Dua belas tahun lalu, Geni "kabur" ke Australia. Kini rumah bagi Geni adalah di Kupang, tempat teman-temannya berada. Di sana Geni merasa bebas dan bisa berselancar di antara awan. Jauh dari usaha perjodohan, dari cercaan Ibu yang menetapnya di Jakarta.
Dua belas tahun berlalu, perempuan itu muncul kembali di hidup Geni. Riani. Memaksa Geni menghadapi perasaan-perasaan yang belum selesai. Sejak kapan sih Geni kelimpungan karena satu perempuan mati-matian menghindarinya? Yang ada dia biasa dikejar-kejar.
Geni pilot andal yang tak pernah gentar cuaca apa pun. Dia yakin bisa meluruskan apa pun yang pernah terjadi di antara dirinya dan Riani. Hanya saja, dia takut semua sudah terlambat...
Mariskova is a writer currently residing in Jakarta. Her writings among others are published as novels, antologies, short stories, and articles. Her first novel with Gramedia Pustaka Utama was Hair-Quake and published in 2008. The second novel followed titled To Tokyo to Love (2008), Fly Him to the Moon (2010), A Wish for Love (2013), Broken Clouds (2023) and The Same Sky (2023). Some of her novels are included in the category of Metropop Klasik GPU.
Selesaiiiii! Dan sukaaa 🤩🤩🤩. Suka cara berceritanya lucu, cukup menghangatkan hati, gemas pun sama Geni, baca novel ini paling nggak pasti senyum-senyum dikit 🤭. Aku suka banget sama Geni, meskipun ada bagian yang agak mengganggu buatku tapi nggak mengurangi rasa sukaku 🤭. Suka dia yang diam aja waktu digodain teman-temannya, dia yang suka pake kaos polos, dia yang selalu diam di kokpit apalagi yaa 🤔 pokoknya suka sama Geni tanpa membutuhkan alasan yang banyak 🤭. Rasanya baru kali ini baca novel sampai penasaran gimana suara tawa Geni waktu baca narasi ini, ‘Geni membalas sapaan itu. Hujan sedikit di bandara, Capt. Bagaimana angin? Lumayan. Hujan terus di sini. Geni bertukar kabar dengan petugas, sesekali bercanda dan terkekeh. Jangan lupa bawa payung, Capt. Geni spontan tergelak mendengar candaan petugas ATC. Bambang bisa bersumpah langit berubah biru, awan-awan menepi, sinar matahari merekah, dan burung-burung terbang menari dalam formasi begitu tawa Geni pecah. Bambang juga bisa melihat wajah para penumpang di belakangnya menjadi cerah, lantas diam-diam menyimak, memasang telinga dan memperhatikan pilot mereka begitu tawa Geni terdengar’. . Baca novel ini juga jadi penasaran sama pulau-pulau kecil di Nusa Tenggara Timur, bikin pengen jalan-jalan dan pengen ngerasain sunsetnya juga. Dari novel ini diingatkan kembali jangan menganggap remeh pekerjaan seseorang seperti kata Utari, “Mas Geni itu pilot pesawat perintis lho, Bu! Kalau nggak ada orang-orang seperti Mas Geni, bagaimana caranya menjangkau daerah-daerah terpencil itu? Bagaimana daerah-daerah seperti itu bisa terbuka? Bukan hanya penumpang diantar Mas Geni, bahkan kebutuhan pokok juga! Ibu bisa bayangkan berapa banyak orang yang tertolong? Mas Geni melakukan itu semua!” (Hal 224). . Dan ini, ‘Setiap orangtua pasti punya harapan tertentu untuk anaknya. Harapan yang mudah diucapkan orangtua tapi menjadi beban berat yang dibawa anaknya ke mana-mana’. (Hal 284). Kalau suka novel yang tokoh utamanya pakai seragam baca novel ini. Bacanya nggak usah buru-buru tapi dirasain gitu 🤭. Akhir kata mohon maaf bila ada kata yang kurang berkenan 🙏🏼☺️.
MetroPop yang solid dgn gaya tulisan yg tipe gue banget (walau gue baru sadar belakangan bahwa nggak ada label MetroPop di sampulnya, tapi feel-nya sih MetroPop banget ya, mungkin karena nama Mariskova juga yg selama ini familier di kancah MetroPop).
Gue suka semua elemen yg digodok di sini. Profesi pilot pesawat perintis, latar Kupang, masalah keluarga Geni, persahabatan Geni dgn teman-teman seperantauannya (yang BTW, beneran berasa "lakik"-nya), juga masa lalu Geni-Riani. Sebagian pembaca mungkin akan mengharapkan eksplorasi masa lalu Geni yang lebih runut untuk nemuin hubungan kausalitas yg jelas, tapi gue termasuk ke golongan yg puas dgn revelation-nya yang bisa dibilang tersirat dan nggak terlalu sistematis; menurut gue ini relatable dgn kehidupan nyata di mana terkadang dalam satu periode waktu berbagai masalah atau kejadian bisa berjatuhan berbarengan dan jadi semacam katalis dari fase hidup kita yg selanjutnya, mau kita sadar atau nggak.
Gue juga termasuk yang nggak keberatan dengan minimnya interaksi antara Geni dan Riani. IDK, walau mereka jarang diperlihatkan bareng, tapi chemistry yang terbangun udah cukup kuat dari masa lalu mereka sendiri sehingga gue bisa ngerti kenapa perasaan Geni bisa begitu kuat ke Riani, dan sebaliknya.
Tapi kesempurnaan hanya milik Tuhan, bukan Arya Wisanggeni, bukan juga ending buku ini. Soal Geni, gue dibikin mengeryit di beberapa part ketika Geni digambarkan sebagai pusat dunia serta beberapa pertemuan Geni-Riani yg terlalu kebetulan. Soal ending-nya, well, . Gue juga menemukan beberapa editing error yang sebenarnya nggak ganggu-ganggu amat tapi jadi mengganggu setelah tahu editornya ada dua.
But nonetheless, perkenalan pertama gue dgn Mariskova ini sungguh berkesan, terbukti dari riwayat Google dan YouTube search yang gue lakukan sepanjang baca, mulai dari tutorial nerbangin Cessna Grand Caravan hingga sekadar ngintip suasana Bandar Udara El Tari, hanya supaya gue bisa sepenuhnya kesirep di dunianya Geni. Kocaknya, ternyata emang banyak bgt vlog lokal yg nyeritain betapa mengesankannya bisa nerbangin tipe pesawatnya Geni, jadi kayaknya Geni yg diceritakan terkenal di YouTube sampai jd omongan tiga angkatan itu bukan hiperbola dan mungkin untuk terjadi, hahaha.
