.
.
Membaca kisah Any ini aku seperti bercermin. Soal tujuan hidup dan cita-cita yang rasanya masih abu-abu seringkali kurasakan. Bedanya, aku tidak harus ikut keinginan orangtuaku seperti Any.

Kehadiran Ino dan Regan sedikit banyak membuat Any mempertanyakan tujuan hidup dan kemudian memperjuangkannya, di tengah badai persahabatannya dengan Priska yang ternyata sangat rapuh. Aku dibuat cukup terkejut dengan fakta yang Regan bawa terkait masa lalu dan orangtua Any yang sebetulnya tahu apa yang terjadi.

Menurutku, banyak sekali hal-hal yang bisa dipetik dari kisah ini. Tentang keluarga, persahabatan, rasa iri, menentukan tujuan hidup bisa kalian temukan di sini. Ada romance tipis-tipisnya yang cukup bikin senyum-senyum salting. Rekomen!
Profile Image for Amelia Priscillia.
31 reviews
March 2, 2025
3,5 ⭐

🧋 The Life We Lead (TLWL) adalah kisah dari Bethany (Any) Yunanda Huber, seorang gadis kaya yang sementara berkuliah di jurusan akutansi.
Any dikenal di kampusnya sebagai Si-Anak-Penanam-Modal.
Lantas, apakah kehidupan Any yang bergelimang harta itu bahagia?
Nyatanya tidak!

🧋 Dia selalu berusaha untuk mengikuti kemauan orang tuanya, dan sering menampilkan senyum formal untuk menutupi perasaannya yang sebenarnya.
Dalam keluarganya, serasa hanya Ino, kakak lelaki kandungnya, yang mendukung keinginan Any.

🧋 Di samping keluarga Huber, hidup Any bisa dikatakan hanya dikelilingi oleh segelintir orang.
Di kampus, Any menjalin hubungan dengan Priska, sahabatnya, dan Jovan, kakak tingkatnya sekaligus calon ketua BEM.
Any sendiri merupakan calon wakil ketua BEM di kampusnya.
Sementara di Bobamosa, kafe yang dibuat Any untuk menunjukkan pemberontakan kecil-kecilan terhadap orang tuanya, ada Ganggara dan Hovawk.
Oh iya, ada juga Brielle, sepupu Any yang membantu pekerjaan di kafe selama masa liburannya.

🧋 Lalu... ada Regan, seorang koki kue yang Rhubarb Horns miliknya menjadi kesukaan Any.
Mereka yang tidak sengaja bertemu di sebuah restoran malah memicu ingatan Any tentang trauma masa lalunya yang terlupakan.

🧋 Masa lalu apa sebenarnya yang menghantui Any?
Bagaimana akhir kisah Any dan Regan?
Bagaimana juga akhir kisah Any dan keluarganya?

👩🏻 Bagiku, TLWL adalah kisah slice of life, di mana ada cerita tentang keluarga, persahabatan, romansa, dan mengulik trauma masa lalu.
Lalu ada juga pembahasan sedikit tentang dunia kampus dan juga bisnis di dalamnya.

👩🏻 TLWL menunjukkan bahwa masalah komunikasi antar keluarga saja bisa menciptakan kesalahpahaman berkepanjangan.
Lalu tuntutan keluarga bisa juga mengakibatkan hubungan pertemanan yang toxic.
Begitu juga dengan trauma masa lalu yang jika tidak diatasi, bisa menimbulkan luka bagi orang-orang yang terlibat.

👩🏻 Overall, TLWL cocok bagi kamu yang ingin membaca cerita dengan alur yang bisa dikatakan mungkin cukup akrab dengan keseharian kita.
Profile Image for Riez Chiwi.
163 reviews
July 12, 2023
Baru awal udah melting bgd sama Ino. Karena emang diriku nggak punya kakak. Jadi sosok Ino tuh loveable banget.

Kok sebel sama Priska ya. Please deh berkedok sahabat tapi nyuruh Any mundur dr cawapres BEM. Dan makin diturutin kemauannya, si Priska makin ngeselin lah. Punya sahabat yang rendah diri begini emang cuma bikin emosi dan sakit hati doank. Yah walau Priska punya alasan tersendiri tapi tetep nggak suka ama tingkah lakunya dia.

Any kenapa hebat banget ya. Setiap dia kena masalah, dia tegar banget nggak nangis. Padahal aku yang baca udah nyesek banget. Dan pas masa lalu terkuak, akhirnya dia nangis dan aku ikutan nangis juga. Karena emang sesedih itu.

Endingnya sesuai harapan. Sweet. Dan aku suka.
Profile Image for Sevira Fatmawati.
2 reviews
August 5, 2024
BAGUS!!! alur ceritanya disusun dengan baik dan mengalir berisi pengembangan diri yang cocok dibaca buat umur quarter life crisis ini hehe, pilihan kata dan kalimatnya sangat bagus, tetapi bagi saya yang pemula perlu membaca perlahan untuk memahaminya wkwk, pengembangan 3 tokoh any, regen, dan priska cukup menjelaskan dalam 1 buku, dan banyak pengetahuan baru yang didapat dalam buku ini dan kosa kata bahasa inggris tentunya
1 review
June 17, 2023
Sungguh novel yang bergizi. Recommended!
1 review
September 22, 2023
Bukunya bagus, cuma saat baca buku ini lagi terkena Reading slump. Jadi kurang menikmati.
Profile Image for suga gf .
6 reviews
September 7, 2024
Alur, penyusunan kata bagus. Personal, ga suka sm karakter any yg naif. Penyelesaian problem any sm prista kurang greget, tapi oke juga. Endingnya pas ga perlu yang romance banget.
Displaying 1 - 23 of 23 reviews