Another instant mie book; nunggu bukunya satu minggu lebih bacanya nggak sampai 48 jam. Kalau dibilang page turner, sih, nggak terlalu, tapi cukup bikin penasaran sampai rela perpanjang waktu baca buat tau kelanjutannya.
Awalnya tertarik karena profesi buku ini pilot, bukan pilot penerbangan komersial, tapi perintis. Yap, pilot yang bawa pesawat lebih kecil dan melintas ke satu daerah ke daerah terpencil. Nggak cuma angkut orang, tapi kebutuhan pokok. Kapten Gani sukses mencuri perhatian!
Di bagian awalan agak kurang bisa adaptasi sama cara berceritanya, apalagi kalau dari sisi cowok tuh kadang bisa tricky, miss sedikit bisa kerasa yang lagi ngomong cewek (walaupun yg nulis emang cewek dan harusnya nggak heran). Ditambah pengenalan Kapten Geni ini agak kurang bisa melekat gitu. Sempat skeptis buku ini nggak bisa kasih spark lebih, tapi ternyata nggak. Lebih tepatnya, nggak juga or not bad.
Penjelasan soal penerbangan perintisnya nggak terlalu banyak dijejalkan sampai jadi info dump. Pengalaman pribadiku baca ini ya bisa bayangin gimana gambaran Kupang, asrama para pilot ini, dan daerah-daerah lain yang disebut di sini. Indah, pengin ke sana, tapi masih ragu bakal kuat mental naik pesawatnya apa enggak :D
Oh ya, balik soal kurang bisa beradaptasi di awal, ternyata ada kejutan di akhir. Ini bukan spoiler, tapi lebih ke meyakinkan, ada alasan kenapa beberapa kalimat yang nggak bergitu dipahami konteksnya ternyata punya penjelasan yang jelas di belakang.
Kalau diibaratkan puzzle, potongan letak ceritanya emang nggak tepat, tapi bukan berarti salah. Antara penjelasan soal kenapa Geni enggan banget balik Jakarta dan kehidupan dia di masa lalu atau masa sekarang (saat di Kupang maksudnya) terlalu campur aduk. Macam nggak runut gitu, jadi awalnya bingung ini mau fokus ke mana dulu. Terus sempat berpikir, apa bagian ini diperlukan, dan yah emang perlu, tapi lebih ke kurang tepat aja tempatnya.
Ngomongin soal Riani. Yap, dia misterius banget. Awalnya, ya. Terus emang ada beberapa kebetulan Geni ketemu Riani, kayak dunia cuma selebar daun kelor, ya, tapi emang beralasan kok kenapa kayak takdir banget reuni mereka berdua ini. Interaksi mereka? Cute sebenarnya, tapi dialog2 Geni kadang ambigu karena tanda bacanya kadang pakai tanda seru, dialog tag-nya juga ambigu, jadi salah ngira ini Geni beneran ngegas apa, ya, kalau ngomong? Nggak bisa santai banget, sih?
Intinya, buku ini emang harus dibaca sampai tuntas biar paham kenapa begini dan begitu yang mungkin jadi pertanyaan di awal. Atauuu misal ada bagian yang dirasa mengganjal. Rekomen nih buat yang suka small town (walaupun agak nggak yakin juga) romance tipis2, apalagi profesi karakternya dunia penerbangan.
"Yah, menurut gue, level tertinggi mencintai seseorang adalah dengan merelakannya bahagia bersama orang lain." "... elu sadar kan kalau level tertinggi bullshit adalah kalimat lu barusan?" - p. 238
Geni dan Riani "terjebak" kesalahpahaman selama 12 tahun. Mereka pun bertemu di acara reuni—yang tak berakhir baik—dan kembali di pertemukan di Kupang. Geni adalah seorang pilot pesawat perintis. Dan Riani bekerja di NGO yang bergerak di bidang disaster relief.
-----
The tension! Wow!
Novel ini menceritakan dari sudut pandang Geni. Sebuah perpaduan antara romansa, suspense, aviasi, dan penanganan bencana. Novel yang bikin deg-degan karena kedua protagonisnya alot banget hubungannya. Setelah membaca lebih setengahnya aku merasa "pesimis" ini bakal end game nggak sih? Dan ternyata di 90% cerita baru mulai ada adegan mesam-mesemnya.
Informasi tentang pekerjaan Geni sebagai pilot pesawat perintis di Kupang disajikan dengan detail. Jadi, pengen ke Kupang biar bisa lihat matahari terbenam, mancing, atau sekadar motor-motoran kayak Geni. Pengetahuan bidang aviasinya pun nggak jadi kayak info dump. Malah aku suka adegan setiap Geni menerbangkan pesawatnya. Interaksi dengan ko-pilotnya pun seru. Terutama dengan Bambang.
Selain itu, geng pilot Geni: Sandi, Andreas, dan Jack, chemistry-nya dapet banget. Berasa ngerasain langsung persahabatan "dewasa" dari para pilot ini.
Bagian keluarga Geni, bikin aku mrebes mili. Dilematis dan konflik anak pertama laki-laki dalam keluarga. Bagaimana memenuhi ekspetasi keluarga? Bagaimana menghadapi perjodohan dan keinginan orangtua?
"Aku pilih mencoba mengerti anakku daripada kehilangan dia lagi untuk kedua kalinya." —Bapak, p. 226
Dan gong dari semua ini adalah luka batin yang Geni alami saat masih sekolah bermanifestasi sampai dia dewasa. Itu yang membuat dia hampir "kehilangan" kesempatan untuk bersama Riani, membuat dia "kabur" selama 12 tahun.
Novel yang aku baca dalam 1 hari selama 6 jam 48 menit. I can't stop reading karena sebagus, serapi, dan seindah itu. Nggak nyangka novel ini ditulis selama 11 tahun. Wow! Very well written.
-----
Actual rating: 4.5 ⭐️
Dan ini (belum) tamat. Tidak cukup menceritakan kisah Geni dan Riani dalam 384. Bagian duanya di The Same Sky akan aku baca selanjutnya. Menantikan sudut pandang dari Riani.
Aku suka sekali dengan gaya bahasa penulis. Alurnya mengalir, walau di awal aku ngerasa sedikit lambat dan cukup membosankan, karena belum tau alurnya mau di bawa ke mana.
Latar Kota Kupang dan Jakarta dalam cerita ini terasa begitu nyata. Apalagi pas adegan makan ikan bakar, beuuhhh bikin laper pembaca.🤤
Konfliknya dengan Riani, aku suka bangett... bangettt. Penulis piawai sekali memainkan narasi, adegan per adegannya rapih, berasa nonton drakor 🤣 deg-degannya dapet, gregetnya juga dapet, keselnya juga dapet, karena euphoria baca buku ini terasa cepet sekali abisnya. Huhuu 😭
Waktu baca buku ini, kayaknya nggak sampe nangis. Tapi, pas mau nulis review, kenapa mau nangis dan rasanya jadi sesak yaaa...
Sebenarnya bingung juga kalau mau mengelompokkan buku ini ke buku romance. Iya sih, konfliknya berselimut antara perasaan Geni ke Riani (dan Riani ke Geni) yang masing-masing dengan kuat berusaha menyembunyikan. (Tapi bohong... AHAHAHAHAHA. Ya gimana nggak boong deh. Mau bilang nggak suka, BENCI, risi, kesel, marah, atau apa pun itu, tapi MATA NGGAK BISA BOHONG, hei Geni dan Riani!!!! Sadar dong sik, ah. GIMANA SIK? #LahAkuEMOSIK)
Namun, yang sebenar-benarnya kita ikuti alurnya sepanjang membaca buku adalah, bagaimana sebenarnya Geni berusaha memecahkan apa yang sebenarnya dia rasakan terhadap diri sendiri. Kita diajak pelan-pelan mengumpulkan keberanian untuk Geni berkonfrontasi. Iya. Kalau boleh dibilang, Geni ini pengecut menurutku. Kebanyakan diam.
Diam ketika perasaannya kepada Riani diusik teman-teman. Diam ketika tuntutan Ibu yang terus menerus menggiring hidupnya. Diam ketika cewek-cewek pemujanya udah bertingkah keterlaluan. Sampai akhirnya harus mengambil sikap dengan memberontak, dia tahu udah menyakiti hati orangtuanya. Lalu perlahan kembali menuruti keinginan ibunya untuk pulang sebulan sekali. Terus diam lagi saat setiap saat ibunya nyindir-nyindir terus buat balik lagi kerja di Jakarta daripada terus-terusan di Kupang.
KENAPA DIAM TERUS SIH, Geeen... Astaga monangis gue karena gemes beneeer sama sikap diam lo. Menghindar terus, lari terus jadinya. Untung ada Sandi, Jack, sama Andreas (oh, how i love lakik satu ini!!!). Geni jadi punya "rumah" di hatinya. Geni jadi punya tempat untuk dia bersikap seperti adanya dia tanpa takut di-judge, tanpa takut diolok-olok, karena kalau sampai tiga orang ini mengolok-olok, ya itu karena mereka sayang. Nggak pernah sampai berlebihan. Geni jadi punya tempat untuk membicarakan Riani sampai benar-benar dikupas ke dalam hatinya. Geni jadi punya pijakan untuk lompat saat berkonfrontasi dengan masalah-masalah yang selama ini dihindarinya.
Iya, ini tentang Geni yang menjadi broken clouds, pelan-pelan berusaha menguak awan untuk bisa lihat matahari lagi. Nggak tahu beneran bisa lihat matahari beneran lagi atau nggak, karena heiiii penulisnya ternyata jail niiiih sampai ke halaman terakhir. Hmphhh...
Novel pertama karya Mariskova yang aku baca. Dan aku suka 😍👍. Tidak terasa sudah sampai ending yang belum benar-benar ending (ada sekuelnya ternyata).☺.
Membaca novel ini itu serasa nonton film, setiap slide nya tergambar jelas. Mariskova piawai cara mendeskripsikan setiap adegannya. Sampai saya merasa lagi tidak baca, tapi melihat adegan film.
Tidak sabar ingin melanjutkan kisah Geni dan Riani di novel selanjutnya.
Bintang 4,5 yang nggak aku bulatkan jadi 5 karena ada perubahan situasi di ending yang terlalu mendadak. Tiba-tiba kok Riani muncul? Aku sampai cek bolak-balik kirain ada halaman yang hilang, atau aku yang skip bacanya haha… tapi ternyata emang gitu 🥹
Secara umum aku suka banget sama novel ini! Mas Geni walaupun MBTI-nya IIIC-J (Introvert Introvert Introvert Cuek - Judes) tapi loveable kok. Deskripsi waktu Mas Geni nyetir pesawat juga dapet banget, tegang, deg-degan sampai ikut nahan napas dan ngumpat pas akhirnya berhasil menghindari awan. Aku juga suka banget gimana Mas Geni menyelesaikan masalahnya dulu dengan Ibu baru fokus ke percintaan.
Aku nggak tau kenapa di covernya nggak ada logo genrenya, tapi buku ini tuh Metropop banget! Ya alurnya, tokohnya, gaya bahasanya. Rapi, tenang, nggak grasah-grusuh, kerasa banget jam terbang penulisnya. Novel semacam ini yang bikin aku jatuh cinta pertama kali sama Metropop keluaran GPU belasan tahun lalu ❤️
Komplainku buat novel ini cuma dua: situasi yang ada di ending seperti kusebut di atas, dan kelakuan teman-temannya Mas Geni (nggak cewek, nggak cowok) yang semuanya suka banget ikut campur urusan dia. Rese tingkat dewa! Kayak lagi liat Cinta dari AADC yang dikerubutin gengnya pas bahas soal Rangga. Kalau cewek mungkin wajar ya. Tapi emang gitu jugakah pertemanan di kalangan para cowok dewasa? Paham sih mungkin si teman-teman ini adalah alat utk menyadarkan Geni dan menggerakkan alur. Tapi too much di beberapa bagian. Bikin aku dan Mas Geni yang introvert dan nggak suka diurusin orang jadi emosi banget!!! Tapi ya walaupun teman-teman Mas Geni rese, aku tetep bakal nungguin sekuelnya karena di halaman terakhir ada tulisan (BELUM) TAMAT 😀
This entire review has been hidden because of spoilers.
Meskipun tidak ada label genre seperti yang biasa GPU lakukan, saya merasa buku ini memang masuk kategori chicklit walaupun tokoh utamanya cowok. Dan sejauh ini, Broken Clouds menjadi buku terbaik yang pernah saya baca di genrenya.
Keterampilan penulisnya terasa di sini: takarannya pas, deskripsi yang dibuat simpel tapi cukup menggambarkan, narasinya lincah tanpa terasa sok asyik. Penokohan Geni terasa laki-laki tanpa harus menjadi macho atau nyerempet feminim, karena setahu saya, penulis perempuan yang bisa menulis mindset laki-laki dengan wajar terbilang sedikit.
Saya juga mengapresiasi kemampuan penulis dalam membuat pendetilan dari kedalaman konflik yang dirasakan Geni. Dalam rasa defensif, ada rasa terhina yang mendistraksi Geni dari rasa tertarik cinta. Dalam rasa terbebani, ada rasa kepasrahan yang dipilih dengan sengaja karena takut terhadap konflik. Mulanya saya memandang sebelah mata permasalahan Geni ini, usia sudah kepala tiga kok masih emosional dengan memori masa sekolah. Namun seiring lanjut membaca, permasalahan masa muda Geni dan Riani ini ternyata cukup serius.
Selain itu, pertemanan Geni dengan rekan kerjanya sesama pilot juga cukup seru, walaupun mulanya agak gerah membaca gelagat dan tindakan mereka yang persisten dan penasaran banget soal kehidupan pribadi Geni. Untuk konflik di keluarga Geni, menurut saya cukup oke, meskipun saya sudah agak bosan membaca tokoh ibu Indonesia yang lagi-lagi pemaksa terhadap anaknya.
Bingung mau bahas novel ini dari mana, tapi ini isinya complicated. Bumbu romancenya gak yang berlebihan, dengan tingkah gengsian Geni dan Riani bikin gemes, apalagi di sini ada yang gagal move on😆. Bagian yang paling aku suka adalah profesi karakternya, Geni memang seorang pilot yang udah banyak diangkat dalam novel-novel lain, tapi bedanya Geni ini pilot untuk penerbangan perintis di mana pesawat yang dikendarainya itu adalah pesawat kecil yang hanya muat belasan orang! Selain itu, destinasi yang dituju adalah daerah-daerah yang rawan bencana alam, ada beberapa kejadian yang bikin aku ikutan tegang pas Geni masih di ketinggian terus gempa, gosh di sini benaran ikut panik🤯 profesi Rania gak dibahas mendetail seperti Geni, tapi serunya profesinya itu untuk membantu korban bencana, jadi saling berkaitan yang bikin pertemuan mereka gak serba kebetulan.
Aku juga suka pas bagian Geni harus meyakinkan orang tuanya, jadi ikut ngerasain gimana kecemasan seorang ibu pas anaknya merantau di daerah yang ditandai berbahaya💔
Terakhir, pertemanan Geni ini bikin ngakak brutal😭 jadi completed rasanya baca novel ini, dibikin galau ada, dibikin kesel plus gemes ada, ngakaknya juga ada, eh ditambah dibikin terharu🤎
This entire review has been hidden because of spoilers.
Di Broken Clouds aku kenalan sama Captain Geni yang sudah kabur 12 tahun ke Australia demi belajar di sekolah penerbangan dan akhirnya balik ke Indonesia untuk kerja sebagai pilot pesawat perintis di Kupang, NTT.
Aslinya Geni udah menikmati hidupnya karena bekerja sesuai dengan passion yang dia mau, tapi memang ga ada hidup yang tenang-tenang aja, Geni harus selalu siap direcokin sama Ibunya buat cepat nikah dan ketenangan hidupnya juga jadi terombang ambing waktu ketemu lagi sama Riani.
Setiap baca scenes Geni sama ibunya, keliatan banget kalau ibu Geni emang tipikal emak-emak Indo atau Asia yang ga akan tenang liat anaknya masih single diumur 30an. Jujur berasa banget capenya Geni yang disuruh nikah mulu, soalnya hal ini dibahas sama ibunya dari awal sampai akhir cerita. Aku aja sampai kesal sendiri sama emaknya, kalau aku jadi Geni keknya bakalan bilang “MAK UDAH MAK, AKU MAU KERJA DULU😭”.
Terus hubungan Geni dan Riani juga jadi bumbu yang bikin aku gemes plus gregetan sendiri waktu bacanya. Bagi Geni, Riani itu sumber masalah karena bikin masa sekolah dia jadi ga bisa tenang. Sedangkan bagi Riani, Geni itu pembawa sial.
Mau dibilang mereka benci jadi cinta, rasanya ga tepat. Dibilang cinta jadi benci, juga salah. Pokoknya waktu baca ini dibuat nebak-nebak banget “mau kalian itu apa sih??” soalnya mereka berdua sama-sama susaaaah banget buat mengutarakan perasaan dengan baik.
But I think, Broken Clouds ini ga terlalu fokus tentang Geni dan Riani, romance mereka sendiri terbilang slow-burn. Di sini lebih ceritain tentang kehidupan Geni; kenapa dia mau jadi pilot, kenapa milih pesawat perintis dan bukannya pilot militer kayak bapaknya, kenapa dia kabur belasan tahun dari rumah, kenapa dia benar-benar gamau berurusan lagi sama teman-teman sekolah dulu, dan kenapa dia gamau lagi terlibat sama Riani.
Yang aku suka di novel ini penyampaian narasinya detail, jadi ngebantu banget kalau mau ngebayangin tiap adegannya. Apalagi kalau udah bagian Geni nerbangin pesawat, dari cuaca yang bagus sampe situasi mencekam, bikin aku juga berasa lagi di dalam pesawat yang Geni bawa. Terus Kupang dan daerah sekitarnya yang jadi latar tempat novel ini juga tergambar dengan baik, bikin mau ke sana juga buat nangkap sunset dan makan ikan.
Tapi ada juga hal yang aku harapin bisa diperjelas, kayak kerjaan Riani sebagai Disaster Relief, hubungan Riani sama Aaron dan gimana Geni tau kejelasan tentang mereka, terus mau liat sedikit aja adegan manis Geni sama Riani. Soalnya interaksi mereka itu ga banyak, jadi masih berasa kurang walaupun endingnya udah pas.
Overall, kalian harus coba ikutin kisahnya Captain Geni juga supaya ngerasain diajak jalan-jalan menembus awan, ngeliat keindahan Kupang, serta kenalan sama sahabat-sahabatnya sesama pilot yang bikin cerita ini makin berwarna!
Mengambil sudut pandang orang pertama, Geni seorang pilot andal yang lahir di kutub selatan dan tinggal di kulkas berpintu 12. (Ehh ga deng becanda) Itu cuma deskripsiku kepada seorang Geni yang punya senyum amat mahal yang buat orang-orang jadi ngefans karena super penasaran sama si captain Geni. (Ok! Biar singkat, blurb di next slide 😉) Baru kali ini aku baca novel yang kaya gini.. genre romance tapi romancenya tipis. Ini novel juga benar-benar slice of life! Bahas keluarga, pertemanan, dan cinta.
Pertama, soal keluarga. Hubungan keluarga Geni yang sangat umum ditemukan di masyarakat. Bapak yang keras dan tidak menunjukkan perasaan bangga dan sayangnya secara terang-terangan, seorang ibu yang khawatir dengan anaknya yang sudah dewasa (karena sebesar apapun mereka, tetaplah anak kecil di mata ibunya) dan juga seorang adik yang bisa memahami Geni karena sebagai seorang anak, mereka bernasib sama! Wow! Baca ini berasa terjun langsung ke realita apalagi melihat suasana yang intens saat mereka semua "beradu pendapat." Tetapi setelah ada waktu untuk mencurahkan isi hati dan meluruskan segalanya, baru lah mereka malah menjadi semakin dekat karena semakin kenal satu sama lain.
Kedua, Above it all yang paling aku enjoy banget dari novel ini justru hubungan dengan teman-teman Geni yang kocak banget kaya anak SD. Kocak banget pas momen pada debat soal Lisa karena kepolosan atau bahkan ketololan Geni soal relationship dan saat mereka nonton alien tanpa suara. Asli mereka benar-benar membuat hidupku berwarna ditemani teman-teman ajaib ini.
Ketiga, Hubungan dengan Riani menemukan titik terang di lembaran-lembaran akhir novel. Tolong... ini kok ada tulisan '(belum) tamat' nya? gimana ya kelanjutan hubungan mereka? Tolong banget nih jadi dibuat gereget dan penasaran gimana kabar Geni & Riani, Aaron, Sandi, Andreas, Jack dkk 🥲
Gaya menulisnya menunjukkan, "I know what I'm doing" and indeed she knows what she's doing. Nggak ada saltik, semua kata sesuai KBBI (I've checked), beberapa terkesan melanggar aturan padahal sesungguhnya sangat menaati aturan. Saya paham kenapa nggak dilabeli apa pun dan kenapa ini jadi buku pembuka dari sebuah seri, karena porsi romansanya jauh lebih sedikit dibanding pergulatan batin Geni terutama hubungannya dengan orang tuanya. Bagian favorit saya yaitu bab 12: Ambush! Kalau belum pernah ngalamin jadi salah satu orang di situasi seperti itu, saya yakin nggak akan bisa ditulis sebaik ini. Saya salut dengan keberanian dan keterbukaan penulis dalam adegan ini.
Buat arc penerbangannya (?) sendiri (termasuk interaksi dengan teman-teman kerja dan misi-misi Geni) mengingatkan saya akan Maverick-nya Top Gun, sampai puja-pujinya juga. Bagi sebagian pembaca Geni mungkin akan terkesan sebagai tokoh yang nyaris sempurna dari pembicaraan teman-temannya ini. Mungkin ini juga sebabnya saya lebih menikmati ketika Geni harus menghadapi orang tuanya daripada ceritanya dengan Riani atau dengan rekan-rekan. Tapiii kesehariannya di Kupang tuh bikin pengin liburan! Haha. Apalagi kalau udah ada makanan khas dan pantai 🤩
Saya baca ini di Gramdig, tapi kalau suka ngumpulin buku bersampul bagus coba beli fisiknya juga, karena artwork dan typeface-nya bikin betah buat dipandangi lama-lama. Semoga buku keduanya memuat lebih banyak Geni dan Riani! Saya juga penasaran gimana reaksi Ibu kalau tahu Geni udah punya kekasih, apalagi yang sekufu dan udah kenal dari kecil. Apa bakal ada masalah baru? 🤔 nggak mungkin lancar-lancar aja, kan? Hehe.
Skor asli 3,5/5 ⭐️ Tapi gak bisa aku bulatkan ke atas karena ending-nya!!!
✈️ Yang aku suka: • Latar profesinya menarik, ttg pilot pesawat perintis. Pembaca bakal diajak menyelami cukup detail profesi Geni. • Keluarga Geni yg relateable dg banyak keluarga Asia. Bukan cuma ttg tuntutan, tapi juga ttg jarangnya ada komunikasi sehat 🥹 • Teman-teman Geni yang kocak. Bagian mereka biasanya bikin ketawa. • Slow burn dan second chance romance dibangun dg baik. Meski menurutku bisa dibikin lebih padat. Pengunkapan masalah di akhirnya jg memuaskan. • Utari ofc. Meski intrraksi Geni sama adiknya kurang banyak, tp di tiap interaksi aku suka lihatnya.
✈️ Yang aku kurang suka: • Alurnya lambat. Terus gaya menulisnya tuh tipe deskriptif, jadi makin terasa lama. Cuma kalau kamu tipe yang suka cerita mendayu penuh perasaan, bakal suka cerita ini. • Karakter Riani kurang dieksplor. Karena emang dari sudut Geni juga sih. Banyak hal yg bikin penasaran dari sisi Riani. • Ending-nya kurang jelas aaaa! Gatau kudu bahagia atau kesel??? Karena tulisannya (BELUM) TAMAT jadi maksudnya ada buku lanjutan atau gmn???
Tapi setelah aku lihat, ini bukan metropop... Jadi mungkin emang bukan romance fokus utamanya ya? 🤔
Overall ini pengalaman baca buku pertama penulis yg cukup oke. Kalau aja bisa lebih dipadatkan dan ending sejernih kristal, aku bakal jauh lebih menikmati.
Tertinggal lama di rak Currently Reading, dan kemunculan sekuel novel ini akhirnya "memaksa" saya membacanya.
Geni, pilot pesawat perintis di Kupang. Sebenarnya orang tuanya ingin Geni menjadi pilot militer seperti ayahnya, tapi Geni memilih jalan yang berbeda. Setiap bulan, dia akan kembali ke Jakarta untuk menemui keluarganya, termasuk menemui desakan-desakan dari Ibunya untuk segera mengakhiri masa lajangnya. Ketika Geni diminta menemani Ibunya untuk menemui gadis yang akan dijodohkan dengannya, Geni memilih menghadiri reuni yang sebenarnya ingin dihindarinya. Di acara reuni itu dia bertemu kembali dengan Riani, gadis yang berasal dari masa lalunya.
Novel ini ceritanya berpusat pada Geni. Tentang kesehariannya sebagai pilot, persahabatannya dengan sesama pilot perintis, dan juga kesendirian Geni. Alurnya cukup lambat, tapi kisah tentang pekerjaan Geni sebagai pilot di pesawat perintis cukup menarik. Terutama ketika mereka harus menghadapi bahaya alam saat menerbangkan pesawat. Hubungan antara Geni dan Riani juga lebih lambat lagi. Salahkan Geni yang terlalu fokus sama dirinya sendiri, sampai akhirnya dia harus merelakan perasaannya sendiri. Semoga saja di buku kedua nanti, nggak selambat di buku pertama ini.
This book is like a puzzle with a lot of missing pieces when I start reading it. The pieces appear bit by bit along the way, and in the end the whole picture is (almost) complete. One of the biggest, mysterious pieces is of course Geni, the protagonist. Sometimes I just cant follow the way he thinks. But again, I can understand more and more as I read through and soon this character becomes one of the things I really like from this book. The aviation theme is also a plus, as I don't think it's common to explore in Indonesian novels. I also like that the author has successfully narrated the setting (Kupang, in particular) so it's not just a 'backdrop' of the story but it provides me with a vivid picture of this city (which happens to be one of my favorite cities in Indonesia for many reasons) and help bringing the story plot to play.
Not sure if the novel is entirely finished but if there's a sequel, I hope it follows Riani's POV, as her character is not explored too much in this one.
This is my third read from Mariskova, and this has been my favorite! Congratulations are in order, especially now that I know from the postscript that this work was initially started in 2012 and finally finished 'thanks' to the pandemic. When is the next one? :)
Sukakk sekali dgn kisah romansa di Novel ini apalagi gaya penulisannya mudah dipahami, Tidak membosankan, si tokoh utamanya bikin gemes di hati para pembaca cewek 😆🤣 Capten Geni yg Ganteng, Cool, Calm, pekerja keras & irit ngobrol tentu bikin kita para cewek tertantang mau kenalan ye khan 🤣🤣
Kisah ini bercerita tentang seorang Capten Pilot penerbangan perintis yg bermasalah dgn masa lalunya saat zaman SD 😆 Tapi ahkirnya siapa sangka jodoh capten Geni ternyata teman di masa kecilnya🤣🤣
Novel ini lucu karna capten Geni punya teman2 pilot yg ganteng, solider, empati, bisa beri kritikan membangun, saling support, persaingan sehat tapi juga Konyol sehingga penerbangan Tidak terasa membosankan di udara 😆🇮🇩 Sebuah kebanggan pula bisa bekerja sebagai Pilot Perintis di Indonesia dgn melakukan aksi2 mulia demi masyarakat Indonesia yg tinggal di pulau2 terpencil yg susah dijangkau.
Disini kita jadi tahu bagaimana cara evakuasi diri saat terjadi gempa, pengenalan tentang teknik2 pilot saat bekerja di udara, cara mengendalikan emosi dgn baik, cara mengendalikan diri saa membawa pesawat & menenangkan awak penumpang saat cuaca di udara sedang buruk, dll.
Asyik sekali membaca novel ini karena melihat Geni yang sedang berjuang memutihkan kembali lembaran kertas penuh catatan miskomunikasi, salah paham dan pandangan buruk selama ini terhadap Riani, perempuan yang tidak asing baginya dan tak pernah lenyap dalam benak.
Momen paling keren menurut saya adalah Ketika Riani berani mengakhiri perseteruan semu dengan Geni di dekat toilet bandara Larantuka.
Suka sekali dengan kehidupan seorang pilot yang mengabdi penuh dedikasi di tempat terpencil. Dari novel ini saya jadi tahu latar masalah apa yang membebani Geni sehingga ia selalu saja kalah set. Alur ceritanya enak diikuti dan ya karena saya sudah baca novel lanjutannya, Broken Clouds ini memang awal yang sangat penting bagi tahap seorang Geni.
aaaa suka banget sama novel ini, paket lengkap sih ini menurutku, kisah romancenya ada, persahabatan ada, pelajaran hidup ada, kak mariskova sukses bgt bawain tema profesi pilot disini, feelnya dapat banget, enjoy selama bacanya ga kerasa baca ini cuma dalam waktu tiga jam aja, sukses terus kaaa 🥹✨
Menunggu 11 tahun hingga akhirnya terbit cerita Captain Geni memberikan warna baru bagi genre Metropop. Pengetahuan tentang pesawat perintis dan detail pekerjaan mereka sangat apik dan memberi ilmu baru. Apa yang terjadi dimasa lalu itu yang menjadikan kita sekarang, pesan yang ingin disampaikan, namun jangan terlalu keras pada diri sendiri. Kita berhak mengejar bahagia kita. Good job Capt !!🧑✈️
SUMPAH YE kalo kalian tipe orang yang ngga bisa sabar, jangan dibaca 😭😭 ini menguras emosi sama kesabaran banget soalnya huh hah!!
Ceritanya ini konfliknya minim banget, bahkan cuma ada satu konflik puncaknya yang bener bener baru muncul di akhir. Di awal itu kehidupan masa lalu Geni bener bener masih abu abu di aku. Kaya.. eum sebenernya kenapa sih dia keliatan benci banget sama Riani dan itu sama sekali blm disinggung tentang kehidupan dia semasa sekolah dulu. Penjelasan terkait ini baru ada ketika mendekati akhir cerita. Dan begitu aku tau tuh kek KAGETT karena ternyata ada kaitannya sama... sama.. yah gitu lah ya no spoiler 😉 Mangkanya sabar sabarlah kalian yang baca cerita Geni ini 🙂✋🏻
Aku mau bahas narasinya. Tipikal yang pake bahasa baku tapi untuk dialog masih pakai "elu" buat kata ganti ketika Geni ngobrol sama temen temennya. Dan aku menotice beberapa kata tidak baku yang nyelip atau memang gaya kepenulisannya seperti itu? Aku tidak tahu dan i think it's not a big problem.
Di beberapa kesempatan, aku menyayangkan ngga adanya translate ketika ada bahasa daerah 😭😭 jadinya cuma bisa nebak nebak artinya kira kira gimana. Untuk kedepannya mungkin bisa ditambahin translate supaya pembaca juga jadi lebih paham 🤏🏻
Alurnya campuran antara maju dan beberapa flashback tentang masa lalu Geni sebelum dia jadi pilot di Kupang. Tapii ada satu hal yang bikin aku kurang nyaman terkait flashback ini. Di beberapa kesempatan ini ngga ada warning. Jadi ada kalanya ketika aku udah baca satu paragraf baru sadar kalo itu tuh flashback
Karakter Geni, Riani, nyarisss semua tokoh di sini itu bikin aku tuh pengen nonjokin mereka satu satu 🤗🥰 maaf
TAPI FOR REAL!! Bilangnya sih benci sama Riani, tapi sifat Geni itu bener bener ngga ngegambarin orang yang lagi benci gitu. Bukannya berusaha menghindar justru terus terusan terlibat. Dann satu lagi, Geni ini tuh ya Allah asbunnya astagfirullah 😭😭 punya mulut itu tolong difilter dulu kapten yah heeh bikin orang emosi soalnya. Tapi yah.. patut aku acungi jempol karena di akhir dia berani confess tentang what he feels ke Riani. Yh good job walau telat kali kau ini Selain ituu, ada lagi ibunya Geni kawan kawan. Tipe emak emak yang suka nanya pertanyaan keramat "kapan nikah?" Dan siap ngenalin anaknya ke temen temennya buat cari calon. SUMPAH NIH NGESELIN BANGETT dia juga sebenernya ngga setuju sama pekerjaan Geni karena ngga sama kaya ayahnya walau mereka sama sama pilot. But at the end sebenernya dia cuma khawatir aja sama Geni ternyata alasannya. Tapi cara yang dia ambil itu salah bangett. Keadaan Geni sama orang tuanya ini relate sih sama kehidupan kebanyakan orang. Banyak orang yang otomatis nge compare pekerjaan seseorang. Contohnya "hey kenapa ngga ikutin jejak ayah kamu dan malah jadi blablabla." Padahal itu hak setiap anak untuk jadi apa yang mereka mau. Teruss hal lain yang bikin kesel tuh NIH BUKU BLM TAMAT 😭😭 ENDINGNYA GANTUNG BANGETT ADUUHH NANGIS BANGET kesabaranku udah diuji sepanjang 379 halaman DAN BUKUNYA BLM TAMAT tanya keadaanku sekarang pls "Gal? R u ok?" I'M NOT OKAYYY 🥰😭👊🏻😇 Level tertinggi dalam mencintai apa guys? Betul sekali, mengikhlaskan jika memang dia bukan takdir kita. Sekian review kali ini yang lebih mirip uneg uneg, saya pamit undur diri dan terima kasih sudah membaca sampai akhir 🫰🏻
Jujur buku ini seru! Bayangin naik pesawat sama Geni. Aku suka gaya kepenulisan kak Mariskova. Asyik gitu pas dibaca ceritanya, padahal tokoh utamanya (Geni) kaku & pendiam ✈️
Sayangnya kurang POV Riani, jadinya bikin aku penasaran gimana perasaan Riani ke Geni yg sebenarnya.
Ada hal yg menarik, menyinggung soal kondisi psikologisnya Geni. Bagaimana perilakunya dia terbentuk dari perlakuan orang tuanya selama ini. Geni dituntut terus, pilihan hidupnya selalu dianggap tujuan yg salah, terlalu tinggi harapan. Padahal Geni tuh udah Ganteng, Cerdas, Berprestasi, dan karirnya bagus banget! Apa susahnya support anak bund!?? 🥹😭 Ayo bund bersyukurlah bunddd~ 🤣
Sejujurnya aku sangat bersimpati sama Geni, tapi klo urusannya sama perempuan itu beda! Aduh malah gemes! Bikin kesel! Sikapnya bikin cewek jengkel boend! 🤬
Tapi pas baca endingnya sumpah kaget! Gk cukup baca sampek di sini! Aku harus baca buku selanjutnya~ 💞
Pernah gak sih ngerasa struggle banget menghadapi tuntunan orang tua? Kayak harus sukses versi mereka atau sama persis kayak mereka, bahkan harus menghadapi kekhawatiran mereka yang berlebihan terkait jodoh kita siapa dan kapan menikah? Belum lagi rumitnya masalah percintaan di masa lalu yang belum kelar-kelar. Kalau pernah, berarti kamu gak sendirian.
Karna ini dirasain juga sama kapten Geni seorang pilot yang kerja di penerbangan perintis. Ia berbeda dari sang ayah yang sejak dulu dikenal sebagai legenda pilot penerbang militer. Kapten Geni yang diceritakan sebagai lelaki berumur 30 tahun, yang udah berlalang buana bahkan jarang pulang ke rumah orangtuanya karna pekerjaan, ternyata menyimpan beberapa rahasia kenapa seolah ia hidup seperti terus-menerus menghindari sesuatu.
Nah, buku ini bergenre romance, tapi juga ada slice of life-nya. Buku yang ringan dan luwes banget bahasanya. Tinggal ikutin alur ceritanya dan rasakan kepiawaian penulis bermain-main dalam menunjukkan sisi emosional pada setiap karakter tokohnya.
Sebetulnya hal yang aku suka banget di buku ini tuh seolah penulis seakan berpesan kepada para pembacanya, "Mau gimana pun kita melarikan diri dari sesuatu yang membuat kita capek, atau membuat kita benci entah itu ke orang tua maupun orang yang kita sukai, masalahnya gak akan kelar-kelar selama kita gak mau buat langsung menyelesaikannya. Menghindar aja gak cukup, yang ada kita membawa beban itu kemana-mana entah sejauh apa pun kita pergi."
Buku ini banyak mengajak kita untuk lebih terbuka apa yang kita rasakan. Terutama ke orang tua dan orang yang kita sukai.
Btw, siap-siap aja baca buku ini akan dibuat gemas sama tingkah laku Kapten Geni yang amat susah sekali mengutarakan perasaannya ke seorang (teman) cewek bernama Riani yang ia kenal sejak SD. Uwuu. 🤭 Keknya ada kelanjutannya nanti, soalnya pertanyaan terakhir dari Kapten Geni belum dijawab sama Riani. 😅
Salah 1 buku yang cepat selesai di baca 🤭🤭. Penasaran karna banyak seliweran review di IG storiesnya GPU. Awalnya terasa agak boring karna secara detail di gambarkan tapi hikmahnya jadi seperti merasakan sendiri kehidupan si geni. Geni karakter yang sedikit unik menurutku. Uda bisa di tebak sih kisah nya sama Riani. Cuma proses nya itu yang bikin pembaca deg degan pula. Senang dengan tema seperti ini tentang kehidupan pilot dan penerbangan. Rekomended pokoknya. Have to finished this book soon.
I really really really like this novel! Kesanku sudah terwakili sebaris kalimat ini.
Meski minim interaksi Geni dan Riani di sini bisa menunjukkan chemistry yang dalam. Karakter-karakter dalam novel ini pun terasa real seperti orang yang benar nyata. Sedikit dejavu dengan suasana masa SMA yang diceritakan dari sisi Geni. Keren deh pokoknya. Sedang gak bisa nulis panjang-panjang jadi cukup segini aja dan tentu saja aku sudah beli dong The Same Sky nya, lanjut lagi....
Suka banget sama isu yang diangkat novel ini. Udah lama banget aku nyari cerita dengan premis macam gini, finally ketemu juga.
Satu-satunya yang bikin gantung dan kruang sreg mungkin adalah status Aaron yang menurutku masih belum jelas dan nggak dikisahkan secara rinci, jadinya bikin pembaca bertanya-tanya. But overall, it's a great story.
Penulis : @dmariskova Penerbit : @bukugpu Bahasa : Indonesia Halaman : 384 hlm
••••• Book Review📖
Pertama, aku baca buku ini tanpa baca sinopsis/blurb. Jadi waktu baca bagian awal, aku gak ada clue sama sekali tentang buku ini. Cuma tahu judul dan nama penulisnya. Lumayan seru bisa nebak-nebak alur ceritanya. Selain itu banyak hal baru yang bisa aku temuin.
Broken Clouds tuh diceritakan dengan sudut pandang tokoh utama cowoknya loh. Alur ceritanya menarik dan mengalir banget. Bisa masuk list page turner books aku juga. Baca buku romance dengan sudut pandang tokoh utama cowok tuh ternyata seseru itu.
Buku ini menceritakan kehidupan Geni, seorang pilot andal pujaan hati orang-orang seantero jagad raya. Tahu gak sih, tipe cowo cuek bebek, dingin ala-ala dan tertutup gitu. Gak hanya kehidupan romansanya yang menarik.
Kehidupan sehari-hari Geni sebagai pilot dari perusahaan penerbangan perintis tuh seru banget. Banyak hal baru yang gak pernah aku tahu sebelumnya. Ditambah cerita keluarganya yang gak biasa.
Buku ini berlatar di dua tempat yaitu Jakarta dan Kupang. Tapi kebanyakan di Kupang, dan nuansa Kupang-nya tuh kerasa banget. Entah kenapa aku jadi berasa liburan. Pengen banget makan ikan bakar disana. Kalian harus baca bagian ikan bakar ini sih💥💥💥
Aku suka banget tension semua bagian yang ada Geni-Riani. Entah kenapa aku jadi ikut deg-degan sambil nutup mulut gitu. Sayang banget bagian endingnya agak kecepetan. Bagian Geni-Rianinya juga kurang banyak. Dibuku bilang (BELUM) TAMAT. Semoga ini beneran belum tamat. Atleast ada 1-2 extra part lagi, aku baru lega. Atau setidaknya ada sekuel cerita POV Riani😉😍
Secara keseluruhan suka banget sama buku ini. Aku rekom banget buat kalian yang suka baca buku romance. Setahuku belum ada di Gramdig tapi buku fisiknya udah ada dimana-mana. Kalian harus banget ketemu sama Capt Geni sih🥰
Apa yg ada dipikiranmu kalo mendengar profesi pilot? Mungkin cowok berseragam keren, bisa bawa pesawat besar, suka terbang pindah-pindah kota atau negara.
Nah beda sama Geni karena dia pilot pesawat di penerbangan perintis jadi pesawat yang dia bawa lebih kecil, dengan rute terbang di daerah yg terpencil.
Disini bakal diceritain bagaimana keseharian Geni sebagai pilot di penerbangan perintis, suka duka yg dia alami, dan kesulitan dan ketegangan dalam menghadapi cuaca saat menerbangkan pesawat disana.
Diceritakan dengan alur yg maju mundur, kita bakal dikasih tau alasan kenapa Geni menghindar dan menjauh dari rumah dan kehidupannya di Jakarta.
Dengan latar sebagian besar di Kupang, kita bakal dikasih liat bagaimana suasana disana, pantai dan sunsetnya yg indah serta makanan yg ada disana. Jadi pengen liat sunset disana 😍.
Konfliknya selain tentang keluarga, perbedaan pendapat antara Geni dan ibunya, juga tentang perasaan Geni pada Riani.
Aku geregetan banget sama sikap Geni ke Riani, dia tuh beneran suka ga sih sama Riani, karena sikap Geni ini agak abu-abu gitu loh.
Justru aku penasaran banget sama gimana perasaan Riani yg sebenarnya, karena disini diceritakan dari sudut pandang Geni, jadi kita kurang tau nih pandangan Riani pada Geni itu seperti apa.
Penyelesaian konfliknya aku suka, semuanya terselesaikan, walaupun endingnya gantung, sepertinya bakal ada lanjutannya, aku berharap banget bakal ada lanjutannya dan semoga nanti interaksi Geni dan Riani bisa lebih banyak.
Overall aku cukup menikmati baca novel ini. Buat kalian yg pengen baca novel yg tokoh utamanya pilot boleh banget baca novel ini.
BROKEN CLOUDS -GENI & RIANI’S FIRST ENCOUNTER- “… menurut gue, level tertinggi mencintai seseorang adalah merelakannya bahagia bersama orang lain.” “Dre, elu sadar kan, kalau level tertinggi bullshit adalah kalimat lu barusan?” Captain Arya Wisanggeni, a.k.a Geni, pilot handal dan tampan, tidak pernah jatuh cinta. Dia tidak pernah peduli dan ambil pusing tentang wanita. Hidup dan kebahagiannya hanyalah tentang langit luas terbentang dan bagaimana menaklukkan langit tersebut. Riani Kusuma, perempuan imut berlesung pipi, hanya pernah jatuh cinta sekali, saat dia masih SMP. Jatuh cinta dan kagum setengah mati pada Geni. Hingga satu peristiwa membuatnya membenci pemuda itu. 12 belas tahun lalu, Geni kabur dari rumah, meninggalkan Indonesia dan membiarkan Riani menanggung malu seorang diri. Hari ini, di Kupang, Geni dan Riani bertemu kembali. Akankah cerita luka 12 tahun lalu terulang kembali? Sanggupkah mereka berdamai dengan masa lalu dan belajar untuk saling memahami? Benarkah yang tersimpan di hati adalah rasa benci? Ataukah ini hanya sebuah rasa cinta dan rindu yang belum tergenapi? Dalam novel Broken Clouds ini, pembaca diajak menyelami perasaan terdalam Capt. Geni dan berpetualang menjelajahi langit di atas kepulauan Nusa Tenggara Timur. Gambaran laut dan bentang alam daerah Kupang, Rote, dan Larantuka digambarkan dengan sangat indah. Setelah membaca ini saya jadi berimajinasi naik pesawat yang pilotnya Captain Geni. Berselancar menembus awan sambil liatin muka Captain Geni yang lagi ketawa lepas. “I fall hard for you, Capt. Geni…” This book is really a page-turner. I cannot put it down until I finish it, and then I just cannot move on. It’s hard for me to say goodbye to Geni.